
Happy Reading😘😘
Arthur kemudian berjalan ke arah guci yg ada di pojok ruangan. Dan kemudian dia menjatuhkan nya.
Praangg....
Guci besar itu pecah dan membuat penjaga yg berada di depan kamar itu terkejut kaget. Dia menatap heran dengan guci itu, sebab tak ada seorang pun di sana bahkan tikus sekalipun. Namun Guci itu bisa jatuh dan pecah.
" Kok bisa pecah?" Gumam pria kurus dengan rambut sedikit cepak. Lalu ia berjalan ke arah pojok dan melihat guci itu.
Tak lama 2 orang yg di bawah datang. " Ada apa? Apa yg jatuh?" Tanya pria gondrong
" Ini, guci ini jatuh! Padahal gak ada yg nyenggol? Dan tikus pun tak ada? Aneeh...." jelas pria itu.
Arthur yg melihat keadaan itu segera masuk kedalam kamar dengan membuka pintu yg tidak di kunci dengan perlahan, agar tak menimbulka suara.
Caca menatap pintu kamar yg di buka, namun dia tak melihat orang masuk. Kemudian pintu itu tertutup kembali. Caca merasa merinding melihat itu, wajah yg sudah takut kini makin takut saja. Bahkan keringat di pelipis nya sudah berjatuhan.
Arthur menatap kekasih nya yg di ikat di sebuah kursi dengan mulut di sumpal, begitu sangat mengenaskan. Tanganya mengepal kuat, dengan rahang mengeras.
' Awas kalian! Akan ku buat kalian menyesal.' Batin Arthur dengan amarah yg menggebu.
Kemudian dia melangkah ke arah Caca dan jongkok di hadapan nya. Di usap nya wajah cantik yg penuh ketakutan itu. Caca yg merasa ada yg menyentuh wajah nya, merasakan takut yg luar biasa. Sampai badan nya gemeteran karena takut.
" Sayang, kamu tenang saja! Kita akan keluar dari sini." Ucap Arthur.
Caca tersentak kaget, saat mendengar suara tanpa rupa tersebut. Dia menatap sekeliling, namun hanya ada dia seorang. Namun Caca merasa aneh, sebab suara tadi seperti suara yg dia rindukan.
' Bodoh! Kan Caca gak bisa lihat kamu Arthur?' Batin Arthur sambil menepuk jidat nya.
Kemudian Arthur menekan tombol di kaca mata nya, dan kini tubuh nya bisa di lihat Caca.
Caca sangat terkejut saat tiba tiba Arthur muncul di hadapan nya, dengan posisi jongkok.
Eeuuuuggghhhh
Caca bsrteriak namun tak bisa sebab mulut nya di sumpl kain. Dia sangat ketkutan saat melihat Arthur yg tiba tiba muncul di hadapan nya. Caca pikir jika Arthur adalah hantu di rumah itu.
Arthur yg melihat ketakutan di wajah Caca, segera memeluk nya. " Tenang sayang! Ini aku. Kita akan keluar dari sini." Ucap Arthur
Kemudian tangan nya hendak membuka sumpelan di mulut Caca, namun pintu kamar keburu kebuka. Aarthur segera menekan tombol tembus pandang. Dan seketika badan nya hilang tak terlihat. Caca yg melihat itu, kembali ketakutan.
__ADS_1
" Jangan bersuara sayang! Aku akan menyelamatkan mu." Bisik Arthur di telinga Caca.
' Apa dia benar benar pacarku? Kenapa bisa menghilang?' Batin Caca
" Dia masih ada!" Ucap pria gondrong mengecek keadaan Caca. Kemudian menutup pintu nya kembali.
Setelah orang itu pergi, Arthur segera membuka ikatan di tangan Caca, lalu di kaki nya juga. Setelah itu Arthur memencet tombol di kacamata nya. Dan kini tubuh nya kembali terlihat.
" Siapa kamu? Apa benar kamu Tuan Arthur?" Tanya Caca takut
"Ck, ya ampun sayang! Kamu sama calon suami sendiri kok gak inget sih?" Kesal Arthur
" Tapi bagaimana bisa kamu menghilang?" Bingung Caca
" Nanti saja ku jelaskan nya. Sebaiknya kita keluar dulu dari sini. Tapi satu hal! Kamu jangan lepasin genggaman tangan kamu dariku ya!" Ucap arthur di jawab anggukan oleh Caca.
Kemudian mereka pun berjalan ke arah pintu dengan badan yg sudat tak tembus pandang. " Bagaimana bisa kita keluar? Mereka mungkin ada di depan." Ucap Caca
Arthur terlihat berpikir, lalu kemudian dia menjentikan jari nya saat ide muncul. Lalu dia menendang kursi yg di duduki Caca tadi sampai menimbulkan suara yg begitu nyaring.
Kemudian 2 orang masuk kedalam dan terkejut saat mendapati kursi kosong dengan tali yg terlepas di lantai.
