
#selamat membaca....
pupus. itulah yang di rasakan cindy saat ini. ketika ia masih melihat netra Andra terpaku ke suatu tempat dimana Jasmine menghabiskan waktunya menunggu bis setiap harinya.
Cindy buru buru mengalihkan pandangannya ke arah lain ketika Andra berbalik menatapnya. Andra tersenyum melihat Cindy. ketika ia sempat melirik Cindy sedang menatapnya lama.
"kamu ke sini sendirian? ". tanya Andra seraya menatap Cindy.
"hah. apa? ". tanya Cindy yang tak mengerti maksud Andra.
"tuh kan. kamu sendiri aja ga fokus sama pertanyaan kamu". sahut Andra sambil menggeleng gelengkan kan kepalanya heran.
bunyi ponsel Andra berdering. ia menjawab telpon yang berasal dari sekretarisnya. lalu menutupnya kembali. ia menatap Cindy dan tersenyum. sementara Cindy begitu terpana melihat senyum yang terlihat manis pada pujaan hatinya.
"maaf Cin. saya harus kembali ke kantor. senang bertemu dan ngobrol sama kamu. oiya sekali lagi selamat ya atas pernikahannya." Andra pamit pada Cindy seraya mengulurkan tangannya, lalu di sambut oleh Cindy dengan perasaan yang campur aduk. mereka saling bersitatap dan saling senyum.
lalu Andra melepaskan tangannya. dan pamit pergi meninggalkan Cindy sendirian. sementara netra Cindy terus terpaku menatap punggung Andra yang menghilang di balik tangga cafe tersebut.
Cindy meremas tangan kanannya, bekas dari bersalaman dengan Andra. satu sisi ia bahagia bisa duduk dan mengobrol berdua meskipun hanya dengan secangkir kopi dengan waktu yang cukup singkat. karena bagi seorang Cindy, ia menganggap ini adalah sebuah kencan baginya.
...----------------...
Satria mengajak Retha untuk Dinner malam ini. malam ini adalah jadwal kencan mereka yang pertama. Satria menjemput Retha di rumahnya. untuk meminta ijin kepada mamanya Retha yang terlalu possesif terhadap anak perempuan satu satunya.
hanya dengan bermodalkan makanan kesukaan mamanya dan anggota keluarga yang lain. saat ini Satria duduk bersikap sebagai layaknya prajurit yang sedang menghadapi komandan. sementara papanya Retha sedang asyik memperhatikan laki laki yang telah mengusik waktu santainya.
"jadi kau yang berprofesi sebagai dosen dari anakku? " tanya papa Retha. yang sebelumnya di beri tahu dari mama Retha jika Satria seorang dosen yang membimbing Retha dalam penelitiannya.
"masih Asisten dosen pak." jawab Satria jujur.
__ADS_1
papa Retha manggut manggut. "boleh lah. dari pada kau seoranng pengangguran. bah tak ada guna. aku pun tak sudi. mau di kasih makan apa anak perempuan ku satu satunya. menderita lah dia jadinya". sungutnya.
"malam ini kau mau bawa kemana anakku si Retha yang cantik jelita? ". tanya pak syahrul bermarga lubis tersebut.
"membahas proyek pak. untuk bisa melanjutkan studi di luar negri. jika berhasil Retha anak bapak yang cantik jelita akan mendapatkan beasiswa di sana". sahut Satria jujur tetapi dengan niat terselubung. yaitu kencan yang mereka rencanakan sebelumnya.
"apa kau bilang? !!". mau keluar negri berdua sama anakku saja. sama anak perempuanku satu satu nya. no no no tidak bisa!. tidak bisa !!!". larang pak Syahrul keras.
"enak saja kau. bawa bawa anak gadis orang sembarangan. ku sate baru tau kau!!"
ancam pak Syahrul.
Satria berusaha tetap tenang mendengar ocehan calon mertuanya dengan tenggorokan yang tercekat.
