
...Kamu tidak akan pernah terganti sampai kapanpun...
Gadis yang mengenakan dress merah maron masuk ke dalam ruang kerja Alvian. Aroma maskulin khas milik Alvian sangat tercium di indra penciuman Cia. Ia masuk ke dalam ruangan yang di dominasi warna abu-abu tersebut.
Cia mendudukkan dirinya di kursi kerja Alvian.Ia menyandarkan punggungnya di bahu kursi yang berwarna coklat tersebut seraya memejamkan matanya menghirup aroma yang sangat ia rindukan. Membayangkan bila Alvian berada di sisinya dan membelai pipinya dengan sangat lembut.
Perlahan air mata lolos begitu saja dari matanya yang masih terpejam. Rasa sesak itu diam-diam merayap ke hatinya. Ingatan saat bersama Alvian berputar-putar dalam ingatannya saat ini.
Cia membuka matanya yang sudah memerah dan berair. Tangannya mencengkram dadanya yang begitu sesak, membuat ia tidak bisa menghirup oksigen beberapa saat . Matanya Cia tak sengaja melihat sebuah kotak hitam yang berada di sisi tempat meletakkan pulpen.
Tangannya terulur mengambil kotak tersebut dan perlahan membukanya. Sebuah cincin berlian perak dan selembar surat yang di lipat.Cia mengambil surat tersebut perlahan membukanya.
Untuk istriku
Selamat ulang tahun sayang.Sekarang istri ku sudah bertambah umur yang ke-24 tahun. Aku mungkin hanya bisa memberikan kamu hadiah sebuah cincin .Mungkin nampak biasa bagi kamu tapi cincin itu memiliki makna yang begitu besar bagiku . Aku mendesain bentuk cincin tersebut dengan batu permata berbentuk hatiβ€. Sebagai simbol bahwa hati aku sudah menjadi milik kamu seutuhnya . Kamu berhasil bertahta di hati ku, Cia.
Aku ucapan terimakasih karna kamu sudah bisa menerima pernikahan ini. Terimakasih sudah membuka hati mu untuk ku dan mengizinkan aku menorehkan namaku di hati kamu, sayang.
Aku bahagia karna kamu sudah mengandung buah cinta kita berdua.Semoga dengan adanya anak di antara kita berdua , pernikahan kita terjalin semakin kuat dan tidak akan pernah ada kata cerai.
Aku minta maaf bila belum bisa menjadi suami yang kamu harapkan. Tapi percayalah aku akan membuat kamu menjadi wanita paling bahagia di dunia ini.
I LOVE YOU, FELICIAβ€
"I love you to, mas Alvian" lirih Cia memeluk surat yang di tulis dua minggu yang lalu.
__ADS_1
Cia tidak menyangka di hari ulang tahunnya saat ini. Ia harus kehilangan orang yang paling ia cintai dan sayangi. Sekarang harapan Alvian selamat dari kecelakaan pesawat itu sudah tidak ada lagi. Yang bisa dia lakukan mengikhlaskan walau hatinya menjerit tak rela harus berpisah dari Alvian untuk selama-lamamya.
Kenapa takdir hidupnya sangat menyedihkan seperti ini. Apa belum cukup kedua orang tua kandungannya sudah meninggalkannya .Rasa kehilangan itu masih belum seutuhnya pulih di benaknya dan sekarang Tuhan kembali mengambil satu-satunya orang yang paling dia cintai dan sangat berpengaruh dalam kehidupannya.
Dua kali kehilangan orang yang di sayangi dan harus merasakan kehilangan lagi.Menjadi janda di umur yang sangat muda dan sedang mengandung, pikir Cia.Gadis itu menangis dan kasihan pada dirinya sendiri.
πππππ
Hueek hueek
Cia mencengkram sisi wastafel erat, memuntahkan seluruh isi dalam perutnya yang hanya cairan bening yang terus ia keluarkan. Air mata terus menetes dari manik indahnya. Cia menatap pantulan dirinya di cermin yang makin kurus dan mata panda selalu menghiasi di bawah kelopak matanya.
