
Albian langsung mengangkat Laura dan berputar-putar. Membuat gadis itu tersentak kaget .Laura yang di gendong Albian ,tertawa dan memeluk leher pria tersebut begitu erat ,takut jatuh. Semua orang yang melihat pemandangan itu ,begitu bahagia dan terenyuh. Bagaimana tidak, Albian menghilang beberapa hari hanya untuk menyiapkan ini semua.Dan juga menyiapkan diri agar tidak terlalu gugup di depan Laura, saat melamar .
"Mas, mau Batagor, " rengek Cia yang bergelayut di lengan Alvian yang tengah memperhatikan Albian dan Laura.
"Tunggu ya sayang, nanti setelah pulang kita sekalian beli batagor, " ujar Alvian menenangkan Cia, memberikan usapan lembut di pucuk kepala sang istri.
"Istri kamu, ngerengek kayak gitu. Seperti orang lagi ngidam, " celetuk Azka sambil memakan kue yang di bawa Devia tadi.
"Cia memang lagi hamil. " Jawab Alvian tanpa beban.
"APA!! " Semua orang terkejut mendengarnya, apalagi Azka yang sampai tersedak.
"Alvian, anak kamu aja belum bisa jalan, istri kamu sudah isi lagi, " ujar Azka yang menatap horor pada keponakannya.
"Iyalah, sering di gempur terus! " Sahut Devia yang cekikikan di samping Skala.
Cia langsung menyembunyikan wajahnya yang sudah memanas ,dengan memeluk Alvian. Ia benar-benar malu saat ini, karna keteledorannya, lupa minum pil KB sebelum berhubungan dengan Alvian.
"Tidak papa, itu merupakan rezeki dan kalau banyak anak,nanti rumah makin rami . Bagus kalau punya banyak keturunan, karna Rasulullah sangat senang bila umatnya makin bertambah, " jelas Skala bijak, yang di angguki semua orang, termasuk Azka yang manggut-manggut.
"Mamah, aku sama Laura kapan kawinnya?" Tanya Albian yang tiba-tiba sudah berada di samping Devia yang langsung terperanjat kaget, melihat keberadaan putranya yang muncul tiba-tiba dengan mengandeng tangan Laura, tanpa mau melepaskan tautan tangannya, seperti perangko.
"Kawin -kawin,kamu pikir binatang,langsung kawin! Akad dulu!"Sentak Devia yang mulai frustasi dengan Albian yang dari tadi minta kawin.
" Sabar dulu,kebelet banget minta kawin, "ledek Azka.
" Awws!Sakit Ayang, "ringis Azka merasakan cubitan Meisya di pinggangnya.
" Makanya jangan ngomong kayak gitu,"tegur Meisya.
"Sok mencari perhatian." Sindir Devia, menatap sinis pada Meisya yang tertunduk. Jujur saja ia tidak bisa melupakan apa yang telah wanita itu lakukan pada kakaknya Dafa ,dahulu. Andai semua itu tidak terjadi mungkin Dafa dan Fira sudah lama bisa bersatu, menghabiskan banyak waktu bersama sebelum Dafa menghembuskan napas terakhirnya dan kakaknya pasti akan cepat berobat bila tidak melakukan kesalahan karna memperkosa Fira ,hingga membuat Dafa tidak mau berobat sebelum mendapatkan maaf dari Fira dan itu penyebab utamanya adalah Meisya.
"Kak Devia! " Tegur Azka dengan suara yang sedikit meninggi. Ia tidak suka orang lain bahkan orang terdekatnya menyakiti hati istrinya. Apalagi Meisya tengah mengandung dan sangat sensitif.
__ADS_1
Meisya perlahan mendekati Devia, mencium-cium punggung tangan kakak iparnya itu dengan air mata yang berderai.Devia berusaha menarik tangannya dari genggaman Meisya yang semakin kuat menggenggam tangannya.
"Aku minta maaf mbak, aku memang salah dan aku menyesali perbuatan aku di masalalu . Aku sudah mendapatkan karma atas perbuatan aku di masalalu, mbak, " tangisan Meisya makin deras, rasa bersalah itu masih ada sampai sekarang.
Suasana yang tadinya begitu ramai dengan suara dan gelak tawa kini, berubah menjadi hening , begitu senyap. Semua orang menatap kearah Devia dan Meisya.
"Mah, maafkan kesalahan tante Meisya. Walau aku tidak tahu kesalahan apa yang tante Meisya lakukan pada Mamah. Tapi beri dia kesempatan kedua, karna semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua yang mungkin akan membuat dia bisa mengubah dirinya lebih baik lagi. " Nasehat Alvian, berdiri di samping Devia yang tidak lepas menatap Meisya.
"Kalau kamu tidak memaafkan Meisya maka, diri kamu juga yang akan tersiksa karna dendam dan menyimpan sakit hati pada Meisya, yang mungkin perlahan menghancurkan diri kamu, sayang. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan , tapi seiring berjalannya waktu mereka pasti akan berubah menjadi lebih baik lagi .Hakikatnya, orang jahat tidak akan selalu jahat karna ada titik di mana mereka menyesali perbuatan mereka di masalalu dan berjanji ingin mengubah diri ini lebih baik lagi. " Nasehat Skala mengusap kepala Devia yang tertutup hijab.
Skala menarik tangan sang istri dan mendekatkannya pada Meisya yang menatap kearah Azka yang menganggukkan kepala. Tangan keduanya saling berjabat , Meisya langsung memeluk Devia erat, menangis menumpahkan rasa bersalah dan penyesalannya.
"Maafin aku, mbak. Aku benar-benar menyesal atas semua yang aku lakukan".
