Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
I leave


__ADS_3

Inka sedikit baikan meskipun masih terlihat lemah. setelah dua hari keluar dari rumah sakit dan beristirahat total dirumah.


hari ini Alma membantu inka menyiapkan keperluan Jasmine yang akan kembali ke kampus.


Inka memaksakan diri memasak makanan kesukaan Jasmine. meskipun Alma dan Jasmine melarangnya.


"cuma ini yang bisa mama lakukan buat kamu nak". ucap Inka.


"besok kamu masak dan makan sendiri di kost an kamu". lanjut Inka


"jadi biarlah untuk hari ini saja ya?. mama kuat kok. kan ada tante Alma yang bantuin mama". Inka meyakinkan Jasmine


"kamu duduk yang manis disini. dan jadilah juri masak mama untuk hari ini". pinta Inka seraya membawa Jasmine ke meja makan.


Jasmine yang awalnya melihat mamanya memasak pun akhirnya membantu mamanya.


...----------------...


Alma dan Inka bersiap mengantarkan Jasmine ke terminal bus yang menuju kota tempat Jasmine berkuliah.


"Jasmine.. ". panggil Inka


"Ayo nanti Bus nya keburu berangkat nak". lanjutnya.


Jasmine keluar dari kamarnya menuju teras rumah serta menutup pintu dan menguncinya. ia berbalik dan mendapati dirinya di tatap oleh kedua orang tua yang di hadapanya sambil tersenyum.


Inka dan Alma tertegun melihat penampilan Jasmine yang telah berhijab hari ini. entah motivasi apa yang membuat Jasmine mengubah penampilannya menjadi seperti dirinya.


Inka mendekati putrinya yang jadi bertambah cantik dan bahkan kelihatan imut dengan hijabnya.


Inka membenarkan letak hijab Jasmine yang sedikit miring. ia melihat ada yang kurang di tampilan hijabnya. lalu ia mengambil pin kecil dengan motif bunga melati yang disematkan di ujung pashminanya yang menempel di kepalanya.


Inka memasangkan di hijab Jasmine dan menempelkan ke dadanya. Inka tersenyum melihat tampilan hijab putrinya telah sempurna. lalu ia mencium kening putrinya lembut


"kamu makin manis sayang". Puji Inka tulus


"dan tambah imut". di tambah Alma melengkapi pujian Inka untuk Jasmine


"ahh mama.. tante.. bisa aja". ujar Jasmine merona malu.


lalu mereka tertawa kecil di pagi itu.


"ayok berangkat". Alma menyudahi kehangatan pagi ini.

__ADS_1


di dalam mobil Jasmine tersenyum bahagia ada sesuatu yang mengubah hidupnya yaitu mamanya yang memberinya hidayah tadi malam


fb off


setelah Jasmine menyelesaikan sholat maghrib. ia mendengarkan mamanya melantunkan ayat alquran. memang itu adalah kebiasaan mamanya setelah shalat mghrib melakukan bacaan ayat alquran.


hanya saja dalam tiga hari ini mamanya membaca surah yang sama dan ada kalimat qur an yang di ulangi mamanya dengan nada terisak.


Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan



Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?



Jasmine begitu penasaran lalu searching di google tentang artinya. Jantungnya berdetak tatkala membaca artinya. ia tersentuh. selama ini ia tak pandai bersyukur. ia melupakan rabbnya yang memberinya nikmat yang ga hanya rezeki berupa makanan, uang meskipun tak melimpah. tapi ia di beri rezeki lain berupa tetangga dan teman teman yang baik. bahkan mama yang luar biasa baginya.


karena itu hari ini Jasmine memutuskan berhijab sebagai bentuk syukur dan menjaga auratnya agar tidak dilihat sembarang orang apa lagi yang bukan muhrimnya. ia ingin melakukan ini agar mamanya bahagia.


dulu mamanya pernah menyarankan berhijab tetapi Jasmine menjawabnya selalu dengan kata "nanti"."


mamanya memang tak pernah memaksa dirinya soal penampilan karena urusan hijab itu urusan hati.


kata kata itu lah yang selalu di ucapkan oleh mamanya. hingga akhirnya Jasmine harus pindah ke MDN karena berkuliah disana. ia melupakan kalimat tersebut.


hingga tadi malam kalimat itu terngiang kembali di telinganya. dan ia teringat mamanya.


