Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
tentang nama 2


__ADS_3

Semenjak Justin mengintruksikan sahabatnya, Andra untuk kembali fokus pada perusahaan cabangnya yang di Sumatra. otomatis ia kembali di sibukkan dengan rutinitasnya yang bolak balik antara Jkt dan Bdg.


meskipun terkadang sesekali ia meminta kedua sahabatnya tersebut untuk bergantian bolak balik antara kantor pusat dan kantor cabang.


Namira menyiapkan setelan kerja suaminya. walaupun terkadang rasa malas bangun pagi menderanya. semenjak kandungannya memasuki usia delapan bulan, Namira merasa cepat lelah dan kesulitan bergerak.


"kalau capek. istirahat dulu ya?. jangan maksain buat ngerjain sesuatu yang akhirnya kamu jadi capek trus ngos ngosan gini". ujar Justin yang sedari tadi memperhatikan tingkah sang istri.


lalu ia membawa istrinya duduk di pinggir ranjang.


"aku mau nemenin kakak sarapan dulu". ucap Namira seraya ingin bangkit dari duduknya dan berniat ke dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya. tetapi ia gagal berdiri lantaran sang suami menahan tubuhnya agar tetap duduk.


"aku suruh bibi yang ngantar makanannya disini. aku mau sarapan bertiga disini". ujar Justin lalu menggunakan ponselnya untuk menelpon si bibi. seraya terus memandang istrinya


"bi.. sarapannya tolong di bawa kesini aja ya? ". saya sama Namira makan di kamar". ucap Justin dan langsung menutup telponnya


"tadi kakak bilang sarapan bertiga. maksudnya sama bibi? ". tanya Namira yang sedari tadi penasaran dengan ucapan suaminya.


Justin tersenyum lucu mendengar keluguan sang istri. ia berdiri dengan kedua lututnya di depan sang istri yang masih duduk di tepi ranjang.


"iya kita sarapan bertiga sama si ini". Ucap Justin sambil mengelus perut sang istri. lalu ia mencium perut istrinya.


"anak papa...kita sarapan dulu ya? ". Justin menyapa babynya. dan terus mencium perut sang istri.


Namira mengelus dan mengusap pelan kepala sang suami.


"iya papa. adek juga udah laper". Namira menirukan suara anak kecil.


Mereka terkekeh geli mendengar suara yang dibuat Namira.


"namanya siapa ya kak. kita belum siapin nama soalnya". tanya Namira


"mmm iya juga. nanti kita bagi tugas. aku cari nama anak cewek. kamu cari untuk anak cowok". saran Justin


"ok.deal". ucap Namira yang pernah menirukan pernyataan Justin


akhirnya mereka larut dalam tawa bahagia.


tak lama kemudian. pintu kamar di ketuk dari luar. Justin menyilahkan si bibi masuk dan menata sarapan mereka di balkon kamar.


setelah selesai. si bibi pamit dan membiarkan pasangan calon orang tua tersebut menikmati sarapan mereka pagi itu.


Namira dengan manja meminta suapan dari sendok Justin


"bekas aku sayang. kamu mau?". beneran? ". tanya Justin meyakinkan istrinya


Namira menganggukkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya. yang bagi Justin terlihat lucu dan menggemaskan.


lalu ia menyuapi sang istri sesuap demi sesuap hingga makanan tersebut habis tak bersisa karena nafsu makan Namira selama hamil lebih besar dari pada biasanya.

__ADS_1


setelah mereka menyelesaikan sarapannya. Justin pamit berangkat kerja dan tak lupa mengecup kening sang istri dan mengecup sang calon anak mereka.


"papa pergi dulu ya. jangan nakal sama mama. jagain mama". justin menyapa si baby.


"iya papa. adek janji ga nakal. papa cepat pulang ya? ". sahut Namira dengan suara anak kecilnya.


tiba di kantor dan di ruangan Justin....


"bro..gue minta maaf. sepertinya sore ini gue ga bisa ke Jkt. si baby tiba tiba sakit". Indra datang ke ruangan Justin dan memberitahu.


"oh ya? ". sakit apa? "tanya Justin cemas.


"demam biasa. kata orang tua sakit mau pintar". sahut Indra


"yakin lu anak bayi itu kalo mau pintar apa apa harus di kasih sakit dulu sama Allah.". Justin meminta keyakinan ke Indra


"yahhh.... gimana ya? ". sahut Indra seraya menggaruk tenggkuknya yang tak gatal.


"ga tau jawab lu kan? ". makanya jangan langsung telan mentah mentah apa orang bilang. bukannya ga menghormati orang tua. hanya saja kondisi anak kita lebih penting dari pada statementnya orang orang". ujar Justin


"ya udah lu pergi pulang sana. biar gue yang nyelelesain ni kerjaan. bawa anak lu ke dokter segera. di check kondisinya biar tau itu si baby demam biasa apa bukan". saran Justin


"thanks ya bro udah mau ngertiin gue. tapi ntar sore gimana? " tanya Indra kembali


Justin terdiam sejenak memikirkan strategi.


"its oke. ntar gue pikirin gimana baiknya". ujar Justin menenangkan sahabatnya.


