Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)

Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)
Bertemu kembali


__ADS_3

...Tidak usah merisaukan perihal jodoh yang sudah di tentukan oleh Tuhan. Yang harus kau lakukan adalah memperbaiki diri mu dan mendekatkan  diri pada Tuhan mu...


...(Windanor) ...


Albian mengangguk-anggukkan kepalanya mengikuti alunan musik yang ia setel dengan volume yang cukup keras sambil mendengarkan musik,Albian fokus menyetir mobilnya yang entah akan menuju kemana. Saat ini ia butuh ketenangan, setelah mendapatkan omelan dan ceramah dari sang Mamah, Devia. Beberapa hari ini Mamahnya mendesak dirinya untuk mencari calon istri, karna dua bulan lagi umurnya akan menginjak 33 tahun.


Tidak sulit bagi Albian mencari  calon istri tapi ia hanya takut hubungannya akan seperti saat bersama Tiara. Sangat sulit mencari wanita yang benar-benar  tulus mencintainya.Bisa saja ia mendapatkan wanita seperti Tiara lagi. Ia ingin wanita yang tidak memandang fisik walau wajahnya sudah tampan dari bayi tapi tetap saja. Siapa yang akan menjamin dirinya akan tetap tampan?Dan juga ia ingin wanita yang tidak memandang harta, kita tidak tau kan bisa saja ia jatuh miskin mendadak.


Bibir Albian tidak henti-hentinya mengikuti lirik lagu yang seakan menceritakan kehidupannya sendiri.


🍁🍁🍁🍁🍁


Ria berjalan menyusuri jalan raya. Sesekali ia mengusap peluh yang membanjiri wajahnya. Hari ini matahari begitu terik dan sangat panas. Mata gadis itu tak sengaja melihat penjual rujak yang ada di sebrang jalan. Ria meneguk ludahnya kasar , ia jadi ingin memakan rujak .Air liurnya seakan ingin menetes membayangkan bila ia memakan buah rujak tersebut.Gadis itu mencari uang di saku celananya dan beruntung ia masih mempunyai uang 20 ribu.


"Alhamdulillah, untung aku masih punya uang " gumam Ria dengan senyuman yang  terukir di wajahnya.


Gadis itu langsung menyebrang jalan raya  dengan berlari kecil tanpa melihat kanan-kiri.


Tiiit  tiiit


Suara klakson mobil yang begitu keras membuat Ria menoleh dan berteriak kencang saat mobil itu melaju kearahnya.Albian langsung menginjak rem mobilnya mendadak.


Ria langsung jatuh tersungkur ke aspal tepat di depan mobil yang hampir menabrak dirinya.


"Awws! S-sakit " ringis Ria memegangi lututnya yang terluka. Mobil itu berhasil menabrak tepat di lututnya walau tidak sampai tertabrak.Lebih beruntung lagi janin yang ada di perutnya tidak kenapa-kenapa.


Albian turun dari mobil dengan kaca mata hitam yang bertengger manis di hidung mancungnya. Ia berjalan mendekati Ria yang menunduk memegangi lututnya yang terlihat mengeluarkan darah.


"Kamu enggak papa? " tanya Albian.


Ria mendongak menatap pria berkaca mata hitam tersebut. Albian membulatkan matanya melihat wajah gadis itu. Ini gadis yang hampir ia tabrak kemaren.

__ADS_1


"Kamu tukang jualan kacang'kan?" Albian menunjuk kearah wajah Ria yang mengkerutkan keningnya mendengar ucapan Albian.


"Kamu siapa ya aku enggak kenal? " ujar Ria yang masih mendongak menatap Albian.


Albian membuka kaca matanya membuat Ria mengenali sosok pria tersebut. Ini bukannya pria yang hampir menabrak dirinya tadi? Tapi seingat dia pria ini ada di kampus dan saat berpapasan pria ini tidak menegur dirinya, dia pikir mungkin lupa.


Lalu , kenapa pria ini tiba-tiba mengenali dirinya dan pakaiannya juga sudah di ganti, tadi saat bertemu di kampus pria itu memakai kemeja berwarna abu-abu bukan memakai kaos berwarna hitam. Ria larut dalam memikirannya saat ini.


