Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)

Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)
Ektra part 8


__ADS_3

Pria yang tengah tertidur nyenyak dengan selimut yang membalut tubuh polosnya. Terusik dengan suara tangisan perempuan yang sesegukan. Ia menutupi telinganya dengan bantal, tapi masih bisa mendengar tangisan yang mengusik tidurnya tersebut. Karna kesal pria itu langsung bangun dari tidurnya. Ia duduk menghadap pada perempuan yang menunduk, menyandarkan punggung nya di bahu ranjang. Rambut hitam pekat yang panjang menutupi wajahnya membuat pria itu kesulitan melihat wajah perempuan itu.


Apalagi kepalanya sangat pusing karna kebanyakan minum alkohol.


"Ssst....Kamu bisa diam. Saya ingin tidur. Seharusnya kamu senang saya tiduri bukannya menangis seperti ini, " tegur Rayyan yang berdecak kesal.


Pria itu adalah Rayyan. Jangan kira bila ia berubah setelah keluar dari penjara. Rayyan masih suka membayar perempuan-perempuan di club untuk melayaninya. Sudah beberapa bulan ia puasa untuk menahan hasratnya yang minta untuk di puaskan.


Rayyan bangkit dari ranjang. Ia memunguti pakaiannya yang berserakan di lantai . Pria itu memasang celananya. Sebelum memakai kemejanya. Ia mendekati perempuan yang sudah ia tiduri sembari menyodorkan uang merah lima lembar.


"Ini tip untuk kamu. Saya sangat puas, " ujar Rayyan. Ria perlahan mendongak menatap kearah lawan bila caranya yang ada sampingnya, meraba-raba sekitarnya.


Damn!


Senyuman di bibir Rayyan langsung luntur. Matanya membola , tercengang dan tidak percaya melihat wajah perempuan tersebut. Rayyan sampai mengucek-ngucek matanya saking tidak percaya kalau ini Ria. Bisa saja ini hanya halusinasi saja karna efek terlalu banyak minum alkohol.


"Ria! Ini Ria?! " Tanya Rayyan mengeraskan suaranya. Ria yang tidak asing dengan suara yang memanggil namanya langsung mencari-cari orang yang memanggilnya .


"Abi, ini kamu. Abi tolong aku. Aku di jual hiks.... Aku juga di perkosa oleh pria asing hiks...." Ria menangis sesegukan mengadu, mengeratkan selimut yang menutupi tubuhnya.


Rayyan mengepalkan tangannya dengan rahang yang mengeras. Giginya bergemelutuk, deru napas yang memburu dan emosi yang benar-benar ingin meledak.Kenapa harus Ria?! Kenapa harus Ria yang ia tiduri!.


Buk!


Rayyan langsung memukul tembok dengan kuat dengan tangan yang terkepal. Meluapkan emosi dan amarahnya. Kenapa ia bisa kecolongan? Dan siapa yang membuat Ria ada di sini. Rayyan meraup wajahnya kasar. Ia menatap kearah Ria yang memeluk lututnya, menangis dan tubuh yang bergetar sempurna.


Pria itu mengacak rambutnya frustasi. Rayyan berjalan mondar-mandir. Pantas saja ,saat ia akan menyetubuhi perempuan yang ia bayar, bayang-bayang wajah Ria ada pada perempuan tersebut. Dan itu memang Ria. Sial! Ini karna ia yang kebanyakan minum alkohol dan mengambil seluruh kesadarannya .


Rayyan mengambil kemeja nya . Ia mendekati Ria.


"Pakai dulu baju, aku. Kita keluar dari sini. Jangan takut, pria yang memperkosa kamu itu sudah tidak ada lagi, " bohong Rayyan, sedikit mengeraskan suaranya. Ria mengalami gangguan pendengaran sebelah kiri . Akibat kecelakaan tersebut.

__ADS_1


Jadi, Ria akan mendengar bila orang lain berbicara dengan keras. Rayyan perlahan menurunkan selimut yang menutupi tubuh Ria dan memakaikan kemeja miliknya. Ia kembali membalut tubuh Ria dengan selimut. Dan menggendong Ria yang langsung mengalungkan tangan di lehernya.


"Maaf tuan, anda ingin membawa kemana anak buah saya. Apakah masih kurang servis ranjang nya? " tanya Mommy Nia, ambigu.


Rayyan memejamkan matanya. Ia menurunkan Ria dari gendongannya.


"Pegang selimut ini, jangan sampai lepas, " bisik Rayyan pada Ria yang langsung menganggukkan kepalanya , paham.


