Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)

Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)
Penjelasan


__ADS_3

"Awws,pelan-pelan, Al" ringis Agatha merasakan sakit saat Alvian memberikan obat merah di jari kaki tengahnya.


"Tahan sebentar lagi" sahut Alvian yang fokus mengobati kaki perempuan tersebut.


Agatha menatap Alvian dengan tatapan yang sulit terbaca. Bibirnya berkedut mengulas sebuah senyuman di bibir manisnya. Agatha tidak bisa menahan rasa bahagianya. Ia bisa bertemu lagi dengan seorang yang pernah singgah di hatinya dan kini orang tersebut ada di depannya.


"Kamu kenapa tiba-tiba ke rumah aku mendadak dan kenapa jari kaki kamu sampai luka seperti ini? " tanya Alvian di sela-sela mengobati kaki Agatha.


"T-tadi kaki aku kejepit di pintu mobil" alibi Agatha. Alvian mengernyitkan dahinya bingung. Bagaimana bisa jari kaki tengah bisa terjepit di pintu mobil?Sedangkan yang di tatap terlihat gugup dengan tatapan Alvian yang begitu membuat hatinya bergemuruh.


"Emm.... Kamu tinggal sendiri di sini, Alvian? " tanya Agatha.


Alvian langsung terdiam di tanya seperti itu. Ia langsung ingat karna meninggalkan Cia di kampus. Alvian mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan itu tidak lepas dari tatapan Agatha yang terlihat penasaran karna wajah Alvian berubah terlihat panik.


Alvian menelepon beberapa kali tapi Cia tidak mengangkat telponnya.


"Kamu telpon siapa , Al? " tanya Agatha yang mulai penasaran.


Alvian menoleh menatap Agatha tanpa melepaskan ponsel yang terus melekat di telinganya.


"Aku menelpon, Cia. Tapi tidak di angkat-angkat juga telpon dari aku " jawab Alvian yang sibuk mengotak-atik ponselnya.


Agatha mengangkat satu alisnya. Dia bertanya-tanya dalam hatinya tentang siapa itu Cia? Lamunan Agatha langsung pecah saat Alvian memanggilnya.


"Agatha" panggil Alvian membuat perempuan itu menatap kearahnya.


"Iya, Al. Ada apa? " tanya Agatha.


"Kamu aku tinggal dulu. Aku mau menjemput istri aku " ujar Alvian.


Agatha langsung mematung dengan raut wajah yang nampak terkejut . Ucapan Alvian sedikit membuat dadanya sesak.


"Iya, Al. Aku tidak masalah kamu tinggal lama juga di sini tidak papa, santai aja" ujar Agatha berusaha menormalkan raut wajahnya seperti biasa.


Alvian menganggukkan kepalanya dan langsung mengambil langkah lebar keluar dari rumahnya. Bahu Agatha langsung merosot setelah kepergian Alvian dan menjatuhkan bibirnya ke bawah. Kemaren gagal mendapatkan pria itu karna ia mencintai Kanaya tapi sekarang dia harus menelan pil pahit , Alvian sudah memiliki istri.

__ADS_1


"Aku sudah rela-rela datang dari Pontianak demi bisa bertemu Alvian dan ingin memperjuangkannya kembali tapi apa? Pria itu sudah mempunyai istri.Sia-sia aku kerja jadi dosen di Jakarta kalau Alvian sudah ada yang punya" gerutu Agatha mengerucutkan bibirnya kesal.


🍁🍁🍁🍁🍁


Semilir angin membelai lembut rambut seorang gadis yang tengah duduk di sebuah kursi yang menghadap langsung ke sebuah danau. Tampak air mata menetes dari manik mata indahnya. Cia menghapus air matanya kasar. Ia mengambil sebuah batu kecil dan melemparkannya dengan kuat guna meluapkan kekesalan dan cemburunya.


Sebuah sapu tangan tiba-tiba muncul di depan Cia membuat ia mendongak menatap orang yang menyodorkan kain berwarna hitam dengan garis abu-abu. Albian langsung melemparkan senyum manis pada Cia.


"Ini, ambil untuk menghapus air mata kamu. Tenang ini sapu tangannya baru ,belum saya pakai dan bukan bekas saya juga" ujar Albian sambil terkekeh. Sedangkan Cia menatap datar pada Albian.


"Tidak usah sok baik sama saya! Ternyata pak Alvian sama bapak Albian tidak ada bedanya. Hobi menyakiti hati saya! " kesal Cia dengan nada ketusnya. Ia memberikan tatapan sinis pada Albian yang tidak menghiraukan tatapannya.


Albian duduk di sebelah Cia. Membuat gadis itu menggeser tubuhnya untuk menjauh dari Albian.


"Kamu kenapa nangis seperti ini? " tanya Albian dengan lembut.


Cia memejamkan matanya sejenak , ia sudah mulai tenang saat sendirian di sini dan sekarang emosinya mulai kembali naik setelah kehadiran Albian. Apalagi melihat wajah pria ini yang mirip dengan Alvian membuatnya ia ingin sekali mencakar wajah Albian meluapkan emosi, kesal dan cemburunya.


Albian meraih tangan Cia membuat gadis itu langsung menarik kasar tangannya dari genggaman mantan calon suaminya itu . Albian menghela napas berat ketika mendapatkan penolakan dari Cia bahkan gadis ini tidak mau mengambil sapu tangan yang ia sodorkan.


