Istri Polos Tuan Bayu

Istri Polos Tuan Bayu
Pertengkaran Saudara


__ADS_3

HAPPY READING😘


Sudah 2 hari semenjak kepergian Siska, Brayn terus mencari nya. Tapi hasilnya nihil belum juga menemukan titik terang. Dia sudah beberapa kali meminta Mawar untuk melacak Siska tapi Mawar selalu menolak dan menghindari nya.


Bahkan orang-orang yang Brayn bayar untuk mencari Siska masih belum juga mendapatkan kabar. Dan rencana nya hari ini Brayn akan ke Mansion untuk menemui Mawar kembali, dia yakin jika Mawar yang melacak nya maka dalam hitungan menit akan ketemu.


Brayn melangkah kedalam Mansion dengan langkah yang lebar. Dia tidak sabar ingin berbicara pada Adik genius nya itu. Saat melewati meja makan Brayn melihat Mawar sedang makan buah bersama Mami nya.


Brayn melangkah mendekat kearah Mawar.


'' Dek.'' panggil nya


Mawar menoleh sesaat, lalu kembali menatap buah di hadapan nya.


'' Dek Kakak mohon bantu Kakak ya?'' Mawar tetap diam.


Saat dia bangun untuk pergi melangkah, tiba-tiba Brayn mencekal tangan nya. Sehingga membuat Mawar menghentikan langkah nya.


Mawar menatap wajah kusut Sang Kakak, sebenar nya ada rasa tak tega padanya. Tapi mengingat kekejaman nya pada Siska membuat Mawar membuang napas nya dengan kasar.


'' Lepas Kak.'' pinta Mawar


Brayn menggeleng, dia bertekad tidak akan melepaskan tangan Adik nya sampai Mawar mau membantu nya melacak keberadaan Siska.


'' Gak, Kakak gak akan lepasin, sebelum kamu mau bantu Kakak.'' kekeuh Brayn


'' Apa sih yang membuat Kaka ngotot mencari Siska?'' tanya Mawar


'' Ya, ya karena dia istri Kakak Dek.'' jawab Brayn


'' Hahahaha istri Kakak bilang?'' Brayn mengangguk.


'' Kalau dia istri Kakak, kenapa dia pergi dari rumah? Pasti kan Kakak membuat nya tidak betah?'' ujar Mawar


Glek


Brayn mematung diam, dia tidak bisa menjawab nya.


'' Kenapa diam? Apa Kakak mengingat sesuatu?'' ujar Mawar


Brayn menggeleng '' Dek Kakak mohon bantu Kakak.'' iba nya pada Mawar


'' Ok aku akan bantu Kaka, tapi dengan syarat.'' Brayn menaikan 1 alis nya.


'' Apa?''

__ADS_1


'' Kakak jawab dengan jujur, apa yang sudah Kakak lakukan pada Siska? Sampai dia pergi dari rumah Kakak?'' tanya Mawar dengan tatapan tajam nya.


'' Ka-kakak gak lakuin apa-apa dek.'' elak nya.


'' Kak, aku ini gak bodoh Kak.'' kesal Mawar


'' Kakak......'' Brayn terlihat ragu untuk bicara.


'' Apa Kakak menyiksa Siska?'' tebak Mawar padahal dia pun sudah tahu kenyataan nya.


'' Kamu ini bicara apa sih?'' Brayn melotot mendengar ucapan Mawar, dia menatap tajam sang Adik.


'' Atau..... Kamu yang menyembunyikan Siska?'' tuduh Brayn.


'' Ck, buat apa?'' bohong Mawar


'' Ya mana Kakak tahu.'' jawab Brayn sambil mengangkat kedua bahu nya.


'' Udah deh Kak, jawab saja dengan jujur! Kakak siksa Siska iya?'' tanya Mawar kembali


'' Kenapa kamu berpikir begitu?'' ucap Brayn


'' Sebab Kakak pernah bilang jika Kakak akan membalas semua perbuatan jahat Siska padaku dulu? Tidak menutup kemungkinan jika Kakak menyiksa nya.'' tukas Mawar


'' Kenapa kamu bilang seperti itu hah? Kalaupun iya harus nya kamu senang dong, sebab Kakak membalaskan dendamu pada nya, membalaskan rasa sakitmu pada nya.'' jelas Brayn dengan nada tinggi


'' Ya aku memang sakit hati pada Siska, tapi Kakak tahu aku seperti apa? Aku tak membenci nya, aku tak pernah menaruh dendam pada nya? Aku sudah memaafkan semua kesalahan nya Kak! Semua manusia itu pantas menerima kesempatan kedua, semua manusia itu pendosa, semua pernah berbuat salah. Tapi bukan berarti Kakak berhak menyiksa nya, hingga membuat dia pergi dari rumah.'' teriak Mawar.


