Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)

Istriku Mahasiswiku(Seasons 2)
Season 2:Eps 16


__ADS_3

"Akhh.... Sakit!!! "Jerit Ria.Devia langsung menjambak rambut panjang Ria yang nampak kesakitan.


" Lepasin!! Lepas.. "Teriak Ria. Gadis itu berusaha melepaskan cengkraman tangan Devia yang sangat kuat pada rambutnya.


" Biarin!! Saya tidak peduli, dasar wanita ular, kamu tidak pantas buat anak saya!!Kamu bahkan tidak pantas di jadikan istri!!"Devia terus menjambak rambut Ria yang terus memekik kesakitan.


Orang- orang yang mendengar suara keributan tersebut, langsung mencari asal suara yang berasal dari rumah  kontrakan Ria. Mereka berkumpul di depan rumah Ria. Menonton perkelahian pada dua wanita beda umur tersebut.


Ria membalas jambakan Devia, menarik hijab yang menutupi kepala wanita paruh baya yang masih  terlihat cantik itu.


"Rasakan ini!! " Ria menarik kuat hijab Devia yang melilit di leher, membuat Devia terbatuk-terbatuk, hampir kehabisan napas.


"HENTIKAN!! " Teriak Skala baru datang.Pria itu  langsung berlari kearah Devia yang sudah terkulai lemas  ,kehabisan napas.


Ria dengan santainya melepaskan genggamannya pada hijab Devia yang hampir terlepas, sedikit memperlihatkan rambut Devia. Skala langsung melepaskan jaketnya, menutupi kepala sang istri yang sudah tersungkur di tanah.


"Devia, sayang. Bangun, " Skala menepuk-nepuk pipi Devia dengan pelan, wanita itu nampak tidak merespon panggilan suaminya,pandangan Devia mulai menggelap perlahan kesadarannya mulai menghilang. Wajah Skala merah padam antara menahan marah, emosi dan khawatir. Ia mengambil ponselnya, mengetik pesan singkat pada seseorang . Sedangkan beberapa ibu-ibu mendekat hendak menolong Devia , yang masih dalam dekapan Skala.


"DASAR WANITA TIDAK PUNYA HATI!!APA KAMU TIDAK PERNAH DI AJARKAN UNTUK MENGHORMATI ORANG LEBIH TUA DARI KAMU, HAH?! APALAGI BERBUAT KASAR SEPERTI INI!SAYA BISA MELAPORKAN KAMU ATAS TINDAKAN PENGANIAYAAN!!! " Teriak Skala dengan tatapan membunuh pada Ria yang membalas tatapan pria paruh baya itu dengan sinis . Napas Skala naik turun , emosinya sudah di ubun-ubun. Kalau Ria bukan wanita, mungkin Skala sudah menghajar Ria habis-habisan, saking emosinya.


Nggak nyangka ya, si Ria kasar banget?Mana sama orang yang lebih tua lagi.


Iya,di depannya aja baik, tapi aslinya nggak ada akhlak.

__ADS_1


Kalau aku sih, langsung ku kebiri si Ria.


Kalau nggak salah dengar sih, si Ria menggoda anak si Ibu itu. Orang tua mana yang mau punya menantu pelacur.


Iih, nggak nyangka ya. Kata orang-orang sih, si Ria sering di antar sama om-om yang beda-beda , setiap malam.


Bisik-bisik ibu-ibu tukang gosip yang ada di tempat itu, seakan membongkar sesuatu yang harusnya di tutup rapat-rapat. Ria menatap sekitar, melihat semua orang menatap kearahnya , dengan pandangan membenci , jijik dan tatapan sinis orang-orang padanya. Gadis itu mengigit bibir dalamnya, menahan sesak di dadanya. Wanita mana yang tidak sakit hati, di pandang rendah, walau memang ia adalah wanita kotor.


"Pak, istrinya di bawah ke rumah saya. Sepertinya leher istri bapak di cekek cukup kuat , " ujar salah satu ibu yang menatap kearah Ria dengan tatapan sinis dan beralih menatap Devia  dengan pandangan iba.


Skala mengangguk kepalanya. Ia mengangkat tubuh Devia, dan menatap tajam kearah Ria yang membalas tatapan matanya.


