
...Dicintai mu adalah kebahagiaan bagiku dan memiliki mu adalah anugerah terindah bagiku...
...(Alvian) ...
Happy reading
Cia duduk di kursi tunggu rumah sakit sambil mengigit ujung kukunya dengan pandangan mata yang berkaca-kaca. Khawatir , panik dan takut bercampur menjadi satu di dalam benaknya. Ia takut terjadi sesuatu pada Alvian. Sebuah air mineral yang di sodorkan oleh Albian, membuat Cia mendongak menatap pria yang telah menjadi adik iparnya, meski umurnya lebih muda dari Albian.
Cia mengambil botol air mineral tersebut dari tangan Albian dan langsung membuka tutup botol tersebut. Meminum air itu hingga tinggal setengah botol dan itu tidak pernah luput dari pandangan Albian yang menatap setiap lekuk wajah Cia dengan tatapan yang sulit di artikan. Kalau boleh jujur, ia menyimpan rasa pada Cia tapi kenapa rasa itu muncul saat gadis ini telah menjadi milik Alvian. Apakah ini karma untuk dirinya karna telah menyia-nyiakan orang yang mencintainya sangat tulus.
Cia terus menatap kearah pintu UGD, tempat Alvian yang tengah di tangani oleh dokter Agung. Sorot mata yang begitu khawatir . Tanpa menyadari bila Albian terus memperlihatkan dirinya.
Pria itu menundukkan kepalanya sejenak, sedetik kemudian kembali menatap Cia. Apa boleh ia jujur, ia sangat iri pada Alvian yang begitu di khawatirkan Cia dan telah mendapatkan mantan calon istrinya.
Ceklek
Dokter Agung keluar dari ruangan tempat Alvian yang di tangani sekarang. Cia langsung bangkit dari tempat duduknya, mendekati dokter yang melakukan penanganan pada suaminya.
"Bag-.... " ucapan Cia langsung di potong Albian.
"Keadaan Alvian bagaimana? Apa dia baik-baik saja? " tanya Albian dengan nada khawatir dan di angguki Cia yang juga tidak sabar menunggu jawaban dari dokter Agung.
Dokter Agung tersenyum tipis "Alhamdulillah, bapak Alvian baik-baik saja. Itu cuma luka goresan di bahunya dan luka yang di kepala pak Alvian mungkin seminggu akan mengering dan sembuh . Jadi bapak, ibu, tidak usah khawatir " tutur dokter Agung.
Cia maupun Albian bisa bernapas lega mendengar ucapan dokter Agung tentang keadaan Alvian.
"Apa boleh kami berdua masuk? " tanya Albian yang di angguki dokter tersebut seraya tersenyum.
Cia langsung masuk ke dalam ruangan. Matanya langsung menatap kearah Alvian yang tengah terbaring tidak sadarkan diri di brankar dengan kepala yang di perban. Ia berjalan mendekati suaminya dengan kaki yang tiba-tiba melemas. Air mata yang sudah membendung di kelopak mata akhirnya jatuh juga, membasahi pipinya.
__ADS_1
Cia menatap Alvian yang masih setia menutup matanya. Tangan gadis itu terulur menyentuh dan meraba setiap lekuk wajah Alvian yang nampak memucat.
"Bapak maafkan aku hiks.... Ini salah aku hiks..." Cia langsung memeluk tubuh Alvian dengan tubuh yang bergetar hebat, di sertai tangisan dan di selingili isakan yang keluar dari bibir mungil Cia.
"Maafin aku, pak. Aku mencintai bapak Alvian hiks....Maafin aku yang belum bisa menjadi istri yang baik untuk bapak Alvian....." Cia menangis dengan derai air mata yang membasahi wajahnya. Dadanya begitu sesak, seakan oksigen sulit untuk ia hirup.
Sebuah usapan lembut namun pelan di punggung Cia ,membuat ia berhenti menangis. Ia melepaskan pelukannya, menatap Alvian yang entah kapan sudah sadar dari siumannya, membuat Cia malu sendiri dengan ucapannya yang tadi bila Alvian mendengarnya.
"Bapak Akhirnya sadar. Mana yang sakit pak? Aku panggil dokter ya? " ujar Cia sambil mengusap air matanya kasar di wajahnya.
Alvian menggelengkan kepalanya tanpa mengeluarkan suara. Ia menarik tangan Cia, menggengamnya.
Cup
Sebuah kecupan lembut di berikan Alvian pada punggung tangan Cia yang nampak kaget mendapatkan itu .Alvian melepaskan tangan Cia digenggeman tangannya. Ia berusaha bangkit dari brankar.
