Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)

Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)
Season 2:Eps 24


__ADS_3

Untuk adek-adek jangan baca ini ya, cuma orang dewasa yang boleh baca 18++


Laura keluar dari kamar mandi dengan lingerie yang melekat di tubuhnya yang begitu pas dengan lekuk tubuhnya. Ia berjalan  mendekati ranjang,tempat Albian yang sekarang berbaring dengan menutup matanya dan selimut yang menutupi tubuh suaminya. Laura mencengkram lingerie di bagian dadanya yang begitu terekspos. Dengan kaki yang tiba-tiba bergetar saat berjalan mendekati ranjang, tapi ia bisa bernapas lega karna Albian sudah menutup matanya, mungkin sudah tertidur karna menunggu dirinya yang memang sengaja berlama-lama di kamar mandi.


Laura berbaring di samping Albian dan perlahan menaikkan selimut, untuk menutupi tubuhnya, tapi sebuah tangan kekar menahan tangannya untuk menarik selimut tersebut. Ia langsung menoleh ke sebelahnya dan sudah mendapati Albian yang menatap dirinya dengan senyuman yang aneh, namun mampu membuat  bulu kuduknya merinding melihat senyuman tersebut.


"Ka-kak, belum tidur? " Tanya Laura dengan ucapan yang terbata-bata. Ia rasanya ingin pingsan saat ini juga. Apalagi matanya tidak sengaja melihat Albian sudah telanjang dada dengan boxer yang menutupi pusaka pria tersebut yang terlihat mengembung di balik celana tipis bentuk segitiga itu.


"Bagaimana saya bisa tidur. Kita belum malam pertama, " ujar Albian blak-blakan mengucapkan apa yang ia inginkan sekarang. Laura meneguk ludahnya susah payah,mendengar ucapan frontal suaminya.


"Tapi, kak ahh... " Belum sempat menyelesaikan ucapannya suara desah*n keluar dari bibir ranum Laura. Pria itu dengan sengaja mencengkram dada istrinya dengan gemas.


Albian menarik Laura agar semakin merapat pada tubuhnya. Sebelum menggauli Laura ia sudah membaca doa yang di wajibkan di baca saat akan berhubungan badan. Dan sebuah ceramah yang Albian dengar, bahwasanya seorang istri tidak papa tidak membaca doa tersebut, asalkan suami sudah membacanya.


Perlahan Albian mendekatkan wajahnya pada Laura , hingga bibir mereka berdua menempel sempurna.Tidak ada pergerakan saat Albian mencium bibir sang istri. Tapi perlahan pria itu mulai mencium dan mel***t bibir mungil nan tipis tersebut. Laura mengerang di sela-sela ciuman mereka berdua yang mulai memanas. Ia merasakan kebas dan sedikit perih, saat Albian mencium bibirnya bertubi-tubi.


Tangan pria itu tidak tinggal diam. Ia mengelus-ngelus punggung Laura,seakan mencari sesuatu.Albian melepaskan tali tipis yang mirip spagetti tersebut yang terikat di leher sang istri. Laura memukul dada Albian dengan kuat , karna sudah kehabisan napas.


Laura menghirup oksigen dengan rakus, setelah Albian melepaskan tautan bibir mereka berdua. Gadis itu langsung membelalakkan matanya, saat sadar bila ia sudah setengah telanjang. Ia menatap Albian yang langsung menindih tubuhnya dengan tatapan lapar dan mata yang sudah berkabut gairah. Laura langsung menutupi dada ranumnya karna benar-benar malu tapi Albian memegangi kedua tangannya dan meletakkan di atas kepalanya.


"Kak, aku malu, " ucap Laura yang hendak menangis. Ia benar-benar takut dan malu di pandangi suaminya seperti itu.


"Kenapa malu, hmm? Kita sudah sah menjadi suami istri, jadi wajar melakukan ini, " sarkas Albian dengan suara yang parau.


Albian kembali melanjutkan aktivitas panasnya. Ia menyesap dan menggigit kecil leher Laura yang mende**h tidak karuan. Sedangkan gadis itu memejamkan matanya tidak berani bersitatap dengan Albian, karna ia benar-benar malu dengan dirinya yang sudah tdk memakai apapun, hanya selimut yang membungkus tubuh mereka berdua, tapi tetap saja Albian bisa melihat seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Laura, " panggil Albian yang terdengar pelan, namun masih bisa di dengar Laura.Perlahan gadis itu membuka matanya saat namanya di panggil. Ia langsung menatap, mata Albian yang juga menatap dirinya dengan napas yang memburu. Pria itu mengusap peluh yang membasahi seluruh wajah Laura.


Albian tersenyum melihat wajah Laura yang memerah.


