Jasminka/Orchidea

Jasminka/Orchidea
karib


__ADS_3

seminggu berlalu...


uang yang di kumpulkan oleh Merry untuk membayar kerugian akibat ulahnya masih jauh dari kata cukup, meskipun kini Merry baru saja mendapatkan pekerjaan sementara sebagai sales promotion girl event dengan gaji ratusan ribu untuk perjamnya. tetapi tetap saja masih belum bisa banyak menutupi kekurangan nya.


sudah seminggu semenjak insiden di club langganan nya terjadi. Merry masih belum tenang karena ia sendiri masih terikat pada sebuah hutang yang wajib di bayarnya pada pemilik club. meskipun terkadang ia tak habis pikir dengan jumlah harga sebuah gelas dan setelan kerja yang di luar akal bagi seorang rakyat jelata sepertinya.


"ini udah seminggu. itu lakik belum sibuk buat nyariin aku melalui asistennya untuk nagih hutang". pikirnya seraya menyantap mie instan cupnya, di kamar kost sederhana nya.


"alah biarkan sajalah. syukur syukur itu lakik lupa sama hutang yang dia anggap se upil itu". omelnya dengan mulut yang masih mengunyah.


sebenarnya setelah pengambilan ijazah. Merry di suruh pulang oleh keluarganya ke kampung halamannya di pulau kalimantan. tetapi Merry enggan untuk kembali jika hanya berijazahkan S1. setidaknya ia harus mengambil kuliah profesinya sebelum kembali untuk mengabdikan ilmunya di kampung halaman nya.


Merry juga iseng iseng mengikuti testing pegawai negri sipil. jika tidak lulus ya sudah jika lulus ya wajib di syukurilah.


...----------------...


Retha kini di sibukkan dengan proposal penelitian baru bersama Satria. setelah nama mereka keluar sebagai runner up dengan hasil nilai terbaik. perusahaan mempercayakan mereka untuk mengembangkan produk andalan mereka selanjutnya.


bahkan Satria sudah mengajukan beasiswa ke luar negri tepatnya di negara kelahiran sang mama. setelah menikah nanti ia akan membawa Retha ikut bersamanya. dan juga sekalian menguliahi Retha untuk mengambil kuliah profesinya.


bahkan kedua orang tua dari Satria dan Retha menyetujui untuk mempercepat pernikahan mereka sebelum keberangkatannya ke luar negri.


dua keluarga ini sepakat menggelar pernikahan anak mereka di laksanakan akadnya di bulan depan.


"jadi ini sudah Deal. anak kita kawinnya bulan depan? ". tanya papanya Satria.


"iya sajalah. kalau memang sudah mantap ngapain kita tunda". sahut papanya Retha.


"oke pak. kalau begitu mulai dari sekarang kita bersiap siap untuk sekalian menggelar pesta pernikahan mereka sekaligus. biar sekalian jalan, sekalian capek". saran papanya Satria.


"boleh. aku pun setuju". balas papa Retha mantap. seraya mengepalkan tangannya dan mengangkat ke atas.


"Mantap! ".balas papanya Satria seraya melakukan hal yang sama dengan besannya.


sedang kan para istri hanya tersenyum geli melihat tingkah dari para suami mereka.


...----------------...

__ADS_1


Rendy melanjutkan kuliah profesinya di kampus yang sama. ia pun kini bekerja di salah satu instalasi farmasi swasta untuk menambah uang sakunya. meskipun sebenarnya mama Rendy selalu memberinya uang jajan seperti biasanya. tetapi entah kenapa Rendy sudah merasa malu hati jika tangannya selalu berada di bawah.


karena itu ia menerima pekerjaan apa pun saat ini biarpun gajinya sedikit. karena ia juga ingin memberikan sesuatu kepada mamanya itu dengan hasil gajinya yang tak seberapa itu.


sementara Retha mengajaknya untuk ikut gabung dalam penelitian mereka. dengan iming iming beasiswa untuk melanjutkan S2 ke luar negri.


"aku lanjut kuliah di sini aja. ni aku udah mendaftar ulang. lagian aku juga udah kerja di salah satu apotik swasta Tha". jelas Rendy. seraya menunjukkan sebuah map yang berisikan berkas kuliahnya.


