Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)

Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)
Ektra part 6


__ADS_3

Albian memarkirkan mobilnya di tempat parkiran rumah sakit yang sudah di sediakan. Ia kaget melihat Laura sudah menangis sesegukan dengan tubuh yang bergetar.


"Sayang, kamu kenapa? " Tanya Albian hendak menyentuh wajah Laura. Tapi dengan cepat gadis itu menjauhkan wajahnya dari Albian, menekuk wajahnya.


"Sayang, hey. Kamu kenapa? " Albian dengan cepat menarik tangan Laura agar mendekat padanya. Ia menangkup wajah Laura.


"Aku ada salah sama kamu, hmm? Kalau kamu cuma diam, aku tidak tahu masalahnya, " ujar Albian.


Laura menatap Albian berkaca-kaca dengan bibir yang melengkung ke bawah.Pipi yang memerah dan hidung yang juga memerah membuat Albian jadi gemas sendiri.


"Coba kamu bilang sama aku, kamu menangis kenapa istriku, cintaku? " Tanya Albian dengan sangat-sangat lembut. Laura mengulum senyum mendengar panggilan suaminya.


"Tadi kamu bentak aku. Aku takut kamu bentak hiks..... " Pecah sudah tangis Laura . Albian langsung memeluk sang istri.


"Cup.... Cup.... Cup.... Jangan nangis sayang. Maaf ya tadi aku tidak bisa mengontrol emosi aku. Aku khawatir dengan keadaan kamu, sayang. Kalau kamu sakit parah gimana? Aku hanya takut kamu kenapa-napa. Jangan nangis lagi. Aku minta maaf, sekarang ayo kita turun dari mobil ya, " ujar Albian, menghapus air mata Laura menggunakan tissu.


Pria itu turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Laura. Ia langsung menggenggam tangan sang istri dengan erat .


"Sekarang kita masuk ke dalam. Kalau sudah selesai pemeriksaannya baru pulang, " Albian tersenyum, mencubit pelan pipi Laura.


*******


"Jadi bagaimana keadaan istri saya? " Desak Albian ketika dokter tersebut selesai memeriksa Laura yang baru keluar dari kamar mandi.


Dokter Vina tersenyum. Ia menatap tespect yang ada di tangannya.


"Setelah melakukan pemeriksaan dan gejala-gejala yang di alami istri bapak ,jugaΒ  setelah melakukan tes urin___Istri bapak sedang mengandung dengan usia kandungan yang di perkirakan 3 minggu, " jelas dokter Vina. Albian menatap tak menyangka. Ia langsung menatap kearah Laura dengan mata yang berbinar, bahagia.


"Sayang , kamu hamil! " Albian langsung memeluk erat Laura, mencium seluruh wajah istrinya.

__ADS_1


"Aish!! Sudah jangan di peluk terus! Aku susah nafas kakak!" Laura langsung mendorong Albian, agar menjauh darinya.


Pria itu mengernyit, heran dengan sikap Laura yang terlihat tidak bahagia dengan kabar kehamilannya itu.


"Kamu kenapa? Apa kamu tidak senang karna mengandung anak aku?" Tanya Albian overthinking.


"Bukan begitu! Aku kurang suka di peluk-peluk apalagi di cium! " Sewot Laura. Dokter Vina tersenyum mendengarnya.


"Pak Albian, " panggil dokter Vina.


"Iya, ada apa dok? "


"Begini, wanita yang sedang hamil memang seperti itu . Mood mereka mudah berubah-ubah. Dan sepertinya kehamilannya kali ini. Istri bapak di mau di sentuh oleh bapak , mungkin bawaan bayinya, " ujar dokter tersebut tertawa pelan.


Albian menatap cengo. Ia melihat kearah Laura. Kalau istrinya tidak mau di sentuh. Berarti ia terancam tidak bisa minta jatah setiap malam.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Mamah ingin kamu besok bertemu dengan teman anak Mamah. Kami sudah sepakat menjodohkan kamu dengan Siska, ".


