
🐾Ayah adalah cinta pertama bagi putrinya tapi ayah juga bisa menjadi patah hati pertama putrinya dan penghancur terbesar dalam kehidupan putrinya.
Alvian fokus menyetir mobilnya dan sesekali melirik kearah Cia yang duduk di sebelahnya yang hanya diam dengan tatapan lurus ke depan. Rasa gugup mulai menjalar di seluruh tubuh Alvian,dia tidak terbiasa dengan sikap Cia yang diam seperti ini, membuat suasana di dalam mobil ini seperti mencekam.
Ekm...
Dehem Alvian sengaja di keraskan tapi Cia tetap diam tak bergeming,jangankan menengok melirik pun tidak ke arahnya. Alvian hanya bisa menghela napas panjang sambil fokus mengemudi.
Cia melirik kearah Alvian yang terlihat mendengus karna tidak di hiraukan oleh dirinya.Sebenarnya dia sadar dengan gerak-gerik suaminya yang melirik kearahnya tapi ia masih marah dengan Alvian, bukan apa-apa cuma tidak sepantasnya suaminya ini membawa masuk seorang perempuan ke dalam rumah apalagi cuma berduaan di sana. Kan kita tidak tau, bisa saja ada setan lewat dan menggoda mereka untuk melakukan...
Mobil yang di kendarai Alvian akhirnya sudah sampai di depan rumah.Pria itu segera turun dari mobil dan membukaan pintu mobil untuk Cia, mengulurkan tangan pada sang istri dengan senyuman manis yang terpatri di wajah tampannya. Tapi senyuman itu langsung lenyap di wajah Alvian saat Cia turun dari mobil tidak mengenggam tangannya yang di ulurkan tadi. Alvian mendengus kesal dengan wajah cemberut. Sedangkan Cia mengulum senyumannya melihat wajah suaminya yang sangat-sangat lucu.
Cia membuka pintu dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Langkah kaki Cia terhenti melihat seorang wanita duduk di sofa dengan posisi membelakanginya. Hatinya sudah mulai panas melihat wanita itu. Tapi Cia tersentak ketika tangannya di genggam begitu lembut. Ia menoleh menatap Alvian yang menarik tangannya begitu lembut , membawanya menuju wanita tersebut.
"Agatha" panggil Alvian. Sedangkan Cia terdiam, otaknya tiba-tiba loading. Ia merasa tidak asing dengan nama Agatha itu .
Agatha langsung menoleh menatap Alvian . Ia langsung terpaku ketika melihat mahasiswinya sendiri berdiri di samping Alvian. Sedangkan Cia sudah melotot tak percaya dengan apa yang dia lihat. Ternyata teman suaminya adalah dosennya sendiri.
"Kamu/Ibu Agatha" ujar Agatha dan Cia bersamaan.
Agatha langsung bangkit dari sofa. Ia menatap Cia sejenak dan beralih menatap Alvian dengan tatapan seakan bertanya ada hubungan apa Alvian dengan gadis ini?
Alvian yang paham dengan tatapan Agatha. Menarik Cia agar maju ke depan untuk memperkenalkan sang istri pada temannya.
"Agatha perkenalkan ini istri aku namanya Cia dan Cia perkenalkan ini Agatha teman aku dari SMA dulu " ujar Alvian.
Cia dan Agatha langsung berjabat tangan. Cia tersenyum kikuk sedangkan Agatha tersenyum manis menutupi keterkejutannya.
"Istri kamu cantik Alvian " puji Agatha berusaha menutupi kecemburuannya. Alvian tersenyum mendengar itu, ia langsung merengkuh pinggang ramping Cia dengan posesif seakan membenarkan ucapan Agatha.
Cia mendongak menatap Alvian yang berada di sampingnya dengan tatapan lekat . Ia merasa hatinya bergemuruh, darahnya mengalir begitu cepat saat pria ini dengan bangganya mengakui dirinya adalah istri dari seorang Alvian. Agatha tersenyum dan terkekeh miris.
"Kalau begitu aku mau pulang dulu ya Alvian ... Cia"pamit Agatha.
