Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Archa ( Siapa mereka)


__ADS_3

Happy Reading😘😘


Caca akhirnya selesai membereskan kerjaan nya, kemudian dia pun mandi untuk menyegarkan badan nya yg terasa begitu sangat lengket dan gerah. Setelah selesai Caca kemudian mengambil nasi dan mengisi perut nya yg keroncongan.


'' Ca, bagaimana keadaan ibu kamu?'' tanya salah satu pelayan yg bernama Mba Desi.


'' Alhamdulillah Mb, sudah jauh lebih baik! Caca minta do'a nya ya, agar Ibu bisa cepet sembuh.'' pinta Caca


'' Aamiin.''


Mereka pun mengobrol di belakang dapur sambil ngemil dan ngopi di bagian belakang dapur, memang ada tempat istirahat atau tempat nyantai khusus buat para pelayan. Jadi, kalau mereka kelelahan biasa nya akan nyantai di situ.


Malam pun tiba.


Kini Caca sedang menyiapkan makan malam di meja makan, dan tak lama keluarga besar Wijaya pun kumpul dan duduk di meja makan. Caca menatap Arthur dengan tatapan tajam nya, dia benar benar marah pada Arthur, sebab Arthur sudah membohongi nya.


Arthur bilang jika Momy pergi ke luar negri, namun nyata nya Mawar tak kemana mana. Siang tadi Caca bertanya pada salah satu pelayan di sana, tentang Mawar apakah pergi atau tidak. Dan ternyata, Mawar dan suaminya tak kemana mana.


Arthur menatap sekilas ke arah Caca, ia tahu jika Caca sangat kesal pada nya sebab ia sudah membohongi nya. Tapi Arthur tak perduli.


'' Hey, tolong ambilkan aku minuman itu.'' pinta Arthur pada Caca dan menunjuk minunan jus jeruk di atas meja.


Caca pun mengambil kan nya dengan perasaan dongkol.


' Ahaaa, aku punya ide! Lihat saja kau es balok, kau akan membayar kebohongan mu itu.' batin Caca dengan senyuman licik nya.


Caca menyerahkan gelas yg sudah ia isi dengan jus jeruk itu, kepada Arthur. Tapi seketika Caca pura pura tersandung dan meumpahkan jus itu ke badan Arthur.


'' Maaf Tuan muda, saya sengaja! Eh, maksud saya tak sengaja.'' ucap Caca dengan kepala menunduk, namun senyuman terbit di bibir nya dan Arthur melihat itu.


'' Heh, cewek klemot. Lo itu bisa kerja gak sih? Masa gini aja tumpah! Ceroboh..'' bentak Arthur dengan kesal dan menatap tajam Caca.


'' Hey Boy, sudah ya! Kamu kan tinggal ganti, lagian Caca gak sengaja.'' ujar Mawar.


'' Tapi Mom, dia...''


'' Boy....'' tekan Mawar


Arthur membuang napas nya dengan kasar lalu berbalik hendak ke kamar nya. Dia menatap Caca dengan tatapan maut nya, lalu membisikan sesuatu di telinga Caca.


'' Awas kau, akan ku buat kau menerima hukuman mu.'' bisik Arthur dengan nada dingin.


Glek


Caca menelan ludah nya yg dia rasa sangat susah. Wajah nya tiba tiba menegang, ia takut jika Arthur akan menghukum nya dengan hukuman yg berat.


Sial, kenapa juga gw kerjain tuh orang? Tapi gak, gw gak boleh takut sama dia! Bisa aja kan dia hanya menggertak saja. Lagian kalau gw takut, dia malah semakin menjadi. Emang dia pikir bisa nindas gw gitu? Mentang mentang gw pelayan...


Caca pun kembali ke dapur untuk membantu desi mencuci piring.