"Dasar wanita rendahan! Kamu itu nggak punya malu ya. Syukur-syukur kami tidak mengusir kamu dari tempat ini , tapi rupanya kamu ngelunjak, mana berani-beraninya berbuat kasar sama istri orang yang lebih tua dari kamu !! " Bentak Rere, yang merupakan istri seorang RT.


Ria tersentak ketika seorang ibu memdorong bahu kanannya kasar membuat ia mundur beberapa langkah.


"Pergi kamu dari sini! Semua orang sudah tahu kalau kamu wanita pemuas nafs*.Nanti tempat kami kena bencana  lagi ,kalau kamu masih tinggal di sini! " ucap Rere dengan pedas.


Ria menatap mereka semua dengan mata yang sudah berair. Hatinya sangat sakit di hinakan seperti ini , walau yang di ucapkan memang sebuah kebenaran.


"DIAM KALIAN SEMUA!!" Teriak Ria dengan napas memburu dan butiran air mata yang menetes ."AKU MEMANG SEORANG WANITA PENGHIBUR DI CLUB. TAPI AKU TIDAK PERNAH SAMPAI MENJUAL DIRI....AKU MELAKUKAN ITU UNTUK BISA MENGHIDUPI PUTRAKU. KALIAN PIKIR GAJI SEBAGAI PETUGAS KEBERSIHAN CUKUP UNTUK MEMENUHI KEHIDUPAN AKU DAN ANAKKU?.... TIDAK!! "Teriak Ria dengan wajah yang memerah dan derai air mata.


Plakk

__ADS_1


Rere,menampar Ria dengan sangat kencang hingga, membuat sudut bibir gadis itu sobek . Ria meringis kesakitan dan air mata yang semakin deras keluar.


" Kamu itu bodoh atau apa sih, Ria?! Kamu masih muda dan bugar. Kenapa harus memberi makan dan memenuhi kebutuhan hidup , anak kamu dengan uang haram . Kamu bisa bekerja di tempat lain bukan jadi wanita penghibur di club ,yang begitu mudah untuk di sentuh hanya untuk bisa mendapatkan lembaran uang. Laki-laki manapun tidak akan mau memperistri wanita pelacur seperti kamu!! ".


Bagai  di tusuk pedang di ulu hati setelah mendengar ucapan Rere.Ria menundukkan kepalanya. Menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, menangis terisak-isak. Orang lain tidak akan memahami dirinya. Di mana sekarang ,sangat sulit mencari pekerjaan yang mendapatkan uang secara cepat. Ia hanya ingin menghidupi Raja yang setiap harinya selalu meminum susu formula yang cukup mahal harganya dan perlengkapan putranya itu .


Sedangkan seorang pria dengan pakaian serba hitam dan masker yang menutupi wajahnya. Memperhatikan Ria yang terisak-isak menangis di tengah-tengah gerombolan ibu-ibu tersebut. Ia menatap Ria dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan.


🍁🍁🍁🍁🍁


Laura nampak khawatir melihat Albian yang tiba-tiba pergi meninggalkan dirinya setelah mendapatkan pesan di ponsel, entah dari siapa itu,Laura tidak tau ,tapi ia bisa melihat raut panik dari wajah Albian setelah membaca pesan itu.Dafi memperhatikan raut wajah Laura dengan mata yang terus menatap kearah pintu keluar.


" Kamu kenapa? "Tanya Dafi yang duduk di sebelah brankar Laura.


" A-a-aku nggak papa. Cuma penasaran aja, kenapa Albian tiba-tiba pergi. "Ujar Laura .


Dafi tersenyum mendengarnya. Nampak sekali bila Laura mengkhawatirkan Albian, dari raut wajahnya tapi mau untuk mengakuinya.


" Laura, kamu masih mencintai Albian? "Tanya Dafi, membuat Laura menoleh cepat kearah Dafi.


Gadis itu langsung menatap kearah lain setelah menatap kearah Dafi . Ia bingung harus menjawab apa. Di satu sisi ia mencintai Albian tapi di sisi lain ia takut terluka lagi. Bagaimana pun ia sadar dengan dirinya yang bukan siapa-siapa. Dan Laura hanya menganggap ucapan Albian yang mengungkapkan perasaan padanya adalah sebuah kebohongan. Bagaimana bisa Albian mencintainya secepat itu?


Sampai sini ya, nanti besok aku lanjut lagi. Aku mau bobo😴

__ADS_1


__ADS_2