" Kenapa langsung pulang,kita belum ngobrol dan aku juga belum membuatkan kamu minum"ujar Alvian menahan Agatha agar tidak pergi.
"Tidak usah Al. Aku juga tiba-tiba ada urusan mendadak " tolak Agatha dengan lembut.
"Baiklah, kalau kamu mau pergi. Tapi jangan sungkan-sungkan bila ingin bertamu ke rumah kami berdua " ujar Alvian sekilas menatap Cia.
"Itu pasti. Dan terimakasih sudah mengobati kaki aku, Al. Maaf jadi ngrepotin " ujar Agatha di akhiri kekehan pelan.
Alvian menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. Agatha beranjak dari hadapan Alvian dan Cia . Wanita berumur 30 tahun itu berjalan sedikit tertatih-tatih dengan langkah pelan dan itu tidak lepas dari tatapan Cia.
__ADS_1
"Sekarang kamu percayakan? " ujar Alvian sesudah Agatha keluar dari rumah ini.
"Iya aku percaya, tapi kamu tetap aja salah" ujar Cia dengan nada judesnya.Alvian mengangkat satu alisnya menatap kearah istrinya.
"Memangnya salah aku apa, sayang? "tanya Alvian dengan nada godaan. Cia langsung memalingkan wajahnya yang sudah tersipu malu dan pipi yang memerah ,salah tingkah karna panggilan Alvian padanya.
"Kenapa pipi kamu merah seperti itu? " tanya Alvian sok polos.
Cia mendengus menatap Alvian. Ia tau betul pasti suaminya sedang menggoda dirinya.
"Sudahlah, aku mau ke kamar " ujar Cia langsung pergi dari hadapan Alvian yang tertawa melihat Cia yang sedang salah tingkah, membuat istrinya sangat menggemaskan baginya.
******
Albian turun dari mobil yang sudah terparkir di halaman rumahnya. Ia mengkerutkan keningnya melihat seorang perempuan duduk meringkuk di pelataran rumahnya dengan wajah yang di sembunyikan kedua lututnya.Albian berjalan mendekati perempuan itu, dia tidak bisa melihat wajah perempuan itu karna tertutup oleh rambut.
"Hey, kamu siapa? " tanya Albian dengan nada datar.
Perempuan itu mendongak menatap Albian yang nampak terkejut melihat wajah dari perempuan tersebut .
"Kamu ngapain di sini? " tanya Albian dengan nada ketusnya. Tiara langsung menerjang tubuh Albian dan memeluknya erat.
"Tiara, lepas! " ujar Albian dengan meninggikan suaranya satu oktav.
"Albian, aku masih cinta sama kamu hiks... Maafin aku. Aku janji bakal berubah tapi please kita pacaran seperti dulu " lirih Tiara dengan nada memohon.
Albian memalingkan wajahnya, menghindari tatapan mengiba Tiara. Sebenarnya dia tidak tega melihat gadis yang ada di depannya ini tapi rasa sakit hatinya karna di tipu dan di khianati membuatnya enggan menatap Tiara dan tidak semudah itu memaafkan kesalahan yang telah di lakukan Tiara padanya. Apalagi harus menjalin hubungan kembali.
"Maaf Tiara aku tidak bisa" ujar Albian melepaskan tangan Tiara dari pinggangnya.
Lima kata yang di ucapkan Albian membuat air mata Tiara makin deras mengalir.
"Albian aku mohon, aku tidak bisa hidup tanpa kamu. Aku cinta kamu " Tiara mengenggam tangan Albian dengan erat.
"Kalau kamu cinta sama aku, kenapa kamu pura-pura hamil dan berniat menguras harta aku, Tiara? Apa itu yang namanya cinta, hah?! Aku tahu selama ini kamu menganggap aku ATM berjalan, kamu tidak benar-benar cinta dengan ku " ujar Albian dengan nada bentak, membuat Tiara yang mendengar bentakkannya tersentak.
Albian memejamkan matanya sejenak menghalau rasa sakit yang tiba-tiba menghujam dadanya. Hatinya seperti di himpit begitu kuat.