Dengan tubuh yang begitu lemas. Cia berjalan keluar dari kamar mandi. Ia membuka lemari pakaian milik Alvian. Gadis itu membaringkan tubuhnya di kasur. Tak henti-hentinya Cia menghirup aroma kemeja yang masih beraroma tubuh Alvian meski sudah di cuci. Rasa mual dan ingin muntah perlahan menghilang.
Tidak ada kegiatan apapun yang Cia lakukan. Ia hanya berada dalam kamar dan terkadang ke ruang kerja Alvian. Sudah satu minggu lebih juga ia tidak masuk kuliah. Hidupnya saat ini begitu hambar dan hampa.
πππππ
Shalla menangis sesegukan dalam pelukan Albian. Mereka semua sangat bahagia, Alvian selamat dalam kecelakaan pesawat itu. Pihak rumah sakit Bali menelpon Skala karna yang hanya Alvian ingat dan hafal nomor telpon sang Papah.
"Abang boleh peluk " pinta Dira dan Dila bersamaan. Devia menguraikan pelukannya pada Alvian.
"Boleh " ujar Alvian. Adik kembar tidak identik itu memeluk Alvian erat, menangis bahagia dan bercampur haru. Mereka benar-benar terpukul saat tahu Alvian di nyatakan meninggal dalam kecelakaan pesawat itu.
Ini sebuah mukjizat dari Tuhan yang telah menyelamatkan Alvian di saat semua penumpang yang lain tidak di nyatakan tidak selamat.
__ADS_1
Mata Alvian menatap sekitar ruangan seolah mencari seseorang .
"Kamu mencari apa, nak? " tanya Skala yang melihat Alvian yang seperti mencari sesuatu.
"Cia mana?Apa dia tidak ikut menjenguk aku ? " tanya Alvian.
"Maaf Alvian. Mamah sampai lupa memberitahu Cia kalau kamu masih hidup dan sedang di rawat di rumah sakit,Bali. Kami terlalu senang sampai lupa memberitahukan Cia dan keluargannya.Nanti Mamah telpon Cia ya" ujar Devia.
Mereka semua benar-benar lupa untuk memberitahukan Cia , karna saking senangnya mendengar Alvian selamat dan langsung memboyong semua keluarganya menuju ke Bali.
"Apa mau Papah telpon sekarang, Cia? " tawar Skala.
Alvian menggelengkan kepalanya "Tidak usah, Pah . Cia sedang hamil dia tidak boleh terlalu kelelahan.Aku mau secepatnya keluar dari rumah sakit dan pulang ke Jakarta" ujar Alvian.
"Tapi keadaan kamu masih sangat lemah, Alvian. Biar Cia yang nyusul ke sini " ujar Devia.
"Mah, Cia itu sedang hamil apalagi bila naik pesawat dia nantinya makin mual " sahut Alvian.
"Dulu pas Mamah hamil enggak mual-mual saat naik pesawat.Kamu cuma terlalu khawatir dengan keadaan Cia" ujar Devia.
"Begini saja, Alvian kita bawa pula ke Jakarta dan langsung kita rujuk ke rumah sakit yang ada di sana.Untuk melakukan pemulihan. Biar Papah yang akan mengurus ke pindahan Alvian " ujar Skala.
"Iya, aku setuju, Pah " sahut Albian.
"Untung kamu masih hidup Alvian, padahal niatnya aku mau menikahi Cia " ujar Albian yang langsung mendapat tatapan tajam Alvian.
__ADS_1
"Jangan melotot kayak gitu matanya. Itukan kalau seandainya kalau kamu benar-benar sudah tidak ada lagi. Sekarang kamu masih hidup jadi aku mengurungkan niatku untuk menikahi Cia " ujar Albian dengan nada bercanda.