Rayyan kembali mendekati Mommy Nia yang sudah tersenyum lebar ,yakin akan mendapatkan rezeki nomplok. Bila Rayyan kembali menyewa Ria.


Plak....


Tamparan yang begitu indah melayang di pipi  Mommy Nia. Hingga sudut bibir robek, mengeluarkan darah. Wajahnya terhempas ke samping. Mommy Nia menatap geram pada Rayyan.


"Akh...... "


Rayyan langsung menarik kasar kerah baju Mommy Nia.


"Katakan siapa yang menjual perempuan itu kepada mu, hah!! " Bentak Rayyan dengan nafas yang memburu.Mommy Nia berusaha melepaskan cengkeraman Rayyan pada kerah nya.


Rayyan langsung mendorong Mommy Nia hingga jatuh terjerambab ke pantai . Semua yang melihat itu menatap ngerti pada Rayyan.


"Jawab! Siapa yang menjual Ria kepada kamu?! " Tanya Rayyan, menginjak tangan Mommy Nia yang memekik kesakitan.


"Ampun! Jangan injak tangan saya, tuan! " mohon Mommy Nia. Merintih kesakitan. Rayyan makin menekan sepatu pantofel yang ia pakai, menginjak tangan Mommy Nia.


"Cepat katakan, " desis Rayyan penuh penekanan.


"Tino dan Dino, yang menjual wanita itu. " Jawab Mommy Nia, tersendat-sendat.


Rayyan langsung menjauhkan kakinya dari Mommy Nia. Ia berjalan mendekati Ria dan kembali mengendong wanita tersebut. Fikiran Rayyan terus mengingat nama dua pria yang telah menjual Ria.

__ADS_1


"Hey! Bayar dulu bila ingin membawa dia!! " Teriak Mommy Nia menatap kepergian Rayyan yang tidak memperdulikan teriakannya.


Semua orang yang ada di club menatap kepergian Rayyan. Bahkan para wanita di sana menatap lapar pada Rayyan yang bertelanjang dada, apalagi tubuhnya yang atletis, menambah ke sempurnaan pria tersebut.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sepasang tangan melingkar di perut rata Laura, membuat sang empu langsung menoleh menatap Albian yang menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang istri. Rambut pria itu seperti Harimau, berantakan. Setelah sholat shubuh Albian kembali tidur karna begadang tadi malam.


"Kak, sana ah. Aku lagi masak ini, " ujar Laura . Albian yang masih menutup matanya menggeleng.


"Nggak mau, " rengek Albian. Laura berdecak, ia jadi merasakan beban berat di pundak kanannya.


Dengan bibir yang mengerucut Laura, menggoreng dua ikan yang sudah ia tepungi.


"Kak, duduk di sofa sana. Aku lagi sibuk ini, " gerutu Laura yang sudah kesal. Makin di diemkan suaminya makin menjadi-jadi . Dengan terpaksa Albian melepaskan pelukannya. Ia berjalan ke sofa di dekat sana, menjatuhkan tubuhnya di benda empuk tersebut.


Selang beberapa menit. Laura menatap masakan di meja. Ia melirik Albian yang kembali tidur.


"Kak, bangun. Aku sudah masak, ayo makan, " Laura menggoyang-goyang lengan Albian.


Pria itu memberikan tangannya, agar di tarik supaya ia bisa bangun. Laura yang paham menarik tangan Albian yang tersenyum smirk dengan mata yang masih terpejam. Ia menarik kuat tangan Laura, hingga gadis itu jatuh menindih tubuhnya. Dengan cepat Albian membalikkan tubuhnya, hingga Laura yang ada di bawahnya.


"Kakak! " Laura menatap tajam Albian yang malah tertawa. Pria itu mencium seluruh wajah Laura dan beralih mengecup bibir ranum istrinya. Sedikit melum*tnya.


"Kamu ini marah-marah terus. Jadi mau nerkam kamu, " goda Albian, membuat pipi Laura memerah.


"Sana, aku mau bangun, " Laura mendorong tubuh besar Albian, agar menjauh dari atas tubuhnya.


"Sebentar saja, sayang. Biarkan aku memeluk mu seperti ini, " Albian berbaring di sebelah Laura, memeluk dan menghirup aroma khas dari tubuh sang istri yang begitu candu baginya.


"Tapi, nanti makanannya ke buru dingin. "

__ADS_1


"Biar saja dingin. Nanti tinggal di panasin lagi.Aku ingin menghabiskan waktu dengan kamu, mumpung lagi libur kerja, " Albian menyembunyikan wajahnya di dada Laura yang mengusap kepala Albian, lembut.


Bersambung...


__ADS_2