Istri Yang Kau Jandakan

Istri Yang Kau Jandakan
Membuat terkejut


__ADS_3

Berasa seperti mimpi, hanya itu gambaran yang dirasakan oleh evana yang telah menyandang gelar sebagai seorang istri dalam dramanya yang dibuat oleh Bosnya.


Pernikahan yang diharapkan akan membawa kebahagiaan, justru harus menjadi drama semata.


Evana yang baru saja turun dari mobil bersama suami, Rey langsung menggandeng tangan milik istrinya. Rasanya begitu canggung untuk Evana jalani, tetapi dirinya tidak mempunyai cara lain selain mengikuti perintah dari Bosnya.


Saat memasuki rumah lewat pintu depan, Evana teringat saat suaminya mengajaknya masuk kedalam rumah.


Ketika masuk ke dalam rumah, ternyata dibelakangnya terdengar suara langkah kaki. Evana yang penasaran karena ingin mengetahui siapa orangnya, langsung menoleh ke belakang.


Rupanya, sosok Gevando yang tengah berjalan sendirian menuju anak tangga.


Sedangkan Rey langsung menarik tangan milik Evana supaya lewat tangga yang berlawanan demi tidak untuk bertemu secara langsung dengan Gevando.


Saat sudah sampai di depan pintu kamar, Evana masih berdiam diri tanpa bersuara maupun ikut masuk kedalam kamar.


"Mau masuk, atau gak?" tanya Rey yang tengah berdiri di ambang pintu.


Evana yang tersadar dari lamunannya, langsung masuk ke dalam kamar begitu saja.


Kemudian, Rey langsung mengunci pintu kamarnya. Evana yang mendengar suara pintu yang tertutup, langsung memutar balikkan badan. Seketika, Evana membulatkan kedua bola matanya dengan sempurna, dan susah payah untuk menekan ludahnya.


Rey yang melihat ekspresi istrinya, segera mendekati.


"Aw! sakit tau, Bos." Pekik Evana sambil mengusap keningnya karena ulah suaminya yang baru saja menyentil.


"Sudah sana mandi, kalau kamu capek, tidur aja." Ucap Rey sambil berdiri tegak dengan posisi kedua tangannya berada dalam saku celana.


"Terus, aku tidurnya dimana, Bos?" tanya Evana gugup, dan menggigit bibir bawahnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.


"Ya di atas tempat tidur lah, memangnya mau tidur dimana lagi?"


Evana menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal, bingung dan serba salah, pikirnya.

__ADS_1


"Terus, Bos Rey tidurnya dimana?" tanya Evana ingin tahu, meski pertanyaan darinya itu sangatlah konyol.


"Dimana aja bisa, sudah sana mandi. Baju gantimu sudah ada di lemari dan juga sudah lengkap, kamu tinggal ambil dan pakai. Untuk perawatan, semua sudah disediakan di kamar mandi." Jawab Rey sambil melepas pakaian kemejanya, dan juga celana panjangnya.


Evana yang benar-benar malu dan bingung, cepat-cepat segera pergi ke kamar mandi. Tetapi sebelumnya, menyiapkan dulu pakaian lengkapnya yang akan dikenakan.


Saat sudah berada di dalam kamar mandi, Evana cepat-cepat untuk menyelesaikan ritual mandinya.


"Bagaimana ini, kalau ujungnya aku satu ranj_ang dengan si Bos. Kalau itu orang kurang ajar, aku harus gimana. Apa ya, aku harus pasrah? tidak, aku harus siaga malam ini. Apapun caranya, dia gak boleh menyentuhku. Ingat, menyentuhku hanya waktu tertentu saja, yakni saat berada di hadapan keluarganya maupun orang yang dikenal." Gumamnya sambil menggosok sabun mandi ke sekujur badannya agar aromanya wangi di tubuhnya.


Dirasa sudah cukup, Evana segera mengganti pakaiannya. Kemudian, ia bergegas keluar dari kamar mandi dengan aroma yang wangi.


Saat keluar, dilihatnya sang suami sudah berada di atas tempat tidur dengan mengenakan kaos oblong serta posisi bersandar dan kedua kaki yang diluruskan sambil menyibukkan diri dengan laptopnya.


Evana yang merasa gugup, pelan-pelan berjalan menuju tempat tidur.


