
"Bapak mau ngapain? " Tanya seorang pelayan cafe perempuan yang melihat Albian berjongkok sambil mengambil pecahan beling kaca.
Albian tersentak kaget, hampir saja ia ingin melukai pergelangan tangannya. Ia bangkit dan melihat pelayan yang menatap kearahnya.
"Begini, saya tidak sengaja memecahkan gelas ini jadi, saya berinisiatif untuk memunguti pecahan beling tersebut,saya takut bilaย orang-orang akan menginjaknya, " ujar Albian.
Pelayan perempuan itu melengkungkan bibirnya ke bawah.
"Bapak tidak usah khawatir tentang masalah ini, biar saya yang membersihkannya. Tugas bapak hanya satu, yaitu mengganti gelas yang bapak pecahkan. " Ujar pelayan tersebut.
Albian dengan cepat, mengambil uang di saku celananya dan memberikan uang pada pelayan wanita tersebut.
"Kalau begitu saya permisi. "Ujar Albian yang langsung beranjak pergi setelah memberikan uang ganti rugi.
๐๐๐๐๐
Dafi membukakan pintu mobil, tapi Laura masih duduk di kursi mobil , termenung,entah apa yang di pikirkan gadis itu.
" Laura! "Panggil Dafi dengan suara yang cukup keras, membuat Laura langsung sadar dari lamunannya.
" Iya, ada apa? "Tanya Laura, linglung.
" Kenapa ngelamun? Mikirin Albian, hmm? "Tanya Dafi yang tidak mendapatkan sahutan dari Laura yang terdiam membisu.
Dafi menghela napas panjang. " Kalau kamu cinta dengan Albian, katakan, jangan di pendam seperti itu. Apalagi sampai membohongi diri kamu sendiri dengan mengatakan tidak mencintai Albian. Lisan kamu, mungkin bisa berbohong tapi tidak dengan hati kamu yang berkata sejujurnya. Aku bukannya ikut campur dengan masalah kamu, tapi hanya takut kamu akan menyesal di kemudian hari bila tidak memberikan kesempatan ke dua pada Albian. Aku bisaย melihat dari matanya bila Albian benar-benar mencintai kamu, "tutur Dafi yang di balas dengan tatapan sendu Laura.
" Tapi aku takut, takut bila itu hanya sebuah ucapan yang bersifat sementara. Mungkin kamu melihat Albian terlihat serius mengucapkan itu,tapi kita tidak tahu isi dalam hatinya. Aku hanya ingin melindungi hatiku agar tidak terluka untuk kedua kalinya, Dafi. "Ujar Laura lirih.
Dafi mengusap-ngusap kepala Laura lembut. " Kalau begitu kamu lihat bagaimana sikap Albian setelah ini. Kalau ia benar-benar mencintai kamu, maka ia akan memperjuangkan kamu, sampai menjadi miliknya ".
" Mungkin'kah? "Gumam Laura yang tidak terlalu yakin dengan ucapan Dafi.
๐๐๐๐๐
" Mas, capek. "Rengek Cia di dekat Alvian yang tengah sibuk dengan laptopnya.
__ADS_1
Alvian menoleh menatap Cia yang melengkungkan bibirnya ke bawah.
" Capek kenapa sayang ,hmm? "Tanya Alvian mengusap-ngusap kepala Cia yang bersandar di bahunya.
" Capek ngerjain skripsi.Otak aku benar-benar terkuras, mas. "Adu Cia.
" Ya sudah sini aku bantu ngerjain skripsinya. "Ujar Alvian yang langsung mendapatkan gelengan cepat dari Cia.
" Nggak usah. Aku cuma minta mas pijitin kepala aku . Soalnya lagi mumet banget ini. "Ujar Cia.
Alvian langsung memberikan pijitan di kepala Cia yang menjadikan pahanya sebagai bantal. Sesekali pria itu mencubit hidung mancung Cia gemas, membuat istrinya memekik kesal.
" Mas, iih. Jangan bercanda ah. Aku lagi menikmati pijitin mas. "Kesal Cia yang mendapatkan kekehan Alvian.
" Queen sudah tidur, sayang? "Tanya Alvian yang masih setia memijiti kepala Cia dengan sangat lembut.
" Hmm... "Balas Cia dengan mata yang terpejam menanggapi ucapan Alvian.
Brakk...
Suara pintu luar yang terbuka dengan kasar, membuat Alvian maupun Cia terkaget-kaget. Mereka berdua menatap sang pelaku yang tidak lain adalah Albian yang berjalan masuk ke dalam rumah dengan langkah gontai.
Albian langsung menjatuhkan dirinya dengan kasar di sofa, tidak memperdulikan tatapan terheran-heran oleh kedua pasangan suami-istri itu.