...----------------...


"mengapo tak menggunakan kereta sajo Jasmine.. lebih cepat.pada hal tante sudah memesankan tiketnyo sama uda Danang". ujar Alma


"iya.. lebih cepat nyampenya". Inka menimpali.


"aku lebih suka naik travel bus tante dari pada naik kereta. lebih nyaman aja sih. terus kalo naik kereta belum tentu dapat duduknya di samping jendela. kan ga bisa nikmati pemandangan kota lain jadinya." Jelas Jasmine sambil tersenyum


"hati hati yo di jalan. cari pasangan yang wanita sajo. minta tukar duduknyo". saran Alma


"jangan sembarangan makan dan minum dari orang lain punyo. Jasmine sudah bawa sendiri tadi kan?. mama sama tante banyak masak tadi khusus bekal kamu". lanjut Alma.


Jasmine tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Jasmine memandang Inka dalam. ia memeluknya lama dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher mamanya. bulir air bening terus mengalir. ia tak kuasa menahan rasa sesak yang datang menyeruak di dadanya.

__ADS_1


"Jasmine". Inka memanggilnya dan mengelus lembut punggungnya.


masih dalam dekapannya. inka mengambil lembut kepala putrinya. dan menangkup wajahnya yang manis. ia tersenyum perih melihat mata putrinya yang basah.


"Jasmine. jaga diri kamu baik baik. jangan lupa shalat. ngaji minimal seminggu sekali kalo kamu ga mau tiap hari". Inka menasehati putrinya.


"udah mantap berhijab. jangan di lepas lagi ya sayang. jaga diri baik baik. tetap istiqamah walaupun keadaan lagi sulit. ". lanjut Inka


"ingat ini ya sayang. sebaik baiknya pertolongan adalah pertolongan Allah. jadi jangan pernah nyerah hanya karena keadaan kita sekarang".lanjutnya. seraya menatap putrinya secara intens.


Jasmine mengangguk angguk an kepalanya sambil senyum serta air mata yang berderai


"mama juga jaga diri baik baik. jangan ga di kemo lagi kalo aku ga ada. mama harus terus jalani kemo ya ma??. ucap Jasmine dengan bibirnya yang hanya bisa di mengerti Inka dan Alma.


"janji dulu".pinta Jasmine


"iya mama Janji". janji Inka


mereka saling membasuh air mata dan melepaskan pelukan.


Jasmine berpamitan dengan Alma dan memeluknya sesaat


"hati hati yo. jaga diri baik baik. tetap semangat belajarnyo". ucap Alma


"iya tante. tolong jaga mama ya?. paksa mama kalo mama ga mau di kemo. kasih tau aku biar aku pulang dan berhenti kuliah". ucap Jasmine seraya menatap mamanya.


Inka yang di tatap seperti itu. tersenyum dan menggeleng.


"Jasmine berangkat ma.. tante..". ucap Jasmine


Inka dan Alma menganggukkan kepala mereka.


Jasmine menaiki busnya. dan mengambil tempat duduk di samping jendela yang menghadap Inka dan Alma.


dengan senyum Jasmine menatap mamanya dari jendela bus. seiring bus beranjak pergi meninggalkan terminal dan kota dimana mamanya menetap.


entah kenapa hatinya begitu sedih untuk keberangkatannya kali ini. ia merasa seolah ini yang terakhir bertemu langsung dengan mamanya.


seiring bus yang berjalan sang supir menyetel sebuah radio yang masih terdapat sinyal gelombang sebagai teman perjalanannya.


entah kenapa kebetulan lagu yang di putar sang operator radio sama dengan perasaannya hari ini...


Jasmine begitu hanyut dengan lirikan lagunya. hingga ia pun berderai air mata. kala mengingat sang mama. saking banyaknya ia menangis dalam diamnya. ia merasa lelah dan tertidur.

__ADS_1


jangan lupa like vote dan komen kalian buat penulis...


__ADS_2