"tapi kan di sini kita juga di gaji Lho". bujuk Retha.


"jadwalnya ga pasti Tha. nanti bakalan bentrok lagi sama jadwal kuliah ku seperti waktu itu. lagian kau tau sendiri lah mamaku. bakalan kena omel akunya kalau aku terlambat selesai". tolak Rendy secara halus seraya mengecilkan volume suaranya, agar si mama yang berada di dapur tak mendengar ocehannya.


"lagian duit yang di kasih oleh perusahaan itu udah cukuplah buat aku bayar uang kuliahku sampai selesai". lanjutnya.


"ya sudahlah Ren. kalau kau maunya gitu. aku tak bisa memaksa. aku ajak kau kerena kan dulunya kau juga bagian dari tim kami ". jelas Retha.


"tak apa Tha. lagian aku juga tak mau di jadikan obat nyamuk suatu waktu, karena aku tak punya pasangannya. coba kalau masih ada si Jasmine, boleh lah tuh. paling tidak ada perempuan yang bisa ku jadikan pacar pura pura ku ketika ada cewek yang terge aku". canda Rendy.


"kau ini. jangan merasa ganteng kali lah. mau muntah aku dengarnya". cibir Retha seraya melirik Rendy.


"Ren. Tha". panggil keduanya bersamaan.


mereka tertawa kecil.


"kau duluan saja Ren". tawar Retha.


"kau saja. kau mau bilang apa? ". Rendy melempar balik tawaran Retha.


"menurut kau. Jasmine masih hidup tidak? " tanya Retha hati hati.


"entahlah Tha. semoga saja ada harapan". sahut Rendy.


"feeling kau bagaimana sebagai seseorang yang lebih dekat dengan Jasmine selama ini". tanya Rendy.


Retha terdiam sejenak. ia masih ragu untuk menjawab berdasarkan hati dan logikanya.


"Tha". panggil Rendy yang melihat Retha yang jadi melamun.

__ADS_1


"masih Ren". sahut Retha pelan.


"menurut perasaan aku masih Ren. aku merasa Jasmine masih hidup. hanya saja kita tak tau dia ada dimana, apakah terluka atau tidak. atau ia mungkin mengalami trauma". sahut Retha.


Rendy menarik dalam nafasnya. ia tersenyum melihat teman karibnya itu.


"semoga saja yang kau feelingkan benar Tha. kita hanya bisa berdoa dan menunggu keajaiban datang. ya kan? ". sahut Rendy.


"iya Ren. aku juga berharap begitu. aku pun juga berdoa untuk keselamatan nya". ucap Retha seraya tersenyum simpul.


"dari dia kita banyak belajar ya Tha. aku dulunya tak mengerti bahasa isyarat. berkat Jasmine aku jadi tau". Rendy mengenang tentang Jasmine.


"iya Ren. trus aku juga kagum lho sama semangatnya itu. patut di acungin dua jempol. ga pernah menyerah dan ga gampang putus asa. mungkin kalau aku ada di posisi nya. udah mewek bentar bentar deh Ren". kenang Retha.


"itu karena kau anak perempuan yang paling di manjain sama keluargamu. makanya terkadang suka baperan kalau ada yang membully kau. ya tak? ". kekeh Rendy.


"sok tau kau". bantah Retha seraya mendelikkan matanya ke Rendy.


"udah ngaku sajalah. macem satu atau dua hari saja aku mengenal kau". kekeh Rendy.


"gak". bantah Retha


"iyak". balas Rendy


"ihh kau Ren". rengek Retha


"nah itu. Hahahahahaha..Retha ....Retha...". ucap Rendy sambil terkekeh geli.


akhirnya kedua karib itu saling bersenda gurau seraya mengingat kenangan akan Jasmine mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat menunaikan ibadah puasa ya Readers.tetap semangat untuk nge like, vote, komen, rate, and favoritnya.


tetap lanjutkan bacanya di novel kedua ku..


She is My Dea ( Mengejar istri Gila).

__ADS_1


__ADS_2