
🔞Yang masih di bawah umur atau masih bocil jangan baca ini ya.Walau pun ini tidak terlalu vulgar tapi tetap tidak boleh. Kalau tetap maksa tanggung sendiri akibatnya. Terima kasih🙏
Suara pintu terbuka membuat Ria yang tengah melamun di brankar tersentak. Ia bisa mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arahnya.
"Kalian siapa? " Tanya Ria meraba-raba di sekitarnya. Ia bisa mendengar langkah kaki yang cukup banyak dan itu pasti bukan hanya satu orang masuk ke ruangan ini.
Rima tersenyum smirk. Ternyata wanita ini buta. Bagus lah. Itu akan membuat rencananya berjalan dengan lancar untuk menjauhkan Ria dari Rayyan, kalau bisa membuang wanita ini ke tempat yang sangat jauh. Rima mengkode dua bodyguard nya untuk membawa Ria. Dua pria dengan setelan baju hitam polos itu dengan patuh menuruti perintah Rima.
Dengan tidak kasihan nya Rima mencabut infus yang melekat di punggung tangan Ria. Membuat sang empu meringis ke sakitan. Darah segar menetes dari tangan Ria karna mencabut asal jarum infus itu.
"Kalian siapa?! " Tanya Ria meninggikan suaranya, sembari merintih kesakitan. Satu bodyguard langsung mengangkat tubuh kurus Ria seperti karung beras. Membuat darah semakin pengucur dari tangan wanita tersebut.
"Lepaskan aku! Kalian siapa?! " Ria kembali bertanya. Meronta dalam gendongan bodyguard tersebut.
Orang-orang yang ada di rumah sakit hanya bisa menonton tanpa bisa membantu Ria yang terus meronta dalam gendongan pria berbadan kekar tersebut. Mata yang tidak bisa melihat membuat ia sulit untuk mengetahui siapa yang membawanya.
Pria itu dengan kasar memasukan Ria ke dalam mobil di kursi penumpang hingga kepala Ria terbentur pintu mobil.
"Sstt......Sakit, " Ria memegangi kepalanya terasa sakit dan berdenyut nyeri. Ia meraba-raba pintu mobil dan berusaha membukanya tapi sayang pintu ini sudah di kunci, membuat ia tidak ada kesempatan untuk kabur.
Ria yakin orang-orang yang membawanya keluar dari rumah sakit adalah orang yang ingin berbuat jahat padanya. Lalu ia harus berbuat apa dengan keterbatasannya yang tidak bisa melihat ini.
"Sekarang apa yang harus kami lakukan dengan wanita ini Nyonya? " Tanya satu bodyguard yang bertubuh besar itu.
Rima tersenyum pada keduanya, "Terserah kalian mau apakan tapi____Bawa wanita itu jauh dari kota ini dan jangan sampai dia bisa kembali lagi ke sini. Paham! " ujarnya.Dua bodyguard itu mengangguk, paham.
Rima mengambil sesuatu dari dalam tas nya dan memberikan amplop berwarna coklat yang cukup tebal pada bodyguard tersebut.
"Ini upah kalian, " Rima memberikan uang pada dua pria tersebut.
Rima langsung meninggalkan kedua nya setelah melihat sekitar. Ia hanya takut bila Rayyan ada di sini.
"Wah, banyak uangnya, " ujar pria satunya melihat uang dalam amplop tersebut.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan dengan wanita itu? Bagusnya di buang ke mana? " Tanyanya.
__ADS_1
"Aku tahu harus membuang wanita ini kemana, " Pria itu membisikkan sesuatu pada temannya yang tersenyum miring mendengar usulannya tersebut.
********
Ria meronta dan berteriak dengan kencang dalam gendongan pria asing tersebut. Pria itu membawanya ke tempat yang tidak asing baginya. Ia mencium bau alkohol yang begitu menusuk ke indra penciuman nya dan alunan musik yang begitu memekikkan telinga.
"Hai! Mommy, " sapa pria yang berada di sebelah temannya yang tengah menggendong Ria.
Wanita yang di panggil Mommy itu mengangkat satu alisnya. Ia melirik wanita yang ada dalam gendongan pria itu.
"Ada apa?Mau mencari wanita untuk melayani kalian? " Tanya Mommy Nia. Karna dua pria itu sering ke club ini untuk mencari wanita agar bisa melayani nafs* mereka.
Mommy Nia adalah mucikari yang menjual wanita muda untuk di jadikan pemuas nafs* pria hidung belang. Sudah banyak wanita yang berkerja dengannya untuk menjadi pelacur di club ini. Tapi ada juga wanita yang di jual paksa padanya.
