Istri Yang Kau Jandakan

Istri Yang Kau Jandakan
Berkata jujur


__ADS_3

Evana yang tidak ingin larut dalam kesedihannya, memilih untuk segera membersihkan diri.


Badan yang sudah terasa agak mendingan segaran dikit, dikagetkan dengan suara ketukan pintu. Kemudian, ia membuka pintu kamarnya.


"Hem. Baru juga kelar mandinya, udah ngagetin aja kamu ini, Net." Kata Evana sambil berjalan menuju tempat tidurnya, dan duduk di tepi ranjang.


Neti yang mendengarnya, segera menutup kembali pintunya. Setelah itu, dirinya ikutan duduk di sebelah Evana.


"Siapa orangnya yang gak kepo, juga. Lagian, kamu sama si Bos tuh ya, udah kek ada sesuatu yang bikin penasaran. Wajar saja, jika aku ingin mengetahuinya, juga mendengarkannya langsung darimu." Jawab Neti sambil mengayunkan kakinya.


Evana langsung tersenyum mendengarnya.


"Kan, senyum senyum lagi. Udah deh, cepetan ceritain sedetail detailnya padaku. Awas loh, kalau sampai bohongi aku." Kata Neti setengah mengancam.


"Kamu ini, udah gak sabaran gitu. Besok tuh, aku mau mengurus perceraian aku sama Mas Ardi."


"Besok?"


"Ya, besok. Jadi, besok si Bos itu mau ngantar aku untuk mengurus perceraian."


"Tunggu-tunggu, jangan bilang kalau kamu itu sebenarnya udah pacaran sama Bos Rey. Udah deh, ngaku aja kamunya." Tuduh Neti yang merasa yakin dengan tebakannya.


"Dih, pacaran sama si Bos. Aku tuh gak ada hubungan apapun sama Bos Rey, kamu ini ada-ada aja."


"Kalau gak ada hubungan sama Bos Rey, terus ngapain pakai di antar segala. Bukannya kamu bilang sendiri sama aku, nunggu gajian."


"Gak jadi, kelamaan. Jugaan, ini sangat menghasilkan." Jawab Evana sambil menaik turunkan alisnya, tentu saja dibuat genit.


Neti sendiri bergidik ngeri saat mendengarnya, apa lagi dengan ekspresinya. Neti benar-benar dibuatnya bingung tujuh keliling dengan teman dekatnya, yakni Evana.

__ADS_1


"Sebenarnya ada apa sih Va, cerita dong." Pinta Neti yang sudah tidak sabar untuk mengetahui apa yang telah disembunyikan oleh Evana.


"Janji ya, jangan marah, apa lagi ngasih sumpah serapah." Kata Evana sebelum mengatakannya langsung pada Neti.


"Ya, asal itu baik dan tidak mengundang marah sih, gak masalah. Tapi, kalau udah bikin marah, gak tahu dah." Jawabnya.


"Setelah selesai mengurus perceraian, dan juga akta cerainya sudah keluar, aku mau nikah sama Bos Rey."


"Apa!" teriak Neti dengan reflek.


"Ntar dulu, aku belum selesai Ngomongnya." Kata Evana menahan Neti yang tiba-tiba berubah dengan tatapan terkejut dan juga kesal.


"Kamu mau menikah dengan Bos 4 Rey? tunggu, kamu sedang tidak bermimpi, 'kan?"


"Ya gak lah, aku gak sedang bermimpi. Ini tuh kenyataan, aku mau menikah dengan Bos Rey. Tentu saja, bukan nikah pada umumnya."


"Gini loh, aku menikah dengan Bos Rey itu, hanya drama doang. Soal bukti nikah sih, ya memang nyata. Cuman untuk dalam perjanjian, kita hanya sandiwara."


"Aku gak ngerti apa yang kamu omongin ke aku, serius, bikin pusing. Menikah hanya sandiwara itu, apa maksudnya?"


"Aku diminta untuk menjadi istri pura-pura, agar si Bos Rey itu, tidak jadi menikah dengan Veria. Nah, akulah yang jadi target untuk menjadi istrinya. Pernikahan ya sakral, tapi aku dan Bos Rey, hanya menganggapnya drama." Ucap Evana menjelaskan, Neti benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dikatakan oleh Evana.


