Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)

Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)
Kewajiban istri


__ADS_3

...Munafikkan aku? Bahkan dalam keadaan hidup ku yang hancur sekalipun. Aku masih bisa tersenyum pada orang lain . Dunia memang tidak adil dan aku harus terbiasa dengan ketidak adilan itu dalam hidupku. ...


...(Riani) ...


Cia masuk ke dalam kamar setelah menyajikan makanan yang baru ia masak ke piring dan meletakkannya di meja makan jadi setelah sholat shubuh mereka langsung menyantap sarapan pagi . Cia menatap Alvian yang baru keluar dari kamar mandi dengan air wudhu yang menetes dari wajahnya. Rambut yang acak-acakkan dan basah membuat kadar ketampanan pria itu bertambah. Dengan semburat cahaya dan wajahnya yang begitu bersih saat Alvian selesai berwudhu.


Alvian sekilas menatap Cia yang diam terpaku menatap dirinya di ambang pintu. Ia langsung mengambil sajadah yang terletak di ranjang dan menghamparkannya di lantai marmer.


"Mas , aku mau sholat shubuh bareng kamu " ujar CiaΒ  mendekati Alvian yang menoleh sekilas menatap dirinya.


"Hmm... " dehem Alvian yang memasang sarung dan peci.


Cia melengkung bibirnya ke bawah. Ia benar-benar tidak suka dengan sikap Alvian yang begitu dingin dan cuek padanya.Cia masuk ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu, selang beberapa menit ia keluar dari kamar mandi. Ia menatap Alvian yang duduk bersila di atas sajadah sambil menggerakkan tangannya yang memegangi tasbih dengan mulut yang berkumat-kamit. Mungkin Alvian menunggunya sambil berzikir.


Cia memasang mungkenanya. Alvian menoleh kebelakang melihat Cia yang sudah siap. Pria itu mengumandangkan iqomat yang membuat Cia merasakan ketenangan dalam hatinya mendengar suara serak dan berat itu mengumandangkan iqomat yang begitu merdu.


Alvian memulai sholat berjamaahnya. Beberapa menit mereka berdua selesai melaksanakan sholat shubuh.Cia menggeser tubuhnya mendekati Alvian yang melentikkan jarinya, berzikir. Karna sangat bagus bila berzikir menggunakan jari sebagai media penghitung zikir kita. Karna seluruh tubuh akan berbicara di akhir kelak tentang apa yang di lakukan pemilik tubuh pada anggota tubuhnya.


"Mas, aku mau min-" belum sempat menyelesaikan ucapannya.


Cup!


Alvian memberikan kecupan basah di kening Cia. Membuat tubuh gadis itu menegang. Ciuman yang di berikan suaminya seperti aliran listrik yang langsung menjalar keseluruh tubuhnya.


Alvian menangkup pipi bulat Cia. Menatap netra coklat istrinya dengan tatapan lembut.


"Maafkan aku ya. Tidak seharusnya aku memaksakan kehendak aku,agar kamu memberikan hak aku" ujar Alvian mengusap pipi putih Cia.


Cia menatap Alvian dengan sudut mata yang sudah berair.


"Enggak, mas . Seharusnya aku yang minta maaf. A-aku sebenarnya mau melayani kebutuhan biologis kamu tapi.... " Cia menjeda ucapannya.


"Tapi apa, Cia? " tanya Alvian penasaran.

__ADS_1


"Tapi bayangan Rayyan yang hampir memperkosa aku masih terbayang-bayang dalam ingatan aku, mas. Aku takut saat kamu menyetubuhi aku nanti, aku malam membayangkan bila kamu itu Rayyan "tutur Cia mengungkapkan apa yang ia pendam dalam hatinya saat ini. Ia tidak berani menatap wajah Alvian. Ia takut suaminya marah.


Cia tersentak ketika Alvian mengangkat dagunya, membuat pandangan matanya langsung bertemu langsung dengan mata Alvian.


" Kenapa kamu tidak mengatakan alasannya bila seperti itu?. Kalau begitu aku tidak masalah bila kamu belum bisa melayani aku. Aku akan menunggu sampai kamu siap "ujar Alvian tersenyum lebar.


Cia menggelengkan kepalanya. Ia menarik tangan kanan Alvian yang mengusap pipinya dan mengenggamnya dengan tatapan mata yang pernah terputus dari mata Alvian.


" Sekarang aku siap melayani kamu, mas. Aku tidak mau karna masalah ini aku harus menunda kewajiban aku sebagai seorang istri yaitu memberikan hak kamu. Aku siap mas.Buat aku lupa dengan sentuhan menjijikkan dari Rayyan dengan sentuhan kamu"ujar Cia.


