
Happy Reading😘😘
Maaf othor telat Up🙏soalnya otak nya lagi loading😔belum nemu alur
Pagi ini Arthur sudah bersiap untuk pergi ke Jerman, sebab ada masalah dengan cabang perusahaan nya di sana. Asisten nya menelpon semalam dan Arthur harus kesana secepat nya. Tidak banyak barang yg di bawa nya, sebab ia bisa membelinya di sana nanti.
'' Ar, nanti di sana jangan lama lama ya! Kamu kan 2 minggu lagi mau nikah?'' ucap Mawar
'' Iya Mom, aku usahakan secepat nya.''
'' Momy juga hari ini, rencana mau feeting baju sama Caca di butik.''
'' Yasudah, tapi bawa bodygar ya Mom.''
Mawar mengangguk paham, tentang ke khawatiran anak nya. Setelah sarapan selesai, Caca datang.
'' Pagi, Om,Tante..'' ucap Caca
'' Pagi Ca... Kamu mau nganter Ar, ke bandara?'' tanya Bayu
''Iya Om.''
'' Yasudah, kalian berangkat sekarang gih.''
Arthur dan Caca pun mengangguk, lalu pamit pada kedua orang tua Arthur dan melangkah ke teras. Mereka di antar oleh supir pribadi nya Mawar. Bahkan selama di dalam mobil, Arthur tak sedetik pun melepas tangan Caca.
'' Sayang, kamu di sana jangan lama lama ya!'' pinta Caca sambil menyenderkan kepala nya di bahu Arthur.
'' Nggak, aku akan usahakan secepat nya! Kamu jangan nakal nakal di sini.'' ucap arthur
'' Apaan sih, nakal gimana coba?'' rengut Caca
Arthur yg melihat bibir monyong Caca menjadi gemas, ingin sekali dia mencium nya, namun Caca segera menempelkan tangan nya di mulu Arthur.
'' No! Ada supir, kamu gak malu?'' bisik Caca
'' Gak, aku gak perduli.''
'' Aaaawwhh...'' teriak Arthur saat Caca mencubit pinggang nya. '' Kenapa nyubit? Sakit tahu?'' kesal Ar.
'' Biarin! Lagian tuh otak kamu, perlu di bersihin pake rinso, biar gak mesyum mulu pikiran nya.'' kesal Caca
Setelah mengatakan itu, Caca membuang muka nya ke arah samping. Dia benar benar tak habis pikir dengan kekasih tampan nya itu. Selalu saja mencium nya tak kenal tempat.
**********
'' Sayang, aku berangkat dulu ya! Kamu jaga diri.'' ucap Arthur saat sampai di lobi bandara.
'' Iya, sayang! Kamu itu ya, sudah ada 30x nya bilang gitu terus?'' jawab Caca tak habis pikir.
Arthur menarik tangan Caca ke arah toilet, lalu masuk kedalam salah 1 bilik Toilet pria. Caca terkejut saat di tarik masuk kedalam toilet itu.
'' Kamu ini apa apaan sih? Kenapa bawa aku kesini?'' kesal Caca dengan mata tajam nya.
Arthur segera membungkam mulut Caca dengan tangan nya. '' Aku mau minta hadiah dulu, sebelum aku pergi.'' bisik Arthur sambil menarik pinggang Caca.
__ADS_1
'' Hadiah apa?'' bingung Caca
Arthur duduk di kloset, lalu menarik pinggang Caca agar duduk di pangkuan nya.
'' Kamu ini apa apaan sih? Nanti kalau ada yg lihat gimana?'' bisik Caca dengan kesal.
Arthur malah menunjuk bibir nya, membuat Caca mengeryit heran. '' Apa?'' bingung Caca
Arthur berdecak kesal, dengan ke tidak pekaan kekasih nya. '' Ck, cium sayang.'' ucap Arthur
'' Oooh, bilang dong.'' Lalu caca mengecup sekilas bibir Arthur, lalu hendak berdiri
Namun Arthur malah menahan pinggang nya.
'' Apa lagi....'' kesal Caca
'' Itu kecupan sayang! Bukan ciuman?'' tutur Ar.
Caca menggaruk kepala nya yg tak gatal.
'' Oh, gitu ya? Caca baru tahu? Ternyata beda?'' beo Caca '' Terus, Caca harus gimana?''
'' Ya kayak biasanya sayang!''
Caca terlihat ragu, namun ia harus melakukan itu. Jika tidak, maka Arthur tak akan melepaskan Caca. Walaupun mereka sudah beberapa kali berciumaan, namun Caca belum pernah memulai nya duluan. Sehingga dia sedikit canggung dan malu.
