Istri Yang Kau Jandakan

Istri Yang Kau Jandakan
Merasa bingung


__ADS_3

Selesai membersihkan diri, Rey segera keluar dan mengenakan pakaiannya. Setelah itu, segera bergegas keluar dari kamar bersama sang istri.


Evana yang melihat bibir suaminya seperti membengkak karena gigitannya itu, membuat Evana malu sampai ke ubun-ubun. Malu bukan dengan suaminya, melainkan dengan ibu maupun ayah mertua, juga yang lainnya.


"Bos, itu bibir." Ucap Evana, dan langsung menutup mulutnya.


Rey langsung menoleh pada istrinya yang tengah duduk di tepi tempat tidur.


"Makanya, kalau merasa enak itu, dinikmati, bukan digigit." Kata Reyzan sambil bercermin untuk merapihkan penampilannya.


"Apanya yang enak, yang ada mah rasanya hambar. Siapa suruh ci_um bibir punyaku, ya aku gigit lah." Ucap Evana tanpa merasa bersalah sedikitpun, meski membuat bibir suaminya terluka.


"Awas saja pokoknya." Kata Rey yang langsung menarik tangan istrinya untuk segera keluar dari kamar.


Sesuai janji yang sudah disepakati, bersikap seromantis mungkin di hadapan siapapun, termasuk keluarga sendiri.


Rey yang tengah bermain drama bersama sekretarisnya, seolah benar-benar pasangan suami istri yang sangat romantis. Keduanya terlihat layaknya sepasang pengantin baru yang malu-malu.


"Selamat pagi, semua..." sapa Rey pada kedua orang tuanya, dan juga Aiwa maupun Gevando yang ternyata sudah duduk bersama orang tuanya di ruang makan. Dan di sambung oleh Evana yang juga ikutan menyapa keluarga suaminya.


"Pagi juga, sayang. Ayo, kita sarapan pagi dulu." Jawab ibunya untuk mengajak anak dan menantunya sarapan pagi bersama.


Namun, tiba-tiba pandangan kedua orang tua Rey dan juga Gevando maupun Aiwa, semua tertuju pada bagian bibir milik Rey yang terlihat seperti terluka dan juga bengkak.


"Cie .... yang udah icip icip." Ledek Aiwa dengan sengaja, tentunya ingin mengetahui reaksi Gevando yang ketahuan telah menyukai perempuan yang kini menjadi kakak iparnya sendiri.


"Ngomong apa kamu, Wa. Sudah, habiskan dulu makananmu itu." Sahut Rey yang mengerti ledekan dari Aiwa.


Gevando yang mengetahui bibir kakaknya terluka, tak peduli sama sekali. Dengan lahap, Gevando segera menghabiskan sarapan paginya.


Sedangkan kedua orang tuanya, hanya tersenyum karena tidak mungkin untuk membicarakan hal pribadi milik putranya dan menantunya.


"Sudah, sudah, kita habiskan dulu sarapannya. Jangan membicarakan hal yang menyangkut pribadi, toh Rey dan Evana sudah menikah. Jadi, jangan ada pertanyaan ataupun meledek hal pribadi." Ucap sang ibu mengingatkan.


"Ya, Tante. Maafin Aiwa, lain kali gak akan mengulanginya lagi." Jawab Aiwa yang merasa tersindir, setidaknya mengetahui reaksi Gevando, pikirnya.

__ADS_1


Tidak ada suara apapun di ruang makan, semua tengah fokus dengan porsi sarapannya masing-masing. Cukup lama berada di ruang makan, akhirnya satu persatu menyelesaikan sarapan paginya.


"Hari ini kan, hari libur. Kalian boleh berlibur kemana yang ingin kunjungi. Tapi ingat, pulangnya jangan sampai larut malam." Ucap ibunya.


"Memangnya Tante Luvi gak ikut?" tanya Aiwa.


"Tante ada acara sendiri, kalian berempat berangkat aja. Ingat, jangan sampai larut malam pulangnya." Jawab ibunya Rey yang tak lupa berpesan.


"Kak Rey, Kak Gevando, hari ini kita liburan, 'kan?"


"Ya, kalau ada yang mau ikut."


Aiwa langsung meraih tangan Gevando, dan menatapnya sambil mengedipkan matanya.


"Ikut ya, Kak Vando. Kapan lagi coba, kita bisa liburan kek gini. Mau ya, mau." Ucap Aiwa memohon sambil manggut-manggut.


