Istri Yang Kau Jandakan

Istri Yang Kau Jandakan
Gugup


__ADS_3

Saat itu juga, Evana langsung duduk dengan kondisi badan yang terbalut selimut tebal.


Kemudian, ia langsung menoleh pada suaminya dan menatapnya tajam. Rey sendiri justru memainkan satu alisnya yang di naik turunkan, terlihat seperti tengah menggoda dengan senyumannya.


"Benar, 'kan? kita hanya bermain drama di depan mereka, tetapi tidak untuk ketika hanya berdua didalam kamar ini." Ucap Rey dengan sengaja menakut-nakuti istrinya.


Evana menghela napasnya panjang.


"Terus ...."


Rey tertawa renyah saat melihat ekspresi istrinya yang ketakutan, dan juga gugup.


"Terus .... emmm__uuuuaah!" kata Rey yang langsung mendaratkan ciu_mannya tepat di pipi kiri milik istrinya.


Evana yang sempat merasakan jika pipinya telah di ci_um oleh suaminya, yakni Bosnya sendiri, langsung mengusapnya. Tentu saja, untuk memastikan antara mimpi dan beneran nyata, pikirnya.


Saat itu juga, Evana segera menoleh pada suaminya. Lagi-lagi Rey memainkan matanya seperti tengah menggoda, dan ia mengerucutkan bibirnya seraya hendak menci_umnya lagi.


"Sudah, buruan tidur. Ingat, besok aku akan mengajakmu berlibur. Jadi, gunakan malam ini sebaik mungkin untuk istirahat. Satu lagi, kamu tak perlu takut, aku gak akan menerkam kamu." Ucap Rey yang juga segera membenarkan posisi tidurnya, yakni berbaring dengan meletakkan kedua tangannya di atas dada bidangnya.


Evana yang sudah geram karena ulah suaminya yang semena-mena telah menci_um pipi kirinya.


Sambil memejamkan kedua matanya, Rey tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan Evana sendiri masih belum juga bisa tidur dengan nyenyak, dalam pikirannya terus menerus memikirkan sesuatu yang bisa saja dilakukan oleh suaminya, pikirnya yang mana pikirannya masih terjaga kesadarannya.


Rey yang mengetahui jika istrinya belum juga tidur, memilih untuk membelakanginya.


Dan benar saja, rupanya Evana mencoba memeriksa suaminya antara sudah tidur atau masih terjaga kesadarannya. Saat mencoba melambaikan tangannya, ternyata sang suami tidak merespon dengan apa yang dilakukan olehnya.


'Akhirnya Bos Rey tidur juga, aku bisa tidur nyenyak malam ini.' Batin Evana sambil mengusap bagian dadanya dengan penuh kelegaan.


Karena tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan, Evana memulai untuk memejamkan kedua matanya hingga tidak sadarkan diri jika dirinya terlelap dari tidurnya, sampai-sampai tak disadari jika posisi tidurnya sudah berganti menghadap suaminya.


Rey yang dapat memandangi wajah ayu milik istri, tersenyum saat melihatnya. Dengan lembut, Rey mengusap pipi mulus milik istrinya, dan juga menyelipkan rambut ke balik daun telinganya.

__ADS_1


Siapa orangnya yang tidak tergoda, jika sesuatunya sudah berada di hadapannya, tentu saja tidak merasa ada penghalang untuk menuruti keinginannya sendiri.


Dengan pelan-pelan karena tidak ingin istrinya terbangun dari tidurnya, Rey mendaratkan sebuah ciu_mannya tepat di kening istrinya. Kemudian, Rey menc_ium bibir manis milik istri.


Sekian lama yang entah berapa tahun tidak merasakan sent_uhan bibir, Rey begitu menikmatinya saat bibirnya mulai merasakan manisnya berciu_man, membuatnya ingin memintanya yang lebih.


Tapi Rey telah sadar, dirinya tidak ingin gegabah saat menikmati ciu_man bersama istrinya.


Evana yang terbawa suasana seperti mimpi saat ada sesuatu yang menempel di bibirnya, hanya bisa menikmatinya serta membalasnya tanpa disadari, jika apa yang ia rasakan adalah benar dan juga nyata.


Begitu lama keduanya menikmati sebuah ciu_man di bawah alam kesadaran, salah satu tangan Rey mulai aktif.


Evana yang merasakan sesuatu yang aneh, perlahan mencoba untuk membuka kedua matanya dengan sempurna.


