
...Saat orang-orang sibuk memikirkan agar cepat menikah. Maka saya sibuk memikirkan agar cepat kaya raya tanpa harus bekerja...
...(Winda) ...
Albian memarkirkan mobilnya di garasi. Ia mengkerutkan dahinya melihat mobil sedan berwarna hitam terparkir di pekarangan rumahnya. Pria itu masuk ke dalam rumah. Ia langsung di suguhkan olehΒ seorang gadis dengan pakaianΒ minim mengekspor paha putih mulusnya.
Albian mendekati gadis yang duduk bersandar di sofa. Matanya fokus memperhatikan gadis yang warna rambutnya seperti pelangi.
"Albian" panggil Devia menepuk bahu putranya yang langsung terkejut.
"Mamah ngagetin" gerutu Albian mengusap dadanya "Mah, itu siapa? " tanya Albian menunjuk gadis yang belum menyadari kehadirannya.
Devia menarik Albian supaya menjauh dari gadis tersebut agar tidak mendengar obrolan mereka berdua. Devia menatap gadis itu sekilas dan kembali menatap kearah Albian.
"Itu namanya Laura biasa di panggil Ura.Ura itu anaknya sahabat Mamah. Dia di titipin sementara di sini karna tante Lily lagi menemani om Guna berobat di Singapura . Ura juga bakal kuliah di kampus kamu jadi kamu jaga dia ya " ujar Devia tersenyum misterius. Albian merasa ada janggal dengan kata "di jaga ya".
Albian menganggukkan kepalanya. Devia menarik putranya mendekati Ura yang sibuk memakan cemilannya.
" Ura"panggil Devia, membuat gadis bernama Ura itu menoleh menatap Devia dengan seorang pria yang berdiri di sebelah wanita paruh baya itu.
"Ini lho yang tante ceritain sama kamu. Namanya Albian anak tante masih lajang , ganteng dan masa depannya sangat cerah" ujar Devia antusias.
Albian mendengus kesal. Ia merasa seperti barang jualan yang sedang di promosikan oleh Mamahnya.
Ura bangkit dari sofa. Ia menatap Albian dari atas sampai bawah seakan sedang menilai.
"Hai nama aku Ura " ujar Ura memperkenalkan dirinya dengan tersenyum manis sangat manis membuat Albian ingin muak melihatnya.
Albian menatap Ura seperti tak suka apalagi dandanan gadis ini seperti gadis nakal yang biasanya di clubbing. Albian memilih melengos pergi tanpa menyambut uluran tangan Ura. Devia menatap geram pada sang putra. Ura menurunkan tangannya dengan wajah yang nampak sedih.
"Hey, jangan sedih seperti itu. Nanti Albian juga bakal akrab sama kamu, sayang" ujar Devia membelai pipi Ura.
"Tapi kayaknya enggak deh tante. Mas Albian enggak bakal suka sama aku " sahut Ura lesu.
"Ish, jangan ngomong seperti itu, yakin pasti dia bakal suka sama kamu. Kamu'kan cantik , sedikit agresif supaya Albian mulai suka dengan kamu " ujar Devia memberikan semangat yang di balas senyuman manis Ura.
__ADS_1
πππππ
Alvian mencium kening Cia. Ia menangkup wajah istrinya dan menatap lekat wajah Cia cukup lama. Seakan ini merupakan terakhir kalinya ia bisa menatap wajah cantik Cia.
Gadis itu merasa salah tingkah dengan tatapan Alvian. Ia memalingkan wajahnya dengan kedua pipinya yang bersemu . Alvian tersenyum dan kembali menangkup wajah Cia agar kembali menatap dirinya. Alvian sangat suka melihat semburat merah di kedua pipi Cia yang membuat gadis ini semakin cantik di matanya.
"Kamu jaga diri baik-baik dan anak kita juga ya . Jangan telat makan dan minum susu ibu hamil yang aku belikan khusus buat kamu yang sering mual dan muntah-muntah " ujar Alvian menyelipkan anak rambut di telinga Cia .
Cia menganggukkan kepalanya. Ia langsung memeluk Alvian erat. Menghirup aroma tubuh suaminya dalam-dalam yang beberapa hari ke depan tidak akan bisa cium aroma khas maskulin yang begitu membuat dirinya candu.
Alvian membalas pelukan Cia tak kalah erat. Ia mencium pucuk kepala Cia yang begitu menguar aroma bunga sakura. Pria itu menguraikan pelukannya.
"Aku berangkat ya. Nanti aku telpon kalau sudah sampai Bali " ujar Alvian.
"Iya.Cepat pulang ya mas. Aku dan anak kita sangat merindukan kamu pastinya" ujar Cia membuat Alvian terkekeh.
"Iya sayang " sahut Alvian mengacak rambut istrinya lembut "Daddy titip mommy ya, nak " ujar Alvian membungkukkan tubuhnya, mengusap perut Cia yang terhalang kain dan memberikan kecupan di perut sang istri.
