
πΎPria memiliki banyak cara untuk mengungkapkan perasaan cintanya β€
Sebaik-baiknya bacaan, adalah Alquranπ
Happy Reading
Cia melengkung bibirnya ke bawah dan berjalan menuju ke tempat duduknya.
"Kenapa kamu, Cia. Muka kamu jadi demek gitu? " tanya Azri.
"Enggak kenapa-kenapa" jawab Cia asal yang terus menatap Alvian.
******
Alvian bangkit dari tempat duduknya sambil merapikan kertas ulangan yang sudah di kumpul mahasiswa yang akan dia bawa. Ia juga merapikan buku dan barang lain miliknya.
"Sebelum saya mengakhiri pelajaran hari ini, apa ada yang ingin di tanyakan? " tanya Alvian, melihat mahasiswa yang ada di depannya yang hanya diam .
Alvian menatap kearah Cia yang memasang wajah cemberut kearahnya. Ia jadi gemas sendiri melihat wajah istrinya yang seperti itu, sangat lucu.
"Kalau tidak ada yang di tanyakan, saya akhiri pelajaran hari ini dan, assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh" ucap Alvian .
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab mahasiswa di dalam kelas tersebut dengan serentak.
Alvian menganggukkan kepalanya samar dan keluar dari kelas.
"Hufft... Akhirnya selesai juga " ujar Azri, sambil memasukkan alat tulisanya ke dalam tas"Cia kita ke lapangan basket yuk, aku mau lihat Rama latihan basket "ujar Azri sambil mesem-mesem tak jelas.
Cia mengangkat satu alisnya mendengar ucapan Azri. Ia nampak asing dengan nama Rama, yang dia tau tidak ada yang namanya Rama di kampus ini. Azri yang melihat kebingungan di raut wajah sahabatnya, seakan mengerti bila Cia butuh penjelasan.
" Rama itu mahasiswa baru, dia baru dua minggu kuliah di sini tapi sudah banyak fansnya. Aku juga termasuk fans beratnya. Rama itu tampan, baik dan sikapnya yang dewasa membuat aku klepek-klepek "ujar Azri yang begitu antusias menceritakan Rama.
" Sudah ceritanya "ujar Cia yang nampak tak minat dengan obrolan Azri.
" Iih, kok kamu gitu sih. Seharusnya kamu itu tanya, setampan apa sih Rama itu "ujar Azri menirukan logat bicara Cia.
Cia mendengus kesal" Buat apa aku penasaran dengan sosok Rama. Mau setampan apapun dia, tidak akan berpengaruh dengan aku yang sudah bersuami "ujar Cia.
" Ciee... Mulai mengakui pak Alvian sebagai suami "goda Azri dengan tersenyum mengejek.
" Apaan sih, enggak jelas "elak Cia , yang bangkit dari tempat duduknya meninggalkan Azri yang terus menggodanya.
Tapi Cia merasa ada hal yang berbeda saat dia menyebut nama Alvian. Hatinya begitu berdebar-debar tak karuan. Senyuman tipis timbul di wajah cantik Cia, rasa kesal dan marahnya hilang seketika, saat mengingat hal manis yang beberapa hari ini dia lewati bersama Alvian.
πππππ
" Ini Alvian, aku bawakan kamu Sushi, ini buatan aku "ujar Agatha menyodorkan kotak makan berwarna pink pada Alvian.
Alvian mengambil pemberian Agatha dan membuka tutup kotak makanan tersebut. Ada sekitar enam potong Sushi. Ia jadi teringat dengan Cia. IaΒ tau istrinya sangat suka dengan makanan dari Jepang ini .
__ADS_1
" Makasih, Agatha "ujar Alvian kembali menutup kotak makanan tersebut, membuat senyuman di bibir Agatha perlahan memudar.
" Kenapa tidak di makan, Al. Apa kamu tidak suka? "tanya Agatha yang berdiri di samping Alvian yang tengah duduk di kursi kerjanya.
" Aku bukan tidak suka, tapi aku mau makan Sushi ini berdua dengan Cia "ujar Alvian seraya tersenyum simpul.
Agatha tersenyum masam, padahal dia ingin makan bersama dengan Alvian dan ingin mendengar pria ini memuji masakan buatannya.Alvian yang tengah sibuk memeriksa kertas ulangan, melirik ke kotak makanan yang ada di tangan Agatha.
" Kamu tidak makan, Agatha? "tanya Alvian.
Agatha tersenyum seraya menggelengkan kepalanya " Tidak Alvian, aku sudah makan "ujar Agatha bohong.
Alvian menghentikan aktivitasnya dan beralih menatap Agatha yang nampak salah tingkah.
"Emm...Agatha sebaiknya kamu keluar dari ruangan aku. Bukan aku mengusir kamu tapi tidak baik kita terlalu lama berduaan di ruangan ini. Aku takut bila terjadi fitnah. Kamu tau'kan zaman sekarang orang lain selalu menyimpulkan sesuatu dengan apa yang dia lihat buat dia dengar. Dan terima kasih makanannya"ujar Alvian.
" I-iya, Alvian. Aku keluar ya "ujar Agatha tersenyum, lebih tepatnya senyuman yang di paksakan.
πππππ
Cia dan Azri sekarang berada di lapangan basket setelah sebelumnya mereka berdua mengisi perut di kantin. Suara teriakan dan pekikikan para wanita melihat Rama yang tengah berlatih basket. Apalagi dengan rambut yang acak-acakan dan keringat yang berlumuran di wajah dan tubuhnya menambah kesan sexy.
