
...Hal yang paling aku benci adalah terlihat menyedihkan di depan orang lain...
...(Rayyan) ...
"Saudara Rayyan, di tetapkan sebagai tersangka dan akan menjalani masa kurungan selama 10 tahun. Dengan barang bukti dan beberapa saksi atas kejahatan yang dilakukan!"ucap hakim dengan lantang.
Tuk tuk tuk
Hakim mengetuk palu tiga kali pertanda keputusan tidak dapat di ganggu gugat.Rayyan menghela napas kasar, dia tertunduk lemas di kursi terdakwah. Albian tersenyum puas mendengar keputusan hakim walau hukuman sepuluh tahun tidak cukup untuk membayar semua kesalahan yang di perbuat Rayyan.
Ria menatap Rayyan dengan perasaan sedih. Ia mengusap perutnya lembut, matanya terus melihat Rayyan yang di giring dua polisi. Sebenarnya Ria di paksa pengacara Rayyan untuk mengaku sebagai istri Rayyan agar hakim sedikit meringankan hukuman untuk pria tersebut dengan alasan dia tengah mengandung anak Rayyan, setidaknya hakim iba dan mengurangi masa tahanan tapi itu tidak merubah apapun .
Rayyan menatap Ria dan beralih melihat ke perut Ria yang sudah mulai membuncit dengan tatapan yang sulit di artikan. Hingga pandangan mereka bertemu, air mata menetes dari kelopak mata gadis tersebut. Ia tidak tau harus meneteskan air mata untuk pria jahat tersebut.Tapi terselip rasa kasihan dan juga rasa tak rela melihat Rayyan di bawa polisi . Mungkin ini bawaan cabang bayinya yang tidak mau jauh dari ayah kandungnya.
Albian mendekati Ria dan menepuk bahu gadis itu pelan.
"Jadi kamu istri dari pria brengsek itu? Dan kamu juga tengah mengandung anaknya. Aku tidak menyangka, bisa-bisanya kamu menikah denganย pria seperti Rayyan" ujar Albian yang tak habis pikir.
Ria hanya diam, menundukkan kepalanya. Albian tidak tauย apa yang sebenarnya yang terjadi. Mungkin pria ini akan menatap dirinya jijik bila mengetahui semuanya.
Albian tersenyum pada pengacaranya yang tak lain sahabatnya sendiri. Bryan berjalan mendekati keduanya. Ia langsung berjabat tangan dengan Albian .
"Terima kasih Bryan sudah mau menjadi pengacara untuk masalah kasus kakak ipar ku" ujar Albian tersenyum lebar.
"Tidak masalah Albian. Kita sahabat jadi kalau kamu ada masalah maka aku siap untuk membantu mu" ujar Bryan.
"Maaf bila Alvian dan Cia tidak bisa ikut ke persidangan karna Cia masih terlalu takut dan trauma melihat Rayyan. Kamu tahu sendiri, bagaimana kejadian pelecehan yang di lakukan Rayyan sangat membekas di ingatan Cia. Apalagi Cia tengah mengandung, jadi sangat di takutkan terjadi apa-apa dengan kandungannya" tutur Albian.
"Iya, aku sangat paham, Al. Dan apa yang di lakukan Rayyan sudah tidak bisa di toleransi lagi " sahut Bryan.
__ADS_1
Ria memalingkan wajahnya mendengar obrolan Albian dan Bryan. Apa sejahat dan sebrengsek itu Rayyan? Ia tidak tau apa-apa tentang kehidupan Rayyan tapi yang dia tahuย pria itu selalu menghambur-hamburkan uang untuk mendapatkan apa yang ia inginkan termasuk untuk memenuhi kebutuhan biologisnya.
๐๐๐๐๐
Cia duduk di pasir sebagai alasnya. Kepalanya di sadarkan di bahu tegap Alvian yang mengusap kepalanya lembut. Mata keduanya di suguhkan oleh matahari yang sudah hendak terbenam.Suara gelombang air laut di pesisir pantai begitu menenangkan saat mendengarnya. Angin pantai berhembus begitu lembut, menyapu permukaan kulit sepasang suami-istri itu tersebut.
"Mas, pemandangannya indah ya? " ujar Cia mendongakย menatap Alvian yang menatap lurus ke depan.
"Iya, tapi ada pemandangan yang lebih indah dari pada ini " ujar Alvian menatap manik Cia lekat.
"Apa itu? " tanya Cia membenarkan posisi duduknya, menghadap Alvian.
