
HAPPY READING😘
Saat ini Bayu, Mawar dan Daniel sudah berada di kediaman Wijaya, tak lama Radit pun datang dan duduk di ruang tamu.
'' Dit, saya sudah tau keberadaan Mami, kita akan selamatkan Mami.''
'' Tapi Bos, darimana anda tahu? Kan cctv di sana juga mati?'' heran Radit
'' Kamu gak perlu banyak tanya, kita berangkat malam ini.''
Malam ini tepat pukul 7 malam, Bayu, Mawar, Daniel dan Radit sudah siap. Mereka mengenakan pakaian serba hitam. Tapi Radit sangat heran karena Mawar juga akan ikut.
'' Maaf Bos, apa Nona akan ikut? Apa gak sebaiknya Nona di rumah saja Bos! Takutnya nanti--''
'' Takut jika saya akan merepotkan?'' potong Mawar
'' Ah bu-bukan begitu maksud saya Nona! Saya hanya--''
'' Sudah lebih baik kita berangkat sekarang!'' potong Mawar lagi.
Mereka pun berangkat menggunakan 2 mobil, Mawar dengan Bayu sedangkan Daniel bersama Radit. Mereka mulai memasuki area hutan yang harus mereka lewati sebelum sampai di tujuan.
Mami Rosa di sekap di sebuah gudang kayu di tengah hutan. Setelah menempuh perjalanan yang lumayan Mawar meminta Bayu menepikan mobil nya agak jauh dari gudang, agar tidak membuat para penjahat itu curiga.
Mawar kemudian memberikan 1 pistol yang sudah di isi obat bius oleh nya kepada Radit.
'' Nona ini apa?'' tanya Radit
'' Gunakan ini di saat mendesak!'' jawab Mawar
Walaupun Radit bingung, tapi melihat Bos nya mengangguk dia pun mengambilnya.
'' Begini, Mas kamu bebasin Mami, aku Daniel dan Radit akan mengecoh konsentrasi mereka agar pokus pada kami! Lalu saat itu kamu bebasin Mami ok.'' ucap Mawar memberi arahan.
Nona Mawar kok sangat beda ya? Dia tidak terlihat polos tapi malah terlihat sangat pintar. Sebenar nya ada apa ya? batin Radit
Bayu ingin protes tapi Mawar mengatakan jika para penjahat itu pasti mengeali wajah Bayu, mangkan nya Mawar dan yang lain akan mengecoh mereka, karena mereka pasti tidak mengenal Mawar, Daniel dan Radit.
Mawar memberi arahan dengan mengendap, Bayu dan yang lain tidak ada yang bersuara, walaupun Radit bingung tapi dia tidak mau banyak tanya. Radit melihat Bos nya dan Sepupunya itu begitu percaya pada Mawar, dan dia pun hanya bisa menurut.
Terlihat 3 orang yang sedang berjaga di depan pintu gudang yang terbuka, Mawar dan yang lain mengawasi dari balik pohon rindang. Jelas terdengar suara teriakan minta tolong, dan Bayu yakin itu suara Mami nya.
'' Sayang itu suara Mami.'' bisik Bayu
Mawar mengangguk, dia memerintahkan untuk tidak gegabah menyerang. Mawar meminta waktu untuk menunggu mereka lengah dahulu.
Bayu sudah sangat emosi, dia sangat khawatir pada Mami nya di dalam sana, Bayu takut jika para penjahat itu melukai Mami nya. Saat Bayu akan berdiri Mawar menarik tangan nya hingga membuat Bayu duduk kembali.
'' Mas tunggu aba-aba ku, aku sangat yakin jika Bos mereka ada di dalam.'' bisik Mawar
'' Tapi aku khawatir sama Mami Sayang! Aku takut jika mereka akan melukai Mami.'' jawab Bayu lirih dengan penuh amarah
'' Aku tahu, tapi jangan gegabah, bisa-bisa nyawa Mami taruhan nya! Percaya sama aku ok, aku gak akan biarkan Mami celaka!'' ucap Mawar sambil menatap kedua manik Suaminya.
Tak lama mereka melihat seseorang berjaz keluar dari gudang itu, di ikuti 2 orang yang ikut keluar dari dalam. Bayu terkejut melihat Pria berjaz yang sedang mengobrol bersama 5 orang penculik itu.