Seketika, Evana mendadak melotot saat bibirnya telah menempel di bibir milik suami. Dengan reflek, Evana langsung menggigit bibir milik suaminya hingga terluka cukup besar lukanya.


"Aw!" pekik Rey saat bibirnya mendapat gigitan dari istrinya hingga berdarah.


Rey yang merasakan sesuatu pada bagian bibirnya, langsung mengambil tissue untuk mengelap lukanya. Dan benar saja, darah yang cukup banyak telah keluar. Kemudian, menoleh pada istrinya.


"Maaf ya, Bos. Serius, tadi aku benar-benar kaget. Orang lagi tidur, kenapa Bos Rey mencium bib_irku? aku kira sedang bermimpi."


Rey hanya menatap wajah istrinya tanpa menanggapi ucapan dari Evana, dirinya masih membersihkan darah yang terus keluar dari bibirnya.


Evana yang melihat bibir Bosnya terus mengeluarkan darah, merasa bersalah. Tanpa malu dan berpikir panjang, Evana langsung menarik leher suaminya dan menye_sap bibir milik suaminya. Kemudian, ia menelan darah yang sudah ia is_ap.


Rey yang menikmatinya, berusaha untuk mengontrol kesadarannya agar tidak mengarah ke hal yang belum waktunya. Rey yang sudah terpancing dengan sent_uhan yang dilakukan istrinya, balik menyerang. Kemudian, segera melepaskan ciu_mannya.


"Sudah malam, ayo kita tidur. Maaf, jika aku sudah mengganggu tidurmu." Ucap Rey, sedangkan Evana hanya mengangguk dan segera membenarkan posisi tidurnya seperti semula, yakni meringkuk membelakangi suaminya yang berbalutkan selimut tebal berwarna putih.


Begitu juga dengan Rey, dirinya tidak membelakangi istrinya. Dengan posisi nyamannya, Rey berbaring sambil meletakkan kedua tangannya di atas dada bidangnya.


Perlahan-lahan, Rey memejamkan kedua matanya sebisa mungkin hingga dirinya terlelap dari tidurnya.

__ADS_1


Sudah melewati tengah malam, keduanya tengah terlelap dari tidurnya. Rasa kantuk dan juga capek, tengah membuat keduanya kelelahan.


Posisi tidur yang awalnya baik-baik saja, kini sudah berubah. Rey yang awalnya berbaring tanpa ada yang menyandar di dada bidangnya yang tertutup selimu, siapa sangka, jika sang istri yang bersandar sambil memeluknya bak guling hangat.


Bahkan, tidak disadari oleh keduanya, jika Rey maupun Evana sama-sama memeluk satu sama lain. Ditambah lagi dengan kondisinya Rey tanpa mengenakan baju, tentunya menambah sent_uhan hangat kepada keduanya.


Saat mulai merasa gerah yang tengah dirasakan, Evana maupun Rey sama-sama membuka kedua matanya pelan-pelan.


"Aaaaaa!" teriak Evana yang langsung bangun dari posisinya.


Setelah itu, mengatur napasnya karena terasa seperti jantungan. Rey yang masih merasakan sakit pada bagian bibirnya yang mendapat gigitan dari sang istri, lumayan membengkak.


"Aw!" pekik Rey sambil memegangi bibirnya yang masih terasa sedikit sakit.


Evana yang tidak mau berurusan dengan Bosnya, cepat-cepat pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Sedangkan Rey, memeriksa bibirnya yang terluka didepan cermin. Sambil memegangi bagian yang terluka, Rey terkejut saat melihat bibirnya sedikit membengkak. Cukup lama menunggu istrinya di dalam kamar mandi, tak juga belum keluar.


Saat itu juga, tiba-tiba Rey merasakan sesuatu pada perutnya, dan langsung menuju kamar mandi.


BRAK BRAK BRAK!


"Buka pintunya, cepetan. Perutku sakit banget ini, aku sudah kebelet, buruan cepat buka pintunya."


"Ya, sebentar." Sahut Evana dari dalam kamar mandi, dan buru-buru segera membuka pintunya walau hanya mengenakan handuk kimononya.


"Kamu mandi apa tidur?" tanya Rey mengamati istrinya dari ujung kepala sampai ke ujung kaki.


"Maaf, Bos." Jawab Evana disertai nyengir kuda.


"Cepetan kenakan bajumu, jangan sampai lupa mengenakan baju." Ucap Rey dengan asal.


"Ya, Bos." Jawab Evana yang cepat-cepat untuk mengganti pakaiannya, sedangkan Rey segera masuk ke kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2