Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)

Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)
Ektra part 3


__ADS_3

Happy reading


Tok tok....


Suara ketukan pintu, membuat Albian langsung menjauhkan tubuhnya dari Laura. Pria itu membenarkan pakaiannya dan merapikan rambutnya yang nampak kusut dan acak-acakan, sama halnya dengan Laura yang juga merapikan rambutnya, menyisir dengan sela-sela jarinya.


Ceklek...


Alis Albian terangkat sebelah, melihat siapa orang yang mengetuk pintunya. Seorang gadis yang memiliki paras begitu cantik berdiri di depan pintu ruangannya dengan senyuman yang merekah di bibirnya.


"Ada perlu apa? " Tanya Albian datar.Naina meneguk ludahnya kasar, mendengar ucapan sang Dosen yang datar dan juga dengan tatapan yang dingin.


"Saya ke sini, mau menyerahkan tugas saya yang bulan lalu, pak. Kemaren ayah saya sakit, jadi saya harus balik ke Bandung, "jawab Naina. Mata gadis itu memperhatikan Albian, menatap kemeja dosennya yang belum terkancing di bagian atas.


" Masuk, "titah Albian yang berjalan ke meja kerjanya, mendudukan dirinya di kursi. Naina berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut. Matanya tak sengaja melihat ke arah seorang gadis yang duduk di sofa,menyenderkan tubuhnya. Setahu-nya gadis ini bukan mahasiswa kampus sini. Sepertinya gadis itu seumuran dengan dirinya.


" Kenapa malah melamun?bawa sini tugas kamu! "Sentak Albian, membuat Naina terperanjat kaget.


" Maaf, pak, "ujar Naina tertunduk. Ia menyerahkan tugasnya pada Albian.


" Jadi kamu tidak masuk satu bulan karna ayah kamu sakit? "Tanya Albian, seraya melihat-lihat  tugas yang  sudah di kerjakan Naina.


" Iya, pak."Jawab Naina.


"Sebelumnya kamu sudah izin ke Rektor kalau kamu mengambil cuti? " Tanya Albian tanpa melihat lawan bicaranya.


"Sudah pak, " jawab Naina lagi.Albian meletakan kertas tugas Naina di sampingnya. Ia menatap mahasiswinya dengan kedua tangan yang menopang dagunya.


"Baiklah, kamu boleh keluar, " ujar Albian.


"Iya Pak. " Naina berjalan kearah pintu keluar . Ia melirik kearah Laura yang tengah mengotak-atik ponselnya dengan satu tangan yang memegangi botol minum.


"Apa dia mahasiswi baru?Tapi kelihatan santai sekali. Sedangkan mahasiswa yang lain tidak ada yang di perlakukan seperti ini oleh dosennya. " Batin Naina.


Naina langsung keluar dari ruangan tersebut dengan banyak pertanyaan yang bermunculan di benaknya tentang Laura.

__ADS_1


"Jangan main ponsel terus, " Albian langsung merebut ponsel di tangan Laura, membuat gadis itu tersentak kaget.


"Kalau sedang berduaan dengan aku tidak boleh main ponsel. " Ujar Albian duduk di sebelah Laura.


"Kan aku bosen kak.Terus kapan aku bisa masuk ke kelas? " Tanya Laura menatap Albian.


"Nanti dulu sayang.Lebih baik kita makan dulu ya. Aku pesan'kan makanan untuk kamu. Kamu mau makan apa? " Tanya Albian yang sudah membuka aplikasi Gojek di ponselnya.


"Aku mau makan nasi goreng seafood, " jawab Laura. Albian terdiam sejenak dan menganggukan kepalanya.


"Kak tadi itu mahasiswi sini ya? " Tanya Laura.Albian menganggukan kepalanya tanpa mengalihkan pandangan pada layar ponsel.


"Dia cantik ya, " ujar Laura.


"Iya, " jawab Albian singkat yang masih sibuk dengan ponselnya.


Laura merenggut kesal mendengar jawaban Albian. Rasa cemburu tiba-tiba menjalar di hatinya.


"Sayang, kamu kenapa? " Tanya Albian melihat perubahan wajah Laura.


"Heh, kamu kenapa. Tiba-tiba berubah seperti ini. Aku ada salah? " Tanya Albian kembali merapatkan tubuhnya pada Laura.


Gadis itu menoleh menatap sang suami yang tersenyum kearahnya.


"Laki-laki selalu seperti itu. Setelah sudah di pakai, langsung cari yang baru, " sindir Laura, membuat Albian mengernyitkan keningnya, bingung.


