Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)

Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)
Penyelamatan


__ADS_3

...Bila seorang pria memperlakukan dirimu layaknya seorang putri. Percayalah, ia di besarkan oleh seorang ratu. Yang mengajarkan bagaimana memperlakukan seorang wanita dengan baik. ...


...(Windanor) ...


...Bila kau ada masalah yang tidak bisa di selesaikan, pandanglah wajah ahlul bait Rasulullah. Maka masalah mu akan selesai seketika....


Happy reading


"Lepasin aku... Akhh.. " Cia tidak bisa menahan untuk tidak mengeluarkan suara laknat itu dari mulutnya ketika Rayyan menyesap dan mengigit kecil lehernya.


"Apa kamu menyukainya, Cia? " goda Rayyan membuka satu persatu kancing bajunya dengan tatapan matanya yang terus berfokus pada mantan adik tirinya yang masih terbaring di sofa.


Cia tidak menyia-nyiakan kesempatan ketika Rayyan bangkit dari atas tubuhnya.Ia langsung menendang perut Rayyan hingga jatuh dari sofa.


"Awws!....Cia!!" teriak Rayyan geram.


Cia bangkit dari sofa. Ia berlari kearah pintu keluar. Gadis itu memutar tuas pintu yang sudah di kunci oleh Pria tersebut. Rayyan yang melihat Cia kesusahan membuka pintu itu pun tertawa, membuat Cia berbalik ,menoleh menatap kearahΒ  Rayyan yang bangkit dari lantai .


"Apa kamu mencari ini, baby? " ujar Rayyan mengangkat tangannya, memperlihatkan kunci yang sudah dia pegang. Dengan senyuman menyeringai.


"Kembali kuncinya, atau aku akan teriak dan mengadukan perbuatan kamu pada bapak Alvian!!" ancam Cia, dengan mengusap kasar air matanya yang terus menetes.


"Kalau kamu mau kunci ini, sini mendekatlah, baby" ujar Rayyan. Cia menggelengkan kepalanya. Ia tak sebodoh itu, dia yakin pasti Rayyan akan melakukan sesuatu padanya, bila dia mendekati pria tersebut.


"Aku tidak mau!Dan cukup Rayyan!!Aku salah apa sama kamu, hingga kamu menganggu kehidupan aku? Apa belum cukup kamu merebut semuanya dari aku, hah? Apa kamu tidak puas membuat aku menderita?!Biarkan aku hidup tenang, aku ingin seperti wanita lain di luaran sana, hidup bahagia" ujar Cia dengan nada lirih.Menyatukan kedua telapak tangannya, memohon.


Rayyan menggelengkan kepalanya "Sampaikan kapan pun aku tidak akan melepaskan kamu!! Bahkan suami kamu itu tidak akan bisa menghalangi keinginan ku untuk memiliki mu!! Aku akan menghancurkan Alvian, lihat saja" ujar Rayyan dengan nada ancaman.


🍁🍁🍁🍁🍁


Alvian berjalan kearah ruangannya. Ia memutar ganggang pintu yang terkunci dari dalam , membuat kening pria itu berkerut.


"Cia kenapa pintunya di kunci" gumam Alvian yang mengetuk-ngetuk pintu.


Cia menoleh kearah pintu. Ia langsung mendekati pintu tersebut.


"Cia kamu di dalam? " ujar Alvian sedikit berteriak.


"Bapak tolong aku, pak!! Bapak Alvian tolong aku-" Rayyan langsung membekap mulut Cia, membuat gadis itu tidak bisa mengeluarkan suara.


"Cia, kamu kenapa? Cia jawab aku, kamu kenapa?! " tanya Alvian yang tidak mendapatkan sahutan dari dalam.


Cia berusaha melepaskan bekapan tangan Rayyan dari mulutnya. Tapi pria itu memegangi dua tangannya dengan satu tangan dan tangan satunya membekap mulutnya.

__ADS_1


Alvian berjalan menuju jendela kaca ruangannya. Beruntung gorden tidak dia tutup membuat ia bisa melihat dari dalam ruangannya. Mata Alvian membulat sempurna melihat Rayyan membekap mulut Cia dan satu tangannya memegangi tangan Cia.


Bug bug bug


Suara pukulan dari luar membuat Cia dan Rayyan menatap kearah jendela kaca tempat Alvian menatap keduanya dengan pandangan mata yang sudah berapi-api.


"Rayyan , brengsek, bajingan!! Lepaskan istri ku. Jangan sentuh dia!! " teriak Alvian dari luar jendela kaca dengan mata yang memerah. Urat di lehernya begitu nampak jelas, rahangnya mengeras.


Rayyan tersenyum licik. Ia mencium pipi Cia cukup lama, dengan pandangan mata menatap kearah Alvian. Seakan memancing amarah dan emosi pria tersebut.


"RAYYAN, JANGAN KURANG AJAR DENGAN ISTRI KU!!JANGAN SENTUH ISTRI KU!!" teriak Alvian menggedor-gedor kaca jendela.


Alvian menatap sekitar, mencari benda yang bisa memecahkan jendela kaca ini. Karna hanya jendela kaca ini jalan satu-satunya untuk dirinya bisa masuk kedalam. Alvian mengambil batu besar yang terletak di sampai pot tanaman.


