
🌸Rasulullah bersabda bahwa ketika kita jatuh cinta pada seseorang maka ungkapkanlah perasaan kita padanya , tapi bagaimana bisa? Sedangkan saat mendengar namanya di sebut jantung ini sudah berdebar-debar❤
🌸Mencintai mu dalam diam saja begitu menyakitkan, apalagi secara terang-terangan,sakitnya bukan maen😭
Cia perlahan membuka matanya. Ia menatap kearah Alvian yang tertidur begitu pulas dengan posisi memeluknya. Ia menatap wajah suaminya begitu lekat. Hidung mancung , alis tebal, dan bibirnya yang membuat dia ingin khilaf. Tangan Cia terulur menyentuh dan meraba wajah Alvian. Ia tersentak ketika pria itu memegangi pergelangan tangannya. Perlahan Alvian membuka matanya, pandangan matanya langsung jatuh pada Cia yang terlihat gelagapan seperti maling ketahuan mencuri.
Cia langsung menarik tangannya dari cekalan Alvian.Ia memalingkan wajahnya yang sudah memerah menahan malu. Cia merutuki kebodohannya yang ketahuan Alvian.
"Kenapa wajah aku cuma di sentuh? Seharusnya di cium" goda Alvian dengan suara seraknya khas bangun tidur.
Pipi Cia sudah memanas. Dan ia yakin pasti wajahnya sudah memerah "Tidak jelas! " ketus Cia. Ia langsung bangkit dari tempat tidurnya dan langsung turun dari ranjang.
Brakk
Cia langsung jatuh tersungkur ke lantai karna kakinya terlilit selimut yang belum terlepas sempurna di tubuhnya. Alvian yang melihat itu langsung cepat bangun dari tempat tidurnya. Ia membantu istrinya untuk bangkit.
"Aww! Sakit! " pekik Cia merasakan sakit di pergelangan kakinya. Ia yakin pasti kakinya terkilir. Alvian memapah gadis itu ke kasur dan mendudukkannya.
"Sakit, pak! " ringis Cia saat Alvian menyentuh pergelangan kakinya.
"Kamu kenapa sampai ceroboh seperti ini? " omel Alvian seraya menggelengkan kepalanya.Ia membuka laci mencari minyak urut atau hand body dan sebagai untuk bisa mengurut kaki istrinya yang terkilir agar tidak kasat.
Alvian mengoleskan hand body di pergelangan kaki Cia. Belum apa-apa gadis itu sudah berteriak kesakitan, membuat gendang telinga Alvian seperti akan pecah.
"Kamu jangan teriak-teriak, Cia.Gendang telinga aku mau pecah rasanya" ujar Alvian yang mulai menggerakkan tangannya mengurut kaki istrinya.
"Ahh, pak sakit. Pelan-pelan jangan kasar ngurutnya " ringis Cia mengigit guling meredam rasa sakit yang di rasakan.
"Tahan, nanti kelamaan enak juga " ujar Alvian yang makin kuat mengurut kaki Cia.
"Bapak sakit! Kan aku bilang jangan kuat-kuat ngurutnya! " seru Cia.
"Ini supaya kaki kamu cepat sembuh dan tidak terkilir lagi " ujar Alvian.
Sekitar beberapa menit akhirnya Alvian selesai mengurut kaki Cia walau gadis ini sempat berteriak-teriak karna tidak bisa menahan sakit.
"Bagaimana? Masih sakit? " tanya Alvian yang di balas gelengan oleh Cia.
"Makasih ya, pak. Sudah tidak sakit lagi " ujar Cia tersenyum sambil menggerakkan kakinya.
"Lain kali hati-hati, jangan ceroboh" nasehat Alvian.
"Iya" jawab Cia singkat.
"Aku mau ke kamar mandi mau ambil air wudhu. Kita sholat subuh berjamaah ya " ajak Alvian yang di balas anggukan cepat oleh Cia.
Alvian mengusap kepala Cia dengan gemas dan meningggalkan istrinya masuk ke kamar mandi. Cia memegangi jantungnya yang berdebar-debar dan darah yang berdesir saat Alvian mengusap kepalanya. Mungkin terlihat sederhana tapi mampu memporak-porandakan hati Cia.
"Ya Allah, kalau bapak Alvian bersikap seperti itu terus bisa mati berdiri aku " ujar Cia menatap kamar mandi yang tertutup.
*******
Cia cemberut menatap layar ponselnya. Ia baru dapat kabar kalau kedua orang tuanya pergi ke Surabaya untuk menjenguk tantenya yang sedang sakit. Niatnya mau mengabari kedua orang tuanya kalau dia akan berkunjung ke rumah tapi harus di tunda.
Suara notifikasi dari ponselnya membuat perhatian Cia teralihkan. Ia mengkerutkan dahinya mendapatkan pesan bahwa dia sudah bergabung dengan grub chat di WA.
🌚 **Grub Ghibah🌝**
|Selamat bergabung di grub ghibah.
Darfi
|Kenapa aku ikut gabung sama grub ini sih😡.