" Tawanan kabur..." ucap pria gondrong
" Lapor Bos..." ucap pria gondrong pada teman nya. Lalu teman nya itu segera menelpon bos nya dan melaporkan kehilangan Caca.
Arthur dan Caca berdiri di pojok ruangan untuk melihat siapa bos nya. Sebab Arthur sangat penasaran. Arthur memberikan kode pada Caca agar diam tak bersuara.
Tak lama naiklah seorang pria seorang perempuan yg amat Arthur kenal. Arthur tentu sangat terkejut melihat wanita itu. Sebab ia mengenal wanita canti itu.
" Riana..." gumam Arthur
" Siapa Riana?" Tanya Caca namun Arthur malah meletakan jari nya di bibir Caca, agar tak bersuara.
" Bagaimana dia bisa lolos hah? Kalian menjaga wanita 1 saja tak becus?" Bentak Riana pada anak buah nya.
" Maafkan kami Bos! Kami pun bingung, dia pergi kemana? Sebab di sini tak ada jalan keluar?" Ucap pria gondrong dengan kepala menunduk.
" Aaaggghhh.... Sial. Kenapa bisa lolos hah? Padahal aku akan menghabisi nya! Pokok nya kalian cari dia sampai ketemu! Dia pasti belum jauh..." bentak Riana
Kedua anak buah nya pun langsung pergi mencari Caca. Padahal yg di cari sedang berdiri tak jauh dari Riana.
__ADS_1
Prang
Riana membanting ponsel nya dengan kasar hingga pecah.
" Aaaghhh, sial sial... Kenapa tuh cewek bisa kabur? Padahal sedikit lagi aku menghabisi nya? Aku harus membunuh gadis itu, agar dendam ku pada Arthur terbalaskan.
Lihat saja kau Arthur, aku akan membalas rasa sakitku saat kau menolak cintaku dulu?" Geram Riana. Lalu ia pergi menuruni tangga dan mencari Caca.
" Tak akan ku maafkan kau Riana! Berani kau bermain main dengan ku, dan mencoba menghabisi wanitaku?" Gumam Arthur dengan geraman amarah.
Dia menatap kepergian Riana dengan tatapan tajam yg mematikan. Caca yg melihat itu segera mengelus lengan kekasihnya.
" Kita pergi sekarang yuk!" Pinta Caca.
Arthur mengangguk. Lalu mereka menuruni tangga dengan pelan tak menimbulkan suara. Arthur juga menaruh bom rakit yg dia bawa di setiap sudut. Setelah semua selesai Arthur menarik Caca keluar dari rumah itu.
Kemudian berjalan melewati anak buah Riana tanpa mereka ketahui, padahal Arthur dan Caca ada di hadapan mereka. Arthur membawa Caca kedalam mobil nya yg masih dalam mode tak terlihat.
Caca menghela napas lega saat sudah berada di dalam mobil. Kemudian dia menatap kekasih nya yg sedang memegang sebuah benda kecil seperti tombol.
" Maafkan aku Riana! Kau sudah berani mencelakai wanitaku! Maka aku tak akan mengampuni mu." Ucap Arthur lalu memencet tombol di tangan nya dan...
Duuaaarr duuuaaarrr duuuuaaaarr.
Terdengar suara ledakan saling bersahutan di rumah tempat Riana menyekap Caca tadi. Arthur tersenyum puas sedangkan Caca menegang melihat rumah itu hancur berkeping keping tanpa sisa.
Arthur yakin jika semua yg ada di rumah itu mati tanpa sisa. Atau bahkan tubuh mereka hancur menjadi sate.
Setelah itu Arthur menjakankan mobil nya pergi dari hutan itu.
Riana adalah seorang wanita yg terobsesi dengan Arthur. Dia adalah anak seorang pengusaha ternama di belanda. Dia kuliah di UNSAN bersama Arthur. Dan saat pertama kali Riana melihat Arthur, Riana langsung jatuh cinta pada pandangan pertama karena ketampanan dan pesona Arthur.
Hingga berbulan bulan ia mengenal bahkan mendekati Arthur, namun Arthur hanya menanggapi nya dengan cuek. Hingga suatu hari Riana menyatakan perasaan nya, namun Arthur menolak nya sebab Arthur tak mencintai Riana.
Namun Riana pantang menyerah. Setiap hari dia semakin terobsesi dengan Arthur. Hingga siapapun yg mendekati Arthur akan dia lenyapkan.
Hingga tiba saat Arthur lulus kuliah dan pulang ke indonesia. Riana menyusul ke indonesia juga. Namun ia malah melihat poto mesra Arthur yg sudah mempunyai wanita lain di postingan Cesa.
Hingga Riana memantau setiap gerak gerik Caca dari anak buah nya. Lalu tibalah saat Caca pulang sendiri dari bandara. Dan di sana lah Riana menculik Caca dan akan menghabisi nya.
Riana pikir jika Arthur tak akan mengetahui kejahatan nya. Hingga ia nekat menculik Caca. Kini Riana harus mati dengan kesalahan nya sendiri.
__ADS_1
Karma memang selalu ada untuk orang yg jahat.
Bersambung........