
Happy Reading๐
Pagi ini Vio sudah bangun dan menyiapkan sarapan yg akan dia bawa ke kantor nya, untuk Brayn. Vio memasak nasi goreng dengan telur dadar. Setelah semua siap Vio pun berangkat tapi baru saja ia sampai loby Apartemen, tiba tiba Brayn muncul di balik mobil mewah nya yg baru sampai.
Brayn kemudian mengajak Vio untuk masuk kedalam mobil. '' Queen, itu apa?'' tunjuk Brayn ke arah kotak yg di pegang Vio.
'' Ini aku buatin Hubby sarapan! Sebagai ucapan terimakasih karena sudah ngizinin aku tinggal di apartemen.'' jelas Vio.
'' Wah kebeneran dong! Aku belum sarapan sayang?''
'' Yasudah nanti makan di kantor ya!'' ujar Vio
Brayn menggeleng dengan cepat. '' Aku mau di sini saja! Kamu suapin aku.'' pinta Brayn.
Vio pun mengangguk, lalu membuka kotak itu dan mulai menyuapi Brayn dengan nasi goreng buatan nya.
'' Wah, enak Queen? Kamu memang the best.'' sambil mengacungkan jempol pada Vio
Vio tersenyum senang saat Brayn memuji makanan nya, bagi Vio, Brayn mau memakan masakan nya saja sudah bersyukur.
Di Mansion
Mawar sedang bersiap siap untuk berangkat pulang ke indonesia, tak terasa sudah hampir 1 bulan dia di swiss. Sedangkan Bayu sudah kembali 10 hari yg lalu, dia harus kembali sebab banyak kerjaan menanti nya.
Tok Tok Tok
Pintu kamar di ketuk, Bik Irah membuka pintu setelah Mawar menyuruh nya.
'' Kenapa Bik?'' tanya Mawar sambil memoles lipstik di bibir nya.
'' Itu Non, ada tuan James dan Nona Feli di bawah!'' ucap Bik Irah
'' Yasudah nanti aku turun Bik.''
Bik irah pun pamit keluar setelah Mawar mengatakan itu. Setelah cukup mematut penampilan nya di depan cermin, Mawar pun keluar dari kamar nya.
Pas sampai di ruang tamu, Mawar melihat Cesa lagi main bersama anak nya James yg masih berusia 1 tahun, sedangkan Arthur berada di kamar nya.
Mawar mendekat ke arah James dan Mama nya yg sedang mengobrol. Kemudian dia duduk di kursi sebelah Mama.
'' Udah lama James?'' tanya Mawar
'' Gak kok! Kamu gimana kabar nya?'' tanya James
'' Baik, kamu gimana sama Feli dan anak kamu?''
'' Kami baik.'' jawab James.
Kemudian mereka pun mengobrol, sedangkan Feli menyusui anak nya di kamar tamu, dan Cesa di bawa Mama ke kamar nya. Kini tinggalah Mawar dan James di ruang tamu.
Mereka sedang membahas sebuah bisnis yg akan mereka kembangkan, Mawar berinisiatif untuk bekerja sama dengan James demi perkembangan semua aset nya. Karena kelak harta itu untuk anak nya Arthur.
๐๐๐๐๐๐
2 bulan sudah berlalu begitu pun dengan hubungan Vio dan Brayn. Kini semua orang sedang sibuk di Mansion Yunanda, sebab besok akan di adakan acara ijab qobul Vio dan Brayn.
Bahkan orang tua Vio juga sudah ada disana.
Tok Tok Tok
__ADS_1
Mawar masuk kedalam kamar Vio, dan membawa sebuah kotak yg di tangan nya.
'' Hai, apa aku mengganggu kaka ipar?'' tanya Mawar
'' Ah, tidak!''
'' Ini, aku bawakan hadiah pernikahan untuk kamu! Maaf, aku gak tahu selera kakak ipar, jadi ya ku belikan yg kurasa semua orang suka.'' Mawar menyerahkan kotak itu pada Vio
'' Apa ini?''
''Buka saja.''
Vio pun membuka kotak itu, dan ternyata isi nya adalah sebuah kalung mutiara yg begitu indah. Sampai sampai Vio tak bisa mengedipkan mata nya.
'' Ini, kalung yg sangat indah! Tapi aku tak bisa menerima nya.'' tolak Vio
'' Loh, kenapa?''
'' Ini terlalu mahal untuku! Aku rasa aku tak pantas memakai nya.''
Mawar terkekeh mendengar ucapan Vio, kemudian dia merangkul pundak Vio.
'' Hey kakak ipar, dengar ya! Bahkan Kak Brayn bisa membelikan lebih dari ini. Ini tidak ada harga nya di banding dengan ketulusan mu mau menerima kak Brayn.'' jelas Mawar
''Hah, maksudnya?'' Bingung Vio
'' Iya, kamu mau menerima kak Brayn apa adanya! Kamu tahu kan dia itu duda! Tapi ya itu, dia kayaknya belum pernah menjebol gawang.'' kekeh Mawar
Vio terkekeh mendengar ucapan Mawar, tapi seketika dia ingat dengan alasan Brayn menikahi mantan istrinya dulu.
'' Eum, Mawar! Apa aku boleh bertanya sesuatu?'' tanya Vio dengan sedikit ragu.
'' Eum, apa benar kalau dulu mantan istri Kakak mu pernah mencelakaimu hingga kau hampir mat*.?'' tanya Vio
Mawar memandang Vio sejenak lalu menganggukan kepala nya.
