
Assalamu'alaikum. Hallo ketemu lagi kita!!Setelah sekitar hampir satu minggu tidak update π
"Sini, ganti baju dulu," ujar Laura membuka satu persatu kancing baju Albian dari atas.
"Sayang, aku mau mandi. Badan aku lengket banget. " Ujar Albian mengerucutkan bibirnya. Semenjak ia pulang dari rumah sakit ia tidak mandi sama sekali.
Laura langsung menggelengkan kepalanya kuat. "Nggak boleh, kak. Kata dokter luka kakak tidak boleh terkena air apalagi tersiram. Nanti kalau sudah di bolehin sama dokter, baru boleh mandi ya.Dua hari lagi kakak akan cek up memeriksa keadaan luka di perut kakak yang sudah di jahit itu, " tutur Laura sambil melepaskan pakaian yang melekat di tubuh kekar Albian.
Dengan telaten Laura mengusap bagian tubuh Albian dengan handuk kecil yang sudah di basahi air hangat.
"Kamu lucu Laura, " ujar Albian terkekeh. Membuat aktivitas gadis itu terhenti, dengan kening mengernyit setelahΒ mendengar ucapan Albian yang tidak ia pahami.
"Apa yang lucu, kak? " Tanya Laura bingung dan juga penasaran.
"Kamu itu lho. Lucu banget. Masa badan aku di lap pakai handuk menggunakan air hangat. Padahal air biasa juga bisa. Berasa kayak bayi, " celetuk Albian terkekeh.
"Iya, bayi Dugong. " Sambung Laura tertawa pelan melihat raut wajah Albian yang langsung berubah masam.
"Ganteng kayak gini masa di bilang bayi Dugong!" Ketus Albian tidak suka.
Laura semakin tertawa melihat wajah merengut Albian yang membuang muka darinya. Sepertinya pria ini sedang dalam mode merajuk. Padahal sudah kepala tiga tapi sikapnya seperti anak kecil.
"Kakak jangan ngambek kayak gini. Nanti nggak ganteng lagi lho," bujuk Laura selayaknya membujuk anak kecil.
Albian langsung menoleh menatap Laura dengan tatapan marah. "Kamu pikir aku anak kecil, di bujuk seperti itu! " Ketus Albian.
Laura duduk di sisi ranjang di samping Albian. Gadis itu memeluk suaminya erat dan mengecup pipi Albian. Membuat pria itu menoleh menatap Laura yang tersenyum manis. Albian tidak bisa menahan senyumannya. Ia langsung membalas pelukan Laura. Rasanya ia tidak sanggup marah terlalu lama dengan istri kecilnya ini.
__ADS_1
"Aku tidak akan marah lagi sama kamu.Tapi ada syaratnya." Ujar Albian, membuat satu Alis Laura terangkat.
"Cium pipi aku, kening dan bibir aku, nanti aku maafin kamu. Bagaimana?" ujar Albian menurun naikan kedua alisnya.
Laura mengerucutkan bibirnya."Itu mah enak di kakak, "ujar Laura.
Albian tertawa pelan dan menatap istrinya, " Tentu.Di dunia ini tidak ada yang gratis termasuk kata maaf, "ujar Albian.
" Ayo sekarang cium dulu. Udah nggak sabar nih,"desak Albian tidak sabaran.
"Tapi tutup matanya dulu. Aku malu, kak, "pinta Laura.
" Iya, "ujar Albian perlahan menutup kedua matanya.
" Jangan ngintip ya! "ujar Laura yang di angguki Albian.
Perlahan Laura mendekatkan wajahnya. Ia mencium kedua pipi Albian. Sedangkan pria yang tengah di cium mesem-mesem sendiri merasakan benda kenyal dan lembab itu menempel di pipinya.Kini bibir ranum itu mengecup bibir Albian. Sebelum gadis tersebut menjauhkan wajahnya. Pria itu menahan tengkuk Laura. Ia langsung mengulum bibir sang istri begitu rakus, membuat Laura kewalahan membalas ciuman Albian.
