
Jasmine sedang asyik meneliti sebuah kandungan bahan minyak yang akan di jadikan obat di sebuah lab farmasi. semenjak proposal mereka di terima dan di tanda tangani oleh wakil ceo tersebut. mereka melanjutkan proyek ilmiah mereka di sini. bahkan mereka juga ikut membantu para peneliti yang bekerja di pabrik tersebut. setiap selesai meneliti jasmine membuat laporan sebagai hasil kerjanya hari ini.
malamnya Jasmine mengumpulkan data data dan menyusun kembali untuk dijadikan satu laporan agar ia nantinya mudah dalam penulisan karya ilmiahnya.
apa lagi setelah karya tulis ilmiah ini selesai. Jasmine dan timnya akan di ajak bang Saktria ke Jkt untuk mengikuti karya tulis ilmiah lanjutan. yang di adakan oleh sebuah perusahaan asing yang di adakan di Jkt.
maka semakin bersemangatlah mereka dalam bekerja. agar mereka bisa mencapai target. terlebih setelah mereka menyibukkan diri dalam penelitian, tanpa di duga mereka bisa menemukan judul untuk skripsi.
Satria mewakili dari kantor cabang Sumatera atas permintaan wakil ceo nya. tentu saja Satria menyanggupinya karena ia sendiri pun butuh satu karya tulis untuk bisa melanjutkan studinya.
"hari ini saya sudah menerima beberapa judul skripsi dari teman teman kalian. saya harap yamg lain segera menyusul".
"pak jikalau tidak ketemu ketemu juga begindang pak". tanya Dodit bete
"saya yakin pasti ada jalan. yamg penting tetap semangat dan berusaha. jangan malas membaca ya dit". saran Satria
"nah lo dengar tu. jangan dangdutan mulu". cibir cindy
"bah gaya kali kau nek. emang punya kau apa bakalan langsung di terima belum tentu juga bukan" balas Dodit
satria yang melihat para mahasiswanya berdebat hanya mampu tersenyum
"ya sudah saya akhiri dulu kelas kita hari ini. berdoa saja yang sudah ajukan judul bisa di terima oleh pak Yuda. dan kalian bisa melanjutkan skripsi kalian. "doa Satria
"Aaaamiiinnnn.. "serentak satu ruang mengaminkan doa Satria
...----------------...
sudah tiga hari Andra menolak mentah mentah di jodohkan oleh si ibu.
"kamu itu kelewatan le.. gadis baik begitu kamu tolak". sungut si ibu
"saya tu ga cinta bu.. gimana mau kawin". sanggah Andra
"kamu lupa pepatah jawa yang mengatakan...
si ibu berhenti bicara karena Andra yang melanjutkan kata kata si ibu
"witing tresno jalaran soko kulino alias cinta bakalan tumbuh karena terbiasa bersama". iya saya tau ibu. tetapi untuk sekarang saya belum kepikiran buat kawin apa lagi nikah." lanjut Andra
"Andra". pekik si ibu
Andra menarik nafas dalam. dan berkata"besok saya balik ke sumatra".
...----------------...
"sepertinya kamu menikmati hidup mu ketika aku pergi" Justin membuka suara ketika mengunjungi Dea di apartemennya.
__ADS_1
Dea yang sedang mempermainkan mug coffenya menghentikan aksinya. ia tersenyum sinis dan berdecih.
"ya begitulah kira kira. bukankah kau memintaku agar tidak mengusikmu". ucap Dea sarkas.
"baguslah kalau kau mematuhinya". ucap Justin beranjak pergi dan meninggalkan Dea sendiri
sementara Dea hanya memandang pintu yang menutup.
...----------------...
ketika Andra hendak menelpon travel untuk memesan tiket kepulangannya besok. ia sudah bertekad mengakhiri pembicaraan konyol ibunya hari ini. ia melihat Ningsih yang sedang menunggu di depan gerbang rumahnya.
Andra yang sudah di pesankan oleh Indra dan Justin untuk di bawakan oleh oleh khas Jgj bahkan teman temannya yang di sumatera juga minta dibawakan oleh oleh yang sama yaitu khas punya jgj.
