
Jangan berikan cintamu pada pria yang hanya bermodalkan gombalan dan rayuan semata padaย dirimu.Cinta tak semurah dan semudah itu untuk di dapatkan~Windanor~
Sebaik-baiknya bacaan, adalah Alquran ๐
Happy Reading
Cia terbangun dari tidurnya, perutnya tiba-tiba begitu bergejok, ingin mual. Ia bangun dari tempat tidur dengan menutup mulutnya yang sudah inginย memuntahkan isi di dalam perutnya.
Hueekkย hueekk
Cia memuntahkan seluruh isi di dalam perutnya. Nampak kristal bening terus menetes dari manik matanya di sertai hidung yang memerah. Hampir beberapa menit ia berada di kamar mandi untuk memuntahkan cairan Bening yang kental karna isi di perutnya sudah habis ia keluarkan.
Gadis itu berpegang erat pada sisi wastafel untuk menahan tubuhnya yang sudah melemas, tenaganya benar-benar terkuras. Cia tak menyangka ternyata hamil tak semudah yang ia kira.
"Hiks... Badan aku lemes banget... Kamu jangan rewel di dalam perut aku.... Badan aku lemas banget gara-gara muntah terus "ujar Cia mengajak bicara pada janin yang masih berbentuk seperti kacang. Entahlah, mungkin dengan bicara seperti itu janin di dalam perutnya mengerti dan tidak membuat dia muntah terus menerus.
Hueekkย hueekk
Cia kembali memuntahkan di sertai isakan tangisan karna ini benar-benar menyiksa dirinya. Ia tersentak ketika sebuah tangan besar mengusap punggungnya begitu lembut, membuat hatinya tiba-tiba menghangat dan rasa mual yang tiba-tiba mulai berkurang. Cia berbalik ke belakang. Ia menatap Alvian yang mengusap rambutnya dengan lembut dan tatapan matanya yang nampak khawatir.
" Kamu kenapa tidak membangunkan aku, Cia? "ujar Alvin dengan suara serak.
Cia tak menjawab. Ia memeluk tubuh Alvian dengan erat. Rasa mual itu tiba-tiba langsung menghilang saat memeluk suaminya.Alvian seperti obat penawar baginya.
" Aku capek muntah terus "adu Cia dengan mata berkaca-kaca dengan posisi masih setia memeluk Alvian yang terus memberikan usapan lembut di punggungnya.
"Sabar ya, memang seperti itu bila sedang hamil di awal, nanti setelah bulan ke tiga kamu tidak muntah lagi " ujar Alvian mencoba memberikan pengertian pada istri kecilnya.
Cia menganggukkan kepalanyanya, melengkungkan bibir kebawah. Membuat gemas dan lucu bagi Alvian.
__ADS_1
"Kita ke kamar ya? Mau aku gendong atau jalan sendiri? " tanya Alvian.
"Mau di gendong, badan aku sudah lemas, tidak sanggup jalan lagi " ujar Cia merentangkan kedua tangannya, mendongak menatap Alvian yang menjulang tinggi bagi Cia yang memiliki tubuh yang lumayan pendek.
Alvian menggendong Cia ala koala. Kaki gadis itu memeluk erat pinggang suaminya, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Alvian yang makin menguar bau khas tubuh suaminya yang tentu sangat di sukai Cia .
Alvian keluar dari kamar mandi dengan berjalan hati-hati, apalagi lantai kamar mandi saat basah sangat licin. Ia takut terpeleset sedangkan dirinya tengah menggendong Cia. Alvian merasa seperti menggendong anak kecil karna tubuh Cia yang begitu mungil.
Pria itu meletakkan Cia di sisi ranjang. Alvian memperhatikan tatapan sayu Cia yang nampak mengantuk dan terlihat lemas.
"Kamu lapar? " tanya Alvian, bisa saja setelah memuntahkan isi di perutnya Cia jadi tiba-tiba lapar, pikir Alvian.
Cia menatap Alvian dengan mengigit bibir bawahnya kelu"Memang boleh aku makan? Tapi'kan ini sudah tengah malam tidak mungkin ada restoran atau tempat makan yang buka. Lagi pula Gojek tidak menerima pesanan tengah malam begini "cerocos Cia , tak menyadari Alvian yang menatap dirinya begitu intens dengan senyuman yang terukir di wajah tampannya.