"A-aku dulu memang tidak mencintai kamu, Albian. Tapi sekarang aku sadar bila aku mulai mencintai kamu. Perhatian dan kasih sayang yang kamu berikan pada ku membuat aku merasa di istimewakan dan sampai sekarang aku belum bisa menjalin hubungan dengan pria lain. Karna aku mencintai kamu " ujar Tiara jujur.
"Sudah bicaranya? Kalau sudah silahkan pergi dari sini" usir Albian menatap lurus .
Tiara makin terisak menangis. Albian tidak memberikan kesempatan pada dirinya. Ia akui ia memang salah tapi apa tidak ada kesempatan kedua untuknya.
__ADS_1
*******
"Bapak bisa keluar dari kamar " suruh Cia dengan nada memerintah.
Alvian yang duduk di sofa dan tengah sibuk dengan laptop di pangkuannya menatap ke arah Cia yang hanya menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamar mandi mengeryit heran.
"Kamu kenapa? " tanya balik Alvian membuat Cia berdecak.
"Bapak keluar dari kamar ini, aku mau ganti baju soalnya handuk sama baju ganti lupa aku bawa ke dalam kamar mandi " ujar Cia.
Alvian mengulum senyuman misterius seakan sedang memikirkan sesuatu rencana. Cia menatap ngeri pada suaminya yang samar-samar tersenyum kearahnya bukannya terpesona tapi membuat bulu kuduk merinding.
"Ya sudah, aku keluar " ujar Alvian bangkit dari sofa dan meletakkan laptopnya di meja setelah di tutup.
Alvian keluar dari kamar. Cia yang melihat suaminya keluar dari kamar dengan buru-buru keluar dari kamar mandi dengan tubuhnya yang polos . Ia berjalan ke lemari pakaian.Gadis itu berdecak kesal,berusaha mengambil piyama tidurnya yang terletak paling atas.Entah dia yang salah menaruh piyama paling atas atau tubuhnya yang kependekan.
"Aduh! Susah banget sih" gerutu Cia yang tidak sampai-sampai mengambil piyamanya.
Cia tersentak ketika merasakan seseorang berada di belakangnya . Ia berbalik ke belakang dan mendongak menatap Alvian yang mengambil piyamanya. Tubuh mungil Cia terhimpit dengan tubuh besar Alvian. Wajahnya langsung menempel dengan dada bidang Alvian dengan kancing kemeja yang terbuka. Aroma maskulin yang memabukkan membuat Cia hayut di dalamnya.
"Ini piyamanya" ujar Alvian menyodorkan pada Cia yang langsung buyar lamunannya.
"I-iya, terimakasih, pak" ujar Cia yang lupa dengan keadaan dirinya yang sekarang.
Alvian menatap Cia dari bawah sampai atas dengan penuh minat. Gadis itu yang melihat tatapan aneh Alvian pada tubuhnya, ikut melihat menatap tubuhnya sendiri dan baru sadar tidak memakai apapun.
"Pak Alvian mesum, pergi dari sini!! " teriak Cia yang langsung berlari ke kasur dan menutupi tubuh polosnya dengan selimut.
Alvian tertawa ngakak. Sampai-sampai matanya berair, melihat kelakuan Cia.
"Dasar mesum! Aku sudah bilang keluar dari kamar kenapa malah masuk! " ketus Cia dengan wajah sangarnya.
"Laptop aku ketinggalan" ujar Alvian dengan nada santai dan mengambil laptopnya di atas meja dan menatap kearah Cia yang memicingkan matanya.
"Tidak usah di tutupi, aku sudah melihat semuanya" ujar Alvian mengedipkan matanya genit.
"Pak Alvian!! " teriak Cia dengan suara meninggi, bahkan wajahnya sudah memerah antara malu dan marah. Ia baru tau ternyata Alvian berotak mesum.
Bersambung....
Aku updatenya setiap malam dan tidak tentu setiap hari bakal update karna tergantung mood aku. Kalau mood bagus bisa update setiap hari😄
Terimakasih 😇
__ADS_1