"Kami ke sini bukan untuk mencari wanita tapi ingin menjual wanita yang di gendong teman saya ini, " ujarnya.
Mommy Nia bangkit dari kursinya sembari mengisap rokoknya. Pria itu menurunkan Ria dari gendongan. Begitu jelas raut ketakutan yang terbingkai di wajah Ria. Hingga tubuh mungil wanita itu bergetar ketakutan.
"Berapa? " Tanya Mommy Nia. Ia cukup tertarik dengan Ria yang bisa di katakan cukup cantik. Dua pria itu tersenyum lebar.
Ria hanya bisa menangis. Takut? Ia sangat takut. Ia seperti barang yang di jual belikan. Ria berharap ada seseorang yang mau menolongnya keluar dari tempat laknat ini. Kenapa hidupnya harus seperti ini?
Mommy Nia mengeluarkan uang 10 juta sesuai permintaan dua pria tersebut yang menatap berbinar dengan uang berwarna merah tersebut.
"Mommy! " Panggil wanita muda dengan setelan baju yang sangat sexy, mendekat.
"Ada pria yang minta wanita yang bisa melayaninya dengan pelayanan yang bisa memuaskannya . Tapi dia meminta wanita yang belum di pakai pria lain, " ujar wanita sexy tersebut. Mommy Nia langsung melirik kearah Ria .
"Pas sekali. Aku juga baru membeli wanita ini. Dia juga belum di jamah pria lain. Sekarang tugas kamu cepat dandani dia dan pakaikan dia baju yang sangat sexy kalau bisa sekali tarik bajunya langsung lepas." Mommy Nia langsung mendorong Ria ke anak buahnya.
********
"Kamu buta? " Tanya wanita yang tengah memdandani Ria.
"Tolong aku. Bantu aku kabur dari sini. Aku tidak mau jadi wanita pemuas nafs*." Ria menggenggam tangan Nina erat dengan nada suara yang bergetar.
__ADS_1
Nina menatap kasihan pada Ria. Tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Maaf aku tidak bisa membantu ka___"
Brakk
Mommy Nia masuk ke dalam ruangan tersebut. Ria menggenggam tangan Nina erat, ketakutan.
"Kamu lama sekali, mendandani wanita buta ini!" Dengus nya. Mommy Nia langsung menarik kasar tangan Ria, keluar dari ruangan tersebut.
******
"Tuan, ini wanita yang akan melayani anda. Dia belum di jamah pria lain, masih Ori" ujar Mommy Nia tersenyum manis. Pria yang duduk di sisi ranjang, tersenyum.
"Bagus.ini uangnya, "Pria asing tersebut memberikan uang yang cukup banyak. Mommy Nia tersenyum menerima uang tersebut.
" Baiklah saya keluar. Semoga tuan puas dengan anak buah saya, "Mommy Nia langsung keluar dari bilik tersebut. Tidak lupa mengunci dari luar. Bisa saja Ria berniat kabur.
Pria asing tersebut menatap mesum pada Ria. Apalagi baju yang di pakai Ria mengekspos tubuhnya yang mulus. Pria asing tersebut bangkit dari ranjang. Ia mendekati Ria sempoyongan karna terlalu banyak meminum alkohol.
" Saya mohon jangan sentuh saya hiks....Biarkan saya pergi, "mohon Ria lirih, tangan pria melingkar di perutnya.
" Diam, sayang . Saya sudah bayar mahal-mahal . Sekarang layani saya, "ujar pria itu tersenyum mencium leher Ria dan menyesap nya membuat wanita itu mengerang.
Pria itu langsung membalikkan tubuh Ria, agar menghadap dirinya. Ia langsung membungkam bibir wanita itu dengan bibirnya. Ria menangis sesegukan di sela-sela ciuman pria tersebut yang makin menuntut dan kasar.
Pria itu mendorong Ria jatuh ke ranjang. Ia melepaskan dasi yang melekat di lehernya dengan tidak sabaran. Ria memundurkan tubuhnya.
" Akh...... "
Pria itu menarik kaki Ria dan menindih tubuh mungil wanita tersebut. Kembali mencium bibir Ria dengan rakus, tidak menghiraukan wanita tersebut yang sudah kehabisan napas karna kebrutalan nya. Tangan pria itu dengan lihai melepaskan baju Ria hingga benar-benar polos. Tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh Ria.
Wanita itu pasrah. Tidak ada gunanya dia memberontak . Sedangkan pria asing tersebut melepaskan kemeja nya dan celananya. Matanya tidak lepas menatap Ria yang seperti mayat hidup. Diam.
Bersambung....
__ADS_1
Maaf 🙏ya tidak membalas komentar kalian. Karna sibuk😌