Rayyan tersentak, dan langsung menghentikan mobilnya mendadak. Ia menatap pada Rima yangΒ  kaget dengan mobil yang berhenti tiba-tiba.


" Maksud Mamah apa menjodohkan aku? Aku tidak bisa Mah___"


"Kenapa tidak bisa? " sela Rima, "Mamah mau kamu mendapatkan pendamping hidup yang baik yang bisa membahagiakan kamu. Umur kamu juga sudah pas untuk menikah, Rayyan, " lanjut Rima.


Rayyan menggelengkan kepalanya, menolak."Aku akan menikahi Ria, Mah. Dia sudah banyak menderita karna aku dan sudah melahirkan anak aku. " Sahut Rayyan, melirik Raja yang ada di kursi penumpang, tidur.


"Mamah tidak sudi punya menantu seperti Ria, Rayyan!! Apa kamu tidak tahu? Sudah berapa banyak pria yang sudah menidurinya. Ria itu perempuan kotor yang sangat menjijikan! Dan kamu ingin menikahi perempuan seperti itu, hah!! " Ketus Rima.

__ADS_1


Rayyan memejamkan matanya. Menahan amarah yang terasa akan meledak. Ia tidak suka dengan ucapan sang Mamah yang begitu merendahkan Ria. Walau pun yang di ucapkan Rima adalah sebuah kebenaran.


"Mamah lupa. Aku juga sudah banyak meniduri perempuan, termasuk Ria untuk menyalurkan hasrat ku, Mah! " Jawab Rayyan. Rima bergeming dengan mulut yang tertutup rapat.


"Tapi_____Walau seperti itu Mamah tetap tidak mau kamu menikah dengan Ria. Masa lalu buruk seorang laki-laki bisa di terima oleh istri dan keluarganya tapi____Untuk masa lalu buruk perempuan tidak bisa di terima . Apalagi Ria itu sudah menjual tubuhnya ke beberapa pria di club. Walau Mamah tahu itu untuk bisa membiayai kebutuhan Raja dan juga dia. Laki-laki yang sudah tidak lajang tidak akan pernah ketahuan , sedangkan perempuan bila sudah turun mesin, maka sangat mudah ketahuan dari bentuk tubuh dan yang lainnya!! "


Suasana tiba-tiba hening, setelah Rima menjelaskan itu.Rayyan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Lebih baik kamu buang saja Ria ke penampungan penyandang disabilitas. Dan Raja kita yang asuh. Nanti Mamah akan mengatakan kalau Raja anak adopsi kamu supaya teman Mamah dan anaknya tidak curiga kalau kamu pernah menghamili perempuan lain."Final Rima yang tidak bisa di ganggu gugat.


Rayyan terdiam seribu bahasa dan itu di anggap Rima bahwa anaknya setuju dengan usulannya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Albian mendengus kesal. Laura memberikan jarak. Dengan sengaja istrinya memberikan batasan dengan gulingnya yang di taruh di tengah-tengah.


" Kamu kenapa sih Laura? Biasanya kalau mau tidur minta di peluk? "Tanya Albian menahan marah.


Laura menoleh menatap Albian yang sudah berbaring, menatap dirinya.


" Aku lagi nggak mau di sentuh kakak, apalagi di peluk-peluk! "Judes Laura. Albian mengusap wajahnya kasar.


" Apaan sih! Lepas! "Laura memberontak. Albian memeluk gadis tersebut dan langsung menariknya ke kasur, melilit Laura seperti seekor ular yang tengah melilit mangsanya.


" Diam Laura. Sekarang tidur sebelum kamu aku terkam! "Ancam Albian, seraya mengecup bibir ranum Laura.


Gadis itu tetap berusaha melepaskan diri dari Albian. Ia benar-benar tidak suka dengan aroma tubuh suaminya.


Ceritanya di lanjut atau sampai sini aja. END?

__ADS_1


__ADS_2