
Laura perlahan membuka matanya. Ia mengerjap beberapa kali dan mengucek matanya, sesekali menguap karna rasa kantuk yang masih ia rasakan. Gadis itu meringis merasakan badannya yang terasa remuk dan seperti hancur lebur. Perlahan Laura menyingkirkan tangan besar Albian yang melilit di perutnya dan kaki besar pria ini juga menindih pahanya, layaknya seperti memeluk guling.
Laura bangun dari tempat tidurnya. Ia bangkit dari kasur dengan selimut yang melilit di tubuh polosnya . Tidak memperdulikan Albian yang tidur tanpa tertutup selimut, karna pihak hotel ,hanya menyediakan satu selimut untuk dua orang.
"Sttt... Sakit banget ini, " ringis Laura, melangkahkan kakinya pelan-pelan sedikit mengangkang. Rasanya benar-benar perih di bagian sensitifnya.
Gadis itu berjalan masuk ke kamar mandi untuk mandi jubub, setelah itu baru ia membangunkan Albian. Sekitar 20 menitan Laura keluar dari kamar mandi dengan memakai kimono yang ia dapatnya di sebuah lemari kecil di bawah wastafel. Kalau tahu ada kimono di lemari itu,tidak usah, tadi malam ia memakai lingerie yang lebih mirip jaring ikan.
Ia kembali menutupi tubuh polos Albian yang tertidur tengkurap dengan selimut yang ia bawa ke kamar mandi tadi. Pipi Laura bersemu merah mengingat aktivitas panas mereka tadi malam. Ia memegangi kedua pipinya sambil senyum-senyum dan menutupi wajahnya karna benar-benar malu mengingat hal itu.
"Kakak, bangun. Sudah jam 5 kak. Ayo kita sholat shubuh, " Laura menggoyang-goyangkan lengan Albian yang mengubah posisi tidurannya menjadi telentang.
"Masih ngantuk, Mah, " gumam Albian dengan mata yang masih terpejam. Pria ini bahkan sudah lupa bila ia sudah menikah. Laura terkekeh mendengar gumaman suaminya.
Sebuah ide jail muncul di otak LauraΒ ia mendekatkan wajahnya pada telinga Albian sambil tersenyum-senyum.
"Man Rabbuka?! " Ucap Laura dengan nada suara yang di buat seseram mungkin.TapiΒ tidak ada respon dari Albian yang masih nyenyak dengan tidurnya. Laura mengerucut bibirnya.
"Aaa!! Kebakaran!! " Teriak Laura dengan keras, membuat Albian terlonjak kaget. Pria itu langsung meloncat dari kasur dan lari ke kamar mandi,dan tidak berapa lama Albian keluar dari kamar mandi dengan membawa gayung yang berisi air.
Laura tertawa terpingkal-pingkal melihat suaminya yang sudah berhasil ia kelabuhi. Sedangkan Albian yang sadar telah di kerjai, berjalan kearah Laura dengan menghentakkan kakinya, dengan wajah kesal.
"Kamu ini ya, aku masih ngantuk. Kepala langsung pusing gara-gara kamu banguninnya mendadak gitu, " ujar Albian menggerutu.
"Kakak sendiri yang di Bangunin susah banget, tidurnya kayak kebo," celetuk Laura dan Albian mendengus.
Albian tersentak kaget saat Laura melemparkan handuk padanya. Gadis itu melirik ke bawah, membuat pria itu langsung menutupi tubuh bagian bawahnya dengan pipi yang memerah karna malu .
__ADS_1
"Sekarang kakak mandi dulu, sudah azan shubuh, " suruh Laura.
"Tapi tiyum dulu, nggak ada tenaga nih, " ujar Albian dengan wajah yang lesu seakan ia benar-benar lemas.
"Nggak ah,kakak bau, mandi dulu baru aku cium, " nego Laura. Albian memdesah kecewa.
"Laura, kuku kamu kenapa? " Tanya Albian, membuat gadis itu melihat kukunya.