'' Mas kamu kenal Pria itu! Sepertinya dia Bos nya Mas?'' bisik Mawar
__ADS_1
'' Maaf Bos, itu bukan nya pak Bagas ya Bos! Pemilik KUSUMA COMPANY.?'' ucap Radit
Bayu mengangguk tanda iya, lalu tak lama Pria bernama Bagas itu pergi mengendarai mobil nya. Lalu 3 orang masuk kedalam sedangkan 2 orang berjaga-jaga di luar, dengan pintu yang terbuka.
Mawar mengeluarkan pistol nya, lalu mengarahkan nya pada sasaran. Bayu dan yang lain hanya diam memperhatikan aksi Mawar, dan pelatuk pun di tarik hingga meluncurlah jarum mengenai 2 penjaga itu, 2 orang itu langsung jatuh pingsan.
Mawar menggerakan telunjuk nya, agar yang lain mengikuti langkah nya. Saat di samping pintu Mawar memberi kode agar berhenti, dia lalu mengintip ke dalam dan ternyata 3 orang itu sedang bermain kartu.
Lalu Mawar memberi arahan kepada 3 orang di belakang nya, setelah itu mereka masuk kedalam gudang kayu itu dengan perlahan agar tidak di ketahui oleh penjahat itu.
Bayu dapat melihat Mami nya sedang di ikat di kursi dengan mulut di lakban, seketika amarah nya memuncak, dia mengeluarkan pistol nya dan akan menembak 3 orang penjahat itu, tapi Mawar mencegah nya.
Mawar memberi komando pada Daniel dan Radit. Lalu Mawar menarik tangan Daniel keluar dari persembunyian, hingga membuat 3 orang yang sedang duduk bermain kartu itu menoleh pada mereka. Sangat jelas terlihat wajah terkejut dari 3 penjahat itu saat Mawar menarik Daniel tadi.
'' Heh kalian siapa hah? Ngapain ada di sini?'' Bentak salah 1 dari mereka
PLLAK
Mawar menampar wajah Daniel, sedangkan Bayu dan Radit hanya melongo melihat Mawar tiba-tiba menampar Daniel.
'Anj*ng' Kaget Daniel
'' Bapak mau tahu ngapain saya ada di sini?'' tanya Mawar pada 3 orang itu dan di balas anggukan oleh mereka.
'' Mawar apa yang-''
PLAK
''Anji*ng... Apaan sih Lo ko nampar Gw hah?'' kesal Daniel
'' Bapak tanya saya ngapain disini? Saya sedang memergoki suami saya selingkuh pak hiks hiks.'' sandiwara Mawar
'' JAWAB! Kamu pikir aku gak tahu Mas kalau kamu sedang selingkuh? Kamu jawab aku seyuyur yuyur nya Mas? Jawab.'' teriak Mawar sambil menarik kerah baju Daniel.
Daniel bingung dan kesal dengan Mawar karena dia sudah menampar wajah nya 2x, tapi Daniel bingung kenapa Mawar mengatakan seyuyur-yuyur nya? Bukan kah harus nya sejujur-jujur nya?
Emang masih somplak nih bini si Bayu
'' Seyuyur-yuyur nya Mas juga gak tahu dek, dia yang menggoda Mas.'' timpal Daniel dengan wajah sedih nya
'' Katakan Mas dimana pelakor itu?'' teriak Mawar
'' Hah pelakor? Mas gak ada pelakor sayang.''
'' Bohong....'' bentak Mawar
3 preman yang melihat pertengkaran 2 orang asing di hadapan nya, akhirnya maju.
'' Heh kalian kalau mau berantem jangan di sini, sana keluar.'' bentak salah 1 dari mereka.
'' Jawab Mas dimana pelakor itu?'' teriak Mawar tanpa menjawab pertanyaan preman tadi.
'' Heh pelakor keuar Lo hah! Keluar?'' sambung Mawar lagi sambil memberi kode pada Radit agar keluar
Radit menunjuk wajah nya, dan Mawar mengedipkan mata nya tanda iya. Radit pun keluar dari balik tumpukan kayu. Dia berjalan menghampiri Daniel dan Mawar.
