Istri Yang Kau Jandakan

Istri Yang Kau Jandakan
Ungkapan


__ADS_3

Evana yang baru saja sampai di halaman rumahnya, dibantu oleh Ardi dan Radit yang juga bersamaan sampai di rumah Evana, yakni turun dari mobilnya.


Ardi yang kesempatannya untuk mengambil hati milik istrinya, harus terganggu oleh sosok Radit yang juga ikut mengambil kesempatan untuk memberi perhatian kepada perempuan yang di sukainya.


Ardi begitu geram dibuatnya, lebih lagi harus bersaing dengan Radit, yang tidak kalah tampannya. Ditambah lagi harus bersaing dengan Reyzan, lebih sulit lagi karena memiliki hubungan suami-istri, tentu saja cukup berat untuk dijadikan saingannya, juga lebih kaya darinya, dan tampannya.


Meski Reyzan seorang duda, tetapi pesonanya tidak diragukan lagi. Bahkan, Ardi sendiri sudah menyelidikinya.


Evana yang merasa risih, berhenti di depan pintu.


"Stop. Aku masih bisa jalan sendiri, dan aku sedang tidak sempoyongan. Jadi, jangan lebay deh kalian ini." Ucap Evana mencoba untuk tidak menjadi bahan rebutan.


"Tapi, Va, aku takut kamu jatuh. Kondisi kamu kan, kata ibu bidan masih lemah. Jadi, itu alasanku karena kenapa-napa sama kamu." Jawab Radit dengan segala jurusnya untuk mengambil hati Evana.


"Ya, Va, apalagi aku. Kamu sangat berarti buat aku, mana aku tega melihat keadaan kamu yang seperti ini." Timpal Ardi ikut menunjukkan kekhawatirannya.


Takutnya, jika Radit yang akan memenangkan memberi perhatian kepada mantan istrinya.


Evana langsung melotot pada Ardi, sedangkan Nenek Muna membuka kunci pintunya.


"Mas Ardi bilang apa tadi, tidak tega melihat keadaan aku yang seperti ini?" tanya Evana cukup geram atas ucapan mantan suaminya.


Bahkan, sampai lupa dengan apa yang sudah diperbuat atas kesalahan yang pernah ditunjukkan didepan kedua matanya dengan sangat jelas. Bayangan perselingkuhan mantan suami, tak bisa lepas dari ingatannya.


Ardi yang merasa bersalah, napasnya mulai serasa sesak.


"Maaf, jangan kamu bahas lagi. Sekarang yang ingin aku lakukan, menebus semua kesalahanku sama kamu. Aku berusaha untuk mengambil hatimu, agar kamu mau memberi maaf untukku. Tidak hanya itu saja, aku ingin berdamai sama kamu." Jawab Ardi tanpa malu bicara di dekat Radit, yang dipikirannya hanya ingin mendapat maaf dari mantan istrinya.

__ADS_1


Nenek Muna yang tidak ingin semakin besar persoalannya, mencari cara untuk tidak semakin berseteru.


"Nak Eva, ayo kita masuk. Nak Radit, Nak Ardi, lebih baik kalian berdua pulang. Biar Nenek yang akan menangani Evana, Nenek masih sanggup. Gampang, nanti bisa telpon ibu bidan. Jadi, biarkan Evana istirahat." Ucap Nenek Muna yang tidak ingin kesehatan Evana terganggu.


"Tapi, Nek." Pinta Ardi yang masih keberatan untuk jauh dari mantan istrinya.


"Radit, pulanglah. Aku gak ingin ada perseteruan di rumahku, dan aku gak mau disangka yang tidak tidak oleh warga. Aku mohon, pulanglah, karena aku masih ingin tinggal di kampung halamanku ini. Hanya di sini lah satu-satunya tempat yang aku punya, jangan sampai aku diusir dari kampung ini, hanya karena ulah kalian berdua. Aku sudah mengatakannya padamu, aku sudah bersuami, tapi bukan dengan Mas Ardi." Ucap Evana yang akhirnya memberi keputusan.


"Tapi, Va. Aku mencintaimu, aku siap menerimamu dengan kondisi apapun. Aku tahu, aku salah mencintai seseorang yang sudah bersuami. Tapi, apa salahnya jika aku mengutarakan perasaan aku ini yang sudah aku pendam sejak kita masih bersama di kampung ini." Jawab Radit yang akhirnya berterus terang akan perasaannya.