'' Eh Ca, gila kamu! Berani banget numpahin minuman ke Tuan Muda? Kamu tahu gak, dia itu tampan tapi misterius Ca.'' ucap Desi

__ADS_1


'' Ya, kan Caca gak sengaja Mba! Lagian, misterius gimana coba?'' heran Caca dengan dahi mengkerut.


'' Iya misterius Ca! Soalnya nih, selama ini dia gak pernah punya cewe Ca. Awas Loh Ca, nanti kamu naksir lagi.'' ledek Desi


'' Iiiiih, Caca, naksir dia? Uwweek, ogah banget Mba! Ngeliat dari tampang nya aja, gak menjamin bisa setia! Lagian ya Mba, dia bukan tipe Caca.'' ujar Caca sambil menggetarkan tubuh nya merasa jijik.


'' Husss, jangan bicara seperti itu Ca! Ingat loh, ucapan itu adalah do'a. Siapa tahu saja kan, kamu sama Tuan Muda itu jodoh?''


'' Udah ah Mba, jangan ngomongin dia. Caca jadi berantakan nih mood nya.'' kesal Caca


Mereka pun kembali mencuci piring. Tanpa ada lagi obrolan tentang Arthur, Desi mengalihkan obrolan kepada kondisi ibunya Caca saat ini.


' Mana mau gw jodoh sama tuh orang! Ngeliat tampang nya aja, udah bikin kesal mulu?' batin Caca


Setelah selaesai mencuci piring, Caca dan 2 pelayan lain nya, kini sedang membereskan meja makan.Tiba tiba pelayan lain memberitahu Caca, jika Caca di panggil oleh Mawar ke ruang tamu. Caca pun segera pergi kesana, walaupun hatinya begitu penasaran dengan apa yg akan di sampaikan Mawar. Caca takut kalau Nyonya nya, akan menghukum Caca gara gara insiden tadi.


'' Iya Nyonya, anda memanggil saya?'' ucap Caca saat sampai di ruang tamu.


'' Iya Ca, ini saya mau minta tolong sama kamu! Tolong belikan saya es cendol ya Ca, tadi saya lihat di tv eh, jadi ngiler deh! Bisa kan Ca?'' tanya Mawar


Caca langsung mengangguk. '' Bisa Nyonya, tapi mungkin agak sedikit lama ya Nyonya, sebab nyari es cendol agak susah kalau malam hari.''' jelas Caca


'' No problem! Nanti kalau kamu sudah dapat, tapi saya sudah tidur. Taruh aja di kulkas ya Ca.'' titah Mawar


'' Baik Nyonya.'' jawab Caca


Caca pun hendak pergi dari sana, tapi lagi lagi Mawar menghentikan nya, dan malah membuat Caca membulatkan mata nya, saat Mawar mengatakan jika ia akan di antar oleh Arthur.


Padahal sebenar nya dia takut. Takut jika Arthur akan membalas perbuatan nya tadi. Caca takut kalau nanti Arthur menurunkan nya di tengah jalan yg sepi, atau membuangnya ke hutan.


Sedangkan Arthur menatap Caca dengan senyuman smirk nya. Kemudian dia pun melangkah dan Caca dengan terpaksa mengikuti Arthur. Dia tak mungkin menolak titah Nyonya besar nya.


Di dalam mobil.


Tak ada suara apapun yg keluar dari 2 manusia yg berlawanan jenis itu, mereka sama sama terdiam tanpa berucap satu patah kata pun. Dan keadaan itu malah membuat Caca semakin takut dan canggung.


Namun di tengah jalan, Arthur malah menancap gas dengan kecepatan tinggi. Membuat Caca seketika terpekik kaget, dan langsung berpegangan pada pintu mobil.


'' Tuan, anda apa apaan sih? Kalau anda mau balas dendam, ya jangan membahayakan nayawa orang dong.'' teriak Caca dengan tatapan takut menatap ke arah Arthur.