" Rama!! Aku padamu!! "teriak Azri melambaikan tangannya pada sang kapten basket.
Rama membalas lambaian tangan Azri seraya mengedipkan mata genit membuat wanita yang ada di sana berteriak histeris. Azri sudah hampir jatuh pingsan, sambil memegangi dadanya seakan jantungnya akan keluar dari tempatnya.
" Apaan, sih. Lebay banget "cibir Cia mendorong kepala Azri yang nangkring di bahunya. Azri mendengus kesal, sedetik kemudian tersenyum.
Cia mendelik mendengar ucapan Azri. Entah sejak kapan sahabatnya ini jadi budak cinta pada sang kapten basket.
Latihan basket akhirnya sudah selesai. Semua wanita yang lebih mendominasi menjadi penonton mulai membubarkan diri, lain halnya dengan Azri yang berjalan mendekati Rama dengan menyeret paksa Cia yang berusaha kabur. Cia mana mau menemani Azri yang sedang PDKT dengan Rama.
" Kak ini, aku belikan minuman untuk kak Rama"ujar Azri memberikan air mineral dingin pada Rama yang tersenyum dan mengambil air mineral itu dari tangan Azri yang nampak gemetar.
"Makasih, tapi lain kali kalau mau memberikan air minum jangan yang dingin tapi yang biasa saja, karna tidak baik, apalagi baru selesai olahraga raga" jelas Rama dengan lembut, sangat lembut. Membuat Azri ingin sekarat di buatnya, suaranya bagaikan angin syurga.
"I-i-iya kak Rama" sahut Azri salah tingkah.
Rama melirik kearah Cia yang tersenyum kikuk.
Drrt.... drrtt
Azri mengambil ponselnya yang tiba-tiba berdering di saku celananya. Ia langsung mengangkat sambungan telpon tersebut.
"Hallo, kak Ida" sahut Azri dari sambungan ponsel.
"......... "
"Maaf kak, aku lupa. Tunggu di sana aku OTW" ujar Azri yang langsung mematikan sambungan telpon.
__ADS_1
"Kenapa? " tanya Cia dan Rama bersamaan, membuat mereka berdua saling pandang .
"Ini, aku ada janji mau ngantar produk skincare sama kak Ida " ujar Azri.
"Jadi aku pulang duluan ya, Cia, kak Rama " ujar Azri yang langsung pergi begitu saja .
Walau urusan cinta lebih penting tapi yang terpenting di atas segalanya adalah uang , realis kawan, Azri.
Kini hanya ada Cia dan Rama. Mereka berdua terlihat canggung.
"Duduk dulu, santai tidak usah canggung gitu " ujar Rama yang juga canggung tapi berusaha di tutupi. Ia tidak pernah secanggung ini terhadap wanita.
"I-iya" ujar Cia, singkat.
"Kamu kuliah di sini juga, anak jurusan mana? " tanya Rama sambil melap keringatnya.
Cia meneguk ludahnya susah payah, dia tidak bisa munafik, Rama sangat tampan dan mukanya yang baby face, membuat pria yang ada di depannya ini sangat menggemaskan, dia baru tau rama sangat tampan kalau di liat dari dekat . Cia langsung menggelengkan kepalanya.
"Sadar Cia, kamu sudah punya suami jangan sampai tergoda sama pria lain " batin Cia.
"Aku kuliah di sini dan aku mengambil jurusan menejemen" ujar Cia.
Rama hanyar ber"oh"saja.
Sedangkan dari kejauhan seseorang tengah terbakar api cemburu.
Alvian menatap tajam, rahangnya mengeras melihat Cia sedang berbicara dengan Rama, mahasiswa baru itu. Kakinya hendak melangkah mendekati sang istri tapi pak Maryono memanggilnya terpaksa Alvian menoleh menatap pria botak setengah itu.
"Ada apa, pak? " tanya Alvian dengan emosi yang tertahan dan sesekali melirik kearah Cia.
"Begini, saya ada urusan yang sangat penting sama pak Alvian, tapi tidak bisa saya bicarakan di sini " ujar pak Maryono.
"Memang kenapa? Kalau bicara di sini lebih enak, udaranya segar " ujar Alvian yang sudah mencak-mencak dalam hati melihat Cia tersenyum kearah Rama. Lihat saja apa yang akan dia lakukan dengan istri kecilnya itu bila sudah di rumah.
"Haha... Tapi ini sangat rahasia" ujar Maryono merangkul Alvian dan menarik, membawa ke ruangannya. Alvian seakan tidak ikhlas, ia terus menatap Cia sampai hilang dari pandangannya.
Kalau bukan ada urusan penting, ia tidak akan membiarkan Cia berduaan dengan pria itu.
πππππ
Cia memegangi kepalanya yang tiba-tiba pusing.
"Kamu kenapa? " tanya Rama yang nampak khawatir.
"Enggak, kenapa-kenapa, cuma kepala aku sedikit pusing" ujar Cia yang terus memegangi kepalanya yang makin pusing , apalagi tiba-tiba perutnya terasa sangat mual.
"Kamu mau kemana? " tanya Rama melihat Cia hendak beranjak pergi.
"Aku mau ke kelas " ujar Cia dengan wajah yang mulai memucat. Sebelum Cia melangkahkan kakinya.Ia langsung jatuh pingsan tapi dengan sigap Rama menangkap tubuh mungil Cia sebelum jatuh ke tanah.
__ADS_1
Maaf baru update,soalnya halu ku tak mendukungπ
Sudah puas bacanya? Ini partnya aku panjangin