"Bapak mau apa? Kondisi bapak belum pulih " ujar Cia, menahan tubuh Alvian yang hendak bangun dari rebahannya.
Alvian nampak meringis, memegangi bahunya yang sudah di obati dan di perban oleh dokter sebelumnya. Ia menatap Cia yang terus memperhatikannya. Mata Alvian terfokus pada sudut bibir Cia yang sobek dan bercak merah di leher istrinya, membuat Alvian memalingkan wajahnya dengan mata yang terpejam. Emosi tiba-tibanya muncul ketika melihat pemandangan yang membuat ia mengingat kejadian di kampus tadi.
"Bapak kenapa? " tanya Cia memegangi tangan Alvian yang langsung menepis tangannya dengan pelan namun membuat matanya langsung berkaca-kaca dengan penolakan suaminya.
Cia menundukkan kepalanya, dengan air mata yang sudah menetes. Hatinya begitu sakit dan perih.
"Ada hubungan apa kamu dengan Rayyan? " pertanyaan itu tiba-tiba keluar dari mulut Alvian yang masih memalingkan wajahnya dari Cia.
Cia mendongak menatap Alvian, menghapus air matanya. Ia menarik tangan suaminya menggenggamnya erat. Membuat Alvian perlahan menatap Cia.
"Tapi bapak janji jangan marah atau meninggalkan aku, bila sudah menceritakan hubungan ku dengan Rayyan di masa lalu? "ujar Cia.
__ADS_1
Alvian makin takut. Ia takut Rayyan kekasih gelap Cia atau mantan dari istrinya. Ia menarik napas dalam-dalam, untuk mendengar pengakuan dari istrinya.
Cia mulai menceritakan asal mula dirinya yang pernah menjadi seorang kakak-adik dengan Rayyan. Dan pelecehan yang di lakukan kakak tirinya hingga ia di jual kepada Dirga, seorang pengusaha muda yang waktu itu sangat terkenal di masanya.
Cia menceritakan itu dengan tangisan yang tidak bisa ia bendung. Masa lalu itu sangat menyakitkan untuk di ungkit lagi. Dimana saat ia menceritakan itu ia teringat dengan almarhum ayahnya. Alvian langsung menarik Cia ke dalam pelukannya.
" Maafkan aku Cia. Aku tidak tau bila Rayyan pernah melakukan itu pada kamu "ujar Alvian yang merasa bersalah karna telah sangka dengan Cia.
Alvian menguraikan pelukannya. Ia menghapus air mata di pipi chubby sang istri yang nampak sesegukan.
" Kamu kenapa tidak menceritakan ini dengan ku, Cia?Kenapa kamu harus diam dan menanggung beban masalah ini sendirian. Aku merasa menjadi suami yang tidak becus, karna membiarkan istri ku harus menanggung masalah ini sendirian "ujar Alvian yang menyalahkan dirinya.Cia langsung menggelengkan kepalanya.
" Bapak tidak salah . Aku salah karna hanya diam, tidak berani jujur pada bapak . Aku takut nanti bapak marah atau akan meninggalkan aku ,bila aku adalah wanita yang pernah menjadi korban pelecehan. Aku enggak mau"ujar Cia menggelengkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir dari manik matanya.
Alvian menangkup wajah Cia.
"Aku tidak akan meninggalkan kamu karna masalah kamu jadi korban pelecehan. Kamu sudah jadi tanggung jawab aku. Bila aku meninggalkan kamu karna masalah ini, itu berarti aku pria yang egois yang mementingkan perasaan sendiri tanpa menghiraukan apa yang kamu alami di masa lalu" ujar Alvian menyatukan dahinya dengan dahi Cia.
"Bapak kenapa sangat baik kepada ku, padahal aku selalu membuat bapak marah dan tidak becus menjalankan kewajiban ku sebagai seorang istri? " ujar Cia memejamkan matanya merasakan lelehan air mata di pipinya.
"Because, i love you" jawab Alvian, mencium bibir Cia.
Alvian mencium bibir istrinya sangat lembut. Bukan ciuman penuh hasrat tapi ciuman penuh cinta dan ketulusan. Cia memejamkan matanya saat bibir mereka saling bertautan.
πππππ
Albian duduk di kursi tunggu . Sebenarnya ia berada di ambang pintu, mendengar semua yang di katakan Cia. Tapi ia langsung keluar saat Alvian mencium Cia. Ada rasa sakit yang menusuk di hatinya.
Bersambung....
__ADS_1
Maaf ya baru update, karna aku nunggu like sampai 200 ratus, baru update, dehπ