Alvian tersenyum tipis "Kamu.Kamu adalah pemandangan yang begitu indah yang di ciptakan Tuhan untuk aku seorang. Hanya aku yang boleh menatap keindahan kamu, jadi.... " Alvian menjeda ucapan.
Alvian mengeluarkan sesuatu dari papper bag yang sudah dia siapkan. Alvian langsung menutup kepala Cia dengan hijab segi empat berwarna coklat di kepala istrinya.
"Jadi mulai besok kamu tutup aurat kamu dengan memakai pakaian yang tertutup dan juga memakai hijab. Agar hanya aku yang boleh melihat keindahan di setiap inci tubuh kamu. Karna aku tidak mau pria lain melihat keindahan yang ada pada diri kamu meski wanita sekalipun karna.ย aku tidak suka berbagi " ujar Alvian tegas.
Pria itu mencium kening, kedua kelopak mata Cia, pipi dan terakhir bibir mungil yang sudah menjadi candunya.
"Semua yang ada di diri kamu punya aku. Termasuk bibir mungil ini "
Cup!
Alvian kembali mengecup bibir Cia untuk kedua kalinya. Ia tidak takut bila ada orang melihat kemesraan mereka berdua. Karna ini ungkapan rasa cintanya pada Cia.
"Mas, juga punya aku " sahut Cia yang terkekeh.
"Iya, aku memang punya kamu sayang. Semua ni kau punye" ujar Alvian menirukan logat bicara kartun dua kembar botak .
__ADS_1
Cia tertawa mendengar ucapan Alvian yang tersenyum kearahnya. Ia memeluk tubuh suaminya erat. Cia bersyukur Tuhan memberikan pasangan yang menyayanginya dan mencintainya dengan tulus. Terkadang sesuatu yang di anggap buruk bagi kita adalah yang terbaik dan sebaliknya. Termasuk pernikahan Cia dan Alvian yang kini berakhir bahagia.
๐๐๐๐๐
"Akhirnya kalian pulang. Kami khawatir dengan kalian berdua yang begitu lama tidak sampai ke rumah. Memangnya kalian kemana? " tanya Nevia menatap Cia dan Alvian yang berdiri di depannya.
"Maaf bunda. Tadi aku sama mas Alvian ke pantai dulu " jawab Cia terkekeh.
Nevia menggelengkan kepalanya "Seharusnya setelah pulang dari rumah sakit langsung ke rumah. Apalagi kalian berdua ke pantai malam-malam seperti ini, nanti bisa masuk angin " tegur Nevia.
"Maaf bunda. Tapi aku yang mengajak Cia ke pantai karna aku butuh menghirup udara segar setelah seminggu di rawat di rumah sakit" jawab Alvian.
"Bunda tidak marah dan tidak masalah kalau kalian mau pergi ke mana pun. Tapi jangan pulang sampai larut malam seperti ini. Sekarang ayo masuk. Langsung mandi pakai air hangat ya " peringat Nevia yang langsung di angguki keduanya.
Alvian berjalan bergandengan tangan dengan Cia ,menuju ke kamar.Pria itu membukakan pintu kamar dan mendahulukan Cia lebih dulu masuk ke dalam kamar.
"Cia mandi bareng " ajak Alvian.
"Nggak, ah.Makin lama kalau mandinya barengan. Nanti malah mandi junub" ujar Cia yang seolah bisa membaca isi pikiran Alvian.
"Sekali aja kita mandi berdua " ujar Alvian dengan wajah memelas.
Cia menghembuskan napas kasar, ia menganggukkan kepalanya dengan wajah pasrah. Alvian langsung mengangkat tubuh Cia dan menggendongnya, membuat gadis itu memekik kaget, tangannya refleks melingkar di leher Alvian.
Cia mendongak,memejamkan matanya merasakan guyuran air shawor yang hangat, menerpa wajah dan seluruh tubuhnya.Alvian tersenyum menatap Cia. Ia langsung merengkuh pinggang Cia, menarik gadis itu agar semakin merapat pada tubuhnya.
Mata keduanya saling adu pandang. Sesekali Cia mengusap wajahnya yang terguyur air shower. Alvian tersenyum menatap istrinya. Matanya turun , menatap bibir mungil Cia. Ia sedikit memiringkan wajahnya dan menempelkan bibirnya dengan sempurna di bibir Cia.
Pria itu mencium begitu lembut. Ia makin merapatkan tubuhnya dengan Cia. Alvian mendorong pelan tubuh Cia ke tembok. Ia kembali meraub bibir merah alami yang benar-benar sudah membuat dia gila karnanya.
__ADS_1
Bersambung....
Bila ada yang salah di cerita saya tolong tandai, ok๐