Cia
__ADS_1
|Jangan marah Cia, kitakan sudah best friends jadi alangkah baiknya membuat grub chat.
Azriellia
|Betul itu. Eh kalian tau gak?
Darfi
|Gak!
Cia
|Bagaimana mau tahu kalau kamu aja belum kasih tau, bege.
Azriellia
|Oh iya lupa😅. Jadi gini katanya di kampus ada dosen baru, perempuan. Kata orang-orang sih dosennya cantik, sexy, bahenol dan body goals. Lebih parahnya lagi ruangannya sebelahan sama pak Alvian . Bisa cuci mata pak Alvian 😂.
Darfi
|Wah bahaya tuh, takut-takut pak Alvian tergoda😱
Azriellia.
Cia keluar dari grub
Cia langsung menghempaskan ponselnya ke sofa dengan kasar. Ia bangkit dari sofa dan berjalan mencari Alvian. Gadis itu menatap suaminya yang tengah berkutat di ruang kerjanya. Tanpa pikir panjang Cia langsung mendekati Alvian.
"Pak katanya ada dosen baru, perempuan. Emang benar? " tanya Cia yang langsung melontarkan pertanyaan, memastikan. Alvian menghentikan aktivitasnya yang tengah berselancar dengan keyboardnya.
Alvian menatap Cia dengan wajah Datarnya. Ia memposisikan dirinya menghadap sempurna kearah istrinya.
"Kamu kata siapa? " tanya Alvian menatap lekat Cia membuat gadis itu jadi gugup tak karuan.
"K-kata Darfi" jawab Cia gugup menundukkan pandangan matanya ke bawah. Ia tak sanggup menatap mata Alvian yang selalu membuat jantungnya berdisko.
"Katanya sih dosennya, cantik ,sexy terus body goals" ujar Cia memancing Alvian. Ia ingin melihat tanggapan suaminya.
"Kalau dia cantik, sexy dan sebagainya.Terus apa hubungannya dengan aku? " tanya Alvian.
Cia menggaruk tengkuk yang tak gatal"Ya kali aja bapak suka sama dia. Kan cantik "ujar Cia.Sebenarnya dia sesak mengeluarkan ucapan yang keluar dari mulutnya sendiri.
Alvian mengangkat satu alisnya, menopang dagunya dengan tangan " Kenapa aku harus suka sama dia? Kalau dia cantik memang kenapa?"tanya Alvian.
"Y-ya bapak pasti mencari istri yang seperti itu. Kita juga menjalani pernikahan ini tanpa cinta, bisa aja'kan bapak nanti suka sama dosen perempuan itu " ujar Cia gugup karna di tatapan intens oleh Alvian.
"Kata siapa kita menjalani pernikahan ini tanpa cinta. Aku sudah mulai menyukai kamu " ujar Alvian.
Tubuh Cia langsung menegang mendengar kalimat yang terlontar di bibir Alvian. Semburat merah langsung muncul di kedua pipi Cia. Ia tidak bisa menapik bila hatinya begitu berbunga-bunga mendengar ucapan itu suaminya, entah itu hanya candaan atau sebuah gombalan.
"Bapak tidak usah gombal!" ujar Cia.
"Aku tidak gombal, apa yang aku katakan apa adanya" ujar Alvian terkekeh. Apalagi melihat pipi Cia yang memerah membuat dia sangat mengemaskan bagi Alvian.
"Sudah, aku mau nonton televisi dulu " ujar Cia hendak beranjak pergi dari ruangan ini. Bisa-bisa dia mati muda, karna mendengar ucapan Alvian yang terus membuat jantungnya berdetak tak karuan.
Alvian mencekal tangan Cia membuat gadis itu menatap suaminya.
"Kenapa? " tanya Cia. Alvian tidak menjawab pertanyaan Cia. Ia mengambil sebuah kotak berwarna coklat dengan pita di atasnya.Menyodorkannya pada Cia yang terus menatap kotak kado itu.
"Untuk aku? " tanya Cia menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, malam ini aku akan pergi ke pesta rekan kerja aku jadi aku mau kamu menemani aku ke sana " ujar Alvian. Cia mengambil kotak itu dan membukanya.
Mata Cia menatap kagum dan berbinar-binar melihat gaun yang sangat bagus dengan manik-manik yang sangat cantik menempel di gaun itu.
__ADS_1
"Kamu pakai gaun itu untuk pergi ke pesta itu" ujar Alvian yang di balas anggukan oleh Cia yang masih terkagum-kagum dengan gaun ini.
Cia keluar dari ruangan suaminya. Ia langsung berjingkrak-jingkrak kegirangan mendapatkan hadiah dari Alvian. Senyuman terus terpatri di wajah cantiknya. Cia memeluk erat gaun berwarna biru langit itu dengan erat, menghirup aroma dari gaun tersebut.Ia sudah tidak sabar memakai gaun ini.
