Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)

Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)
Season 2:Eps 23


__ADS_3

Mobil sedan berwarna silver tersebut, berhenti di parkiran hotel yang tidak jauh dari gedung tempat Albian dan Laura melaksanakan akad dan resepsi pernikahan. Pria dengan tuxedo hitam yang melekat di tubuhnya itu , turun dari mobil. Ia berlari kecil, berjalan memutari mobil, membukakan pintu mobil untuk Laura. Albian mengulurkan tangannya pada sang istri yang menyambut uluran tangannya dengan senyuman malu-malu , sedikit canggung.


"Ayo kita masuk ke hotel, " ujar Albian seraya menarik kedua tangan Laura agar memeluk lengannya. Gadis itu menganggukkan kepalanya dengan mengulum senyumannya.


Mereka berdua melangkahkan kaki , masuk ke dalam loby hotel, dengan Albian menarik koper ukuran sedang yang sudah di persiapkan oleh sang Mamah, Devia. Dari pakaian Albian dan Laura sudah di jadikan satu dalam koper tersebut. Karna mereka menginap hanya satu malam di hotel tersebut.


*****


Albian membukakan pintu kamar hotel dan sedikit membungkukkan badannya dengan tangan kirinya yang di bentangkan, mempersilahkan Laura masuk lebih dulu.


"Silahkan masuk, istriku sayang, " ujar Albian menatap Laura dengan mengedipkan sebelah matanya genit, membuat gadis itu memukul lengan Albian lumayan kencang untuk menutupi dirinya yang sudah tersipu malu dengan pipi yang memanas.


"Iih, kakak, jangan kayak gitu.Malu kalau ada orang yang dengar " rengek Laura, seakan tidak suka dengan ucapan Albian, padahal hatinya saat ini benar-benar begitu berbunga-bunga . Rasanya seperti ribuan kupu-kupu menggelitik di perutnya.


"Biarkan orang lain mendengarnya. Agar mereka tahu kalau kamu cuma milik saya dan istri saya, " ujar Albian. Laura memalingkan wajahnya dari suaminya, menyembunyikan wajahnya yang sepertinya sudah memerah. Ternyata sikap Albian yang seperti ini akan memacu jantung yang berdetak tak karuan.


"Sekarang, ayo masuk kamar, atau kamu mau saya gendong? " Albian sudah bersiap-siap akan menggendong Laura tapi dengan cepat ia menjauh dari Albian.


"Tidak usah kak. Masa masuk kamar harus di gendong, " ujar Laura di akhiri tawa ringan , Albian tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


"Supaya lebih romantis, " jawab Albian yang terus memberikan tatapan intens pada Laura yang salah tingkah dengan tatapan suaminya yang lebih lembut ketika menatap dirinya.


"Emm... Kak aku mau ke kamar mandi dulu. Badan aku sudah gerah, " ujar Laura yang langsung berlari kecil masuk ke dalam kamar mandi. Albian menggelengkan kepalanya seraya tersenyum melihat tingkah Laura yang sangat menggemaskan baginya.


Pria itu berjalan kearah kasur sambil melepaskan jas yang membungkus tubuhnya, dan melemparkan jas tersebut ke sembarangan tempat. Albian melepaskan satu-persatu kancing kemejanya, hingga memperlihatkan dada bidangnya yang kokoh dengan bulu-bulu halus yang menumbuhi bagian dadanya.


Albian menjatuhkan tubuhnya di kasur, dengan tangan kanan sebagai bantalannya. Ia menatap kearah langit-langit kamar sambil tersenyum-senyum, entah apa yang ada dalam fikiran Albian. Tangan pria itu merogoh ke kantong celananya, ia ingat Azri memberikan sesuatu padanya sebelum ia pergi ke hotel. Wajah Albian yang awalnya terukir senyum kini senyuman itu langsung lenyap , berganti dengan raut wajah kesal. Bagaimana tidak Azri memberikan obat kuat padanya yang di bungkus plastik hitam dengan secarik kertas yang bertuliskan.


