
Justin menatap tajam wanita yang pernah membuat nya tergoda oleh pesonanya. matanya menelisik keadaan sekitar mencari cari Namira istrinya, yang seharusnya berada di sampingnya sekarang ini. bukan Dea istri paksanya.
di bawah sana para tamu dan karyawan masih berdecak kagum melihat sepasang suami istri tersebut yang terlihat sangat serasi dengan tinggi tubuh yang sama sama proporsional. kamera kamera karyawan pun ikut mengabadi kan momen tersebut.
sementara Indra dan Istrinya mencurigai sesuatu terjadi pada Justin dan Namira. Meyriska mengenal betul lekuk tubuh Namira yang sedikit berisi setelah melahirkan. bahkan tinggi Namira hampir sama dengan dirinya. karena mereka sering menghabiskan waktu bersama. saling berbagi ilmu mengurus buah hati.
setelah acara utama selesai. Justin buru buru meninggalkan Dea sendirian di panggung. di susul Indra untuk mengetahui yang terjadi, setelah berpamitan dengan istrinya. Justin setengah berlari memasuki gedung kantor dan masuk ke lift menuju ruang pribadinya.
sementara Dea yang hendak mengejar Justin, segera di tahan oleh Meyriska
"tunggu. mau kemana kamu dan siapa kamu sebenarnya". tanya Meyriska penasaran sembari mencekal lengan Dea pelan
Dea mendapati dirinya di cekal oleh wanita yang tak di kenalnya menjadi gusar dan melirik sinis.
"cihh.. bukan urusan kamu!!". ketus Dea
"ini juga bakalan menjadi urusan saya. karena kamu mengacaukan acara suami dan teman teman saya. dasar pelakor kamu!!". Meyriska meradang dan semakin mencekal erat lengan Dea.
Dea mulai gerah dan merasakan sakit karna kuku Meyriska mulai menyakiti kulitnya. ia mencoba melepas kasar cekalan Meyriska. yang menyebabkan dua wanita tersebut saling berseteru. kekuatan Dea dan Meyriska sama sama seimbang saat ini.
...----------------...
di sebuah lift Namira yang sedari tadi mulai merasakan gelenyar aneh dan gejolak yang luar biasa merasuki tubuhnya. ia merasakan gerah dan bahkan panas menyergap tubuhnya.
ting.
pintu lift terbuka seorang pria paruh baya yang seumuran dengan ayahnya masuk dan melihat gelagat Namira.
ia memperhatikan lekuk tubuh Namira yang mungil, jika pria tersebut membayangkan akan hanyut dalam pelukannya. belum lagi leher yang putih mulus tersebut begitu nikmat jika di s*s*p* dalam.
pria tersebut menyeringai ia mulai mendekati Namira. sementara Namira yang mulai meledak hasratnya meminta tolong kepada pria tersebut.
"om. to..long... tolong.. " ucap Namira terbata dan mendesah.
"iya cantik. om akan tolong kamu". ucap pria tersebut dengan sejuta pikiran liciknya.
ia mulai memeluk Namira. sementara Namira yang masih ingat suaminya menolak dengan sisa kekuatan yang ada. tubuhnya semakin meremang. ia memencet tombol lift agar berhenti dan keluar dari sana mencari suaminya.
...----------------...
__ADS_1
Justin kembali ke ruang pribadinya, ia hanya mendapati Alan yang sedang menggendong bayinya.
"Alan. dimana Namira? ". tanya Justin panik.
Alan yang mulai mencium sesuatu yang tidak beres pada bossnya. langsung memberikan bayi keyra yang baru saja kembali tidur ke pada papanya.
"saya akan cari sekarang pak". Alan berkata dan langsung menghubungi bagian sekuriti dan tim pengaman yang lain untuk bergegas mencari dalang kerusuhan malam ini.
...----------------...
"Dra, tolong ke ruangan gue sekarang sama istri lu. jagain Keyra bentar". Justin menghubungi Indra melalui ponselnya
"gue udah disini". sahut Indra yang tiba tiba muncul di ruangan Justin.
"udah ketemu Namiranya. siapa perempuan itu Justin? ". tanya Indra penasaran seraya mengambil baby Keyra dari tangan Justin.
"entar gue jelasin. sekarang fokus ke Namira dulu. gue harus tau dimana dia saat ini". sahut Justin sambil berlalu dari ruang tersebut.
