
hampir tengah malam. Justin tiba di Bdg menggunakan Heli bersama Indra. mereka berpisah begitu tiba di parkiran. masing masing menstarter mobilnya sendiri dan pulang kerumahnya untuk menemui istri tercinta yang menunggu mereka dirumah.
Justin memarkirkan mobilnya di garasi rumah Namira. dengan kunci cadangan ia memasuki rumah tersebut dan segera memasuki kamar yang di tempati istrinya.
Justin melihat Namira yang tertidur pulas dengan gaun tidur berwarna pink sangat kontras dengan kulitnya yang putih.
ia segera membersihkan dirinya di kamar mandi dan mengganti setelan kerjanya dengan baju santai.
ia memeluk Namira dari belakang dan mencium lembut tengkuk sang istri hingga ia pun turut tertidur.
paginya...
Namira membuka matanya perlahan. ia merasakan sesuatu yang hangat menghembus tengkuknya. ia pun merasakan sesuatu yang berat menimpa perutnya. netranya menuju perutnya. ia melihat sebuah tangan kekar memeluknya. Namira memalingkan wajahnya ke arah samping serta melirik di belakangnya. lalu ia membalikkan badannya menghadap suaminya.
ia tersenyum dan memperhatikan dan bahkan tangannya membelai lembut wajah tampan milik suaminya. hingga akhirnya bibirnya mengecup lembut bibir sang suami.
Justin yang sedari tadi tersadar dari tidurnya tatkala istrinya membalikkan tubuhnya menghadap dirinya. ia membiarkan matanya masih terpejam, karena kantuk yang tersisa.
ia membiarkan sang istri membelai wajahnya. bahkan kini ia merasakan lembut dan manisnya bibir sang istri ketika mengecup bibirnya.
ia membuka matanya dan tersenyum melihat wajah istrinya yang merona malu
"kak Justin dari tadi memang udah bangun ya?! ". ucap Namira
Justin semakin melebarkan senyumnya
"ihhh.. nakal. kalo tau akunya ga mau.. "Namira menghentikan ucapannya karena ia Justin membungkam bibirnya bahkan ciuman pagi ini bersambung menjadi sebuah serangan di pagi hari.
Justin merindukan sang istri yang baru dua hari ia tinggali. begitupun Namira. akhirnya dalam pergumulan panas yang berlangsung hampir satu jam, mereka menuntaskan hasrat rindu mereka bersama.
"semoga tumbuh menjadi banyak baby disini". ucap Justin seraya mencium perut istrinya
"Aamiin" ucap Namira seraya membelai dan mengusap kepala suaminya yang berada di atas perutnya.
selang satu jam kemudian...
Namira membuatkan sarapan untuk Justin.
"hmm sepertinya enak nih". ucap Justin yang baru memasuki ruang makan dan duduk di salah satu kursi makan tersebut.
"kakak coba dulu ya? ". balas Namira sambil meletakkan segelas air mineral di samping piring Justin
Justin mencoba nasi goreng buatan Namira.
"apa yang kurang kak". tanya Namira
"hmm.. kurang garam sedikit aja. terus bawang gorengnya juga yang.. ". ujar Justin jujur
"thanks ya kak udah jujur sama aku". ucap Namira seraya tersenyum
"iya sayang."balas Justin yang terus melahap nasi gorengnya hingga habis.
__ADS_1
Namira merasakan mual tiba tiba setelah menyantap nasi goreng buatannya. ia buru buru melarikan diri ke wastafel dan memuntahkan seluruh isinya.
Justin segera menyusul Namira dan mengurut pelan tengkuk dan pundak sang istri. ia melihat sang istri yang mulai terlihat lemah. ia menerka nerka sesuatu tetapi ia langsung menggeleng kan kepalanya
"ga mungkin secepat ini". desis Justin
ia mencoba mencari tau tanda tanda awal kehamilan di ponselnya. lalu tanpa sepengetahuan Namira ia menitipkan untuk membeli testpack pada si bibi yang mau berbelanja.
keesokan paginya...
Namira merasakan mual yang sama dan ia pun berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan seluruh isinya.
Justin yang mendengar suara muntahan istrinya. segera menyusul ke kamar mandi. ia melihat sang istri terduduk lemas di samping bathup. ia mengangkat sang istri untuk di bawa keluar dari kamar mandi. tetapi Namira menolaknya karena ia ingin buang air kecil.
disitulah kesempatan Justin meminta Namira untuk menampung air seninya
"buat apa kak. ini kan jorok. "tanya Namira bingung
"ga pa pa. kamu tampung aja ya". ucap Justin tersenyum melihat kepolosan sang istri
Namira menuruti permintaan sang suami. ia memberikan air seninya yang telah di tampungnya sendiri.