Semoga kuat ngebornya😆


Albian langsung melemparkan obat kuat tersebut ke sembarang arah . Ia benar-benar di buat kesal oleh adik sepupunya tersebut. Cih! Di kira ia tidak mampu membuat Laura terbaring lemas tidak berdaya dalam kungkungannya, gerutu Albian dalam hati.


Laura tidak henti-hentinya berjalan bolak-balik dari kamar mandi. Ia kebingungan sendiri pasalnya, ia mandi tapi lupa membawa baju ganti. Tidak mungkin ia keluar dari sini dengan memakai handuk sependek ini.


"Tenang Laura. Ingat kak Albian suami kamu, jadi tidak masalah ia melihat lekuk tubuh mu atau aurat kamu , " Laura berusaha menyemangati dirinya sendiri, karna rasanya kaki ini terasa lemas saat akan membuka pintu kamar mandi.


Gadis itu melangkahkan kakinya keluar dari kamar mandi dengan kepala yang tertunduk, malu dan tegang. Laura dengan cepat berjalan ia berjongkok, membuka koper yang berisi pakaiannya. Albian yang tengah asyik melihat-lihat foto pernikahannya yang di kirim Alvian, teralihkan perhatiannya oleh Laura yang sibuk mencari pakaian di koper. Ia memperhatikan Laura dengan balutan handuk yang menutupi tubuh putih mulusnya.


Suara tegukan saliva yang sudah beberapa kali Albian lakukan, melihat pemandangan yang memantik gairahnya. Entah mengapa ada sesuatu yang bangkit dalam dirinya. Pria itu meletakkan ponselnya di meja dan berjalan mendekati Laura yang nampak menggerutu di sela-sela mencari pakaian normalnya yang lebih banyak lingerie.

__ADS_1


"Cari apa?, " Tanya Albian yang sudah nangkring sambil ikut berjongkok di sebelah Laura yang langsung memegangi handuknya yang hampir terlepas.


"I-itu, kak. Baju aku nggak ada. Yang ada lingerie semua, " jawab Laura dengan wajah lesu.


"Ooh.kalau begitu pakai yang ada. Lagi pula tidak terlalu buruk, kalau kamu pakai ini, " ujar Albian menyodorkan lingerie yang seperti jaring ikan pada Laura yang melototkan matanya.


"I-itu terlalu terbuka, kak. Aku tidak terbiasa pakai itu, "sahut Laura mendorong lingerie yang di sodorkan Albian.


" Kalau pakai kemeja kakak yang ini, boleh? "Tanya Laura, memperlihatkan kemeja berwarna hitam pada Albian.


" Jangan, "sela Albian yang langsung merebut kemeja tersebut di tangan Laura yang tinggal satu-satunya yang di masukan sang Mamah ke koper . Kalau Laura pakai ini, tidak bisa ia melihat tubuh bohay dan montok istri.


" Kamu pakai ini saja ya sayang. Lagi pula saya suami kamu.Tidak usah malu memakai ini di depan saya, kamu harus terbiasa pakai baju dinas ini saat akan melayani saya, "ujar Albian tanpa memfilter ucapannya, yang membuat wajah Laura langsung syok, ternyata pria ini cukup mesum sudah memikirkan hal ke sana.


" Iya, "jawab Laura dengan paksa, mengambil lingerie yang kembali di sodorkan padanya.


Albian tersenyum senang dengan hati yang berbunga-bunga.Sepertinya malam pengantinnya akan berjalan lancar . Untung istrinya ini penurut, sungguh Laura istri idamannya.


Pria itu melepaskan kemejanya dan celananya, hingga hanya memakai boxer. Ia berjalan ke kasur dan membaring tubuhnya, sambil menunggu Laura selesai keluar dari kamar mandi, yang sedang memakai lingerie. Mamahnya memang paling top.Menukar pakaian Laura dengan lingerie yang memang sudah ia siapkan untuk istrinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2