Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)

Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)
Belah semangka 17+


__ADS_3

PERHATIAN ANAK DI BAWAH UMUR JANGAN MEMBACA PART BAGIAN INI . MUNGKIN TIDAK TERLALU VULGAR TAPI TETAP TIDAK BOLEH!! KALAU TETAP MEMAKSA DOSA TANGGUNG SENDIRI. DAN JANGAN LIBATKAN SAYA DI AKHIRAT NANTI ATAS DOSA KARNA MEMBACA INI!! 😡. SEMUA YANG KALIAN BACA DAN LIHAT AKAN DI PERTANGGUNG JAWABKAN DI AKHIRAT KELAK. NOVEL INI JUGA AKAN SAYA HAPUS SEBELUM SAYA MATI.


Cia terus mengeluh merasakan panas yang makin menjalar keseluruh tubuhnya. Ia berusaha melepaskan gaun yang melekat di tubuhnya untuk menghilangkan rasa gerah yang tidak biasa dia rasakan sekarang.Alvian terus melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh agar segera sampai ke rumah. Mobil melesat begitu cepat membelah jalanan yang begitu lengang, sepertinya Tuhan mempermudah dirinya agar sampai ke tempat tujuan.


Alvian membelalakan matanya menatap kearah Cia yang tengah berusaha melepaskan gaunnya.


"Apa yang kamu lakukan?! " Alvian menahan tangan Cia yang sudah membuka gaunnya. Paha putih mulus terpampang jelas di hadapan Alvian yang beberapa kali meneguk ludahnya kasar. Jakunnya turun naik menatap pemandangan yang membangkitkan syahwat.


"Lepaskan tangan aku!! Aku mau melepaskan gaun sialan ini! Badan aku panas banget, pak" keluh Cia berusaha melepaskan cekalan tangan Alvian di pergelangannya.


"Jangan di mobil buka gaunnya, di rumah saja. Tahan sedikit lagi, sebentar lagi sampai rumah " ujar Alvian yang berusaha fokus menyetir mobil walau godaan dan bisikan setan terus menggoyahkan imannya untuk menerkam istrinya sekarang juga.


"Bapak tidak tau, badan aku panas banget hiks... Sakit ,pak hiks.." Cia menarik-narik kemeja milik Alvian hingga kancing kemeja terlepas ,memperlihatkan dada kokoh milik Alvian yang di tumbuhi beberapa bulu menambah kesan hot bagi Cia yang melihatnya.


Mobil akhirnya sudah memasuki area pekarangan depan rumah. Alvian segera turun dari mobil, menggendong Cia yang terus bergerak gelisah. Obat perangsang ini benar-benar menyiksa gadis itu yang haus akan belain, sentuhan dan pelepasan. Alvian menendang pintu kamar hingga terbuka. Ia meletakkan Cia ke kasur. Istrinya itu seperti cacing kepanasan.


Alvian terdiam , memikirkan cara agar pengaruh obat perangsang itu menghilang tanpa harus menggauli Cia.Walaupun dia berhak menggauli istrinya tapi Alvian tidak mau mengambil mahkota Cia tanpa seizin gadis itu.


"Berpikir Alvian.... Sial! Kenapa otak ku tidak bekerja untuk memikirkan jalan keluar dari masalah ini " umpat Alvian.


Alvian membolakan matanya melihat gaun yang membalut tubuh Cia, entah sejak kapan sudah terlepas. Ia menatap gaun yang sudah tergeletak di lantai dan itu sudah robet.Kini hanya bra dan celana pop yang membungkus bagian tubuh tertentu milik Cia. Tubuh yang begitu elok di pandang mata, membuat milik Alvian mengeras di bawah sana .


Alvian langsung melepaskan jas dan kemejanya. Ia langsung merangkak ke ranjang mendekati istrinya. Persetan bila Cia membenci dirinya karna telah mengambil hal berharga milik Cia ,walaupun dia berhak atas semuanya yang ada di diri istrinya. Ini juga dia lakukan untuk menghilangkan pengaruh obat laknat itu.


Alvian langsung mencium bibir Cia dengan lembut. Gadis itu juga langsung membalas ciuman dari suaminya walau kaku karna ini pertama kalinya dia berciuman seperti ini. Ciuman panas itu semakin menuntut lebih dan semakin kasar. Cia meremas rambut Alvian, menikmati hal yang belum pernah dia rasakan seumur hidup. Tangan Alvian tidak tinggal diam, ia menanggalkan bra yang menutupi aset berharga milik Cia.


Ciuman itu kini beralih ke leher jenjang Cia. Alvian menyesap dengan kuat hingga meninggalkan bercak merah yang begitu kontras dengan kulit putih istrinya. Cia hanya bisa mengerang dan mendesah nikmat mendapatkan sensasi yang belum pernah dia rasakan. Alvian kembali mencium bibir Cia yang sudah membuat dia gila karna menginginkan lagi dan lagi seakan tidak puas menikmati itu. Bibir istrinya itu seperti mengandung nikotin membuat dia kecanduan.