"Maksudnya apa?" Tanya Albian tidak paham.


"Kamu ngapain lihat-liat foto Dafi? " Kesal Albian merebut kembali  ponsel Laura. Sejak kapan istrinya menyimpan foto sepupunya.


"Memangnya kenapa? Dafi sangat tampan, makanya aku liatin fotonya, " sahut Laura. Albian langsung menghapus foto Dafi dan sekalian mengganti wallpaper ponsel Laura dengan foto dia.


"Mata kamu cuma boleh menatap kagum hanya  untuk aku, bukan pada laki-laki lain . Aku bahkan lebih tampan dari Dafi." Ujar Albian dengan percaya dirinya.


Sedangkan Naina menguping pembicaraan Albian dan Laura. Rasa tidak suka  terlihat jelas di wajahnya yang di tujukan pada Laura. Jadi ada hubungan spesial antara mahasiswi baru itu dengan pak Albian, yang merupakan dosennya yang sudah lama ia taksir.

__ADS_1


"Kenapa dia dengan mudah mendapatkan pak Albian, sedangkan aku sangat sulit, sekedar untuk mencari simpati pada pak Albian, " gumam Naina, kembali melihat ke pintu yang tidak tertutup rapat. Liatlah gadis itu tidak punya harga diri sama sekali , hanya diam ketika Albian menciuminya bahkan membalasnya ciuman pria tersebut.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Undaa!! Hiks...... " Raja memberontak dalam gendongan Rima. Balita tersebut memenangis sesegukan memanggil sang Bunda.


Rima berjalan cepat, menyusuri koridor rumah sakit. Wanita paruh baya itu berjalan kearah kamar rawat nomor 125. Ia membuka pintu ruang rawat tersebut. Menampakan seorang pria terbaring lemah di brankar.


"Rayyan, " panggil Rima berjalan mendekati sang putra dengan mata yang berkaca-kaca. Wajah yang di penuhi memar dan lebam. Rayyan mengalami perundungan di penjara.


Raja yang menangis, kini terdiam ketika menatap Rayyan. Tatapan mata yang begitu polos balita itu berikan pada pria yang terbaring di brankar. Rima meletakan Raja di sebelah Rayyan. Wanita paruh baya itu seperti menatap dua orang yang memiliki wajah yang sangat mirip.


"Rayyan cepat sadar, nak. Mamah sudah membawa anak kamu. Liat Rayyan, dia sangat mirip seperti mu, " lirih Rima. Raja mendongak menatap Rima yang sudah menangis.


"Chanapa... Nyis.... Yayah... " Raja menyentuh permukaan wajah Rayyan. Tangan mungilnya mengusap pipi pria tersebut.


Rima semakin menangis melihat interaksi Raja pada Rayyan yang masih belum sadarkan diri. Mungkin ini adalah kesalahannya di masa lalu dan sekarang harus menimpa pada Rayyan. Andai ia bisa bersikap tegas pada putranya tentang pelecehan yang pernah di lakukan pada Cia. Pasti Rayyan tidak harus mendekam di penjara dan tidak akan mendapatkan perundungan oleh tahanan yang lain.


🍁🍁🍁🍁🍁


"Perkenalkan dia adalah mahasiswi baru di kelas ini . Namanya Laura dan saya harap kalian bisa berteman baik dengannya, " ujar Albian pada mahasiswa yang lain. Laura menatap kesal pada Albian. Ia tidak di beri kesempatan untuk memperkenalkan dirinya sendiri.


"Silahkan duduk Laura, " ujar Albian dengan bahasa formalnya pada sang istri.


Laura berjalan melewati beberapa orang yang menatap dirinya dengan tatapan yang sulit di artikan. Gadis itu mendudukan dirinya di kursi kosong yang berada di belakang.


"Syutt!Namanya siapa cantik? " Goda Fandy, mengedipkan sebelah matanya genit pada Laura yang langsung menundukan kepalanya .


"FANDY! JANGAN GANGGU LAURA DAN FOKUS PADA MATERI YANG SAYA BAHAS, " Tegur Albian dengan suara yang meninggi.


Pria yang bernama Fandy tersebut langsung membenarkan tepat duduk, menatap kedepan, lebih tepatnya menatap kearah Albian.


Sedangkan Albian menatap kearah Laura. Ternyata sangat sulit membiarkan istrinya bila tidak di pantau dan di jaga. Apa mungkin di kampus yang dulu Laura sering di goda seperti ini, pikir Albian.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2