"Maaf ya, saya terlalu memaksakan kehendak saya agar kamu melayani saya, " ujar Albian yang tidak tega melihat istrinya yang menangis , ketakutan. Seakan dirinya seorang pedofil.


"Kalau kamu belum siap, tidak papa. Saya bisa menahannya, "ujar Albian tersenyum paksa. Ia harus merendam egonya demi sang istri yang masih sangat muda.


Laura terdiam sejenak, ia jadi teringat dengan ucapan sang Mommy beberapa waktu yang lalu.


Flashback


" Laura, kamu harus pintar-pintar menjalani peran kamu sebagai seorang istri. Walau kamu juga masih kuliah, kamu harus pintar bagi-bagi waktu untuk Albian. Melayani Albian dengan sepenuh hati dan ikhlas. Termasuk melayani di kasur, "ujar Lily terkekeh.


Laura menatap sang Mommy dengan bibir mengerucut.


Lily menghela napas berat, ia tersenyum menatap putri kecilnya dan mengusap-ngusap surai panjang rambut Laura.


" Kalau kamu belum siap memenuhi kebutuhan biologis Albian. Siap-siap saja Albian nanti bakal jajan di luar untuk menuntaskan hasratnya. Lagi pula kamu bisa minum pil KB atau suntik KB, "jelas Lily. Memang sulit memberikan pemahaman pada gadis yang masih berumur 19 tahun tersebut.


" Jajan di luar itu apa sih? "Tanya Laura bingung. Lily menepuk dahinya pelan, kenapa anaknya begitu lemot dan tidak paham apa yang ia jelaskan.


" Maksudnya, Albian memenuhi kebutuhan biologisnya dengan wanita lain. Buat apa nikah kalau kamu tidak mau memberikan haknya Albian. "Ujar Lily dengan wajah gemas menjelaskannya.


Off flashback

__ADS_1


" Aku siap, kak. Sudah kewajiban aku untuk melayani kakak, "ujar Laura tersenyum. Albian mengecup bibir ranum istrinya sekilas.


" Nanti kalau sakit, kamu cakar punggung saya atau jambak rambut saya "Albian memposisikan dirinya.


Laura manggut-manggut. Sebenarnya dalam pikirannya saat ini, apa yang sakit? Sedangkan badannya tidak ada yang sakit sama sekali , batin Laura.


Baru beberapa detik bergumam seperti dalam hati, Laura memekik kesakitan dan menangis sekencang-kencangnya. Ia meremas sprei, hingga tidak berbentuk. Badannya seperti terbelah dua, saat merasakan benda yang merobek sesuatu di miliknya.


Laura menangis tersedu-sedu merasakan sakit teramat sangat. Ia baru tahu kalau ini akan sesakit ini.


" Kakak, sakit hiks.... "Adu Laura di sertai isakan tangisan. Albian mengusap-ngusap air mata yang membasahi pelipis Laura.


" Tahan ya sayang, nanti enakan, "ujar Albian, mencium bibir Laura dan mel*matnya begitu lembut agar sakit yang Laura rasakan teralihkan dengan cumbuannnya. Dan benar saja gadis itu membalas cumbuannya, tidak terdengar lagi suara isakan tangisan, hanya suara d*capan dan erang*n.


Albian mulai menggerakkannya dengan pelan hingga berubah menjadi gerakkan semakin kasar dan cepat . Awalnya Laura meringis dan merintih tapi kelamaan, rintihan itu berubah menjadi suara desah*n kenikmatan di antara kedua -duanya.


Tidak sadar mereka berdua melakukan hingga berjam-jam lamanya. Albian langsung ambruk di samping Laura yang sudah tertidur atau memang tidak sadarkan diri.


" Laura, "Albian menepuk-nepuk pipi Laura dengan pelan. Ia takut istrinya pingsan karena melayani dirinya.


" Euhg....Sudah jangan lagi, aku ngantuk, capek, "lenguh Laura dengan mata terpejam. Albian langsung menarik sang istri dalam pelukannya. Ternyata Laura tertidur karna kelelahan. Ia mengecup kening Laura, aroma tubuh gadis ini juga sudah bercampur dengan aroma tubuhnya yang lebih menyengat.


" Terima kasih sudah menjaga mahkota kamu untuk saya, "gumam Albian tersenyum lebar memperhatikan wajah kelelahan Laura.


Dulu Albian pikir Laura adalah gadis nakal yang mudah tidur dengan sembarang pria . Karna dulu gadis ini sangat sering pergi ke club dan selalu memakai pakaian yang terbuka tapi ternyata dugaannya salah besar.

__ADS_1


Bersambung...


Bakal update lagi bila like mencapai 200😆


__ADS_2