πππππ
" Iya, mas.Apalagi cuacanya begitu panas, "ujar Cia yang duduk di samping Alvian , menyandarkan kepalanya di bahu kokoh suaminya.
Kedua pasangan itu menatap lurus. Ombak pantai yang menghantam pesisir pantai dengan laut yang berkilauan dari kejauhan. Angin pantai yang begitu lembut menerpa permukaan kulit keduanya yang sama-sama diam, menikmati keindahan yang telah Tuhan ciptakan tersebut.
" Mas,"panggil Cia memecahkan keheningan.
"Apa sayang? " Sahut Alvian, mengusap lembut kepala Cia yang beralih bersandar di dadanya.
__ADS_1
"Nanti kalau anak kita laki-laki. Mau kamu kasih nama apa? " Tanya Cia mendongak menatap Alvian yang menatap lurus ke depan.
Alvian tersenyum dan menunduk menatap Cia yang tengah menunggu jawabannya.
"Altian, kalau laki-laki dan bila perempuan akan di kasih nama Alvira, " jawab Alvian.
Cia manggut-manggut, setuju. "Namanya bagus, mas. Aku suka. Tapi kenapa ya aku tidak melahirkan bayi kembar. Sedangkan kamu dan saudara kamu itu hampir semua terlahir kembar? " Tanya Cia keheranan.
"Bukan berarti aku punya kembaran, kamu harus melahirkan anak aku kembar. Tergantung juga." Ujar Alvian.
"Mas mau. Enak lho, " Cia menyodorkan daging kelapa muda yang terlihat kenyal. Alvian membuka mulutnya dan menerima suapan sang istri.
"Perut kamu masih tiba-tiba keram? " Tanya Alvian mengusap perut Cia dengan begitu lembut. Karna akhir-akhir ini istrinya mengeluh kesakitan akibat keram perut yang tiba-tiba muncul. Tapi dokter spesialis kandungan mengatakan bila ini tidak apa-apa dan tidak berbahaya juga.
"Sudah, nggak sih." Jawab Cia.
"Mas, aku kangen Queen. Sudah tiga dua hari kita meninggalkan Queen," keluh Cia.
"Ya sudah besok kita pulang ya. Aku juga sangat merindukan putri kecil kita itu. Walau aku lebih mencintai kamu dari putri kita, tapi kalian berdua sangat penting bagi ku, " ujar Alvian memeluk dan mencium pucuk kepala Cia.
Gadis itu tersenyum dengan pipi yang bersemu-semu."Seharusnya cinta kamu lebih besar pada Queen , bukan pada aku, mas, "ujar Cia.
Alvian menatap Cia dengan lekat, " Bagaimana aku tidak besar mencintai kamu. Semenjak kamu hadir , hidup ku lebih berwarna dan merasakan perasaan yang tidak pernah aku tujukan pada seorang perempuan mana pun kecuali pada kamu, sayang. Dan kebahagiaan kita semakin lengkap dengan hadirnya buah cinta kita berdua, "ujar Alvian.Entah mengapa Cia merasa terharu dengan ucapan Alvian, mungkin karna ia begitu sensitif akibat pengaruh kehamilannya.
πππππ
Laura perlahan membuka matanya, mengerjap beberapa. Ia menatap Albian yang tertidur pulas di sebelahnya. Mata gadis itu menatap sekitar kamar dan beralih menatap lantai yang sudah berserakan dengan pakaian mereka berdua. Bahkan baskom yang berisi air hangat itu tumpah ke lantai dan itu semua ulah Albian.
__ADS_1
Perlahan Laura menurunkan kakinya, menyentuh keramik yang cukup dingin tersebut. Ia memunguti pakaiannya di lantai,sebelum ke kamar mandi Laura melihat luka di perut Albian. Ia hanya takut luka di perut suaminya ada yang lecet saat mereka berhubungan tadi.
Setelah memastikan semuanya baik-baik saja. Laura melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Entah Albian mungkin akan ia suruh untuk mandi wajib.