"hey anak muda. kau halalkan dulu dia baru boleh kau ajak pergi kemana mana. enak saja kau ini. main bawa bawa anak gadis ku". pak syahrul mengomeli Satria.
"dari kecil dia ku jaga baik baik dengan banyak kasih sayang. datang kau enak enak saja mau kau bawa pergi. keluar negri pulak lagi. ". lanjutnya.
"e..e...e..e..e. anak sekarang. main langsung langsung saja. mana bisa begitulah. mana orang tua kau. kau suruh mereka datang kemari. bawa imam kampung. sama penghulu adat. kau pikir anak aku anak kucing apa. tinggal masuk kan ke karung lalu kau bawa pergi. " protes sang papa.
sementara di ruang keluarga. Retha sudah senewen mendengar pembicaraan papanya dengan Satria. Retha bangun dari sofa ruang keluarga. dengan niat menghampiri si papa untuk protes . akan tetapi langsung di tahan oleh mamanya. karena rencana yang mereka susun tidak sesuai expectasi. Satria hanya cukup datang meminta ijin dengan mamanya lalu membawanya keluar berkencan. akan tetapi malam ini. benar benar membuat Retha bete setengah mati.
"ihhh.. mama.. ". rengek Retha.
"jangan. biarkan saja dulu. papa kau memang suka begitu". larang si mama seraya menahan lengan anak gadisnya.
"tapi ini udah berlebihan ma..? ". pak Satria itu cuma minta ijin jemput aku buat ngerjain proyek ma?? ". rengek Retha kembali.
"iya. mama tau. sudah biarkan saja dulu. dari pada nanti kau tak di kasih ijin oleh si papa. mau kau tak jadi pergi sama dosen kau yang ganteng itu". bujuk si mama yang berakhir dengan nada centil.
__ADS_1
akhirnya Retha pun mengalah dengan muka yang cemberut kesal melihat tingkah orang tuanya yang posesif.
hampir satu jam menunggu di ruang keluarga. akhirnya papanya mengijinkan dirinya untuk keluar bersama Satria. dengan syarat tidak boleh pulang larut malam. dan juga dibanjiri nasehat yang harus di dengar oleh Retha dan Satria.
setelah di rasa cukup puas memberi wejangan kepada anak gadisnya dan juga pacar nya, akhirnya papa dan mama Retha pun mengijinkan mereka keluar rumah malam ini.
di dalam mobil nya Satria tidak berhenti tersenyum karena mengagumi kecantikan Retha malam ini. ia tak henti hentinya melirik sang pujaan hatinya. yang tampil berbeda malam ini..
"apaan sih bang. dari tadi melirik lirik terus. risih tau ga sih? ". protes Retha merona malu.
Satria terkekeh melihat tingkah gadisnya yang ia sukai selama ini. ia pun fokus menatap jalan dan membiarkan Retha menikmati jalan jalan bersamanya.
Satria memasuki halaman parkir sebuah Restoran mewah. Retha menatap bingung ke Satria.
"memangnya abang belum makan? ". tanya Retha penasaran.
Satria memberi jawabannya dengan tersenyum. Retha yang melihat arti dari senyum kekasihnya tersebut mulai merasa tidak enak gara gara insiden yang terjadi di rumahnya tadi.
"ya ampun. pasti dari tadi abang nahan lapar dong gara gara papa". ujar Retha dengan wajah merasa bersalah.
"ga pa pa demi calon mertua. asalkan beliau senang. terus abang di kasih ijin buat jalan sama adek tercinta". kekeh Satria.
"ihh dasar. bisa ya lagi laper menggombal". cibir Retha
Satria terkekeh, lalu merangkul pundak Retha untuk masuk ke dalam dan mengambil tempat duduk yang nyaman.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
akhirnya kencan juga.
__ADS_1
hai readers tetap ya seperti biasanya
jangan lupa untuk like, vote, komen and rate ya