Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Curiga


__ADS_3

HAPPY READING😘


Hari Mawar, Bayu dan Mami sudah bersiap untuk berangkat ke bandara. Mereka akan melakukan penerbangan ke SWISS guna merayakan syukuran 4 bulan kehamilan Mawar.


Setelah sampai di bandara mereka langsung masuk kedalam Jet pribadi Mawar. Dan selama dalam perjalanan Mawar istirahat di kamar yang ada di dalam Jet itu.


Sedangkan Mami di temani Bayu duduk di kursi. Tak lama Bayu pamit untuk mengecek keadaan istrinya, dan ternyata Mawar masih tidur di ranjang. Bayu mendekat lalu mengecup kening sang Istri.


Pesawat mendarat dengan sempurna di SWISS setelah 16 jam terbang di atas udara. Mawar segera menuju Halikopter dengan di gandeng oleh Bayu.


Setelah 30 menit, Halikopter pun mendarat di lapangan yang ada di Mansion Yunanda. Lalu Mawar segera menaiki mobil untuk masuk ke rumah, karena jarak lapangan dan pintu depan lumayan jauh.


'' Sayang..... Mama seneng banget kamu sudah sampai.'' ucap Mama sambil memeluk dan mencium Mawar.


'' Mama dan Papa apa kabar?'' tanya Mawar


'' Mama dan Papa baik sayang, bahkan sangat-sangat baik!''


Mawar melangkah mencium tangan Papa nya, lalu memeluk tubuh kokoh Papa nya yang mulai keriput. Bayu pula melakukan hal yang sama, mencium tangan kedua mertua nya dengan takzim.


Sedangkan Mami dan Mama berpelukan, mereka terlihat bahagia saat seperti baru bertemu pertama kali.


'' Ma, Kak Brayn mana?'' tanya Mawar


'' Kakak kamu ya di kantor sayang, lagian dia jarang kesini buat main! Padahal rumah nya hanya berjarak 3 rumah saja?'' kesal Mama


'' Tapi Kakak kamu gak tahu kalau kamu pulang kesini, Papa dan Mama sengaja gak memberitahunya, biar jadi surprise! Nanti malam kita undang mereka makan malam.'' timpal Papa


Mawar mengangguk.


Kemudian mereka duduk di ruang tamu dan mengobrol banyak hal untuk acara 4 bulan Mawar, tapi yang paling antusias adalah 2 Momy itu. Mereka yang paling anergic membahas acara 5 hari lagi.


Jam menunjukan pukul 12 siang, semua sudah berkumpul di ruang makan untuk makan siang.


'' Ma, di rumah ka Brayn ada Pelayan gak?'' tanya Mawar sambil menguyah makanan.

__ADS_1


'' Setahu Mama sih ada 1, padahal ya! Mama itu sudah suruh dia ambil 5 dari sini, tapi Brayn menolak! Kata nya sih Siska mau mandiri jadi hanya ada 1 pelayan saja.'' ujar Mama


Mawar mengerutkan dahi nya dengan heran. Dia berpikir kalau Siska gak mungkin mau melakukan itu, apalagi rumah itu sangat besar dan Mewah? Mawar merasakan ada hal yang tidak beres yang sedang terjadi. Entah kenapa feliing nya mengatakan jika Kakak nya sedang melakukan hal yang buruk.


Mawar takut jika Brayn masih marah dan membenci Siska, dan dia juga takut jika Kakak nya itu melakukan hal di luar batas pada Siska. Mawar berencana akan kesana untuk bertemu dengan Kakak ipar nya, dia ingin melihat sendiri jika Kakak nya tidak berbuat hal di luar batas.


Sesudah makanan habis, Mawar pamit pada semua nya untuk menengok Siska, Mawar membuat dalih rindu dengan Kakak ipar nya dan ingin memberikan oleh-oleh buat Siska.


Bayu menawarkan untuk mengantar, tapi Mawar menolak nya. Dia akan berangkat dengan mobil kerumah Brayn, walaupun dekat tapi Mawar lagi hamil dan mudah lelah. Itu kenapa dia berangkat dengan mobil.


5 menit sudah Mawar sampai di rumah Bryan, dia meminta satpam untuk tidak memberitahu kedatangan nya pada Sang Kakak. Sebab ingin memberi Surprise. Mawar tidak melihat mobil Kakak nya di teras depan.


Berarti Kak Brayn masih di kantor.


Mawar mengetuk pintu, lalu masuk setelah di buka kan oleh pelayan di sana.


'' Apa Kak Siska ada di dalam?'' Tanya Mawar.


