Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)

Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)
Dia


__ADS_3

...Nikmati hidupmu jangan pikirkan masalah yang membuat mood kamu hancur. Karna ada saatnya kamu istirahat dan melepaskan semua beban pikiran dan masalah yang kamu hadapi saat ini untuk sementara waktu. ...


...(Windanor) ...


Cia menggeliat merasa terusik dengan sebuah kecupan di bahu polosnya. Perlahan ia membuka matanya dan mengerjapkan matanya beberapa kali. Cia mengubah posisi tidurannya kearah kanan. Matanya langsung bersitatap dengan iris coklat berair milik Alvian yang tersenyum kearahnya. Senyuman yang sangat berbeda, dengan wajah yang nampak berseri-seri terbingkai jelas di wajah Alvian.


"Akhirnya istri ku sudah bangun " ujar Alvian mencium pipi berisi Cia dengan gemas.


Pipi gadis itu langsung memanas dengan semburat merah yang menghiasi kedua pipi chubbynya. Ingatan pergulatan panas mereka berdua tadi pagi langsung berputar-putar dalam ingatan Cia.


"Heh!Kenapa ngelamun? " tegur Alvian yang membuat lamunan Cia langsung buyar.


"Eh.Enggak kok cuma mikir ini jam berapa ya? " ujar Cia beralasan.


Mata Cia langsung membulat sempurna melihat jam di tembok menunjukkan pukul 12 siang. Hari ini ia ada kuliah siang,bagaimana ini kalau sudah terlambat seperti ini?


"Mas... Kenapa enggak bangunin aku sih? Aku ada kuliah jam 11 siang tapi sekarang sudah jam 12 siang . Ini gara-gara kamu yangΒ  enggak pernah puas,gempur aku terus " gerutu Cia. Ia bangkit dari kasur dengan selimut yang melilit di tubuh polosnya.


"Kamu hari ini tidak usah kuliah. Nanti aku minta izinΒ  dengan dosen yang ngajar di kelas kamu hari ini " ujar Alvian, membuat tangan Cia yang hendak memutar tuas pintu kamar mandi terhenti.


Cia menolehΒ  kearah Alvian yang duduk di bibir ranjang dengan pakaian yang sudah rapi .


"Kamu mau ke kampus? " tanya Cia yang berjalan kearah Alvian dengan selimut yang ia pegang erat-erat di tubuhnya.


Alvian menganggukkan kepalanya "Iya.Aku harus mengajar, tidak mungkin aku cuti" jawab Alvian.


Cia mengerucutkan bibinya "Berarti aku sendirian di rumah dong " ujar Cia menekukkan wajahnya.


Alvian menarik Cia hingga duduk di pangkuannya. Ia membelai wajah istrinya dengan lembut. Pria itu menyelipkan anak rambut di telinga Cia.


"Aku cuma sebentar ke kampus, hari ini cuma satu kelas yang aku ajar. Mungkin jam 3 sudah baru pulang" ujar Alvian memainkan dan memelintir rambut Cia yang panjang sebatas bahu.


"Tapi itu tetap lama. Aku maunya mas pulang jam 1 siang. Aku takut sendirian di rumah . Kata kamu di rumah ini ada mbak kuntinya kan? " ujar Cia menatap sekeliling kamar dengan tatapan horor.


"Heh, enggak ada mbak kunti. Kemaren aku cuma bercanda sayang " ujar Alvian yang sukses mendapatkan gamparan di lengannya begitu kencang oleh Cia.


"Iih, mas mah suka banget bohongin aku. Aku setiap mau tidur selalu ketakutan " ujar Cia mengerucutkan bibir mungilnya.


Alvian tertawa sambil meringis memegangi lengannya yang cukup sakit akibat gamparan istrinya.


"Sekarang aku berangkat. Kamu cepat mandi junub bukan mandi biasa ya. Kamu hapal mandi junub? " tanya Alvian.


"Pasti hafal'lah" jawab Cia singkat.


"Bagus ,sayang.Aku pergi dulu. Mana kissnya " ujar Alvian menunjuk pipi kanannya.


Cup

__ADS_1


"Di sini " pinta Alvian menunjuk pipi kirinya.


Cup


"Sini "


Cup


"Sini "


Cup


"Di sini, awws!! " ringis Alvian ketika mendapatkan cubitan di pipi kanannya.


"Mas makin ngelunjak. Kapan berangkatnya kalau minta cium terus " omel Cia dengan wajah merengut.


"Maaf, sayang. Soalnya nagih " ucap Alvian dengan cengiran.


🍁🍁🍁🍁🍁


Senyuman manis terpatri di wajah cantik Ria. Gadis itu berjalan menyusuri koridor kampus dengan menenteng sebuah papper bag berwarna hitam yang berisi seragam kerjanya sebagai petugas kebersihan di kampus yang cukup terkenal di Jakarta. Iya. Ia di terima bekerja beruntung belum di isi orang lain.


"Alhamdulillah akhirnya dapat pekerjaan juga . Semoga aku kuat bekerja walau dalam keadaan hamil . Semoga kamu enggak rewel di dalam sana ya, nak " ujar Ria mengusap perut yang sedikit membuncit.


Ria kembali melanjutkan langkah kakinya menyusuri koridor kampus,menuju ke pintu gerbang . Besok ia baru bisa bekerja di kampus ini.


