Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)

Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)
Surat perjanjian


__ADS_3

Cia melepaskan pelukan Alvian pada dirinya. Ia menatap pria itu sekilas kemudian berjalan menuju ranjang. Cia duduk di sisi ranjang dengan mata yang sembab. Alvian berjalan mendekati istrinya, mengambil piring yang di taruh di meja dekat ranjang.


"Makan dulu, nanti kamu sakit " bujuk Alvian dengan lembut. Cia menatap Alvian. Matanya terpaku menatap manik suaminya yang membuat dia tenggelam dalam mata berwarna coklat itu.


Cia tersentak ketika tangannya di sentuh Alvian. Ia dengan cepat menjauhkan tangannya dari sentuhan tangan suaminya.Alvian tersenyum kecut, Cia belum bisa menerima dirinya sebagai suaminya.


"Aku tidak lapar, aku mau tidur " ujar Cia . Ia membaringkan tubuhnya di kasur, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.Alvian menghela napas berat.ia meletakkan piring itu ke meja.


Alvian beranjak pergi menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Dia belum sholat magrib dan isya karna terlalu panik dengan keadaan Cia yang tak sadarkan diri.


Cia mengintip dari balik selimut, melihat Alvian yang masuk ke kamar mandi. Ia menghapus air matanya kasar yang terus keluar dari matanya, seakan tak mau berhenti. Cia menyibak selimut yang menutupi tubuhnya. Ia mengambil kertas dan pulpen di tas.


Cia mencatat sesuatu dalam kertas tersebut dengan wajah yang terlihat serius. Alvian keluar dari kamar mandi. Titik fokus matanya mengarah pada Cia yang duduk di meja belajar, sedang mencatat sesuatu.Alvian memilih tidak menegur karna tau pasti Cia akan menghiraukan dirinya.


Alvian menghamparkan sajadah di lantai . Ia memakai peci dan sarungnya. Pria itu mulai melaksanakan sholatnya. Alvian mengucapkan salam mengakhiri sholat yang dia laksanakannya tadi . Pria itu menengadahkan kedua belah telapak tangannya mengarah ke langit-langit, bermunajat pada sang Maha pencipta agar Cia bisa menerima dirinya sebagai suami dan imam dalam kehidupan gadis itu ,semoga Cia bisa mencintai dirinya dan dia juga bisa mencintai istrinya itu.


Berharap pada sang Pencipta pasti akan Allah wujudkan harapannya itu. Dan bila terus berharap pada manusia akan mendapatkan kekecewaan dan sakit hati.


Alvian terdiam ketika Cia menyodorkan sebuah kertas yang sudah di tulis gadis itu .Ia mengambil kertas putih tersebut dan membaca tulisan Cia yang membuatnya ingin marah tapi sadar gadis ini sedang di kuasai amarah dan tak berpikir dua kali menulis ini.


"Ini apa? " tanya Alvian pura-pura tidak paham. Cia berdecak kesal, dia sedang tidak mood untuk bicara .


"Ini perjanjian. Kalau dalam waktu satu bulan saya belum jatuh cinta sama bapak dan sebaliknya bapak juga tidak mencintai saya. Maka kita cerai " ujar Cia dengan suara lantang walau terdengar serak.


Alvian menarik pergelangan tangan Cia dengan tiba-tiba membuat gadis itu jatuh ke pangkuannya. Mata gadis itu bersitatap dengan mata Alvian yang membuat dia terhipnotis beberapa detik. Cia menggelengkan kepalanya guna menyadarkan dirinya.

__ADS_1


"Kalau saya jatuh cinta sama kamu duluan berarti tidak ada perceraian" ujar Alvian datar.


"Gak bisa gitu.Itu mah enak di bapak.Kalau bapak cinta sama saya tapi saya tidak cinta sama bapak ya tetap cerailah" sungut Cia kesal.


"Tapi dalam Perjanjian ini kamu menulis bila dalam waktu satu bulan tidak jatuh cinta berarti harus cerai. Berarti bila salah satu di antara kita jatuh cinta berarti tidak boleh cerai " ujar Alvian.


"Perasaan tadi ,aku tidak menulis seperti itu.Sini kembalikan kertasnya, aku mau ubah tulisannya" pinta Cia. Alvian menggelengkan kepalanya.


"Siniiin!! " sentak Cia berusaha mengapai kertas yang berisi perjanjian itu dari Alvian yang sengaja meninggikan tangannya.


Cia tidak bisa berdiri karna pria ini sengaja menahan pinggangnya agar tidak bisa bangkit dari pangkuannya.


Cup


Alvian tak sengaja mencium pipi Cia.Gadis itu terdiam mematung, Alvian memegangi bibirnya tak percaya telah mencium Cia. Keduanya sama-sama terdiam.


"Saya tidak sengaja, tadi kamu terlalu bergerak-gerak " ujar Alvian membela diri.


"Alah!Bilang aja bapak lagi modus sama saya . Mana ada maling mau ngaku! " celetuk Cia langsung bangkit dari pangkuan Alvian dengan wajah kesal dan mendengus geram.


*****


Albian termenung memikirkan bagaimana cara untuk meminta maaf dengan Cia dan juga agar gadis itu mau melanjutkan pernikahan yang sempat tertunda kemaren.Devia memasukkan barang-barang Albian dalam tas karna malam ini putranya di perbolehkan pulang oleh dokter .


Skala membantu istrinya memasukkan baju Albian dalam tas. Ia tersentak ketika Devia menyikut lengannya.

__ADS_1


"Mas, kenapa Albian dari tadi melamun terus? Apa dia masih tidak terima Tiara membohongi dia? " tanya Devia pada Skala yang memang tak tau apa-apa dengan masalah ini . Karna saat kejadian Tiara datang ke rumah sakit ini dia tidak ada di TKP.


"Aku tidak tau, sayang. Kan kamu yang ada ruangan ini " sahut Skala.


"Iya juga. Tapi menurut kamu, bagus tidak Albian tidak jadi sama Tiara? " tanya Devia lagi.


"Iya bagus. Apalagi sudah ketahuan Tiara pura-pura hamil, walau niatnya agar Albian tidak meniggalkannya tapi cara dia itu salah " jawab Skala menatap kearah Albian yang duduk bersandar di brankar .Melamun.


"Dia juga bukan hanya menginginkan Albian tapi mau menguras harta kita ,mas. Untung aku pintar " ujar Devia memuji dirinya sendiri.


"Iya, kamu pintar sayang.Tapi lebih baik jangan membicarakan keburukan Tiara lagi. Jatuhnya kita sedang menghibahinya" nasehat Skala mengusap kepala Devia yang tertutup dengan hijab.


"Iya,maaf ya mas" sahut Devia tertunduk merasa bersalah.


"Iya sayang. Lebih baik kamu suruh Albian siap-siap untuk pulang dari tadi melamun terus " suruh Skala yang di angguki Devia.


Devia berjalan mendekati putranya.


"Albian ayo kamu siap-siap dulu, sebentar lagi kita mau pulang" ujar Devia . Albian menatap Devia dengan wajah muram. Tanpa berkata apapun ia turun dari brankar mengambil baju gantinya dan masuk ke dalam kamar mandi mengganti pakaian rumah sakit dengan pakaian yang sudah di siapkan Devia.


Bersambung...


***MAAF YA BARU UPDATE 🙏


KARNA LAGI GAK ENAK BADAN SAMA LAGI GAK MOOD BUAT CERITA HEHEHE...

__ADS_1


TAPI TENANG BESOK AKU AKAN UPDATE YANG BANYAK DAH, KALAU BISA DUA BAB***


__ADS_2