'' Katakan Mas, dia kan pelakor nya? Tega kamu Mas sama aku, hiks tega kamu.'' teriak Mawar sambil memukul dada Daniel
__ADS_1
'' Sayang dia itu bukan selingkuhan aku..'' balas Daniel
Mawar mengedipkan mata nya pada Radit sebagai kode agar Radit ikut bersandiwara.
'' Apa kamu bilang, eyke bukan siapa-siapa!'
PLAK
'B*ngs*t' ringis Daniel saat Radit menampar wajah nya.
Mawar ingin tertawa tapi dia tahan.
'' Heh denger eyke ye, You kan yang mu sama eyke, kok sekarang You tak mau mengaku! Eyke kecewa sama yey.'' timpal Radit dengan mengangkat tangan nya satu seperti bencong.
'' Heh kalian keluar dari sini.'' bentak preman itu
Mawar memberi kode dengan tangan nya agar Bayu membebaskan Mami nya, Bayu yang mengerti pun akhirnya mengendap ke arah Mami nya yang sedang melihat aksi Mawar.
'' Pak, bapak semua mau kita pergi?'' tanya Mawar
'' Iya pergi sekarang..'' teriak preman itu lagi
'' Baik kita akan pergi tapi, sebelum itu....''
Bugh Bugh Bugh
Mawar menendang perut 3 preman itu, Radit dan Daniel pun tak tinggal diam mereka melawan preman itu dengan satu lawan satu, karena jumlah mereka seimbang.
Mawar melengos saat tangan preman itu ingin menonjok nya, Mawar memutar tubuh nya lalu menendang tepat di wajah preman itu dengan sepatu nya. Preman itu ambruk.
Sedangkan Daniel dan Radit masih melawan mereka. Mawar memerintahkan Bayu untuk membawa Mami keluar dan memasuki mobil.
Radit tersungkur kala perutnya di tendang oleh preman berbadan tegap itu, Mawar mencebik melihat gaya bertarung Radit dan Daniel, lalu dia mengeluarkan pistol nya dan menembak 3 preman itu, dan dalam hitungan detik mereka sudah terkapar.
Mawar segera berlalu keluar menyusul Bayu dan di ikuti oleh Radit dan Daniel menuju mobil. Dan Akhirnya mereka sampai di mobil.
'' Sebaiknya kita cepat pergi dari sini Mas, takutanya masih banyak anak buah mereka!'' ucap Mawar
Bayu mengangguk iya, lalu menuju pintu kemudi dan ikuti Mawar di jok belakang untuk menemani Mami nya. Sedangkan Daniel dan Radit di mobil satunya lagi. Selama di dalam mobil Daniel terus mengomel pada Radit karena sudah berani menampar wajah nya tadi.
'' Heh si..alan Lo ya! Kenapa Lo nampar wajah gw tadi hah? Sudah tau gw di gampar Mawar 2x dan Lo malah nambahin.'' kesal Daniel pada Pria di samping nya
Radit hanya cengengesan melihat amarah Daniel.
'' Sory Bos, gw cuma lakuin sesuai perintah.'' ucap Radit sambil nyengir kuda
'' Apa Lo bilang sesuai perintah, eh di dalam strategi gak ada gampar menggampar ya.'' kesal nya
Radit hanya mengangakat bahu nya acuh.
'' Dan Lo itu sangat cocok jadi bencong, apa lagi Lo jadi pelakor cowok! Uuuuuh sangat cocok hahaha..'' ledek Daniel
Radit melotot mendengar ucapan Daniel, dia antara marah dan malu mengingat hal tadi dimana dirinya berlaga dan berbicara bak bencong. Mengingat itu Radit bergidik sendiri mengingat tingkah konyol nya tadi. Sedangkan Daniel terus mentertawakan Radit, walaupun pipinya masih panas akibat 3x gampar.
Anjir pipi mulus gw sakit banget cuy! Mana tuh si Mawar tenaga nya kayak laki lagi, ngegampar wajah gw gak pake aba aba, kuat banget lagi! Gw mah mending di cium daripada di tabok.
Bersambung.....
__ADS_1
Wkwkwk kasian Daniel jadi korban tabokan Mawar dan Radit😂😂😂
JANGAN LUPA SENDAL JEPIT NYA YA😉