"Hati-hati" ucap pria tersebut dengan nada dingin dan datar.


Ria mendongak menatap pria yang bertubuh tegap tersebut. Matanya membelalak ketika melihat wajah pria tersebut. Ini pria yang hampir menabrak dirinya, bukan?


Lamunan Ria langsung pecah ketika pria itu melambaikan tangannya di depan wajahnya.


"Eh, maaf saya melamun hehehe.. " ujar Ria menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Maaf ya mas saya tidak sengaja menabrak, mas " lanjut Ria tersenyum kikuk .


Pria itu menganggukkan kepalanya dan langsung melanjutkan langkah kakinya meninggalkan Ria yang nampak cengo melihat kepergian pria tersebut.


"Apa dia lupa dengan aku yang hampir dia tabrak waktu itu ya?Tapi buat apa aku mengharap pria itu mengingat aku kan tidak ada untungnya juga " gumam Ria yang masih memperhatikan pria itu yang berjalan menjauh darinya.


"Dorr!! " Mira langsung mengejutkan Ria. Membuat sang empu mengusap dada dan memberikan tatap tajam pada sang pelaku yang tersenyum seperti merasa tidak bersalah.


"Mira! Kamu ngagetin aku tau.Untung aku tidak punya penyakit jantung, bisa-bisa mati mendadak" gerutu Ria dengan wajah kesalnya.


"Maaf , aku cuma bercanda. Tapi kamu dari tadi ngeliatin pak Alvian terus. Kamu kenal sama pak Alvian? " tanya Mira.


"Ooh, jadi namanya Alvian" batin Ria.


"Enggak kok " kilah Ria.

__ADS_1


"Kali aja kamu kenal. Tapi kamu lebih baik jaga jarak sama dia. Soalnya pak Alvian sudah menikah, nanti di pikir orang kamu mau jadi pelakor . Pak Alvian memang tampan dan banyak perempuan yang menaruh hati sama pak Alvian tapi sayang dia sudah menikah dengan mahasiswinya sendiri. Tapi pak Alvian punya kem...


" ucapan Mira langsung terpotong ketika mendapatkan notifikasi pesan dari teman sekelasnya.


"Ria, aku mau ke kelas dulu ya. Dosen yang mau ngajar sudah mau masuk " ujar Mira yang langsung meninggalkan Ria yang menatap kepergian temannya itu.


"Ooh jadi nama pria itu namanya Alvian. Tapi memang pantas dia sudah menikah. Wajahnya juga sudah sangat dewasa " gumam Ria.


🍁🍁🍁🍁🍁


Cia menyiram bunga yang ada di pekarangan rumahnya. Ia suntuk di rumah terus, yang kerjaannya cuma makan dan nonton netflix.


"Eh, kamu anaknya Nevia'kan? " seorang ibu-ibu langsung melontarkan pertanyaan pada Cia yang nampak terkejut melihat kemunculan Desy.


"I-iya buk. Maaf kalau boleh tau ibu tau dari mana kalau saya anak Nevia? " tanya Cia yang balik bertanya.


"Dulu kita pernah tetanggaan tapi saya kemaren pindah ke Bandung terus kembali lagi ke Jakarta dan tinggal di kompleks ini. Tapi enggak nyangka kalau saya tetanggaan sama kamu " ujar Desy. Cia hanya tersenyum kikuk.


"Kamu sudah nikah ya kalau enggak salah? " tanya Desy yang tak henti-hentinya memberikan pertanyaan.


"Iya buk" jawab Cia singkat.


Desy menatap rumah Cia yang menurutnya terkesan sederhana dan sangat minimalis.


"Suami kamu kayanya enggak terlalu kaya ya. Coba kamu kemaren mau nikah sama anak ibu si Efendy. Dia baru dua kali gajian sudah bisa beli mobil, bayar kontan lagi " ujar Desy sombong.


Cia mendengus mendengarnya. Ibu ini belum tau saja siapa suaminya. Bahkan sekali napas saja mas Alvian bisa membeli dua mobil sekaligus.


"Iya buk . Suami saya memang tidak terlalu kaya " jawab Cia merendah.


Desy tersenyum bangga dengan tebakannya itu.


"Kalau boleh tau. Efendy bekerja di mana ya? " tanya Cia sambil menyiram tanamannya.


"Anak saya bekerja di perusahaan Fraya grub. Dia seorang menejer di perusahaan itu. Kalau suami kamu kerjanya apa? " tanya balik Desy.


"Dosen " jawab Cia singkat .


"Ooh cuma dosen. Pasti gajinya tidak sebanding dengan gaji anak saya " ujar Desy.


Cia mendelikkan matanya mendengar ucapan Desy yang terkesan merendahkan pekerjaan suaminya.


"Ini ibu-ibu belum tau aja kalau perusahaan Fraya grub itu punya mas Alvian. Tapi biarlah ia menyombongkan diri. Nanti kalau aku ngomong mas Alvian CEO di perusahaan itu takutnya tiba-tiba kena penyakit struk" batin Cia.


Bersambung....


Besok aku belum tau bisa update apa enggak karna aku lagi sakit. Doa'in semoga aku cepat sembuh yaπŸ˜‰

__ADS_1


__ADS_2