__ADS_1


Cia kewalahan membalas ciuman suaminya. Alvian mengerang di sela-sela ciumannya karna saking nikmatnya ciuman itu . Akal sehat pria itu benar-benar sudah di tutupi oleh kabut gairah.


Dan di malam itu Alvian mengambil sesuatu hal yang paling berharga bagi Cia. Meski pria itu berhak untuk menggauli istrinya. Tapi Cia juga melakukan hal tersebut karna di bawah pengaruh obat perangsang. Entah bagaimana reaksi Cia setelah sadar dari semua ini.


********


Cia membuka matanya perlahan, ia mengucek matanya dan mengerjab beberapa kali menyesuaikan cahaya matahari yang menembus di sela-sela gorden yang sedikit terbuka.Tangannya seperti merasakan memegang sesuatu. Cia menganga begitu lebar melihat Alvian tidur memeluk dirinya tanpa menggunakan apapun hanya selimut yang menutupi tubuh polos pria itu.


"Aaaaaa!! " Teriak Cia begitu kencang.


Brakk


Gadis itu menendang Alvian yang tengah nyenyak dengan tidurnya setelah pertempuran panjang tadi malam. Tubuh Alvian langsung terhempas jatuh ke lantai keramik . Pria itu meringis merasakan sakit di tubuhnya yang membentur lantai. Alvian bangkit dari lantai memegangi pinggangnya seperti orang encok.


"Bapak, kenapa telanjang?!! " teriak Cia heboh menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Matanya kini sudah ternodai melihat pemandangan yang tak senonoh.


Wajah Cia masih terlihat syok.Matanya tak sengaja melihat gaun yang dia pakai tadi malam tergeletak dan berserakan di lantai . Rahangnya langsung jatuh ke bawah melihat pakaian keramatnya juga ada di lantai seperti bra dan celana dal*m.


Cia mengintip selimut yang menutupi tubuhnya yang juga sudah telanjang.


"Aaaaa!! Kenapa aku telanjang juga?!!" teriak Cia histeris.Alvian yang sudah memakai celananya menatap kearah Cia.


"Bapak apain aku, sampai tidak memakai baju seperti ini?!!" ujar Cia menunjuk kearah Alvian dengan tangan gemetar.


"I-tu aku....." tenggorokan Alvian seakan tersumbat sesuatu membuat dirinya tak mampu untuk bicara.


Cia turun dari ranjang dengan selimut yang ia pegang dengan erat untuk menutupi tubuhnya. Cia meringis merasakan sakit di area sensitifnya.

__ADS_1


"Ssssttt, sakit" lirih Cia.


"Apa yang sakit? " tanya Alvian mendekati Cia.


"Gak tau!! " ketus Cia yang merasakan sakit yang begitu ngilu.


"Apa itu kamu sakit " tunjuk Alvian pada milik Cia.


Pletak


"Dasar mesum!! " ketus Cia"Minggir, jangan ngehalangin jalan! "Cia mendorong Alvian menghalangi jalannya.


Gadis itu berjalan tertatih-tatih ke kamar mandi.


" Sini, biar aku bantu "ujar Alvian yang hendak menggendong Cia yang langsung mendorongnya.


" Aku bisa sendiri! "ujar Cia.


Brak


Cia masuk ke kamar mandi dan membanting pintu itu dengan kasar. Alvian langsung terperanjat kaget mendengar itu. Ia menghela panjang.


Alvian memunguti pakaian dirinya dan Cia. Ia juga melepaskan sprei yang menjadi saksi bisu kejadian tadi malam. Alvian meletakkan sprei , sarung bantal dan guling ke tempat cucian kotor yang terletak di sebelah pintu kamar mandi.


*****


Cia melepaskan selimut yang menutupi tubuh polosnya dan menjatuhkan selimut itu ke lantai.Ia menatap dirinya di pantulan cermin kamar mandi,matanya memanas, serta berair melihat kissmark begitu banyak di seluruh tubuhnya. Air mata langsung lolos begitu saja dari kelopak matanya. Mahkotanya sudah di ambil oleh Alvian tanpa seizinnya. Walau dia tahu pria itu berhak akan dirinya tapi dia belum siap menyerahkan itu. Dia juga belum tahu apakah dia sudah mencintai Alvian atau belum. Padahal sudah ada dalam surat perjanjian itu bila dalam satu bulan dia tidak jatuh cinta pada Alvian maka dia akan meminta untuk di ceraikan.Dia begitu awam soal cinta dan tidak mengerti cinta sejati itu seperti apa.Laki-laki pertama yang dia sukai adalah Albian.

__ADS_1


Cia terisak-isak menangis , dia takut hamil. Sedangkan cita-cita dan keinginannya di masa depan belum tergapai.


__ADS_2