Alvian tersenyum seraya menggelengkan kepalanya "Jangan memaksakan diri kamu hanya untuk menjalankan kewajiban kamu untuk melayani aku" ujar Alvian lembut.


"Tapi aku termasuk istri durhaka dong. Kalau tidak bisa melayani kamu.Lagi pula ini memang kemauan aku.Biarkan aku menjalankan kewajiban aku " ujar Cia dengan nada suara yang memohon.


Cia mendekatkan wajahnya pada Alvian hingga mengikis jarak di antara keduanya. Hembusan napas yang saling beradu dan saling bertukar yang Cia rasakan saat ini.


Cup


Cia tersenyum dengan pipi yang memerah ,tersipu malu setelah mencium Alvian. Pria itu menatap istrinya. Ia langsung menyambar bibir Cia ,meraub dan menyesapnya begitu kuat. Ciuman lembut itu berubah menjadi kasar dan begitu menuntut. Gadis meremas baju koko Alvian di sela-sela tautan bibir mereka berdua


Alvian melepaskan ciumannya dan menatap Cia yang bernapas tersengal-sengal . Ia mengusap bibir Cia yang sudah membengkak dan memerah.


"Kamu yakin mau melanjutkan lebih dari ini? " tanya Alvian. Cia menganggukkan kepalanya mantap.


Alvian yang mendapatkan anggukkan oleh Cia ,langsung melepaskan mukena yang di pakai oleh gadis itu. Ia mengangkat tubuh mungil istrinya dan membaringkan di ranjang.


"Kamu hapal doa sebelum berhubungan suami-istri? " tanya Alvian yang mengukung tubuh istrinya di bawah.


Cia menganggukkan kepalanya. Ia sudah hapal sebelum menikah karna kata bundanya doa sebelum berhubungan suami-istri itu harus di baca.


Setelah membaca doa tersebut bersama-sama mereka berdua mulai melakukannya.


🍁🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


Mira mendekati Ria yang tengah sibuk mengepel pelantaran rumah.


"Ria kamu enggak jualan? Biasanya jam segini kamu sudah berangkat berjualan? " tanya Mira, tetangga kontrakan Ria.


Ria menoleh dan menghentikan aktivitasnya. Ia meletakkan pel tersebut di sisi pintu.


"Aku enggak jualan lagi Mira. Aku mau mencari pekerjaan yang lain. Lagi pula untung jualan dan modal yang aku keluarkan membuat kue dan kacang goreng hasilnya sangat sedikit. Bahan baku juga naik " ujar Ria beralasan.


Mira menganggukkan kepalanya, mengerti.


"Terus kamu sudah mendapatkan pekerjaan, Ria? " tanya Mira.


Ria menggelengkan kepalanya pelan"Aku belum mendapatkan pekerjaan, Mira. Sangat sulit mencari pekerjaan bagi aku yang hanya lulusan SMP. Semua lowongan pekerjaan mencari yang minimal lulusan SMA"ujar Ria dengan wajah lesunnya.


Mira terdiam sejenak. Ia seakan sedang memikirkan sesuatu.


"Oh iya, Ria. Di kampus aku lagi ngebutuhin petugas kebersihan. Tapi kamu harus jadi tukang pel,sapu di area Koridor kampus dan juga membersihkan toilet perempuan, memangnya kamu mau ?" tanya Mira memastikan .


"Iya, aku mau Mira. Enggak papa jadi petugas kebersihan yang penting dapat uang dan bisa memenuhi kebutuhan aku " ujar Ria dengan senyuman sumringah.


"Alhamdulillah rezeki kamu, nak" batin Ria.


Ria mengusap perutnya lembut, membuat Mira yang memperhatikan itu alisnya bertaut.


"Kamu kenapa dari ngusap perut terus? Kamu laper? Kalau laper aku punya uang buat kamu beli makanan" ujar Mira menyodorkan uang dua puluh ribu.


"Enggak usah, Mira. Aku malah kekenyangan makanya ngusap perut aku terus " jawab Ria bohong.


"Ooh. Kalau begitu kamu cepat siap-siap sebentar lagi aku mau pergi ke kampus. Sekalian nemenin kamu lamar pekerjaan di kampus aku . Semoga belum ada yang mengisi pekerjaan itu ya" ujar Mira.


"Tunggu aku ya Mira. Aku ganti baju dulu " ujar Ria yang langsung masuk ke dalam rumah.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2