Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
Bonchap 3


__ADS_3

berita kecelakaan pesawat dengan penerbangan di jam terakhir terdengar di seluruh Negeri. dimana pesawat tenggelam di perairan selat sunda. rute pesawat tersebut terbang dari Jkt ke Mdn.


hal ini tentu saja membuat Retha terkejut dan takut. jika benar Jasmine mengambil penerbangan terakhir tadi malam. maka...


"enggak enggak mungkin". Retha menggelengkan kepalanya.


sementara Satria yang sedari sore hingga kini mencari informasi tentang daftar penumpang yang bernama Jasmine ke bandara. ia mulai panik dan takut jika nama Jasmine berada dalam daftar pesawaat yang naas tersebut.


"maaf pak tapi perempuan yang bernama Jasmine tidak pernah naik maskapai ini". jelas seorang wanita yang bertugas sebagai check in tadi malam.


"yang benar mbak. coba di check lagi. karena saya yang mesanin tiketnya tadi malam". paksa Satria


"benar pak. kalau bapak tidak percaya, ini bapak bisa lihat sendiri nama nama penumpang yang berangkat dengan maskapai kami tadi malam". jelas wanita tersebut.


Satria memperhatikan layar monitor yang di tunjukkan ke padanya. masakapai penerbangan dengan nomor tiket yang sama yang ia pesankan untuk Jasmine. di situ memang jelas tertera jika Jasmine tidak menempati kursi maskapai tersebut.


darahnya berdesir kini jantungnya berdegup kencang tak karuan. rasa takut menyelimuti nya sekarang ini. di kepalanya bergelut dengan segala macam teka teki tentang mahasiswinya.

__ADS_1


"jika Jasmine tak berada di maskapai yang ia pesankan tiketnya. itu berarti Jasmine???. akh...


Satria tak sanggup membayangkan jika Jasmine memang benar berada di maskapai naas tersebut.


tetapi bagaimana pun. mau tak mau Satria tetap melanjutkan pencarian nya. ia bertanya ke bagian info maskapai naas tersebut.


"ini pak tadi malam melalui sebuah aplikasi atas nama Jasmine sendiri yang memesan tiketnya". jelas dari bagian ticketing tersebut.


bagai di sengat listrik ratusan juta volt . satria lunglai berjalan keluar dari antrian manusia yang mencari informasi tentang keluarganya yang berada di maskapai naas tersebut.


sebagian dari mereka masih berharap ada yang selamat. karena ketika mereka lepas landas badai hujan mereda dan di kabarkan keberadaan jatuhnya pesawat masih di hitung perairan yang dangkal menurut ilmu kelautan. setidaknya masih bisa ada yang bisa di selamatkan jika para penumpang bisa menyelam dan berenang ke atas. atau tim sar yang bergerak turun menyelam menyelamatkan mereka.


Satria mendengar celotehan anak anak tentang ayah atau ibu bahkan keluarga mereka yang naik maskapai tersebut hanya bisa tersenyum miris.


ponsel Satria berbunyi. ia melihat panggilan dari Retha.


"ya Tha? ". sahut Satria lemah

__ADS_1


"pak. gimana? ada kabar tentang Jasmine? " tanya Retha cemas.


"bentar lagi saya pulang. kamu tunggu aja ya? " ujar Satria.


"iya pak". sahut Retha.


mereka menutup ponselnya dengan hati yang berkecamuk. semua resah dan gelisah. Satria bangun dari duduknya berjalan keluar dari bandara menuju kembali ke Hotel tempat mereka menginap.


tiba di Hotel...


Satria mengetuk pintu kamar Retha. Retha membukanya dan ia melihat dosennya berwajah murung. Retha mempersilahkan dosennya masuk.


Retha mengambil air mineral yang berada di atas nakas. dan memberikan nya pada satria. Satria mengambil nya. ketika ia berbalik tiba tiba Satria menahan lengannya.


"duduklah. abang mau bicara". ucap Satria datar


Retha mengambil tempat di samping Satria. sementara Satria menarik dalam nafasnya. ia dengan berat hati menceritakan semua tentang apa yang terjadi terhadap Jasmine. seketika itu juga Retha tak kuasa menahan tangisnya. ia terisak isak memanggil nama Jasmine. sementara Satria hanya mampu melihat kesedihan yang terdalam pada diri Retha.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa untuk like vote komen and Rate


__ADS_2