Namun Arthur tak menjawab, ia malah semakin menambah kecepatan mobil nya, dan itu membuat Caca gemetar ketakutan. Caca menutup mata nya tidak mau melihat kearah jalanan, Caca juga sudah pasrah jika itu adalah hari terakhir nya.


' Ya Tuhan, jika ini hari terkahirku, maka aku mohon jaga ibu dan kedua adiku.' batin Caca


Arthur terus berbelok kearah kanan dan kiri dengan tajam, membuat tubuh Caca kebanting Hingga Caca benar benar merasa mual.


Mobil terus melaju dengan cepat, dan terlihat Arthur terus memperhatikan kaca spion mobil. Dan ternyata ada yg sedang mengikuti mobil Arthur. Itu kenapa Arthur ngebut dan menancap gas nya dengan full.


Ada 2 mobil yg mengejar Arthur, hingga tiba tiba ban mobil Arthur kempes. Ternyata mobil di belakang menembak ban mobil Arthur, hingga membuat mobil yg Arthur kendarai oleng.


'' Siaaal.'' geram Arthur.

__ADS_1


Ckiiiittt


Arthur mengerem mobil nya dengan mendadak, sebab mobil nya sudah benar benar tak bisa jalan. Caca bernapas lega saat mobil berhenti, kemudian ia mengambil napas banyak banyak.


'' Tu-an, anda sudah gila..'' ucap Caca dengan lemas.


'' Tidak ada waktu berdebat, cepat keluar.'' titah Arthur.


Caca bengong, saat Arthur menyuruh nya untuk keluar. Dia menatap sekeliling yg begitu sepi, hanya di tumbuhi oleh pepohonan yg menjulang tinggi. Kanan dan kiri adalah hutan.


Arthur segera membuka pintu mobil dan menarik Caca keluar. Caca terpekik kaget saat Arthur menarik nya, namun Arthur segera membekap mulut nya dan menyeret tangan Caca agar berlari mengikuti nya masuk kedalam hutan.


Sedangkan 2 mobil baru saja sampai, dan menuju ke mobil Arthur. Terlihat ada 6 orang yag keluar dari 2 mobil itu.


'' Siiaaal, dia sudah kabur.'' ujar salah satu pria bertato yg membuka pintu mobil Arthur, lalu menendang nya dengan kesal. Dia adalah Bos dari 5 orang lain nya.


'' Kita cari dia, pasti dia masuk kedalam hutan! Tapi sepertinya ia tak sendiri, sebab pintu kemudi terbuka. Itu artinya ada 2 orang! Cari mereka.'' teriak pria bertato itu.


'' Baik Bos.'' ucap 5 orang pria.


Mereka pun masuk kedalam hutan dan mulai berpencar mencari keberadaan Arthur dan Caca.


Sedangkan Arthur dan Caca terus berlari masuk kedalam hutan. Arthur terus menggenggam tangan Caca tanpa melepaskan nya, Arthur memang tidak sadar jika saat ini ia sedang menggenggam tangan Caca.


'' Tu-an, berhenti dulu. Sa-ya ca-pe.'' pinta Caca dengan napas terengah engah.


'' Kita tak punya banyak waktu Ca, mereka bisa menemukan kita.'' ujar Arthur dengan tatapan awas di sekitar nya.


'' Mereka siapa?'' heran Caca.


'' Nanti ku jelaskan, kita cari tempat sembunyi dulu.'' ucap Arthur


Arthur menatap sekeliling yg begitu gelap, hanya ada tamaram cahaya dari rembulan. Dan Arthur menatap ada pohon bambu yg rindang, kemudian Arthur menarik Caca untuk bersembunyi di sana.


**Nih othor kasih Visual Caca Arthur dan Cesa😍


Arthur Samuel Wijaya**



Anstasya Kemala (Caca)



Cesa



Bersambung......


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA GUYS😘😘TERUS DUKUN CACA DAN ARTHUR😘

__ADS_1


__ADS_2