Pelayan itu terlihat gugup, wajah nya seketika menjadi pucat pasi. Dan itu di ketahui oleh Mawar, dia menatap pelayan itu dengan tatapan menelisik.


'' Anu No-nona, Nona Sis-ka ada di kamar!'' jawab Pelayan itu dengan gugup sambil menundukan kepala nya.


'' Jangan kasih tau Kakak kalau aku kesini, kalau kamu berani, aku akan membuat perhitungan.'' ancam Mawar


Pelayan itu mengangguk paham, dia tidak berani membantah Mawar.


'' Dimana?'' pelayan itu pun menunjukan kamar Siska yang berada di kamar belakang, tepatnya di kamar pembantu.


Hati Mawar sudah berdetak kencang, dia takut jika Kakak nya melakukan sesuatu pada Siska. Mawar membuka pintu itu dengan perlahan, sementara pelayan tadi pergi untuk melakukan tugas nya.


Saat pintu di buka, Mawar terkejut bukan kepalang. Bagaimana tidak! Saat dia membuka pintu Mawar melihat Siska yang sedang duduk di lantai dengan badan kurus dan penuh luka yang membiru. Dia sampai menjatuhkan paper bag yang di bawa nya.


Air mata nya lolos dari kedua mata indah itu, kemudian dia melangkah mendekat ke arah Siska dengan langkah bergetar. Dia sangat miris melihat pemandangan di hadapan nya itu, membuat hati nya sakit bagaikan di tusuk sembilu.


Siska kaget saat menoleh mendapati Mawar sedang berdiri di pintu, dia ingin berdiri tapi badan nya sangat sakit. Dia tidak mau Mawar melihat nya dalam keadaan seperti sekarang.

__ADS_1


'' Mawar.'' ucap nya lirih


Mawar tidak menjawab nya, dia langsung menghambur memeluk tubuh Siska yang terlihat kurus. Air mata nya semakin deras mengalir di pipi mulus nya, dia bisa merasakan sakit yang sedang Siska rasakan sekarang.


Siska yang mendapat perlakuan itu pun tak kuasa menahan tangis nya, dia menangis dalam pelukan Mawar.


Sakit...


Itulah yang di rasakan Siska beberapa bulan ini, dia sangat sakit jiwa dan raga. Lelah! Tentu Siska sangat lelah dengan semua kejadian yang menimpa nya, dia ingin mengakhiri hidup nya, tapi mengingat dosa nya yang banyak membuat Siska mengurungkan niat nya.


Dia hanya bisa berharap suatu saat akan ada seseorang yang membawa nya dalam kesulitan itu.


Mawar mengusap punggung Siska, dia sangat sedih melihat keadaan wanita di hadapan nya kini. Dulu terakhir dia dan Siska bertemu, badan Siska masih bagus tapi sekarang.....


Badan nya penuh dengan luka, badan nya juga sangat kurus seperti tidak di kasih makan. Dan dengan baju yang robek sana sini seperti gembel. Hati Mawar sakit sangat sakit melihat itu, dia tidak menyangka jika Kakak nya bisa sekejam itu pada istrinya.


Tangan Mawar mengepal hebat, rahang nya mengeras menahan amarah. Bahkan kepalan tangan nya bergetar menahan emosi yang membuncak siap mengeluarkan lahar nya.


'' Sis, ada apa? Kenapa kamu jadi seperti ini?'' tanya Mawar dengan pelan setelah menghapus air mata nya.


Siska menunduk dia tidak berani menatap wajah Mawar. Dia gak mau jika Mawar membenci Brayn, dan itu malah membuat Siaka semakin menderita.


'' Katakan Sis? Apa ini ulah ka Brayn?'' tanya nya lagi


Tapi Siska hanya menggeleng lemah.


Mawar paham jika Siska sangat ketakutan saat ini, kemudian dia menuntun Siska untuk duduk di ranjang kecil di samping nya.


'' Siska jangan takut, jika memang Kak Brayn yang melakukan ini padamu! Maka aku tidak akan tinggal diam. Aku akan membuat perhitungan dengan nya!'' geram Mawar dengan sorot mata tajam memancarkan kemarahan


'' Jangan..'' ucap Siska dengan lirih.


'' Kenapa? Apa kamu takut pada nya?'' tebak Mawar dengan gigi gemelutuk menahan marah.


Bagaimana dia tidak marah pada Kakak nya, wajah Siska bonyok bahkan dahinya berdarah seperti luka baru yang di buat.

__ADS_1


Bersambung....


JANGAN LUPA JEJAK KALIAN YA😉


__ADS_2