Gevando yang tidak punya pilihan dan tidak bisa menolak, akhirnya mengiyakan ajakan Aiwa.


"Ya, bawel." Jawab Gevando sambil melepaskan tangan milik Aiwa.


"Ya udah, ayo kita siap-siap untuk berangkat." Ucap Rey sambil bangkit dari tempat duduknya.


Gevando sama sekali tidak menjawab, dan langsung pergi dari ruang makan menuju kamarnya. Begitu juga dengan Evana, segera kembali ke kamar untuk bersiap-siap.


"Rey, kemari sebentar." Panggil ibunya merasa ada sesuatu yang mengganjal dibenak pikirannya.


Rey langsung menoleh, dan memutar balikkan badan.


"Ada apa, Ma?" tanya Rey ingin tahu.


"Kamu sedang tidak ada masalah dengan Gevando, 'kan?" tanya sang ibu penasaran.


"Gak kok, Ma. Memangnya kenapa? perasaan baik-baik aja."


"Jangan bilang kalau kamu berebutan Evana, jujur."

__ADS_1


"Gak ada, mungkin males aja bertemu sama Aiwa yang manja. Tau sendiri kan, dari dulu Gevando tidak mau didekati Aiwa. Ya ... mungkin aja gitu, menurutku sih." Jawab Rey sedikit memberi alasan.


"Semoga saja yang kamu omongin itu, benar. Tapi awas saja kalau kamu bohongi Mama, tidak baik bersaing dengan saudara sendiri. Bersaing untuk sukses itu bagus, tapi kalau berebutan perempuan, Mama gak akan kasih ampun sama kamu." Ucap ibunya sengaja memberi ancaman, Rey justru bersikap dengan tenang.


"Ya, Ma, ya." Jawab Rey dengan anggukan.


"Ya udah, buruan siap-siap. Ingat pesan Mama, jangan sampai larut malam pulangnya." Ucap ibunya berpesan, Rey mengangguk dan segera menuju kamarnya.


Saat sudah berada dalam kamar, dilihatnya sang istri yang mengenakan pakaian sederhana. Bahkan, tidak menampakkan diri sebagai istri seorang Bos.


Rey memeriksa penampilan Evana dari ujung kepala sampai ke ujung kaki.


"Bos kenapa sih, dari tadi memperhatikan aku kek gitu. Memangnya ada yang salah ya, dengan penampilan aku ini."


Evana yang merasa risih diperhatikan oleh suaminya, akhirnya angkat bicara.


"Kamu seriusan penampilan kek gini? biasanya itu, perempuan akan sibuk dengan fashionnya. Lah kamu, kek mau nonton balap motor." Kata Rey saat memperhatikan penampilan istrinya yang terbilang sederhana.


"Memangnya mau liburan kemana? palingan juga jalan-jalan, sama makan-makan."


"Tapi konsepnya gak gini juga."


"Biarin aja, kebetulan tadi aku buka akun media sosial, ada lomba balap motor. Aku mau mengajak Bos untuk nonton, dijamin seru."


Rey membulatkan bola matanya, seumur hidupnya baru kali ini ada seorang perempuan justru mengajaknya menonton balap motor, pikirnya.


"Kamu ini aneh, namanya jalan-jalan sama suami atau pacar tuh, di tempat romantis, lah kamu, ngajak nonton balap motor. Gak sekalian aja ikut balap, biar lengkap." Kata Rey sambil mengganti pakaiannya.


"Lah, kita kan cuma drama. Apanya yang mau diambil romantisnya, Bos?"


"Ngomong sama kamu bikin pening, sudahlah lupakan dulu dramanya. Kita ini mau liburan, bukan main drama." Ucap Rey asal, Evana sendiri merasa bingung sendiri dibuatnya.


"Sebenarnya pernikahan kita ini drama bukan sih, Bos?" tanya Evana yang mendadak seperti bingung sendiri mengenai statusnya dan perjanjian yang sudah dibuat.


"Jalani aja, kalau drama ya lakukan dengan drama. Tapi, kalau bukan, ya gak pakai drama." Jawab Rey sambil mengenakan jam tangannya.

__ADS_1


Evana yang mendengar jawaban dari Bosnya, hanya bisa menggaruk-garuk tengkuk lehernya yang tidak terasa gatal, lantaran jawaban Bosnya yang sulit untuk dicerna dan juga sulit dimengerti.


__ADS_2