Andra masuk ke mobil bapaknya dan mengemudikan mobilnya. lalu ia berhenti di depan Ningsih dan membuka kaca mobil
"kamu mau kemana?". tanya Andra
"ini mas lagi nunggu ojek. saya mau survey ke petani dekat sini". ujar Ningsih
Andra yang melihat cuaca begitu terik di siang ini. akhirnya meminta Ningsih untuk masuk menumpang mobilnya.
Ningsih menganggukkan kepalanya.ia membuka pintu mobil dan masuk serta duduk di samping Andra.
"terima kasih pak sudah di beri tumpangan". ucap Ningsih
akhirnya mereka berdua sama sama diam dalam satu mobil.
selang satu jam kemudian..
"saya berhenti di depan ini saja pak". ucap Ningsih.
tetapi Andra tidak memberhentikan mobilnya ia malah terus melajukan mobil tersebut hingga tiba di daerah pertanian.
"kamu mau mulai dari mana? ". tanya Andra
Ningsih yang sedari tadi bingung dengan kelakuan Andra. tidak menyimak perkataan Andra. yang akhirnya Andra memanggil Ningsih dan bertanya untuk kedua kalinya
"ahh iya pak.. di rumah yang bercat putih itu saja pak". itu sudah jadi langganan Kita dari dulu". jawab Ningsih gelagapan
Andra memarkirkan mobilnya tepat di halaman rumah yang bercat putih. di samping rumah tersebut terdapat perkebunan satu tanaman kunyit yang telah di budidayakan oleh pemilik rumah. sedangkan halaman depannya di hiasi separuh tanaman bunga dan toga.
Andra mengikuti Ningsih yang menjumpai sang pemilik kebun dan melakukan tanya jawab dan bahkan Andra memperhatikan Ningsih yang cekatan dalam mengolah satu tanaman yang terbengkalai untuk di tanami kembali ke dalam polibed.
setelah menghabiskan waktu cukup lama di perkebunan tersebut dan melakukan beberapa survey di perkebunan tanaman obat yang lainnya. akhirnya mereka meninggalkan daerah perkebunan tersebut
"kamu dulunya jurusan pertanian ya? ". Andra berbasa basi
__ADS_1
"ahh ndak kok pak. saya belajar sedikit dari bapak bapak sini. kalau mas Angga datang berkunjung kesini." jawab Ningsih
"oo jadi kamu tamatan apa? "tanya Andra kembali.
"cuma tamat Sma pak". ucap Ningsih seraya menggigit bibir bawahnya.
"bapak lama disini? ". tanya Ningsih mengalihkan pembicaraan
"besok saya balik ke Sumatra". jawab Andra yang tetap fokus ke depan
"tapi sekarang ini saya minta tolong kamu untuk cariin oleh oleh enak khas daerah sini". Lanjut Andra
"boleh pak boleh. saya bantuin buat nyari oleh olehnya.". ucap Ningsih
mereka akhirnya tiba di pasar khusus yang menyediakan oleh oleh khas daerah tersebut. Ningsih membantu Andra memilihkan yang terbaik dan terfavorit.
mereka belanja cukup banyak. setelah membayar dan mengemas rapi semua oleh oleh tersebut. Andra mengajak Ningsih untuk bersantai sejenak di salah satu resto favorit di kota tersebut
sambil menunggu mereka mengobrol basa basi hingga akhirnya Ningsih membuka suara
"maaf pak. bapak sudah umur segini kenapa belum menikah? ". tanya Ningsih hati hati
Andra tertawa pelan.lalu terdiam dan menatap Ningsih dalam. Ningsih yang di tatap sedemikian rupa pun akhirnya menundukkan dalam kepalanya.
"apa kamu dengar tentang perjodohan kita? " tanya Andra penuh intimidasi
Ningsih yang masih menundukkan kepalanya mengangguk.
"lihat saya kalau ngomong". ucap Andra
Ningsih langsung menegakkan kepalanya.
"jawab". pinta Andra
"yang mana? ". tanya Ningsih bego
"yang tadi. masalah perjodohan". Ujar Andra
"iiiiya... ibu yang ngomong ke saya". jawan Ningsih dengan suara yang semakin pelan
"terus. kamu mau? ". tanya Andra penasaran
Ningsih menganggukkan kepalanya. bahkan jantungnya berdegup kencang. sementara Andra menelan salivanya kasar.
"alah makkkkk... ". desis Andra
jangan lupa like vote n komen ya....
__ADS_1