" Apapun demi istri dan anakku pasti akan aku lakukan. Termasuk membuat makanan untuk istri cantikku ini "ujar Alvian mencolek dagu Cia.
" Ada yang merah tapi bukan apel "goda Alvian terkekeh melihat begitu gemas pada Cia, apalagi pipi yang chubby itu nampak kemerah-merahan. Ia jadi teringat pada sirrah Rasulullah yang memanggil Sayyidah Aisyah dengan sebutan Humairah karna memiliki pipi yang kemerah-merahan dan itu merupakan panggilan kesayangan Rasulullah pada Sayyidah Aisyah.
" Kamu tunggu di sini ya, aku buatkan aku makanan? Kamu mau makan apa? "tanya Alvian.
Cia terdiam sejenak, sambil mengetuk-ngetuk dagunya tengah berpikir.
" Aku mau kebab "ujar Cia dengan mata berbinar-binar. Ia sudah dari kemaren menginginkannya.
" Eh"Alvian tampak cengo mendengarnya. Bisa-bisanya ia menawarkan Cia mau makan apa. Sedangkan dirinya hanya bisa memasak nasi goreng , telur ceplok dan memasak air . Alvian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Ayo masak kebab, aku sama dedek bayi sudah kelaparan" ujar Cia mengusap perut rasanya. Ia tersenyum sendiri membayangkan memakan kebab yang masih hangat dengan campuran daging, sayur dan saos mayones. Ia tak suka pakai sambal tomat saat makan kebab.
"Ayo masak kebab " ujar Cia menarik lengan kekar Alvian dengan tak sabaran, menuju pintu keluar kamar.
__ADS_1
๐๐๐๐๐
Disinilah Alvian sekarang yang nampak kebingungan dan tidak paham dengan orang yang tengah menjelaskan dan cara memasak kebab di youtube. Ia menoleh menatap Cia yang nampak menikmati nastar yang baru di belikan oleh Devia.Sambil duduk di kursi di temani drama Korea yang di tonton di gadget.
Mulut Cia ternganga melihat adegan mesra saat pasangan dalam film tersebut berciuman.Ia jadi mau. Boleh tidak minta seperti itu sama Alvian, sedetik kemudian Cia menggelengkan kepalanya, dengan keinginan gilanya itu.
Alvian sibuk berkutat dengan bahan-bahan untuk membuat kebab yang diinginkan Cia. Ia mengusap peluh dengan punggung tangannya .
๐๐๐๐๐
Rayyan tersenyum menatap foto adik tirinya yang makin tambah cantik saat sudah beranjak dewasa. Ia mencium dan mengusap foto Cia yang begitu banyak terpajang di dinding di ruang kerjanya. Rayyan makin terobsesi untuk memiliki Cia. Sekalipun dia harus berhadapan dengan Alvian suami dari Cia.
Sangat mudah untuk Rayyan menyingkirkan Alvian. Dia bahkan sudah membunuh ayah kandung Cia yang merupakan orang yang pernah menciduk dirinya yang tengah melecehkan Cia yang masih berumur 8 tahun.
"Tunggu sebentar lagi, Felicia. Aku akan segera datang dan membuat kamu menjadi milik mu itu, hahaha..." Rayyan nampak tertawa cukup keras dan menyeramkan. Wanita yang sedari tadi memperhatikan Rayyan merinding sendiri.
"Kenapa cuma diam di situ?Cepat layani aku! " bentak Rayyan pada Ria yang tampak ketakutan setengah mati.
Ria berjalan mendekati Rayyan dengan air mata yang ingin jatuh. Kalau bukan karna biaya pengobatan ibunya, mana mau dia menjual keperawanannya pada pria yang berwajah tampan namun berhati iblis.
Rayyan menepuk-nepuk pahanya, menyuruh Ria untuk duduk di pangkuannya.
"Apa kamu masih perawan? "tanya Rayyan. Jujur ia sangat suka menikmati wanita yang masih perawan.
Ria hanya memejamkan matanya saat bibir Rayyan menari-nari di area lehernya. Untung dia sudah meminum obat KB.
Bersambung....
Maaf ya baru update karna aku kemaren maraton baca novel kesukaan aku, sebelum di hapus penulisnya untuk di terbitkan.
__ADS_1