Justin menerimanya dan meminta Namira untuk rebahan di ranjang sementara Justin mencoba testpack yang di belinya kemarin melalui si bibi. ia hanya menunggu sebentar dan hanya itungan detik ia mendapatkan hasilnya. ia memelototkan matanya tak percaya hasilnya akan secepat ini.
untuk meyakinkan hasilnya ia membawa kembali sisa air seni Namira ke klinik lab terdekat dari rumahnya. tak menunggu lama dan menemui dokternya langsung
"mmmm.boleh tau meritnya kapan? ". tanya seorang dokter yang sedang bertugas di klinik tersebut.
"wahhhh... gawat.. ". ujar Dokter tersebut.
"maaf Dok. gawat kenapa ya? ". tanya Justin cemas.
"gawat topcernya Maksudnya. takut amat. selamat ya. masa kehamilan istri anda sudah dua minggu". ucap Dokter tersebut memberi selamat.
"beneran ni Dok? ". tanya Justin tak percaya.
"Alhamdulilah... makasih Dok.. makasih Dokter". ucap Justin sembari memegang tangan sang Dokter dan segera pamit pulang dengan tiba tiba.
sementara sang Dokter hanya geleng geleng kepala melihat tingkah Justin
Justin tiba dirumah dan segera masuk kamar lalu ia mencium perut sang istri. Namira yang sedang terlelap terbangun karena sesuatu yang lembut dan hangat hinggap di perutnya. ia melihat sang suami menciumi terus perutnya
"kak". panggil Namira pelan
Justin tersenyum bahagia melihat wajah sang istri. ia mencium keningnya dan menangkup wajah sang istri.
"sebentar lagi kamu bakalan jadi ibu. terus aku jadi ayah. kita bakalan jadi orang tua sayang". ucap Justin penuh haru
"a..a.. ku hamil? ". tanya Namira penasaran
Justin mengangguk anggukan kepalanya. senyumnya dan tatapannya tak pernah lepas dari istrinya
__ADS_1
"kak". panggil Namira dan memeluk suaminya
...****************...
"puff". kesal Midea.
ia mengalami kram pada perutnya di karenakan baru saja mendapatkan haidnya.
"kenapa harus datang lagi sih.. ". bukannya hamil kek". sungut Dea kesal
ia berbaring di ranjangnya kembali setelah menghabiskan roti dan susunya sebagai sarapannya pagi ini.
ia mencoba menghubungi nomor Justin. operator memberitahukan jika nomor miliknya di blokir oleh Justin
"b******k kamu Justin". maki Dea
Dea menggenggam erat ponselnya. ia begitu geram atas perlakuan Justin padanya.
...****************...
Andra sedang merapikan pekerjaannya dan siap mengirimkan fail yang diminta Justin. selama dua hari ini Andra menghandle pekerjaan Justin yang di Jkt.
"lu buat sementara di Jkt dulu ya?". pinta Justin
"knp gue? ". terus yang di Sumatra gimana mas bro? ". Ujar Andra
"ya maksud gue lu bolak balik Sumatra-Jkt ".pinta Justin
"wah parah lu tin. mentang mentang gue jomblo. bisa remuk badan gue". sungut Andra
"ntar yang di sumatra gue suruh adek sepupu gue bantuin kerjaan lu. oke". Bujuk Justin
"lu pake heli yang satunya buat lu bolak balik dari sini ke Sumatra deh". bujuk Justin kembali.
Andra yang sebenarnya masih berat hati mau tak mau dan suka tak suka menuruti perintah atasannya.
"demi persahabatan". ucap Indra seraya menepuk bahu Andra dan melangkah pergi menyusul Justin kembali ke kantor cabang yang di Bdg.
"memangnya kenapa lu suruh Andra begitu. bukannya pemborosan tin? ". ucap Indra
"untuk sementara aja. sampai si Namira hilang morning sicknessnya". ujar Justin
"Namira hamil? ". tanya Indra kaget
Justin menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.
"wah selamat ya bro. ga nyangka gue bro. lu secepat ini nyusul gue jadi ayah. topcer juga ternyata lu ya??? ". Indra memberi selamat
Justin mengangkat bahunya sambil tersenyum dan menekan lift masuk ke rooftop. di susul indra di belakangnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
jangan lupa like komen n vote nya ya....