Dengan perlahan Caca mendekatkan wajah nya, lalu memiringkan sedikit wajah nya dan mencium bibir pria tampan itu. Diam saja, tanpa tahu harus bagaimana. Bibir itu hanya menempel tanpa pergerakan. Arthur yg merasakan itu, segera melumaat bibir Caca, menghhisap nya dengan lembut, hingga ciumaan itu pun kian panas.
Setelah beberapa menit Arthur melepaskan ciuman nya, lalu menatap wajah merah sang kekasih. ''Ingat, jika ada apa apa kamu hubungi aku ya?'' pesan Ar
Saat di tengah jalan, ada 2 motor dan 1 mobil yg mengikuti Caca. 2 motor itu menggedor kaca mobil, menyuruh untuk berhenti dan menepi.
'' Ya ampun Pak, mereka siapa?'' panik Caca dengan wajah takut.
''Saya gak tahu Non? Sepertinya mereka bukan orang baik?'' ucap supir itu.
'' Ngebut Pak....'' teriak Caca
Supir itu pun ngebut dan di susul oleh ke 2 motor di belakang nya. Caca terlihat sangat panik, kemudian dia merogoh tas nya dan menekan no Arthur.
Tuuuut tuuuut tuuuuut
Arthur yg baru saja melangkahkan kaki nya di tangga pesawat, tiba tiba berhenti, dan saat di lihat ternyata wanita nya yg menelpon.
'' Iya sayang... Masa baru sebentar saja, sudah kangen?'' goda Ar
'' Sayang, tolooong.....'' teriak Caca
'' Sayang, kamu kenapa?'' panik Ar saat mendengar suara teriakan Caca yg begitu panik.
'' Ada yg mencoba menghentikan mobil ini? Mereka pakai motor! Sayang, toloong aku, aku takut.... Aaaghhhhh.....''
Tut
Panggilan terputus sebab ponsel Caca jatuh ke bawah, saat mobil berhenti mendadak.
__ADS_1
'' Non, non di dalam saja. Biar saya hadapi mereka!'' ucap supir itu saat melihat 2 motor yg berjumlah 4 orang itu menghadang tepat di depan mobil yg Caca naiki.
''Hati hati pak.''
Supir itu mengangguk, lalu keluar dari mobil. Caca mengunci pintu mobil sesuai perintah supir itu. Kemudian Caca melihat supir itu di keroyok oleh 4 orang tersebut.
'' Ya, Tuhan. Selamatkan lah bapak itu, dan aku!'' ucap Caca
Dooook ddoooook doookk
'' Buka...'' teriak 2 orang bertopeng.
Caca sangat ketakutan saat melihat ada 2 orang bertopen lagi, Caca menjauh dari kaca mobil. Namun mereka malah semakin menggedor pintu kaca mobil. Membuat Caca semakin takut, tiba tiba Caca melihat orang itu membawa batu dan memecahkan kaca mobil.
Caca semakin takut saat kaca mobil mulai pecah. Ia membuka pintu mobil dan hendak berlari, namun 1 orang berhasil menangkap tubuh Caca.
'' Lepaaaasssss, siapa kalian? Lepaskan...'' teriak Caca
'' DIAM!'' Bentak pria bertopeng itu.
'' Lepaskan saya, jangan apa apakan saya! Lepaaassss.....'' teriak Caca sambik berontak.
Bugh
Orang itu langsung memukul tengkuk Caca dan membawanya masuk kedalam mobil. Lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Sementara itu, supir keluarga Wijaya, sudah tersungkur di aspal dengan wajah yg babak belur. Lalu ke 4 orang itu pun pergi setelah Caca berhasil di culik.
''Non Caca.... Saya harus menelpon Tuan Muda.'' ucap supir itu, lalu bangkit dengan badan yg sempoyongan menahan sakit.
Saat baru akan menelpon. Tiba tiba ponsel nya sudah berdering, dan nampak Tuan muda nya yg menelpon.
'' Ha-lo tu-an...''
'' Dimana Caca? Kalian gak papa kan?'' teriak Ar di sebrang sana dengan cemas.
'' Non, Caca di culik Tuan...'' ucap supir itu
'' Apa.... Di culik? Siapa pelakunya?'' panik Arthur
'' Saya gk tahu Tuan muda? Merek memakai topeng.'' jelas supir itu.
'' Kamu dimana?''
'' Saya di jl Anggrek Tuan.''
'' Ya sudah, tunggu di sana. Saya akan kezana.'' ucap Ar
Tut
Telppon pun terputus. Supir itu langsung menyenderkan badan nya di kursi jok. Dia merasaka seluruh tubuh nya amatlah sakit.
Tak dia sangka jika kejadian itu akan terjadi, Supir itu tentu takut akan kemarah tuan muda nya, sebab yg di culik adalah kekasih tercinta nya.
Bersambung....
__ADS_1