Radit tidak peduli dengan jawaban dari Evana, yang terpenting dirinya sudah merasa lega akan perasaannya. Bahkan, pengakuannya diucapkan didepan mantan suaminya Evana sendiri.


Mau dibilang over, gi_la, atau buta karena cinta, maupun perkataan yang lainnya, Radit sama sekali tidak peduli.


Evana sendiri yang mendengarnya, pun tak menyangka jika Radit senekat itu. Bahkan, Ardi juga tidak menyangkalnya, jika lelaki yang menjadi saingannya bisa seberani Radit.


"Sudah aku katakan, aku masih punya suami. Jadi, maaf, dan mohon untuk pulang sekarang juga. Aku tahu maksud kalian berdua, dan aku gak bisa memenuhi permintaan kalian. Kalau untuk memaafkan Mas Ardi, aku sudah memaafkannya." Ucap Evana sebaik mungkin.


Radit yang mendengarnya, pun mengangguk mengerti. Setidaknya, dirinya sudah lega karena pengakuannya atas perasaannya kepada perempuan yang disukai.


"Ya, aku menerima jawaban darimu. Setidaknya aku sudah mengungkapkan perasaanku padamu, dan aku tidak akan mengulangi kalimatku ini selama kamu masih berstatus istrinya orang. Aku pamit, jaga kesehatan kamu dengan baik. Ingat, jangan melakukan hal ceroboh saat pikiran kamu sedang tidak akurat dengan hatimu." Jawab Radit sekaligus berpamitan.


Evana mengangguk, tanda mengerti.


Setelah Radit pulang, kini tinggallah Ardi yang belum pulang.


"Aku gak ingin tetangga dengar, dan menjadi bahan gunjingan warga. Masuk, selesaikan apa yang harus di selesaikan." Ucap Evana kepada mantan suaminya.

__ADS_1


Ardi mengangguk, dan ikut masuk kedalam rumah.


Ada perasaan lega karena masih dihargai oleh mantan istrinya, tetap penuh harap jika Evana akan menerimanya kembali. Meski Ardi tahu, itu sangatlah berat untuk bisa kembali dengan mantan istrinya.


"Silakan duduk,"


Ardi mengangguk, dan duduk di hadapan mantan istrinya.


Evana yang sudah siap untuk bicara dengan mantan suaminya, sebisa mungkin untuk tetap tenang, lebih lagi yang dihadapinya adalah lelaki yang pernah mengisi hatinya. Tentu saja, kenangan indah bersamanya masih diingat, termasuk kenangan yang sangat pahit sekalipun masih ia ingat.


"Katakan, apa yang ingin Mas Ardi katakan padaku. Satu hal lagi, jangan bertele-tele."


Ardi hanya bisa menatap mantan istrinya, perempuan yang pernah menemani hidupnya sekitar dua tahunan lamanya. Tentu saja, banyak kenangan bersamanya, juga kerinduan yang baru di sadari.


Ardi menghela napasnya, berharap semua akan baik-baik saja.


"Va, masih adakah kesempatan untukku kembali lagi bersamamu?" tanya Ardi dengan berani, bahkan tidak ada rasa canggung sedikitpun.


Evana yang mendengarnya, pun tersenyum.


Saat itu juga, Evana mengatupkan kedua tangannya tanda menolak mantan suaminya.


"Maaf, Mas. Aku sudah mempunyai suami, meski aku sendiri tidak tahu tentang kabarnya. Tapi, aku percaya, jika suatu saat nanti, aku akan dipertemukan dengannya lagi."


"Sekalipun suami kamu kenyataannya sudah menikah lagi?" tanya Ardi yang langsung memotong ucapan dari Evana.


"Itu lain lagi ceritanya, yang jelas aku masih bersuami. Jadi, aku mohon dengan sangat sama Mas Ardi, berhentilah untuk terus mendekatiku. Aku tahu jika Mas Ardi ingin kembali, tapi maaf, aku gak bisa. Sekalipun aku berpisah dengan suamiku yang sekarang ini, tetap gak akan bisa menerima Mas Ardi. Bagiku menikah hanya sekali, bukan untuk mengulangi." Jawab Evana.

__ADS_1


Ardi merasa menciut nyalinya untuk mendapatkan mantan istrinya lagi, yang mana tengah menolak dirinya.


__ADS_2