"Kuku, aku kenapa.... "
Muach.....
Dengan cepat Albian mengecup pipi Laura yang langsung terkejut di buatnya. Pria itu langsung berlari kecil ke kamar mandi dengan senyuman lebar, karna berhasil membohongi Laura. Sedangkan gadis itu malah tersenyum, memegangi pipinya, tempat Albian menciumnya.
πππππ
Pria itu langsung membalikkan badan Laura dan mengangkatnya, mendudukkan di atas meja.
"Iih, turunin aku, " rengek Laura dengan suara yang manja, padahal ia tinggal turun saja tapi ia ingin manja pada suaminya.
"Ini kenapa merah-merah, lehernya? " Tanya Albian pura-pura tidak tahu.
Laura menatap sinis pada Albian, "Leher aku merah-merah ini gara-gara kakak. Baru tadi malam di kasih jatah, pagi sudah minta lagi. Badan aku sakit banget, apalagi kalau pipis perih, " keluh Laura. Miliknya masih perih dan sakit, tapi langsung di gempur lagi oleh Albian.
"Maaf ya sayang. Soalnya aku ke tagihan banget. Nanti malam aku boleh minta lagi? " Tanya Albian dengan wajah penuh harap.
"Nggak!Kakak gila ya. Ini masih sakit, kenapa malah minta lagi. Memangnya kakak tidak puas apa?Tadi malam kakak sudah aku kasih dan tadi pagi juga aku kasih, kenapa malah minta lagi, " lirih Laura menatap Albian yang memasang wajah sesedih mungkin.
__ADS_1
"Yahhπ.Kamu tahu sendiri, aku pria dewasa yang sudah lama menahan untuk menyalurkan hastanya pada wanita. Sekarang kamu istri aku jadi harus siap kalau aku lagi ke pengen. Memangnya kamu mau aku jajan di luar, menyalurkan hasrat aku sama wanita lain, " ujar Albian sedikit mengancam.
"Awas aja, jajan di luar. Aku potong punya kamu itu! " Ancam Laura dengan wajah bengisnya. Albian langsung menutupi bagian pahanya.
"Jangan kayak gitu, sayang ,ancamannya,nanti yang rugi bukan hanya aku tapi juga kamu . Makanya, kasih aku service ya, nanti malam, "ujar Albian dengan wajah yang memelas.
" Hmm... "Sahut Laura dengan deheman. Lebih baik di turutin saja permintaan Albian daripada pria ini benar-benar jajan di luar.
" Makasih ya sayang. Makin betah aku di hotel ini, "ujar Albian terkekeh.Laura menarik napas dan memutar bola matanya.
πππππ
"Mas, Albian sama Laura tinggalnya di rumah orang tua kamu ya? " Tanya Cia yang baru mendudukkan dirinya di kursi di dekat meja makan.
Alvian yang baru keluar dari dapur dengan membawa segelas susu ibu hamil itu, mendekati istrinya.
" Kalau nggak salah Albian mau tinggal di apartemen yang baru dia beli seminggu yang lalu . Namanya juga pengantin baru,maunya berduaan terus, "ujar Alvian terkekeh, meletakkan segelas susu di hadapan Cia.
" Enak ya, mereka punya waktu untuk berduaan. Kalau kita boro-boro mau berduaan , aku duduk di dekat kamu Queen sudah nangis minta di gendong "keluh Cia, menghela napas.
Alvian tersenyum, mengusap kepala istrinya dengan lembut.
" Kalau begitu kita honeymoon , gimana?Jadi bisa berduaan , menghabiskan waktu hanya berdua. Nanti Queen kita titipkan sama Mamah ya. Dari awal kita menikah sampai hari ini aku tidak pernah mengajak kamu jalan-jalan berdua , dan anggap saja ini honeymoon kita. "Ujar Alvian, membuat Cia menganggukkan kepalanya dengan mata yang berbinar-binar.
Bersambung...
Bersambung...
__ADS_1