Istri Yang Kau Jandakan

Istri Yang Kau Jandakan
Kejebak hujan


__ADS_3

Hujan yang tiba-tiba deras saat mendung sudah gelap, tanpa basa basi, Rey langsung mengajak istrinya untuk berteduh. Tidak cuma Rey dan Evana saja yang basah kuyup, tetapi juga yang lainnya para pengunjung ikut basah kuyup dan berebutan tempat untuk berteduh.


Evana yang takut dengan hujan deras, tubuhnya langsung menggigil kedinginan. Rey yang melihatnya, langsung menggendong istrinya untuk berteduh. Dan benar saja, Rey menemukan gubuk kecil yang tidak jauh dari pantai, dan langsung menyewa tempat tersebut.


Ruangan yang yang tidak begitu luas, dan hanya untuk istirahat saja, Rey maupun Evana merasa lega, setidaknya tidak kehujanan di luaran sana dan berebut tempat berteduh.


Rey yang celingukan mencari sesuatu di sekelilingnya, menemukan dua handuk kimono yang tergeletak di atas bantal.


"Untung sudah ada persiapan, setidaknya bisa digunakan baju ganti." Gumamnya saat mengambil dua handuk di atas bantal.


Kemudian mendekati Evana yang tengah menggigil.


"Ini ada handuk yang bisa kamu pakai, paling nggak badanmu tidak kedinginan. Jangan takut, aku tidak akan melihatmu. Cepat, ganti pakai handuk ini." Ucap Rey sambil menyodorkan handuk untuk istrinya.


Dengan kondisi badan yang menggigil, Evana terasa enggan untuk mengganti bajunya dengan handuk.


"Kenapa kamu masih diam, cepat kamu ganti pakaian basah yang kamu pakai itu. Lihat, bibir kamu terlihat pucat. Apa perlu, aku yang melepaskan baju kamu itu yang basah." Ucap Rey mengulang lagi perintahnya pada sang istri.


"Gak usah, aku bisa melakukannya sendiri." Jawab Evana yang langsung menyambar handuk kimono di tangan suaminya.


Rey akhirnya merasa lega, karena istrinya dapat nurut dengan perintahnya.


"Baiklah, aku akan menghadap ke sana, agar tidak melihatmu. Jadi, kamu tidak perlu takut." Ucap Rey sambil menunjukkan arah yang ditunjuk oleh jari telunjuk.


"Benar ya, Bos, jangan tengok ke belakang."


"Ya, tenang aja. Sudah cepetan kamu ganti dengan handuk yang kamu pegang itu."

__ADS_1


"Ya, Bos."


Evana yang merasa takut jika terjadi sesuatu di luar dugaannya, cepat-cepat melepaskan pakaiannya dan menggantinya dengan handuk kimono.


'Gimana ini, apa ya, aku harus melepaskan semuanya yang menempel di badanku. Tapi, kalau cuma baju saja dan celana yang aku lepas, itu tidak mungkin, yang ada aku akan jatuh sakit dan masuk angin. Ah masa bodoh dengan keadaanku ini, aku pasrah, mau bagaimanapun, Bos Rey adalah suamiku sendiri.' Batin Evana sambil melepaskan satu persatu yang ia kenakan, hingga tidak ada yang melekat satupun di bagian tubuhnya.


Secepatnya, Evana segera mengenakan handuk kimononya. Setelah itu, Evana segera membereskan pakain yang basah di sudut tempat tersebut.


"Sudah, Bos." Ucap Evana yang sudah mengenakan handuk kimono dan dengan rambut yang di urai sedikit basah.


Rey yang melihatnya, justru mengundang hasr_atnya yang sudah sekian lama tidak disalurkan.


"Bos, gak ganti juga?" tanya Evana mengagetkan suaminya.


"Ah ya, aku sampai lupa. Ya udah, aku mau mengganti bajuku yang basah." Ucap Rey yang langsung melepaskan pakaian yang menempel di badannya.


Evana yang takut melihat suaminya, langsung menutup kedua matanya dengan kedua tangannya.


Begitu juga dengan Rey, tidak ada satupun yang melekat ditubuhnya kecuali handuk yang ia kenakan.