...----------------...
ponsel Justin berdering. Justin menerima panggilan tersebut sambil terus berjalan cepat mencari sang istri.
tanpa membalas telpon dari Alan, Justin langsung menutup telponnya dan bergegas menuju lantai yang di sebutkan Alan.
dengan menggunakan lift. Justin tiba di lantai 7 dimana ia melihat Namira, sang istri sedang meremas jas Alan. sementara Alan berusaha menghindar. Justin langsung mengerti apa yang terjadi
"pak". panggil Alan dengan tatapan meminta tolong, ketika ia melihat bossnya tiba.
Justin langsung mendekati mereka. dan memisahkan Namira dari Alan. yang langsung di sambut Namira dengan mencengkram leher Justin dan merapatkan tubuhnya ke suaminya.
"kak.. tolong aku.. ". ucap Namira dengan nafas memburu dan mendesah. membuat siapa saja yang mendengarnya menjadi bergairah.
"amankan perempuan itu sekarang juga!!". titah Justin dengan penuh emosi.
ia memandangi Namira dan memeluk nya erat. segera mungkin memasuki lift menuju ruang pribadinya. Namira terus mendesah dan menggeliat panas di gendongan Justin.
"sabar sayang.. sebentar lagi ya?".ucap Justin.
melihat kondisi Namira saat ini. bukan gairah yang ia dapatkan tetapi rasa sedih dan marah. karena bagaimana pun, seorang Namira tidak pantas mendapatkan hal seperti ini. dan ia marah karena jika saja ia terlambat sedikit saja. bisa saja orang lain yang memanfaatkan Namira.
__ADS_1
"dra, tolong jaga anak gue sekarang". Justin tiba tiba masuk ke ruang kerja dan langsung masuk ke kamar pribadinya, dimana Indra masih menjaga putrinya.
Indra yang melihat keadaan Namira yang kacau, dan Justin dengan raut muka yang panik. ia pun langsung mengerti dan bergegas membawa sang baby keluar dari kamar pribadi Justin.
ia membawa keluar baby Keyra dari ruang kerja Justin dan menidurkan kembali baby Keyra di ruang kerjanya. ia menelpon dan meminta Nindy menjaga baby Keyra sebentar. karna ia akan melihat sang istri yang di tinggalkan di taman belakang.
...----------------...
Dea kalah terjerambab jatuh di karenakan higheels nya, yang tak bisa di ajak kompromi saat genting begini.
Meyriska tersenyum bangga melihat sang musuh jatuh di hadapannya. tak lama kemudian Alan dan pengawal lainnya datang.
"seret pelakor ini keluar!!". titah Meyriska.
para sekuriti membawa Dea untuk di amankan. masih penuh emosi Meyriska menarik fascinator hatnya dan terlihat keseluruhan wajah Dea.
"kamu? "desis Meyriska yang terus melihat wajah Dea.
Alan dan sekuriti tersebut berlalu pergi dari hadapan Meyriska. sedangkan Meyriska masih terpaku dengan dahinya yang mengerut. ia mencoba mengingat wajah Dea yang pernah ia lihat sebelumnya.
...----------------...
Justin terus memacu kuat tubuh Namira yang terus memintanya tanpa berhenti. bahkan setelah tiga kali percintaan, Namiralah yang mendominasi dirinya. Justin dengan sabar meladeni Namira yang masih terpengaruh obat.
setelah pertempuran yang memakan waktu lebih dari tiga jam tersebut. akhirnya barulah Namira mulai menunjukkan rasa puas dan kelelahan. yang akhirnya ia memejamkan matanya, tidur dengan lelap di samping pelukan suaminya.
Justin menyelimuti tubuh polos istrinya dengan selimut yang bermotif butterfly tersebut. Justin mencium kening sang istri lama.
"maaf sayang.. jika semua ini akhirnya telah melibatkan dirimu". gumam Justin
Justin tertidur sesaat melepaskan rasa penat dan lelah yang hinggap di tubuhnya. hanya satu jam lebih Justin tertidur, setelahnya ia terjaga karena ponselnya berbunyi.
"ya". sahut Justin malas, yang akhirnya mau tak mau ia harus bangun dari tidurnya langsung membersihkan dirinya ke kamar mandi.
sepanjang guyurannya di bawah shower. Justin terus memikirkan dua istrinya. ia akan mengambil keputusan untuk kejadian malam ini. yang jelas ia akan terus mempertahankan Namira, istri yang memang ia cintai sedari awal.
dan untuk Dea. ia telah memperingatkan Dea sebelumnya agar tidak mengusiknya, tetapi Dea telah melanggar semua itu. tentu saja Justin akan membuat perhitungan kepada Dea.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
jangan lupa like, vote n komennya... ❤❤❤❤