Istri Yang Kau Jandakan

Istri Yang Kau Jandakan
Mengejutkan


__ADS_3

Dalam perjalanan, Evana bersandar di jendela kaca mobil sambil melamun dan melihat jalanan yang ia lewati. Sedangkan Rey sendiri, tengah fokus dengan setir mobilnya.


Meski fokus, Rey tidak lepas untuk menoleh pada istrinya walau hanya sejenak.


Melihat istrinya yang seperti tidak bersemangat dan juga terlihat lesu, niatnya diurungkan untuk mengajak ke lain tempat. Saat itu juga, Rey langsung teringat jika istrinya belum makan sekali.


'Astaga, aku sampai lupa. Evana kan, belum makan sejak tadi. Pantes aja, dia terlihat lemas dan juga lesu.' Batinnya merasa bersalah, lantaran sudah mengabaikan istrinya sampai kelaparan, pikirnya.


Karena tidak ingin melihat istrinya sakit, Rey segera mencari restoran. Saat nama restoran terpampang begitu jelas, Rey berbelok menuju parkiran.


Evana yang juga sadar jika suaminya berhenti di tempat parkiran, langsung menoleh.


"Kok, berhenti di sini?" tanya Evana saat sadar dengan posisinya dimana.


"Aku mau minta maaf, aku sudah mengabaikan kamu untuk makan siang. Sekarang, ayo kita turun, kita makan dulu di restoran ini." Jawab Rey merasa bersalah kepada istrinya yang lupa dengan tanggungjawab sebagai suami.


"Oh, kirain ada apa." Kata Evana sambil melepas sabuk pengamannya, kemudian segera turun dari mobil.


Saat keduanya baru memasuki restoran, tiba-tiba Rey merasakan sesuatu yang kebelet.


"Kamu cari tempat duduknya di sana aja, sekalian pesan makanan yang sama, juga minumannya. Nanti aku menyusul, sekarang aku mau pergi ke toilet dulu. Tidak apa-apa, 'kan? aku hanya sebentar." Ucap Rey yang sudah ditahan untuk pergi ke toilet.


"Ya, Bos." Jawa Evana disertai dengan anggukan.


"Ya udah, kamu segera ke sana." Ucap Rey dan langsung pergi meninggalkan istrinya sendirian untuk mencari tempat duduk.


Sedangkan Evana, dengan percaya diri mencari tempat duduk yang kiranya pas untuk menikmati pengganti makan siang.


Sambil berjalan, Evana masih sempat untuk celingukan. Entah apa tujuannya, dirinya tetao bersikap tenang dan juga tidak ada rasa gugupnya.


"Lely!"


Pemilik nama yang merasa dipanggil, langsung menghampiri Evana.


"Kamu rupanya, mentang-mentang udah nikah dengan orang tajir, bergaya kamu." Ucap Lely dengan sinis.

__ADS_1


"Dari pada kamu, wanita mu_rahan dan suka merebut suami orang." Sahut Evana dengan berani, tak peduli jika disebelahnya ada lelaki yang tengah bersama Lely.


"Jaga bicaramu, kau yang tidak bisa menjaga suami kamu sendiri. Makanya, jadi istri itu yang berguna. Gak bisa beri keturunan, tapi gak mikir." Ucap Lely dengan percaya dirinya.


"Sudahlah, sayang, ayo kita pergi." Ucap lelaki yang ada didekat Lely, berusaha untuk menghentikan perdebatan dengan cara menarik paksa.


"Kau, kenapa menarik ku! aku belum puas membuatnya malu."


"Seharusnya kamu yang malu, karena perbuatan kamu yang sudah menghancurkan rumah tangga temanmu sendiri."


"Halah! Kakak tahu apa tentang hidupku, selalu didahului wanita lain setiap aku menyukai laki-laki."


"Dan sekarang, kamu menuai atas perbuatan kamu, bahwa Endro tidak mau menerima kamu untuk menjadi suami kamu. Karena Endro tidak akan menikahi perempuan lain, dan akan tetap setia dengan istri sahnya, karena dapat menghasilkan pundi-pundi emas. Sedangkan kamu, hanya akan dijadikan pelampiasan pada lelaki yang tidak bertanggung jawab karena kamu yang sudah menggodanya lebih dulu." Ucap sang kakak yang berusaha untuk memberi nasehat kecil kepada adiknya.


