Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
Mereka dan cinta rahasianya


__ADS_3

"berarti pernah rasain jatuh cinta dong?".pancing Indra.


Andra langsung membisu saat itu juga. kini pikirannya menerawang kembali ke kota yang ia tinggali saat ini.


Flashback off


Andra yang memang suka menghabiskan waktu di coffe shop favoritnya ketika jam kantornya break sesaat atau pun selesai. selain kopinya yang terkenal enak, serta lebih dekat satu blok dari apartemennya dan juga kantornya. tempatnya tidak terlalu ramai jika di jam segini. karena kebanyakan pengunjung datang setelah habis maghrib atau di pagi hari. karena anak anak mahasiswa yang memilih ngumpul dulu sebelum mereka masuk ke kampusnya.


Selain dirinya yang suka menikmati view dari balkon lantai dua coffe shop tersebut. Andra juga suka mengamati orang orang yang berlalu lalang di jalanan raya. jika ada satu objek yang membuat dia tertarik maka ia akan mengambil gambar dengan ponselnya lalu mengeditnya menjadi lebih menarik dan memposting di akun private sosial medianya.


Tatkala ia mengamati keadaan sekitar ia melihat sosok makhluk ciptaan tuhan yang manis diantara cewek cewek yang cantik berkulit putih sedang duduk di halte tepat bersebrangan dengan coffe shop ini. lalu ia mengambil ponselnya membidiknya tepat ke arah gadis tersebut. begitu ia siap untuk menekan tombol tengah. tiba tiba segerombolan anak berseragam putih abu abu menghalangi pandanganya.


ahhh....dasar bocah bocah.. "sungut Andra.


ketika bis kota datang dan berhenti tepat di depan halte tersebut. Andra masih menunggu dengan sabar hingga bis kota itu pun pergi ia mencoba mengambil gambar gadis itu kembali.


akan tetapi Mungkin Tuhan yang ga mengijinkan dia mengambil foto anak gadis orang sembarangan. jadi bersamaan bis kota pergi maka gadis tersebut pun menghilang lengkap dengan bocah bocah tadi yang menghalangi pandangannya.


keesokan harinya Andra mengulangi kembali rutinitas hariannya. ia kembali di pertemukan pada sosok gadis manis bahkan lebih imut diantara anak anak yang berseragam sekolahan putih biru. seperti biasa ia menargetkan gadis tersebut untuk menjadi objek spesialnya yang kemarin telah gagal total.


"alah mak... ". Dumel Andra.


Andra kembali kecewa untuk kedua kalinya. lantaran karena ia telah gagal lagi membidik gadis tersebut.karena tukang siomay keliling lewat di depan halte. sontak anak anak Anak yang Baru Gede tersebut memanggilnya buat jajanan dadakan.


Alhasil yang tadinya suasana rada sepi jadi semakin ramai yang berdatangan ke halte tersebut hanya untuk membeli siomay dadakan tersebut. maka hari itupun Andra sukses mendulang kegagalan untuk kedua kalinya.


yah begitulah keesokan harinya dan bahkan seterusnya hingga ia menyerah untuk pengambilan foto gadis tersebut. ia hanya bisa menikmati keindahan makhluk ciptaan tuhan tersebut dari seberang jalan.


Andra bukannya tidak pernah mencoba mendekati dan ingin berkenalan secara langsung tetapi ketika niat disertai usaha itu muncul. selalu saja ada yang menggagal kannya.


akhirnya Andra pasrah. ia ingat dengan kata kata ibunya ketika hendak merantau menuntut ilmu di jakarta sebagai mahasiswa dan bahkan menyebrang ke sumatra Demi pekerjaan.


"jodoh ga usah terlalu ngoyo. kalo gusti Allah berkehendak mau di ujung negeri atau di belahan dunia manapun. yang namanya jodoh tetap di pertemukan, meskipun awalnya ga saling cinta. nanti bakalan witing tresno jalaran soko kulino alias cinta bakalan tumbuh karena terbiasa bersama".


Andra yang memang dasarnya ogah ribet. ya tentu saja memegang teguh kata kata ibunya. ia percaya suatu hari akan ada seseorang yang istimewa hadir dikehidupannya.


Andra tertawa kecil mengingat kisah percintaannya. yang membuat kedua temannya saling menatap heran

__ADS_1


"oi Andra kenapa ketawa ?!. jawab dong". tanyaa Justin


"Apaan?". tanya Andra yang masih tersenyum.


"aishhh.. pernah jatuh cinta ga lo? "justin kembali bertanya kesal.


"ahh gak. engga pernah gue! "jawab Andra kikuk.


"siapa dia Andra?". tanya Indra penasaran. Indra sedari tadi mengetahui jika Andra menyembunyikan sesuatu.


"sumpah in.. ga pernah gue.. dan gue juga ga yakin itu cinta apa bukan. secara gue saat itu... lalu Andra menceritakan kisah pedekatenya yang gagal kepada dua sahabatnya. yang otomatis membuat mereka tak bisa lagi membendung tawanya di sore menjelang maghrib tersebut.