"Bapak enak ngomong kaya gitu.Bapak pikir melupakan hal yang begitu menyakitkan itu seperti membalikkan telapak tangan, hah!! Bapak Albian tidak tau betapa kecewa, marah dan hancurnya hati saya saat di hari pernikahan yang harusnya bahagia tapi apa? Saya malah di bohongi dan kembaran bapak yang menggantikan posisi bapak Albian sebagai mempelai pria. Ini bukan masalah saya masih cinta atau tidak, sama bapak. Tapi saya tidak bisa melupakan itu semua, saya merasa di tipu" ujar Cia tertunduk dalam dengan air mata yang menetes.


Albian makin merasa bersalah atas semua yang membuat Cia seperti ini. Andai dia tahu kalau Tiara hanya mengharapkan hartanya dan pura-pura hamil, pasti pernikahan itu akan tetap berlangsung dan dia pasti hidup bahagia dengan Cia.


"Cia, Albian"


Seseorang memanggil keduanya membuat Albian dan Cia langsung menoleh menatap Alvian yang berdiri di belakang mereka yang tengah duduk . Pria itu berjalan mendekati keduanya dan matanya langsung fokus pada Cia yang tampak jelas matanya yang sembab seperti orang habis menangis.


"Kamu kenapa nangis? Apa Albian melakukan sesuatu sama kamu? " tanya Alvian membungkukkan badannya sedikit melihat wajah Cia yang tertunduk.


Alvian langsung melihat kearah Albian yang diam tak bergeming.


"Kamu apakan Cia dan buat apa kamu sama Cia berduaan di sini? Apa jangan-jangan kamu mau merebut Cia dari aku " tuding Alvian menatap tajam pada kembarannya.


Albian menyugarkan rambutnya yang mulai panjang ke belakang. Ia berdiri dan memposisikan dirinya berdiri berhadapan dengan Alvian.

__ADS_1


"Aku yang sengaja bertemu dengan Cia dan satu hal yang harus kamu tau, bukan aku yang membuat Cia menangis tapi kamu " ujar Albian menunjuk dada Alvian dengan telunjuknya.


Alvian yang mendengar itu mengernyit bingung. Dia merasa tidak melakukan kesalahan apapun atau menyakiti Cia .


"Sebelum Cia masuk ke dalam rumah dia mendengar suara wanita mendesah dan sudah pasti kamu sedang melakukan hubungan.. "Belum sempat Albian menyelesaikan ucapannya Alvian langsung memukul rahang kembarannya.


" Jaga ucapan kamu "ujar Alvian mengacungkan jari telunjuknya pada Albian yang meringis merasakan sakit di rahangnya. rasanya rahangnya ini ingin copot.


" Aku tidak melakukan hubungan apapun dengan wanita lain apalagi melakukan hubungan yang kamu sebutkan tadi "bantah Alvian dengan penuh penekanan.


" Terus kenapa aku mendenger suara wanita di dalam rumah seperti menjerit kesakitan.Berarti bapak ada main sama wanita lain di belakang aku! "kini Cia yang membuka suara yang terdengar serak.


Alvian menatap kearah Cia. Ia menggelengkan kepalanya membantah apa yang di tuduhkan oleh sang istri.


" Aku tidak selingkuh apalagi ada main dengan wanita lain. Kamu hanya salah paham, Cia. Aku akui memang ada wanita di dalam rumah "belum sempat menyelesaikan ucapannya Cia langsung memotong.


" Berarti bapak ada main di belakang aku! "ujar Cia dengan suara yang meninggi.


" Cia dengarkan penjelasan aku selesai dulu , jangan langsung di potong "ujar Alvian berdecak.


" Jadi suara wanita yang menjerit kesakitan itu adalah teman waktu SMA aku dulu namanya Agatha. Sebenarnya setelah ngantarkan kamu, aku langsung ke kantor karna ada masalah penting di kantor yang harus di selesaikan. Saat aku mau balik lagi ke kampus Agatha menelpon aku dan mengatakan sudah berada di depan rumah aku ,apalagi Agatha di sambungan telpon terdengar seperti menahan sakit jadi aku langsung balik ke rumah untuk menemuinya. Saat aku menemuinya, aku melihat jari kaki tengahnya berdarah dan dia bilang terjepit di pintu mobil . Jadi saat kamu mendengar suara jeritan wanita yang kamu kira suara mendesah itu si Agatha yang menahan sakit karena aku tengah mengobati lukanya "jelas Alvian hampir tersengal karna terlalu panjang bicara.


Cia menatap Alvian dan menyipitkan matanya menyelidik , mencari kebohongan di mata suaminya tapi yang dia dapatkan ke jujuran Alvian.


" Okey, aku percaya. Tapi aku mau bertemu langsung dengan wanita itu dan meminta penjelasannya juga, bisa saja bapak berbohong "ujar Cia yang membuat Alvian menghela napas panjang.


" Cih, palingan berbohong "ujar Albian berusaha memprovokasi Cia.


Pletak


Alvian langsung menghadiahkan sebuah pukulan di lengan Albian cukup keras,membuat sang empu meringis kesakitan.


" Jangan sampai aku membuat kamu pulang tinggal nama "ancam Alvian dan tentunya itu hanya sebuah gertakan.


Bersambung....

__ADS_1


Maaf ya baru update. Biasalah mood sering buruk jadi malas update 😄.


__ADS_2