'Gini amat menikah dengan penuh drama, gak sebebas yang aku bayangkan. Bagaimana ini, kenapa aku yang gugup dan takut begini. Ingat, Evana, ini hanya drama. Kamu tak perlu takut sama si Bos, karena kamu orang miskin dan juga bukan seleranya si Bos.' Batin Evana seperti mengendap-endap jalannya.


Rey langsung menoleh.


"Bos gak mandi?" tanya Evana untuk menghilangkan kegugupannya sambil berjalan pelan-pelan menuju tempat tidur.


"Sudah tadi di kamar tamu, nungguin kamu mandi kelamaan. Kamu ngapain masih berdiri di situ, takut?"


"Ah, gak takut kok. Reflek aja tadi berhenti, Bos Rey gak tidur?" kata Evana dengan gugup dan juga penuh beralasan.


Dirinya tidak peduli, jika pertanyaan yang ia lontarkan benar-benar sangat konyol.


"Aku belum mengantuk. Kalau kamu kecapean dan pingin istirahat, tidur duluan aja."


"I-i-i-ya, Bos." Jawab Evana sambil menggigit bibir bawahnya.


Kemudian, ia naik di atas tempat tidur, yakni disebelah suaminya. Detak jantung yang berdegup sangat kencang, membuat Evana salah tingkah sendiri.

__ADS_1


Rey yang tidak begitu memperhatikan istrinya yang menahan gugup, tetap fokus dengan layar laptopnya.


Saat sudah berada di atas tempat tidur, pelan-pelan menarik selimut yang ada di bawah kakinya. Takut, cemas, gugup, kini tengah menguasai isi dalam pikirannya.


Lebih lagi keduanya sudah pernah menikah, tentu saja tidak asing dengan yang namanya malam pertama. Tentu saja, otak Evana terngiang-ngiang jika suaminya mendadak menginginkan hal yang seperti itu.


Saat sebagian tubuhnya tertutup selimut, Evana mengganti posisi tidurnya dengan cara membelakangi suaminya. Tentu saja, untuk mengurangi rasa takutnya itu.


Rey yang sekilas melihat istrinya sudah berada dalam selimut tebal, ia tersenyum.


Evana yang sudah meringkuk ketakutan, sebisa mungkin untuk memejamkan kedua matanya agar dapat tidur dengan nyenyak.


Rey yang juga sudah bosan dengan laptopnya, segera dimatikan dan diletakkan di atas meja. Kemudian, dirinya ikutan tidur.


Tanpa canggung dan malu, Rey menarik selimutnya dan berbaring di sebelah sang istri.


Evana yang merasa jika suaminya hendak tidur, otaknya terus melanglang.


'Bos Rey mau tidur, bagaimana ini? tidak, tidak boleh terjadi sesuatu apapun dimalam ini, titik.' Batin Evana dengan perasaan cemas.


Rey sendiri mengetahui jika istrinya seperti ketakutan dan sengaja menghindari dirinya dengan cara tidur membelakangi dan posisi yang meringkuk seperti memeluk guling.


Dengan berani, Rey mulai jahil pada istrinya dengan cara menyentuh selimut yang digunakan untuk menutupi anggota tubuh istrinya.


Karena penasaran, Rey memeriksa keadaan istrinya, yakni antara sudah tidur, atau hanya berpura-pura.


Saat itu juga, Evana langsung menutup kepalanya dengan selimut.


Justru, Rey tertawa mendapati sikap aneh pada istrinya.


Dengan sengaja, Rey memeluk istrinya dari belakang. Kemudian, mendekatkan diri di dekat daun telinga istrinya, dan tak lupa membuka selimut yang menutupi bagian kepalanya. Tentu saja, Evana semakin ketakutan.


"Bos, mau ngapain? ingat, Bos. Dalam Perjanjian, kita hanya drama." Ucap Evana dengan gugup.

__ADS_1


"Kan, dalam perjanjian, tapi bukan di atas tempat tidur. Ingat, kau istriku sepenuhnya. Pernikahan kita memang drama, tapi di depan mereka. Berarti, kalau di dalam kamar, tidak ada drama apapun diantara kita." Jawab Rey dengan santai, tentunya, tangan kirinya ikut mencari tangan milik istrinya untuk ia gengam.


Evana yang mendengarnya, pun langsung membulatkan kedua matanya dengan sempurna.


__ADS_2