" Kamu kenapa? "Tanya Alvian penasaran melihat wajah Albian yang di tekuk seperti itu.
" Gara-gara Laura. "Jawab Albian tak bersemangat .
" Laura? Memangnya Laura ngapain kamu, hah? "Tanya lagi Alvian. Cia makin merepatkan duduknya di dekat Alvian, ingin mendengar curhatan Albian yang terdengar pelan.
" Aku nyatain perasaan sama dia tapi dia malah pergi begitu saja dengan Dafi. "Jawab Albian cepat. Alvian mengerjapkan matanya beberapa kali tidak paham dengan ucapan Albian yang di ucapkan begitu cepat, sama halnya dengan Cia, bingung.
Albian menghela napas lelah, melihatย wajah Alvian yang tidak paham dengan ucapannya.
" Tadi aku menyatakan perasaan aku dengan Laura. Tapi Laura malah menolaknya dan pergi meninggalkan aku begitu saja dengan Dafi. Aku sadar dengan kesalahan aku yang dulu, selalu acuh padanya, sekarang aku yang harus merasakan apa yang di rasakan Lauraย ย saat mengejar aku dulu tapi selalu di acuhkan, ternyata sakit. "Jerit Albian dengan wajah terlihat tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Alvian menggelengkan kepalanya. " Makanya kamu jangan gengsian jadi orang apalagi malu-malu untuk menyatakan perasaan kamu. Sekarang lihat, kamu sendiri'kanย yang susah. Albian, Albian, sudah aku bilang untuk segera mengungkapkan perasaan kamu dan sekarang terlambat, Laura sudah bersama dengan Dafi. "Ujar Alvian yang di akhiri tawa ngakak.
Albian mendengus kesal dengan Alvian. Bukannya di berikan solusiย atau di hibur saat suasana hatinya yang tidak baik-baik saja,tapi malah mendapatkan ejekan oleh kembarannya.
" Sudah mas jangan di ketawain kayak gitu, kasihan Albiannya. "Tegur Cia yang menatap iba pada Albian.
" Itu memang pantas Albian dapatkan, sayang. Dia terlalu menjunjung tinggi gengsinya hingga harus kehilangan ke dua kalinya orang yang dia cintai. "Sindir Alvian. Albian terdiam, bungkam ,ucapan Alvian memang benar.
๐๐๐๐๐
" Sayang! "Panggil Albian yang baru bangun tidur. Ia menatap sekitar kamar yang tidak menemukan sosok Laura.
" Ada apa, mas? "Sahut Laura yang baru keluar dari kamar mandi.
" Sayang kamu dari mana aja, aku kangen. Mau peyuk!"Manja Albian merentangkan kedua tangannya minta di peluk Laura dengan tampilan wajah bantalnya.
Laura berjalan mendekati ranjang,duduk di sisi kasur dan Albianย ย langsung memeluknya dengan erat.
"Aku kangen tahu. Kalau mau pergi itu ngomong dulu sama aku..... Aku takut kamu kenapa-kenapa, sayang. " Ujar Albian menggesek-gesekan hidungnya di ceruk leher Laura yang nampak kegelian.
"Sudah mas, pelukannya. Aku mau masak dulu.Pasti kamu lapar'kan? " Ujar Laura berusaha melepaskan pelukan Albian yang makin erat .
"Nggak mau! Jangan di lepasin pelukannya. Kamu nggak usah masak pagi ini ,aku makan kamu aja ya. " Ujar Albian dengan wajah yang menyeringai.
Albian melepaskan pelukannya dan mendekatkan wajahnya pada Laura. Sedikit lagi bibir mereka berdua akan menyatu.
Byurr...
Albian langsung terbangun dari tidurnya ketika air yang entah datang dari mana menimpah seluruh badannya.
Albian,mendapati Alvian yang memegangi ember, dengan tatapan horor padanya. Dan sekarang Albian tahu bila kembarannya'lah yang sudah menyiram dirinya dengan air.
"Kamu kenapa nyiram aku! " Kesal Albian mengusap wajahnya kasar yang sudah basah terkena air.
"Seharusnya aku yang tanya?Kamu kenapa tidur sambil senyum-senyum seperti itu , lebih parahnya lagi sampai ke tawa. Aku takut kamu kesurupan atau jangan-jangan gila karna Laura nolak cinta kamu. " Cerocos Alvian menatap horor kembarannya.
__ADS_1
Niat Alvian ingin membangunkan Albian agar sholat shubuh berjamaah tapi ia malah mendapati kembarannya tersenyum dan tertawa saat tertidur di sofa. Apalagi memeluk dan mencium-cium bantal sofa. Sepertinya Albian mulai gila karna Laura.
Bersambung...