'' Apa salah nya hah? Kakak hanya seorang Kakak yang tidak terima jika Adik nya hampir mati di tangan Siska, apa Kakak salah Hah? JAWAB? Kakak hanya ingin membuat nya hidup di ujung nyawa, biar dia bisa merasakan bagaimana dulu saat dia mendorong mu dari tebing dan hampir mati. Apa Kakak salah hah? Kakak ingin dia menderita, Kakak akan menghabisi nya secara perlahan.'' ujar Brayn dengan penuh emosi


PLAK


Mawar menampar pipi Brayn dengan keras, hingga bekas telapak tangan nya membekas di pipi putih Kakak nya.


'' Aku memang marah pada nya, tapi saat Kakak menikahi nya aku sudah memaafkan nya Kak. Dan Kakak bilang apa tadi? Kakak menyiksa nya selama ini, terus kenapa sekarang Kakak mencarinya Hah? Kakak mau menyiksa nya kembali? Kakak itu sudah di buta kan mata hati nya dengan kebencian dan dendam sampai Kakak tidak melihat, jika dia adalah Istri Kakak? Aku ini perempuan Kak, aku bisa merasakan sakit nya menjadi Siska. Tidak semua kejahatan di balas dengan kejahatan Kak.


Semua orang pantas mendapatkan kesempatan untuk bertaubat, dan memperbaiki diri nya Kak. Kenapa Kakak gak penjarakan dia saja hah daripada Kakak menyiksanya? Kenapa ?'' teriak Mawar dengan tangan mengepal.


'' Karena aku lebih suka menyiksanya ketimbang dia masuk kedalam penjara.'' sarkas Brayn


'' Aku gak akan pernah membantu Kakak. Sebaiknya Kakak lepaskan Siska dari hidup Kakak?'' ujar Mawar dengan dada naik turun.


'' TIDAK! Tidak akan...'' bentak Brayn


'' Kakak egois, Kakak menyiksa nya tapi Kakak gak mau melepas kan nya? Selama ini penyiksaan nya bahkan sudah cukup menebus segala dosa-dosa nya.''

__ADS_1


'' Tidak! Kakak akan terus menyiksa nya sampai dia mati.'' tukas nya


PLAK


Kali ini bukan Mawar lagi yang menampar Brayn, tapi kali ini Papa nya yang menampar putra nya itu.


''Papa gak pernah mengajarimu menyiksa istrimu Bray? Apa kamu punya otak Hah?'' bentak Papa


'' Mama kecewa sama kamu Bray.'' ucap Mama sambil mengusap air mata nya.


'' Sekarang kamu bantu Kakak.'' ujar Brayn sambil menekan lengan Mawar


'' Tidak akan, aku ingin Kakak melepas nya atau....''


'' Atau apa Hah? Kamu pikir Kakak takut.'' tantang Brayn


'' Aku gak mau Kakak semakin menyiksa nya Kak, dosa besar Kak? Dia itu istri Kakak harusnya di sayangi bukan nya di dzolimi? Terlepas dari semua kesalahan nya padaku.'' jelas Mawar


'' Tidak akan..'' kekeuh Brayn dengan tatapan tajam


''Kakak ini keras ke-, Aaagghhh, aawwwwhh perutkuuu aaaghhh.'' Mawar meringis saat perut nya mendadak sakit.


Bayu segera menggendong Mawar tapi di cegah oleh Brayn.


'' Lepas tangan nya Bang.'' pinta Bayu dengan khawatir melihat Mawar meringis.


Tapi Brayn tidak perduli, dan itu membuat kesabaran Bayu habis.


Bugh Bugh


Bayu menonjok dan menendang Brayn hingga tersungkur ke lantai.


'' Jika terjadi apa-apa dengan istriku, aku tak akan tinggal diam.'' ancam Bayu pada Brayn


Bayu menggendong Mawar menuju mobil, di susul Mama dan Mami di belakang. Mereka begitu khawatir pada keadaan Mawar saat ini.


'' Aaawwwhhh Ma, sakkiiiit ssshhhhh, saakiit Maa... Aagghhh.'' jerit Mawar sambil mencengkram ujung drres nya.


'' Sabar ya sayang, kita akan sampai di rumah sakit.'' ucap Mama sambil mengelus perut Mawar.


Bayu terlihat tegang dan cemas, dia mengepalkan tangan nya memegang setir mobil.


Tidak akan ku maafkan Lo Bang, jika sesuatu terjadi pada anak dan istriku.


Bersambung.. ...

__ADS_1


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA BUAT OTHOR.


__ADS_2