Setelah itu, Rey melakukan hal yang sama menyingkirkan pakaiannya yang basah diletakkan diatas pakaian istrinya yang juga basah.


"Sudah, jangan ditutup lagi. Aku sudah mengganti pakaianku." Ucap Rey yang sudah duduk dan bersandar didekat istrinya, yakni sebelah kanannya.


Evana yang baru saja membuka matanya, dikagetkan dengan posisi suaminya yang ternyata sudah duduk disebelahnya.


Evana yang merasakan kedinginan, berusaha untuk tidak menunjukkannya pada sang suami. Takut, akan membuat suaminya kerepotan, pikirnya.

__ADS_1


Sedangkan di lain tempat, Gevando berdecak kesal, lantaran dirinya harus terjebak dengan hujan yang cukup deras dan suara petir yang berkali-kali saling bersahutan.


Ditambah lagi berkerumunan saat berteduh, membuatnya semakin geram. Begitu juga dengan Aiwa, sama halnya seperti yang lain, yakni kedinginan. Meski tidak basah kuyup, tetap saja badannya menggigil.


Sedangkan Evana yang takut dengan suara petir, sedari tadi hanya duduk sambil meringkuk dengan posisi memeluk kedua kakinya sendiri sambil menunduk.


"Aa!" teriak Evana ketakutan saat suara petir yang menggelegar, membuat Evana terperanjat dan langsung memeluk suaminya.


Karena kaget dan juga reflek karena istrinya yang tiba-tiba memeluk dirinya, Rey dan Evana terjatuh dengan posisi saling berpelukan dan terguling dengan keadaan Rey yang kini sudah berada di atas tu_buh istrinya.


Keduanya yang sama-sama kedinginan, merasa ada kehangatan. Rey maupun Evana masih saling pandang satu sama lain, dan dibarengi dengan detak jantung yang tidak karuan.


Ditambah lagi keduanya sudah pernah menikah, tentunya sudah pernah merasakan bagaimana rasanya menikmati sur_ga dunianya.


Tidak hanya itu saja, Rey yang sudah sekian lama tidak mendapatkan sentuhan dari lawan je_nis, kini hasr_atnya mulai sulit untuk dikontrol, lebih lagi perempuan yang bersamanya adalah istrinya, seolah tidak ada penghalang apapun untuk menuruti keinginannya.


Lebih lagi di luaran sana tengah diguyur hujan deras disertai angin kencang dan juga suara petir yang melengkapi suasana di dalam gubuk kecil yang hanya bisa ditempati untuk istirahat.


Evana yang tidak bisa mengontrol detak jantungnya, otaknya justru travelling kemana-mana. Tidak dapat dipungkiri, Rey maupun Evana sama-sama normalnya dengan hal yang menjerumus hubungan suami istri. Tentunya, sangat sensitif.


Rey yang sudah terbawa suasana, tangan kirinya menyentuh tangan istrinya yang kanan, dan menyatukan tangannya dengan erat. Evana yang tidak bisa berbuat apa-apa, dirinya hanya bisa pasrah apa yang akan dilakukan oleh suaminya.


Kemudian, Rey langsung menci_um bibir istrinya dengan lembut, dan dilanjut semakin kasar layaknya tidak pernah menikmatinya.


Evana yang sudah pasrah, akhirnya ikut menikmati dan membalas setiap ciu_man yang diberikan dari suaminya. Semakin lama, ciu_man keduanya semakin panas, dan membuat Rey semakin ketagihan dan menginginkan hal lebih dari sekedar ciu_man.


Tidak ambil diam, tangan kanannya ikut aktif, dan Rey langsung menarik sesuatu yang mengikat handuk kimono yang dikenakan oleh istrinya.

__ADS_1


Rey yang tidak sabar, langsung melepaskan handuk yang menjadi penghalang. Evana yang sudah terpancing oleh apa yang dilakukan suaminya, ikut melepaskan apa yang melekat ditubuh suaminya hingga keduanya sama-sama polos.


Tidak ada rasa malu sedikitpun diantara keduanya saat tanpa bu_sana, bahkan sama-sama menikmatinya dari setiap sent_uhan yang diberikan satu sama lain hingga semakin panas hingga babak akhir.


__ADS_2