Cia mengusap rambut hitam pekat Alvian yang mengajak bicara jiwa kecil yang berkembang di rahimnya.
Cia masuk ke dalam rumah. Hari ini bundanya akan menginap di sini. Ia tidak mau menginap di rumah orang tuanya, ia lebih suka berada di rumah ini.
πππππ
Cia membawa sepiring kue cake dari dapur yang di beli bundanya, saat akan menuju ke rumahnya. Ia duduk di sofa dan meletakkan piring tersebut di meja kaca . Nevia menyusul dengan membawa buah mangga yang sudah ia potong-potong di piring. Sangat bagus bila Cia yang sedang hamil memakan buah-buahan.Nevia sangat memperhatikan pola makan putrinya yang akan bersama dirinya selama satu minggu di rumah ini.
"Mah, remot TV mana sih? " tanya Cia pada Nevia.
"Lah? Inikan rumah kamu, masa segala remot TV kamu enggak tau di mana letaknya? " ujar Nevia yang ikut mencari remot TV.
"Sudah dapat Mah ,remot TV-nya" ujar Cia sedikit berteriak.
Gadis itu menekan tombol on di remot TV yang langsung menyala di layarnya. Ia menekan nomor channel TV yang ia cari. Cia duduk di sofa setelah mendapatkan Channel TV yang ia cari.
"Enak bunda cakenya" ujar Cia melahap satu potong cake tersebut dengan sekali suapan.
__ADS_1
"Iyalah, bunda belinya di toko crystal. Di sana memang enak-enak kue dan banyak jenis-jenis kue dan cake di sana " sahut Nevia yang ikut memakan cake tersebut.
BREAKING NEWS! Pesat Garuda Jakarta tujuan Bali di nyatakan jatuh di laut Bali setelah 30 menit hilang kontak. Polisi menyatakan bila penumpang pesawat tidak ada yang selamat setelah beberapa pelayan dan para wisatawan mendengar suara ledakan dua kali yang di yakini berasal dari ledakan pesawat Garuda.
Tubuh Cia seakan melemas. Cake yang ada di tangannya jatuh ke lantai. Pandangannya mulai mengabur , kristal bening jatuh begitu saja membasahi pipinya.
Cia menoleh menatap Nevia yang nampak syok dari raut wajahnya setelah mendengar berita di TV tersebut.
"Bunda , berita itu tidak benarkan? Pasti pembawa beritanya salah menyampaikan informasi'kan ? Enggak mungkin pesawat yang di tumpangi mas Alvian jatuh" ujar Cia terkekeh seakan berita tadi hanya sebuah lelucon.
"Itu benar, nak" jawab Nevia menahan sesak di dadanya.
Kekehan tersebut berubah menjadi isakan tangisan. Air mata begitu deras mengucur, membasahi wajahnya.
"ENGGAK MUNGKIN!!BUNDA BOHONG, MAS ALVIAN ENGGAK MUNGKIN NINGGALIN AKU! PESAWAT YANG JATUH ITU BUKAN YANG MEMBAWA MAS ALVIAN!! " teriak Cia dengan tubuh gemetar dia berdiri di depan Nevia yang tidak bisa menahan tangisnya.
Cia menggelengkan kepalanya "Mas Alvian enggak mungkin meninggalkan aku hiks... " tubuh mungil itu meluruh ke lantai.
Nevia langsung mendekap tubuh Cia yang begitu lemas.Sorot mata gadis itu nampak begitu kosong.
πππππ
"Ini barang-barang milik korban atas Alvian Fraya Sadewa" ujar polisi menyerahkan dompet dan ransel milik Alvian yang sudah mulai hancur. Barang dalam ransel pria tersebut sudah hilang entah kemana.
Skala mengambil barang putranya yang berbungkus plastik bening tersebut dengan tangan gemetar.Genangan air mata tidak bisa ia tampung lagi di kelopak matanya.
Albian menatap kosong. Ia terduduk di kursi dengan rasa sesak yang menghujam dadanya bertubi-tubi. Cia di larikan ke rumah sakit saat polisi menyatakan tidak ada yang selamat dalam pesawat tersebut. Semua penumpang berjumlah 120 orang di nyatakan meninggal termasuk Alvian.
Skala menyeka air matanya yang sudah hendak jatuh. Ia menerawang ke masa lalu mengingat Dafa juga meninggal dunia di saat Fira tengah mengandung anak kedua ,semua orang begitu terpukul atas kepergian kakak iparnya itu .Skala juga begitu sangat terpukul akan kepergian putra pertamanya yang begitu mendadak dan juga dia kasihan pada Cia yang di tinggalkan Alvian dalam keadaan mengandung.
Bersambung....
Kalian mau cerita ini happy ending atau Sad ending ?
Apakah ada pembaca yang sangat menyukai sad ending?
__ADS_1