*******
Alvian menggandeng tangan Cia dengan erat. Mereka berdua sudah sampai di tempat pesta yang sudah berlangsung. Cia terus menatap kagum pada dekorasi pesta tersebut. Ini merupakan pertama kalinya Cia datang ke sebuah pesta . Ia sering di ajak pergi oleh orang tuanya ke pesta tapi dia terus menolak dan ulang tahun pun dia tidak mau di rayakan karna menurutnya bukan hal yang spesial dengan bertambahnya umur.
Semua mata menatap kearah Alvian dan Cia. Bila dulu Alvian datang selalu sendiri ke pesta tapi sekarang dia bersama pasangannya. Pria itu berjalan kearah rekan bisnisnya yang tengah asik mengobrol dengan kalangan pembisnis lain . Dan sebagian besar yang hadir di pesta ini adalah pembisnis.
"Selamat malam Pak Alvian, akhirnya anda datang juga " ujar Adi, orang telah mengadakan pesta.
"Pasti saya akan datang, apalagi anda teman akrab Papah saya " ujar Alvian di akhiri tawa ringan.
Cia melepaskan genggaman tangannya pada Alvian membuat pria itu menoleh menatap sang istri.
"Pak , aku mau ngambil minum dulu soalnya haus " ujar Cia. Alvian menganggukkan kepalanya.
Alvian kembali mengobrol dengan rekan bisnisnya sesekali melirik kearah Cia yang tengah memilah-milah minuman apa yang dia akan minum karna banyak sekali jenis-jenis minuman disini. Seorang pria yang seumuran dengan Alvian terus memperhatikan gerak-gerik Cia. Ia memanggil salah satu pelayan.Ia memberikan minuman yang sudah dia campur serbuk di dalamnya.
"Tolong kamu berikan minuman ini pada wanita di sana " ujar Adnan menunjuk Cia yang tengah meminum sirupnya.Tidak lupa ia memberikan tip pada pelayan itu.
Pelayan tersebut mendekati Cia"Nona ini minuman untuk anda"ujar pelayan tersebut memberikan minuman tersebut pada Cia.
"Tapi aku sudah punya minuman" ujar Cia menolak.
"Ini minuman paling enak yang ada di sini " ujar Adnan yang tiba-tiba muncul di belakang Cia. Gadis itu menoleh menatap pria asing itu.
Tanpa pikir panjang atau menaruh rasa curiga Cia mengambil minuman seperti teh itu dan meminumnya sampai habis. Senyuman smirk muncul di bibir Adnan.Pria itu mulai menghitung .
Satu...... Dua..... Tiga..
Cia memegangi kepalanya yang terasa pusing. Tiba-tiba dia juga merasakan gerah di seluruh tubuhnya.Wajah Cia juga sudah memerah menahan sakit dan sesuatu yang mulai bangkit dari dalam tubuhnya.
"Panas.... " ringis Cia memegangi tubuhnya. Adnan langsung mendekati Cia memberikan kecupan di leher gadis tersebut membuat Cia mendesah.
Adnan mengangkat tubuh Cia dan akan membawanya pergi"Sepertinya kamu butuh bantuan "bisik Adnan di telinga Cia .
Tapi sebuah tangan mencekal bahu Adnan. Alvian menatap tajam pada pria yang telah berani memegang dan menggendong istrinya.
" Beraninya kamu menyentuh istri ku"ucap Alvian penuh penekanan. Ia langsung merebut Cia dalam gendongan Adnan yang tak ingin melepaskan istrinya.
"Pak, panas " adu Cia pada Alvian yang sudah menggendong dirinya. Alvian menaruh Cia di lantai.
Bugh.
Satu pukulan Alvian daratkan pada wajah Adnan yang belum siap menerima serangan dari Alvian.
"Kamu apakan istri ku, hah!! " bentak Alvian menarik kasar kerah baju Adnan . Pria itu terkekeh pelan walau nampak meringis merasakan sakit di wajahnya.
"Aku tertarik dengannya , jadi aku berikan dia minuman yang sudah ku campur obat perangsang" ujar Adnan tanpa merasa bersalah.
Emosi Alvian langsung memuncak mendengar itu. Ia langsung memukul Adnan membabi buta tak terima dengan apa yang pria itu lakukan terhadap istrinya.Alvian menindih tubuh Adnan dan terus memukul pria yang ada di bawah kungkungan Alvian.
"Sudah pak Alvian"
Adi dan Fadli menarik Alvian agar menjauh dari Adnan yang sudah terkapar tak berdaya. Tapi Alvian masih belum puas untuk menghajar pria itu kalau perlu dia lenyapkan dari muka bumi ini.
"Sudah pak Alvian lebih baik anda bawa pulang istri anda " ujar Adi. Seakan tersadar Alvian langsung mendekati Cia yang terus menjerit kesakitan.
"Pak panas, pak"keluh Cia mencengkram jas Alvian.
Alvian langsung menggendong tubuh Cia ala bridel stely.Ia langsung membawa Cia keluar dari pesta dan memasukkan istrinya ke dalam mobil.
Bersambung....
__ADS_1
Maaf ya baru update.Tapi sudah aku panjangin partnya 1787 kata.