"Tau gak, aku akan mendapatkan rumah beserta mobil, dan juga uang, sampainya Veria masuk ke jeruji besi. Jadi, sayang kan, kalau diabaikan. Lumayan, cuma disuruh jadi istri pura-pura aja."


Evana tertunduk lesu. Rencana untuk menjodohkan Evana dengan Gevando, ternyata hanya berakhir sia-sia, pikirnya.


"Kok ekspresi kamu gitu? marah kek, apa kek."


Neti menoleh, kemudian menatap Evana.

__ADS_1


"Apa kamu gak mikir akibatnya? kalau kamu yang akan mendapat sialnya, gimana? padahal tuh ya, aku mau jodohin kamu sama Gevando. Dia lelaki baik, dan juga humoris, gak seperti Bos Rey. Dan pastinya, gak akan menjadikan kamu istri pura-pura. Jugaan, keduanya kakak beradik, dan juga orang tajir."


Evana meraih tangannya.


"Apa kamu yakin, kalau Gevando tulus? gak 'kan? bagi aku, orang kaya akan menikah dengan orang kaya. Mustahil bagiku, jika mau menerima perempuan sepertiku, janda, gagal dalam pernikahan karena aku tidak bisa memberi keturunan secepat yang diinginkan pasangan, ataupun keluarga lelaki. Jadi, aku gak percaya dengan cintanya orang kaya. Mereka itu, pasti mencari yang kaya, tentunya untuk menambah keuntungannya." Ucap Evana dengan daya tangkapnya.


"Tapi, Va. Kalau kamu hanya dimanfaatkan saja, bagaimana? aku hanya tidak ingin, jika kamu hanya dijadikan batu loncatan saja. Gak, Va, gak."


"Kali ini, kamu dukung keputusan aku ini ya, Net. Biarlah, aku anggap ini semua hanya sebuah hiburan. Aku juga tidak menganggapnya penting, aku akan bersikap biasa-biasa aja. Jugaan, aku gak akan menghayati pernikahan aku dengan Bos Rey. Gak lama kok, percaya aja sama aku." Jawab Evana memberi penjelasan yang cukup detail.


Neti yang melihat ekspresi Evana yang terlihat seperti memohon, dirinya merasa kasihan. Perempuan yang menyandang status istri, tiba-tiba harus mengganti statusnya menjadi janda. Setelah itu, Evana harus kembali melewati masa sulitnya, dirinya harus menikah layaknya drama.


Neti yang tidak tega melihat nasib Evana yang begitu menyedihkan, langsung memeluknya. Saat itu juga, Neti meneteskan air matanya.


"Aku hanya mendukungmu dan juga menyemangati kamu, tak lupa aku doakan yang terbaik untukmu. Semoga, kamu dapat melewati masa-masa sulitmu, dan juga segera kamu temukan kebahagiaan." Ucap Neti sambil mengusap punggung milik Evana berulang ulang.


Evana langsung meregangkan pelukannya, dan menatap wajah Neti yang terlihat habis menangis.


Sambil mengelap air mata dan tak lupa tersenyum, Evana mencubit gemas pada kedua pipi milik temennya.


"Kamu tak perlu menangis, aku sendiri menikmatinya." Kata Evana dengan senyum manisnya.


"Kamu ya, sama sekali tidak menunjukkan kesedihanmu. Baiklah, aku akan mendukung keputusan kamu. Tapi ingat, kamu harus cek kesehatan kamu, dan jangan lupa konsultasi." Ucap Neti mengingatkan, takutnya Evana lupa untuk berjaga-jaga.


Evana yang mengerti akan maksud dari temannya, mengangguk pelan.


"Kamu tenang saja, aku akan lakukan sesuai saran dari kamu. Oh ya, sudah malam, ayo kita tidur. Satu lagu, jangan kamu ceritakan kepada siapapun, termasuk pacar kamu. Jadi rahasiakan baik-baik tentangku. Hanya kamu satu-satunya yang aku percaya, dan hanya kamu yang dapat membantuku." Ucap Evana yang tak lupa untuk berpesan kepada Neti, yakni mengenai rahasia tentang pernikahan dirinya dengan Bosnya sendiri yang penuh drama nantinya.


"Ya, Va. Kamu tenang aja, aku gak bakal bocorin rahasia kamu. Aku pastikan, semua baik-baik saja." Jawab Neti meyakinkan.

__ADS_1


__ADS_2