Lely yang merasa dongkol, langsung pergi begitu saja.


Sedangkan Evana yang masih merasa dongkol, ingin rasanya berteriak sekencang mungkin. Tapi, apalah dayanya, tak mampu untuk melakukannya.


Tidak ingin menjadi pusat perhatian orang banyak karena baru saja melakukan perdebatan dengan perempuan yang sudah menghancurkan rumah tangganya, segera mencari tempat duduk dan juga memesan makanan.


Rasa penasaran yang ingin mengetahui informasi tentang mantan suaminya, Evana mencoba mengeceknya, siapa tahu saja tengah aktif.


'Kemana perginya Mas Ardi ya? bukankah Lely bilang, kalau anak yang ada dalam kandungannya itu, anaknya Mas Ardi. Masa ya, kabur. Bukankah sangat menanti kehadiran buah hati, dimana akal sehatnya.' Batin Evana sambil mencari akun baru yang bisa jadi telah mengganti akunnya, pikir Evana dengan rasa penuh penasaran.


"Kamu kenapa? kelihatannya cemas gitu."


Evana langsung menoleh ke samping, yakni suaminya yang juga ikutan duduk disebelahnya.


"Gak, aku hanya gak enak badan saja." Jawab Evana beralasan.


"Oh, kirain."


Tidak lama kemudian, pesanan yang dipesan baru saja datang oleh seorang pelayan dengan membawa menu makanan yang dipesan oleh Evana. Kemudahan, keduanya menikmatinya.


Sambil mengunyah, Rey memperhatikan istrinya yang juga sedang menikmati makanannya.

__ADS_1


"Bos Rey kok bengong, ada apa?"


"Ah, gak apa-apa, habiskan makanannya. Sepertinya kita akan langsung pulang, dan juga istirahat lebih awal, karena besok kita sudah aktif lagi di kantor." Jawab Rey cepat-cepat untuk menghabiskan makanannya, dan segera pulang.


Evana yang juga ingin segera pulang, juga cepat-cepat untuk menghabiskan makanannya.


Cukup gesit saat kedua makan, dan kini selesai juga.


Rey sudah merasa kenyang, mengajak istrinya untuk pulang ke rumah. Awalnya sih ingin mengajak istrinya untuk menikmati liburannya, tapi karena cuaca tidak mendukung, Rey memilih untuk pulang dan beristirahat di rumah.


Sambil menikmati perjalanan pulang, Evana dengan mata terpejam, bersandar di jendela kaca.


'Sepertinya kamu sedang memikirkan seseorang, apakah itu suami kamu? aku rasa, ya.' Batin Rey sambil menyetir mobilnya.


Tidak lama kemudian, sampailah keduanya di rumah.


"Ingat, jangan panggil aku Bos, kamu mengerti?"


"Ya, sa-yang."


"Bagus, ayo kita masuk."


Baru saja mau masuk rumah, ternyata sudah ada kedua orang tua Rey yang sudah berdiri di ambang pintu.


"Mama, Papa, kok kalian ada di depan pintu? tidak sedang menyambut aku dan Evana pulang jalan-jalan, 'kan? ah ya, kita berdua lupa beli makanan untuk kalian." Ucap Rey merasa bingung dengan kedua orang tuanya yang mendadak membuatnya curiga.


"Kau! perempuan tidak tahu diri. Kau menikahi putraku hanya memanfaatkan kekayaannya saja." Ucap ibunya Rey sambil menunjuk ke arah Evana dengan jari telunjuk.


Evana maupun Rey, keduanya benar-benar shock saat mendengar apa yang telah diucapkan oleh ibunya Rey.


"Maksudnya Mama ini apaan? Mama sedang bercanda, 'kan? udah deh, hentikan akting kalian berdua. Aku dan Evana kecapean, tadi kehujanan juga, kita berdua ingin istirahat."


Evana sendiri tidak tahu harus bicara apa selain diam dan menunduk.


"Mama sedang tidak bercanda, dan kamu kenapa harus menjadi laki-laki bo_doh! Reyzan. Apa karena dia ini cantik, kamu sampai lupa melakukan banyak hal demi diri kamu sendiri." Ucap Ibunya sambil mengarahkan pandangannya ke arah menantunya.

__ADS_1


Mertua yang diwaktu pagi begitu baik dan lembut, kini telah berubah seperti singa yang hendak memakan mangsanya.


__ADS_2