Albian menyentil kening Ria cukup keras , membuat sang empu meringis kesakitan.


"Kenapa liatin saya seperti itu?Kamu kagum dengan ketampanan saya? " goda Albian. Ria mendengus mendengarnya.


Albian berjongkok melihat luka di lutut Ria yang tidak terlalu parah.


"Ayo ikut saya ke rumah sakit. Lagi pula kamu kenapa menyebrang tiba-tiba?Seharusnya melihat kanan-kiri sebelum menyebrang. Yang bahaya bukan hanya kamu tapi saya " omel Albian.


"Aku menyebrang mau beli rujak! Mas juga nyetir mobilnya ngebut-ngebutan gitu . Sana pergi kalau enggak mau niat nolongin " gerutu Ria mendorong-dorong Albian. Ia benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya saat ini dan itu karna pria yang dua kali hampir menabrak dirinya.


Gadis itu menoleh menatap kearah Albian yang berdiri di belakangnya "Aku mau beli rujak! Memang kenapa?! " ketus Ria dengan tatapan sinisnya.


"Ck! Kayak orang lagi hamil makan rujak segala" celetuk Albian yang tak di hiraukan oleh Ria yang terus melanjutkan langkah kakinya. Ia benar-benar ingin memakan rujak saat ini.


🍁🍁🍁🍁🍁


Mobil Alvian memasuki area pekarangan rumah . Ia memarkirkan mobilnya di depan pelataran rumah. Cia sudah berdiri di ambang pintu dengan senyuman yang begitu manis.


"Mas, aku kangen" ujar Cia dengan nada suara manja, memeluk Alvian yang membalas pelukannya.


Alvian mencium kedua pipi berisi dengan gemas.


"Sudah makan? " tanya Alvian sambil berjalan memasuki rumah, merangkul bahu Cia.

__ADS_1


"Sudah.Eh, Tadi aku masak soup lho. Mas mau cobain enggak? " tawar Cia mendongak menatap Alvian .


"Boleh, tapi aku mau bicara sama kamu sebentar" ujar Alvian menatap Cia dengan wajah serius.


Cia menautkan keningnya memikirkan apa yang akan di bicarakan suaminya. Lagi pula ia tidak pernah melihat Alvian seserius ini.


Alvian memdudukkan dirinya di sofa di ikuti oleh Cia yang duduk si sebelah suaminya.


"Mas, mau bicara apa? " tanya Cia pada Alvian yang membuka dua kancing bajunya paling atas .


"Besok aku harus pergi ke Bali untuk masalah pekerjaan jadi... " Alvian menghela napas berat, menatap Cia yang menunggu kelanjutan perkataannya.


"Jadi apa, mas? " tanya Cia penasaran.


"Jadi aku harus pergi kesana dan mungkin untuk satu minggu ke depan. Jadi sementara waktu kamu tinggal di rumah bunda, ya" ujar Alvian mengusap pipi istrinya lembut.


"Kok mendadak sih? Kenapa harus satu minggu? Terus kenapa kamu harus pergi saat aku sedang hamil? Aku enggak bisa jauh dari kamu mas" rengek Cia memeluk lengan Alvian.


Pria itu mengusap pucuk kepala istrinya lembut.


"Aku enggak bisa batalin keberangkatan aku ke Bali, sayang. Jadi sabar ya, aku akan usahakan pulang secepatnya" ujar Alvian.


"Aku ikut boleh enggak? " tanya Cia dengan wajah memelas.


Alvian menggelengkan kepalanya "Enggak bisa. Kalau kamu ikut bagaimana dengan kuliah kamu dan juga tugas-tugas kuliah kamu" ujar Alvian.


Cia diam sejenak. Apa yang di katakan Alvian benar. Kalau dia ikut pasti tugas-tugas kuliahnya akan menumpuk dan bisa dapat tugas tambahan kalau lambat mengumpulkan tugas.


Bersambung....


Terimakasih ya atas doa kalian. Alhamdulillah aku sudah sembuh. Aku cuma sakit batuk dan kepala pusing.

__ADS_1


__ADS_2