''Yups, tapi itu masa lalu Kak! Dan aku juga sudah memaafkan nya?'' jelas Mawar
'' Tapi kenapa? Maksudku, apa kau tak marah dan benci atau dendam begitu?'' heran Vio
Mawar kembali terkekeh. '' Tidak, aku tak pernah membenci ataupun menaruh dendam pada nya! Bagiku itu hanya lah masa lalu. Lagipula semua manusia itu, pasti tempat nya salah dan dosa, dan aku tidak akan membenci sesorang jika bukan karena hal yg kuat.'' jelas Mawar
''Tapi kan dia sudah mencelakai mu?''
''Betul, tapi aku tahu alasan nya melakukan itu! Jadi, aku tak pernah membencinya.''
''Waaah, kau sungguh baik! Jarang loh ada orang yg mau memaafkan.'' kagum Vio
'' Ah, kakak ipar jangan memujiku seperti itu! Nanti aku terbang..'' gurau Mawar
Mereka pun tertawa bersama.Vio sungguh bersyukur sebab ia dan keluarga nya di terima dengan baik di keluarga Yunanda. Vio tak pernah menyangka jika ia akan menikah dengan seseorang yg begitu sempurna bagi nya.
Memang jodoh rezeki dan maut itu rahasia tuhan, dan tuhan sudah memberikan Vio jodoh dan rezeki yg begitu sempurna.
Pagi pun tiba.
Dimana semua orang tengah sibuk untuk acara jam 8 nanti. Vio pun sedang di rias di dalam kamar nya, begitu pula dengam Mawar dan yg lain. Mama menyewa 7 orang perias Artis untuk acara hari ini.
1 untuk Mawa, 1 untuk nya, 1 untuk Mama Rosa, 1 untuk besan nya atau ibu nya Vio, dan 3 untuk Vio sendiri. Sedangkan Brayn sedang berada di kamar nya bersama dengan Papa.
__ADS_1
Brayn merasa gugup menghadapi acara nanti, walaupun Brayn tahu jika ini bukan pertama kali nya ia menikah, tapi karena pernikahan ini Brayn mau dengan sepenuh hati.
'' Kamu gugup?'' tanya Papa
Brayn mengangguk cepat.
'' Bray, Bray! Padahal kamu juga pernah melakukan ini? Tapi masih saja gugup ckckck?'' ledek Papa.
Brayn mendengus kesal dengan jawaban sang Papa. '' Papa ini malah meledek? Bukan nya kasih solusi.'' kesal Brayn
'' Kamu mau tahu gak, solusi yg ampuh apa?'' tawar Papa.
'' Iya Pa, aku mau! Apa Pa?'' antusias Brayn.
'' Caranya supaya kamu gak gugup, kamu bayangin saja nikmat nya malam pertama nanti! Di jamin deh kamu gak bakal gugup, tapi jangan sampai tuh si joni bangun.'' ledek Papa sambil keluar dari kamar Brayn.
Brayn menatap kepergian Papa dengn wajah kesal nya. '' Apaan sih Papa ini, bukan nya ngasih saran saat anak nya gugup, malah ngeledek? Kalau aku bayangin, yg ada nanti nih celana sesak sebelum waktu nya! Tapi apa perlu ku coba ya? Kan Papa sudah pengalaman tuh, siapa tahu aja benar?'' pikir Brayn
Semua orang sudah kumpul di ruang keluarga untuk melakukan ijab qobul. Bahkan Vio juga sudah duduk di samping Brayn. Brayn bahkan tak henti henti nya menatap Vio yg sangat cantik dengan balutan kebaya khas jawa.
Ah aku akan coba trik Papa.
Penghulu mulai menjabat tangan Brayn, lalu mengucapkan ijab.
'' Saudara Brayn Yunanda, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau, dengan saudari Viola Jasmine dengan mahar 1 set berlian seharga 5 milyar, dan satu buah mobil di bayar lunas.''
Pak penghulu itu menyentak tangan Brayn, agar menjawab ijab nya.
'' Aaah, iya sayang, kau sangat nikmat!'' rancau Brayn saat tangan nya di sentak.
Semua orang membulatkan mata nya mendengar Brayn malah mendesaah dan merancau. Tapi seketika semua tertawa terbahak bahak.
Puk
Papa memukul kepala Brayn dengan peci yg di pakai nya. Brayn yg sadar langsung menutup mulut nya dengan telapak tangan, dia benar benar malu oleh perkataan nya.
'' Dasar bocah edan, malah mendesaah? Kamu pikir ini malam pertama hah? Bayangin nya nanti saja kalau sudah SAH?'' ledek Papa
'' Kan Papa yg nyaranin?'' ketus Brayn
'' Sudah, sudah. Kita ulang kembali ya.'' ucap penghulu itu lagi.
Akhirnya Brayn bisa mengucapkan ijab saat yg pertama gagal karena pikiran kotor nya. Setelah mengucapkan ijab Brayn dan Vio pun sungkeman pada orang tua nya, namun pas Brayn sungkeman sama Mama tiba tiba Mama menjewer telinga Brayn.
'' Dasar bocah gemblung, bukan nya ijab malah mendesaah! Mbok ya pikiran kotormu di singkirkan dulu napa Bray?'' heran Mama.
'' Aaauuww, Mama jangan nyalahin aku? Noh, yg harusnya di salahin itu Papa! Papa yg ngasih saran.'' ketus Brayn.
'' Loh kok Papa?''
'' Ya emang Papa kan?'' jelas Brayn.
Semua orang tertawa mendengar perdebatan anak dan Ayah itu...
Bersambung.......
Maaf othor telat up๐otak nya lagi gak jalan nih๐๐lagi muter
JANGAN LUPA GUYS JEJAK NYA๐๐
__ADS_1