" Iya. Aku juga minta maaf karna bersikap egois, tidak mau memaafkan kamu, "sahut Devia yang tidak bisa menahan air matanya.
Alvian memeluk Cia yang ada di sampingnya, tersenyum melihat Mamahnya bisa memaafkan kesalahan orang yang telah memberikan luka padanya. Albian hendak memeluk Laura, sama seperti Alvian tapi.......Dilla berada di tengah-tengah mereka berdua.
"Nggak boleh peluk-pelukan, belum halal, " tegur Dilla dengan muka galaknya. Albian mencebikan bibirnya, dan Laura tersenyum melihat wajah cemberut calon suaminya.
Meisya tersenyum menatap Devia yang membalas senyumannya. Ia bersyukur karna Allah masih memberikan ia kesempatan untuk meminta maaf pada orang-orang yang pernah ia sakiti. Dan itu tidak lepas dari bimbingan Azka , suaminya yang mengajari ia untuk berubah menjadi lebih baik lagi,seperti sekarang ini.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Bagaimana? Apa ini bagus?" Tanya Laura berputar-putar di hadapan Albian, memperlihatkan baju pengantin yang akan ia gunakan di akan nikah nanti.
Semua keluarga besar Albian maupun Laura sepakat untuk menikahkan keduanya 2 hari lagi. Bukan hanya keinginan Albian yang ingin sesegera mungkin untuk menikah, melepaskan status lanjangnya tapi takut terjadi zina di antara keduanya.
"Kalau yang ini saya kurang suka, terlalu terbuka di bagian belakangnya, " ujar Albian memberikan penilaian.
Laura memasang wajah cemberut dan kesal. Bagaimana tidak,karna ini sudah ketiga kalinya ia berganti gaun pengantin, tapi Albian selalu mengatakan selalu tidak suka atau tidak cocok. Padahal yang memakai gaun pengantin itu dia bukan pria tersebut, yang terlalu cerewet.
"Terus harus ganti lagi? " Tanya Laura yang di angguki Albian.
__ADS_1
Albian memanggil pemilik butik yang langsung mendekatinya. Pria itu berbicara lumayan jauh dari Laura yang mengeryitkan dahinya, melihat Albian bicara begitu serius dengan pemilik butik.
"Kakak bicara apa tadi, sama pemilik butiknya? " Tanya Laura penasaran, saat Albian mendekati dirinya.
"Saya minta carikan gaun pengantin yang tidak terbuka dari bagian belakang, dada dan tidak pendek juga, " jawab Albian seraya tersenyum.
"Ini pak. Gaun pengantin yang anda minta , " ujarnya memberikan pada Albian.
Pria itu memberikannya lagi pada Laura yang memperhatikan gaun pengantin yang lebih mirip seperti baju syar'i yang biasanya di pakai saat ibu-ibu akan pergi ke majelis taklim.
"Sekarang pakai, saya mau lihat.Cocok apa tidak kalau kamu pakai gaun yang ini, " ujar Albian mendorong Laura masuk ke ruang ganti pakaian.
Albian sibuk memainkan gamenya di ponsel,sambil menunggu Laura yang tengah berganti pakaian , ia duduk di sofa. Albian menatap geram pada lawannya di mobile legends yang membuat ia hampir kalah.
"Aku double kill baru tau rasa, " gumamnya menatap serius pada layar ponsel.
"Kak Albian, " panggil Laura, membuat pria itu menghentikan permainan. Ia menarap gadis itu dari atas sampai bawah dengan senyuman yang lebar.
"MasyaAllah, kamu cantik banget pakai gaun ini, " puji Albian berdiri menghadap Laura yang tersipu malu dengan pujian calon suaminya.
"Terima kasih, kak. Tapi gaunya terlalu sederhana, aku mau yang glamor, " ujar Laura menatap Albian yang langsung luntur senyumannya.
"Terus kamu, sengaja supaya laki-laki melihat punggung polos kamu itu? Menikah itu bukan tentang gaun yang harus bagus dan glamor tapi yang terpenting pernikahan kita berjalan dengan lancar dan penuh khidmat." nasehat Albian tegas, membuat Laura terpaksa menganggukkan kepalanya, paham. Padahal acara pernikahan ini adalah momen paling berharga bagi dirinya yang hanya terjadi satu kali seumur hidup.Ia ingin memakai gaun yang tidak pernah di kenakan wanita mana pun tapi...... Albian memaksa ia memakai gaun pengantin yang mirip seperti orang mau majelisan.
"Kamu kenapa? " Tanya Albian yang di balas gelengan kuat oleh Laura.
"Nggak papa, cuma deg-degkan aja. Karna sebentar lagi kita akan menikah, " ujar Laura beralasan.Albian tersenyum, mengacak-ngacak rambut gadis tersebut pelan.
"Saya punya sesuatu buat kamu. Katanya kamu mau yang glamorkan? " ujar Albian yang di balas anggukan oleh Laura dengan mata yang berbinar. Albian memberikan sebuah papper bag berwarna pink pada Laura.
"Ini apa? " Tanya Laura,mengangkat sebuah pakaian ke udara yang lebih mirip seperti jaring untuk penangkap ikan. Memang ada glamornya sedikit, tapi ia baru kali ini melihat pakaian seperti ini.
"Ini nanti kamu pakai pas malam pertama kita, " jawab Albian cekikikan melihat wajah polos Laura yang terlihat kebingungan. Albian pikir gadis itu tahu apa itu pakaian lingerie, ternyata tidak tahu.
__ADS_1
Lingerie itu Albian dapatkan dari temannya yang lebih awal memberikan kado pernikahan karna temannya tersebut tidak bisa datang di acara pernikahannya nanti.
Bersambung...