
...Cinta hadir diantara kita saat perpisahan itu telah tiba...
...{Ria}...
"Saya terima nikah dan kawinnya Ria Ariani binti Abdul Rahman dengan mas kawin uang tunai sebesar 1 juta rupiah dan seperangkat alat sholat di bayar tu-nai! "
Sekali tarikan napas Aldi mengucapkan ijab qobul dengan lancar tanpa kendala apa pun. Namun rasa gugup masih menjalar di seluruh tubuhnya. Ria masih termenung dengan tatapan kosong , mata yang membengkak karna terlalu lama menangis dan wajah yang tampak pucat.
Ria masih belum percaya Rayyan secepat ini meninggalkan dirinya dan Raja. Pria yang berhasil membuat rasa kebenciannya melebur, di gantikan dengan rasa sayang dan menjadi sosok yang sangat berarti bagi dirinya tapi apalah daya takdir seolah selalu mempermainkan perasaan Ria yang selalu gagal saat akan ingin bersatu dengan orang yang dia cintai.
Dia sudah gagal mendapatkan Albian dan kini harus kehilangan Rayyan. Pria yang begitu tulus merawat dan menjaganya. Tidak butuh waktu lama bagi Ria melabuhkan hatinya pada Rayyan. Lalu, bagaimana dia bisa menjalani pernikahan dengan Aldi, pria yang tidak ia kenal sama sekali. Dan ia sadar Aldi menikahi dirinya karna kasihan bukan cinta. Bisa terlihat jelas di mata pria tersebut.
"Bagaimana para saksi? " tanya Pak penghulu menatap sekitar pada para saksi berjumlah 10 orang yang merupakan dokter dan pegawai rumah sakit lainnya.
"Sah!"
"Sah!"
Seru para saksi dengan suara yang menggema di dalam mushola rumah sakit yang tidak terlalu besar ataupun kecil. Semua orang mengangkat kedua belah tangan termasuk Aldi dan Ria. Do'a di pimpin langsung oleh Pak penghulu dengan hikmat.
__ADS_1
"Silahkan Mbak Ria cium tangan suaminya, sebaliknya Mas Aldi cium kening istrinya, " ujar Pak penghulu pengarahkan.
Ria meraih tangan Aldi dengan gemetar. Ia mengecup punggung tangan suaminya dengan keringat dingin yang membasahi wajahnya dan jantung yang berdegub kencang. Kini, Aldi hendak mencium kening Ria, tapi belum bibirnya menyentuh kening sang istri, pria itu sudah menjauhkan wajahnya. Ria menatap Aldi dengan senyuman miris.
Sadar, mana ada pria yang mau menyentuh dirinya yang merupakan bekas pria lain. Pasti Aldi jijik pada dirinya hingga tidak mau mencium keningnya. Bukannya dia mengharapkan Aldi menciumnya tapi seolah pertanda bila pria tersebut benar-benar terpaksa menikahi dirinya.
Apakah pernikahannya akan berakhir bahagia seperti cerita novel yang pernah dia baca atau berakhir di persidangan.
🍄🍄🍄🍄🍄
Ria mengikuti Aldi dari belakang. Mereka berdua masuk ke dalam kamar hotel yang sudah di booking oleh Aldi untuk satu malam. Besok mereka berdua akan pulang ke Surabaya, tempat tinggal Aldi.
"Cih! Buat apa menutup mata bukannya sudah biasa melayani pria di ranjang, " ucap Aldi dengan kata-katanya yang pedas.
Jleb
Tiba-tiba rasa sesak langsung di rasakan oleh Ria yang berdiri di sisi kasur.Ucapan Aldi secara tidak langsung merendahkan dirinya sebagai seorang wanita. Mungkin Aldi mengira bila dirinya bekerja di club sebagai pelacur padahal tidak, dia hanya bertugas mengantarkan minuman dan juga merangkap sebagai tukang bersih-bersih di club tersebut. Apalagi membersihkan kamar-kamar yang sering di gunakan untuk melakukan hubungan bercinta oleh muda-mudi yang tidak memiliki ikatan pernikahan.
Aldi masuk ke kamar mandi setelahnya. Ria langsung mendudukkan dirinya di sisi kasur dengan rasa sesak dan hati yang masih perih dengan ucapan Aldi yang masih berputar-putar di kepalanya.
__ADS_1
Ria mengambil tasnya di meja dan mencari-cari sesuatu. Ia membuka amplop yang di berikan oleh Rayyan sebelum operasi mata di lakukan.
Dengan menarik napas panjang, dan tangan yang gemetar. Perlahan Ria membuka isi amplop tersebut yang berisi surat.
Untuk Ria
Walau aku tidak ada lagi di samping kamu. Tapi percayalah aku masih bisa melihat kamu dan perkembangan anak kita sampai dewasa nanti , melalui mata kamu yang aku donorkan.Maaf semua kesalahan yang telah aku lakukan pada kamu, Ria. Aku berdo'a semoga kamu mendapatkan pria yang mencintaimu dengan tulus.
Tapi satu hal yang harus kamu tahu. Aku mencintaimu tanpa aku sadari perasaan ini sudah tertanam di hati ku untuk kamu Ria. Perasaan cinta yang tidak pernah aku rasakan selama ini . Setiap jam, menit dan detik sangat berharga bagiku saat bersama kamu.
Tolong jaga Raja, didik dia menjadi pria yang baik dan bisa menghormati wanita. Bukan seperti aku yang merupakan pria brengsek dan bajingan yang tidak pantas di panggil Ayah bagi putra kita.
Aku mencintaimu Ria
Air mata tidak bisa di bendung lagi oleh Ria. Air matanya menetes membasahi surat tersebut.
"Aku juga mencintai kamu, Rayyan." Lirih Ria di sela-sela tangisnya.
...TAMAT....
__ADS_1
Mohon maaf bila selama menulis cerita (ISTRI KU MAHASISWI KU , season 2) ada kata-kata yang menyinggung para pembaca. Tolong maafkan saya yang merupakan author dari cerita ini bila banyak salah. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita saya.