"ahh kalian payah. ga kasian ama temen". sungut Andra


"iya iya gue kasian ama lu.." jawab Indra masih dengan tawanya. sementara Justin geleng geleng kepala geli melihat nasib percintaan temannya yang satu ini.


"ahh lu bule.. nasib lu juga sama ma gue jomblo abadi. diem lu ga usah ketawa. jawab Andra kesal.


tetapi di sela sela tawa mereka ada sesuatu yang miris yang terselip di sudut hati Andra. yang cukup hanya Andra saja yang tahu tentang rahasia hatinya dan juga cintanya.


...----------------...


"ga usah di liatin terus anaknya. jadi laki laki kudu punya nyali. udah sana di tembak aja ". saran seorang cewek yang sering di panggil Meymey teman satu leting dari lelaki yang satu meja makan dengannya sekarang yaitu Satria.


satria hanya tersenyum mendengarnya. lalu menggeleng pelan.


"mati dong anak orang". canda Satria.


"bukan begitu maksudku Satria... ". bantah Meymey.


"mau sampai kapan di pendam terus perasaannya hah?. entar di tikung sama orang loh". lanjut Mey.


"dari hari pertama. di tahun pertama. kamu bisanya ngelihat itu cewek hingga sekarang cuma kamu senyumin. paling kuat sekedar bantuin aja tanpa ngomongin lain". ujar Mey menyambung mukadimahnya.


"Ingat loh Satria. kitanya udah mau di wisuda besok. besok besok kamu ga akan liat lagi tu cewek " jelas Mey seraya menakuti teman di depannya ini.


sementara yang di omeli tetap tak bergeming dan hanya tersenyum.

__ADS_1


...----------------...


Dea sedang memandangi foto foto Justin takjub. ia membaca sebuah majalah bisnis seraya menanti proses pengeritingan dan pewarnaan rambutnya selesai.


semenjak Dea bergabung di agency ini, tante sonya telah merubah seluruh penampilannya, sesuai dengan karakter yang diminta oleh perusahaan lingerie tersebut.


selama kontrak berlanjut penampilan Dea tetaplah seperti yang di buat sesuai kontrak. tidak berambut lurus mengingat telah banyak model yang berambut lurus atau yang meluruskan rambutnya. dan juga rambut di warnai sesuai dengan kulit asli Dea berwarna coklat terang.


meskipun terkadang ada keinginan di hatinya untuk mengubah penampilan seperti dirinya yang asli. tetapi karena masih terikat kontrak akhir nya Dea menepis semua keinginan tersebut.


semenjak kontrak dengan perusahaan Justin gagal didapat. selain Dea tetap melanjutkan sisa kontrak yang ada. ia mencari informasi mengenai Justin.


di karenakan Celine teman yang pernah satu profesi dengannya. sekarang yang ia dengar telah menikah dan bahagia dengan seorang Ceo ternama dan bahkan yang memiliki cabang perusahaan di beberapa pulau.


flashback


Saat menemani tante sonya dalam sebuah undangan. ia melihat Celine secara langsung dalam pertemuan minggu lalu di galeri seni milik sang ibu mertuanya. ia melihat kedekatan celine dan ibu mertua bahkan sang suami yang datang belakangan setelah memeluk ibunya, dan langsung beralih memeluk celine.


Dea yang melihat kemesraan Celine dan suami mengalihkan pandangannya ke arah lain. ia lalu berpamitan ke tante Sonya untuk ke toilet.


ia memandang dirinya di kaca toilet dan pemandangan celine tadi kembali terngiang. ia berfikir jika ia bisa menemukan pria yang mapan seperti suami Celine dan menikah. ia pasti bisa keluar dari jeratan tante sonya dan Evan.


ting.


sebuah pesan masuk dari tante sonya. Dea membasuh wajahnya dan merapikan kembali make upnya dan segera keluar dari toilet.


saat menuju ruang galeri. Dea melewati sebuah lorong yang terdapat beberapa pintu diantaranya. Dea berfikir itu adalah kantor. tapi ternyata ia salah. Dea mengintip dari celah pintu yang sedikit terbuka.


kelopak matanya seketika melebar. karena ia melihat sebuah pemandangan yang bagi siapa yang melihatnya pasti akan merasa bergairah.


Dea segera memalingkan wajahnya dari adegan ranjang panas antara Celine dan suaminya, yang tentu saja hal itu membuat Dea sebagai wanita normal mungkin menginginkan sentuhan seorang pria.


yang pastinya bukan para pria tua bangka yang mengincar dirinya selama ini. Dea yang takut tak bisa mengontrol dirinya dengan cepat bergegas dari tempat itu untuk kembali menemui tante Sonya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


mohon dukungannya untuk Novel ini berupa

__ADS_1


like, vote, komen, rate, fav dan poin.


terimakasih


__ADS_2