Suara pecahan jendela kaca membuat Rayyan terbelalak melihatnya. Cia tersenyum melihat Alvian memecahkan jendela kaca tersebut. Pria itu memaksakan tubuhnya masuk kedalam ruangan tersebut melalui jendela kaca yang sudah di pecahkan. Alvian meringis merasakan sakit saat kaca yang masih tersisa di sisi jendela menusuk bahunya.


Alvian tidak bisa berpikir lebih lama lagi bila sudah menyangkut keselamtan istrinya . Ia langsung menjatuhkan dirinya ke dalam ruangan dengan baju kemeja yang sudah sobek di bagian bahu kirinya dan darah yang mengalir dari bahunya karna goresan kaca dari Jendela tersebut.


Rayyan mundur beberapa langkah dan masih membekap mulut Cia. Alvian berjalan maju dengan tatapan yang mengerikan seakan Rayyan adalah santapan makanan.


"Jangan mendekat, atau Cia akan aku... " Rayyan mengeluarkan sebuah pisau kecil dengan mata pisau yang tajam.


Alvian mendengus geram. Ia menatap Cia dengan memberikan isyarat melalui mata yang mengarah pada bawah celana Rayyan. Cia yang seakan paham dengan isyarat mata sang suami langsung meremas pedang pusaka milik Rayyan dengan kuku tajamnya yang begitu menusuk.


Alvian mendorong pelan Cia agar mundur kebelakang .Ia mengangkat meja yang ada di depannya dan langsung melepaskannya kearah Rayyan yang belum siap dengan serangan Alvian karna menahan sakit di benda pusakanya.


Bugh


Meja itu langsung jatuh tepat di tubuh Rayyan yang langsung jatuh telentang di lantai dengan tindihan meja di atas tubuhnya. Pria itu meringis merasakan sakit di bagian perut dan kakinya.


"Bangun!Rayyan!!" teriak Alvian yang berusaha menahan perih dan sakit di bagian bahunya yang terus mengeluarkan darah.


Rayyan yang seakan masih memiliki keberanian menyingkirkan meja yang terbuat dari kayu jati itu. Ia bangkit dari lantai. Rayyan langsung berjalan cepat kearah Alvian dengan pisau yang siap menusuk ke perut Alvian.


Bugh


Satu tendang dari Alvian membuat Rayyan kembali jatuh ke lantai. Ia kembali bangkit, ambisinya untuk menghancurkan Alvian dan memiliki Cia membuat ia tidak ingin mengalah.


"Aku akan menghancurkan kamu Alvian!! " teriak Rayyan, mengambil asbak rokok yang terbuat dari kaca di lantai.Ia langsung melepaskannya kearah Cia.


Alvian melihat itu dengan langkah cepat memeluk Cia, menyembunyikan kepala istrinya di dalam dekapannya.


Bugh

__ADS_1


Tepat sasaran. Asbak itu jatuh mengenai kepala Alvian. Rayyan tersenyum kemenangan. Ia tau sekarang kelemahan Alvian adalah Cia .


Gadis itu meraba kepala belakang Alvian yang memeluknya erat.


"Bapak darah.Kepala bapak luka " lirih Cia menatap telapak tangannya.


Alvian berbalik menatap Rayyan yang tersenyum remeh.


Brakk


Suara bantingan pintu yang terbuka dengan kasar, membuat atensi ketiganya teralihkan , menatap Albian di ambang pintu yang menatap kearah Alvian yang sudah menatap sayu dengannya. Albian beralih menatap Rayyan yang tampak kaget melihat dirinya. Sepertinya pria ini tidak tau bila Alvian memiliki kembaran.


"A-alvian punya kembaran? " ujar Rayyan gagap.


"Beraninya anda melukai Alvian dan Cia " desis Albian dengan penuh penekanan.


Albian meleparkan bubur yang dia beli tadi kearah Rayyan yang refleks menangkap bubur tersebut bersamaan dengan tendangan dari Albian di perut Rayyan.


Buk


Tubuh Rayyan langsung terjatuh ke lantai. Albian mendekati Rayyan yang meringis kesakitan, memegangi punggungnya.


Albian mengacungkan jari tengahnya πŸ–•pada Rayyan dengan senyuman mengejek. Dalam dunia fiksi ketika seseorang mengacungkan jari tengahnya pada musuh yang sudah tak berdaya , menandakan musuh tersebut banci karna tidak bisa menyelesaikan perkelahian.


Rayyan mendengus geram pada Albian apalagi senyuman tengilnya yang menyebalkan.


Buk


Alvian jatuh pingsan ke lantai karna banyaknya darah yang terus keluar dari bahu dan belakang kepalanya .


"Bapak bangun!! Bapak Alvian bangun!! " teriak Cia meletakkan kepala Alvian di pahanya, menepuk-nepuk pipi pria tersebut.


"Albian tolong! Pak Alvian pingsan!! " teriak Cia, membuat Albian menatap kearah Cia dengan mata yang membola.


Albian bergegas mendekati kembarannya dan mengangkat tubuh Alvian yang sama besar seperti tubuhnya.


"Astaghfirullah! Berat banget. Cia telpon ambulan" suruh Albian yang di angguki Cia. Gadis itu menelpon ambulan .


Sedangkan Rayyan sudah tidak ada lagi di ruangan ini. Entahlah, mungkin pria itu sudah kabur.


Apakah kalian puas?!!


*Bila ada kesalahan dalam tulisan saya atau typo tandai, ya.

__ADS_1


Banjarmasin*....


__ADS_2