"tapi tu anak udah di jadwalin meeting sore lagi sama para pemilik hotel dan resort yang di sana". lanjut Indra.


"ya udah ntar gue kesananya bentar aja. begitu selesai gue langsung pulang". ujar Justin meyakinkan sahabatnya


"ya udah kalau memang bisa begitu. thanks ya". balas Indra sembari keluar dari ruangan tersebut. ia pun bergegas ke parkiran untuk pulang dan menemui anaknya.


Justin mengangkat satu tangannya dan memberi jempol ke Indra.


jadwal Isoma tiba..


Justin pulang kerumah sebentar untuk mengganti pakaiannya dengan yang lebih pantas untuk acara peluncuran produk di kantor pusat.


Namira pun turut ikut membantu Justin menyiapkan yang di rasa perlu untuk acara tersebut.


"kakak usahain cepat pulang ya? ". Justin menenangkan sang istri dan mengelus perut buncitnya


"iya kak. santai aja. kakak ga usah lari lari ya. aku kan ga kemana mana". Ujar Namira yang tanpa di sadari mengingatkan kenangan suami ketika acara ulang tahun istrinya.


Justin tersenyum bahagia, mengingat kenangan manis tersebut. Justin mengecup lembut bibir istrinya sekilas, sebelum kembali ke kantornya saat itu juga.


setelah lepas ashar. Justin berangkat ke Jkt menggunakan Heli untuk bisa menghemat waktu. satu jam kemudian ia tiba di Jkt dan mendaratkan Helinya di rooftop kantor miliknya.

__ADS_1


Justin membereskan pekerjaannya yang sedikit terbengkalai karena seringnya ia berada di kantor cabang. acara pembukaan tersebut di mulai jam tujuh berarti masih ada waktu bagi Justin untuk mandi dan mengistirahatkan tubuhnya sejenak di kamar pribadinya.


Justin membuka kamar pribadinya yang tertata rapi dan wangi. itu berarti selama ia tak disini para OB ataupun OG membersihkan ruangan pribadi tersebut.


bahkan seprai dan juga ranjang yang sempat di gunakan melampiaskan hasrat terpaksanya dengan perempuan yang menjebaknya telah berganti yang baru setelah Justin menyuruh Alan untuk menggantinya.


ia sengaja membuang semua yang berhubungan dengan Dea, wanita yang terpaksa di jadikan istri karena jebakan wanita tersebut.


satu jam berlalu. setelah dirasa cukup mengistirahatkan tubuhnya. Justin bersiap untuk menuju ke Aula kantornya yang berada di lantai tengah dari kantornya.


Justin tiba di Aula di temani Alan di sisinya.


"kamu ga pernah lihat perempuan itu lagi selama ini? ". Justin membuka suara


"belum pak. saya membuat rumor kalau bapak dan keluarga pindah ke luar negri".jawa Alan


"baguslah. kamu awasi dia terus. jangan sampai dia membuat ulah lagi".


ia duduk di sofa VVIP bersama tamu undangan VVIP lainnya. sang mc memulai dan mempersilahkan Justin sang Ceo untuk bermukadimah di hadapan para tamu.


beberapa menit kemudian..


Justin menyudahi mukadimahnya dan kembali duduk di antara tamu penting lainnya untuk bertegur sapa demi kelancaran berbisnisnya.


Acara peluncuran produk pun tiba dengan di hadirkan sejumlah model yang show up di atas catwalk. bahkan acara tersebut menghadirkan penyanyi terkenal dan tim penari yang ikut memeriahkan grand opening tersebut.


selama acara berlangsung Justin terus mengobrol dengan para tamu. hingga akhirnya sesuatu hal yang menarik perhatian Justin ke arah panggung.


Justin terus mengamati pergerakan sang penari yang mengelilingi seorang putri yang membawa produknya untuk di perkenalkan pada publik.


Justin terus mengamati sosok putri tersebut. yang menggunakan mini dress putih dengan punggung sedikit terbuka. rambut lurus berwarna hitam pekat. dengan ikal di bagian bawah berwarna coklat tergerai. ditambah aksen leaf bando di kepalanya. membuat kesan imut pada sang putri tersebut. tampilannya memukau bak dewi yunani. dengan gaya exotic nan mystic.


seperti produk Justin yang memang di khususkan untuk kalangan usia dewasa yang ingin mempertahankan keawetan wajahnya. tanpa bisa di tebak berapa usia yang sebenarnya. seperti itulah tampilan putri penari tersebut di buat, padahal mereka sebenarnya berusia hampir rata rata memasuki tiga puluh tahun.


sorot mata Justin tidak pernah lepas dari pergerakan lembut sang putri yang menari di tengah dayang dayangnya. yang membuat seluruh yang menontonnya ikut terhanyut dalam tariannya. hingga tarian tersebut berakhir pun mata Justin dan penonton yang lain tak pernah lepas dari rasa kagum kepada sang putri.


hingga sang putri pergi barulah mereka penasaran siapa gerangan putri tersebut. sang mc pun memberitahu nama tim penari untuk menjawab rasa penasaran dari seluruh penonton. hingga akhirnya mereka mengucapkan nama sang putri


..."MIDEA HASXANDER"...


...****************...


jangan lupa untuk


like


vote


komen

__ADS_1



__ADS_2